Bumbu Cinta, 100% Halal

Bumbu Cinta, 100% Halal
Boleh


__ADS_3

Mobil sudah berhenti di sebuah rumah minimalis yang cukup besar, itu adalah rumah milik ustadz Amir. Rumah hasil jerih payah nya memperjuangkan Kisah Sabrina dan Exel.


Dua koper milik Sabrina dan Ustadz Amir sudah di turunkan dari bagasi mobil belakang, Exel dengan wajah gelisah juga ikut turun, ia menatap Sabrina dengan seksama, seraya memohon jangan pergi.


"Abi, boleh kan Sabrina ikut dengan Exel? nanti sore atau nanti malam Exel akan mengantarkan nya pulang" Ini adalah usaha terakhir Exel menuntaskan semua nya hari ini, sebelum ia di pisahkan selama tiga hari.


"Hmm.. boleh" Jawab Ustadz Amir sambil melempar senyum kepada Reihan yang berdiri di belakang Exel.


Huh.... Exel bernafas lega, akhirnya Sabrina boleh di bawa pulang dulu. Ah, ia tak akan melewatkan nya. Sekedar satu ronde atau pun dia ronde itu cukup. Dari pada tidak sama sekali, Pikir Exel.


"Yasudah, ikut suami mu dulu. Tapi kalau sore belum di kembalikan, abi akan menyusul nya"


Exel melihat pergelangan tangan nya, dimana jam tangan dengan harga jutaan melingkar. Ini masih jam 1 siang, masih ada empat jam untuk bersenang-senang dengan Sabrina. Ah, itu sudah lebih dari cukup.


"Ayo, Sabrina. Masuk" Titah Exel sambil membuka kan pintu untuk Sabrina.


"Laa, kok masuk lagi" Tanya Alexa


"Mau belah duren dulu sebelum di pingit, xa" celetuk byan sambil terkekeh geli


"Jangan sembarangan!" Kesal Exel.

__ADS_1


tin


tin


"Assalamualaikum" Pamit Exel kepada Ustadz Amir


"Waalaikumsalam"


Mobil yang di kendarai oleh reihan itu kini menuju kerumah nya. Entah mengapa Exel merasa mobil ini sangat lambat sekali jalan nya.


"Kau tak tau aku ini capek ya, Rei. Kau menjalankan nya lambat sekali" omel Exel


Astaga, Exel baru menyadari nya.


"Hahaha.. " Alexa tertawa terbahak-bahak sampai Ghani yang tidur akhir nya bangun.


"Mama kenapa tertawa?" Tanya nya


"Lo, ustadzah Sabrina kok ada di sini?" Tanya anak kecil itu yang baru saja bangun tidur.


"Kan ustadzah Sabrina sekarang menikah dengan Om Exel, Ghani. Jadi nanti... "

__ADS_1


"Hah?" Potong Ghani "Ustadzah Sabrina ini cantik dan baik ini calon istri nya Ghani. Kenapa om Exel merebut nya" Ghani terlihat marah saat Exel mengatakan Sabrina adalah istri nya.


"Heh, reihan, Alexa. Kau mengajari apa kepada anak mu ini. Masih lima tahun sudah bilang calon istri" Bagai anak kecil juga yang ikutan kesal dengan ulah polos anak kecil.


"Mas Exel, sudahlah. Nama nya juga anak-anak, biar aku yang jelaskan"


Reihan tidak bicara, bahkan Alexa juga hanya bisa menahan tawa nya.


"Ghani sini, Ustadzah bisikin"


Ghani pun terus menatap Exel tajam sambil bergeser mendekat ke arah Sabrina. Lalu Sabrina membisikan sesuatu kepada Ghani.


"Ya sudah, biar ustadzah Sabrina sama om Exel. Ghani udah gak mau lagi" Ucap nya sambil menjauh dari Sabrina.


Semua mengejutkan dahi nya, merasa heran dengan sikap Ghani.


Exel menatap Sabrina seolah bertanya apa yang di bisikan kepada Ghani. Sabrina yang tau arti tatapan itu pun hanya bisa tersenyum mengejek lalu berseru "Rahasia"


"Awas, ya" Exel tersenyum licik.


Reihan dan Alexa hanya bisa menyaksikan nya. Mereka ikut bahagia melihat Exel. Kakak yang sangat menyanyangi nya itu sudah bahagia, setelah berbagai macam kejadian yang sangat rumit sekali.

__ADS_1


__ADS_2