Bumbu Cinta, 100% Halal

Bumbu Cinta, 100% Halal
Menangis


__ADS_3

YANG BINGUNG DENGAN BEBERAPA BAB. AUTHOR AKAN JELASKAN SEDIKIT. UNTUK BAB YANG BERJUDUL "SABRINA" ITU MENCERITAKAN DARI SUDUT PANDANG SABRINA.


...****************...


"Assalamualaikum" Zakir datang bersama istri nya. Sambil membawa rantang


"Waalaikumsalam"


Zakir menatap Exel dengan tatapan yang sulit sekali di artikan. Sedangkan Exel masih saja senyam senyum sendiri.


"Ayo kita langsung makan" Ucap Exel yang seperti nya sudah sangat lapar sekali.


"Kau ini, makan saja yang di pikirkan" Omel Afifah tapi langsung ia mendapatkan tatapan tajam dari Lastri. Sehingga Afifah menunduk.


"Sebenatar lagi Isya. Kita jamaah dulu saja" Ajak El


"Iya, opa juga udah lama gak sholat jamaah"


"Nanti Exel menyusul" Ucap nya sambil terus membuka susunan rantang yang ada di atas meja.


"Tidak" Jawab El cepat "Ikut sholat. Aku tak pernah melihat mu sholat"


Mau tak mau Exel pun ikut berangkat ke mussollah untuk sholat isya berjamaah. Ia sungguh malas sekali, apalagi saat ini dia sangat lapar.


Setelah sholat, mereka semua pun berjalan kembali ke ruangan Alexa. Namun saat di lorong, Zakir tiba-tiba menarik lengan Exel lalu membawa nya mundur.


"Ada apa sih, paman?" Tanya Exel kesal


Apa kau tak tau, Sabrina menikah malam ini?"


Senyuman, dan rasa bahagia langsung hilang begitu saja. Kabar yang di berikan oleh Zakir langsung membuat badan Exel lemas, bahkan ia terjatuh untung saja Zakir memegangi nya.


"Paman" Ucap Exel dengan tatapan kosong, tapi mata nya sudah berlinang air mata

__ADS_1


"Hentikan, kalau kau memang mau memperjuangkan nya. Paman akan mengurus yang disini"


Exel diam, banyak sekali yang ia pikirkan saat ini. Hati nya begitu sangat sakit sekali. Tapi tiba-tiba, bayang-bayang wajah Alexa yang dulu menangis di karena Adam. Lalu telinga Exel masih bisa jelas mendengar cerita masa kelam Afifah.


"Tidak" Exel langsung berdiri tegap "Biarkan saja paman, masih banyak wanita di dunia ini. Bukan hanya Sabrina saja" walau nada nya tegas, tapi tetap saja tak mengembalikan hati nya yang sudah hancur lebur.


Zakir tak habis pikir dengan apa yang Exel lakukan. Dia sudah kembali masuk ke dalam ruangan Alexa. Bercanda dan bergurau bersama yang lain nya.


Zakir terus melihat ekpresi Exel. Jelas expresi terpaksa, dia terus saja tertawa seolah sedang menyanggah kesedihan nya.


"Xel, kalau kau mau kembali ke kota. Kembali saja. Opa mau di sini sampai satu bulan"


"Yasudah, Exel besok kembali ke kota opa. Banyak kerjaan" Jawab nya santai tapi cukup membuat semua terkejut.


Zakir tau, mana bisa dia ada di sini lama-lama. Itu akan membuat nya semakin sakit hati tentu nya.


"Kenapa buru-buru sekali, kak. Seminggu lagi akan di adakan aqiqah loh" Ucap reihan yang tak setuju dengan keputusan Exel.


"Iya benar bibi mu, Xel"


"Ah, aku bukan paman yang menikah sama anak-Anak. Mau nya yang dewasa saja"


"Hati-hati jadi bumerang" ucap Sanjaya


"Kau ini, bicara seolah-olah tak pernah perasaan pacaran sama anak-anak"


"Kalian berdua sama-sama pedofil" Tiba-tiba suara Byan terdengar dari pintu.


"Paman Byan"


"Byan? kau kesini sama siapa?" tanya Lastri


"Sendirian, oma. Mira sama anak-anak besok menyusul"

__ADS_1


"Yasudah, ayo kita makan saja" Ajak Afifah "Kasian Exel seperti nya sangat kelaparan


" Bukan hanya Exel, aku juga sangat lapar" Celetuk Byan sambil mengambil posisi bubuk bersila depan Exel yang sudah sibuk mengeluarkan makanan.


Setelah makan, Alexa langsung boleh di bawa pulang. Ada El yang akan terus mengawasi kondisi Alexa. Sedangkan Exel terus menyibukan diri berputar-putar dan berbicara sendiri dengan anak alexa yang bahkan dia memejamkan mata nya.


"Keponakan om, sayang. Ayo bangun. Kita main yuk"


"Sudahlah, kak. jangan berisik" Alexa mulai terganggu dengan berbagai ocehan yang keluar dari mulut Exel.


"Kau ini pelit sekali, lihat saja nanti. Ini anak akan luluh kepadaku"


"Di mana-mana seorang anak akan luluh ke orang tua nya. Ada-ada saja" Omel Alexa


"Sudah, jangan bertengkar" Lerai afifah. Jika tidak di hentikan sudah pasti mereka akan terus berdebat.


*****


Malam sudah berlalu, semua orang sudah istirahat tidur. Kecuali di kamar Alexa. Di sana ada Afifah dan z Lastri yang masih terjaga. Mereka harus tetap terjaga untuk memberikan Asi setiap dua jam sekali kepada bayi kecil yang belum di kasih nama.


Di kamar Exel juga sudah gelap, namun pemilik nya masih terjaga. Ia berbaring dengan telanjang dada sambil memandangi sebuah foto. Foto jadul yang masih saja ada.


Tesss


Satu butir air mata menetes dari sudut mata yang mempunyai netra biru itu.


Iya, Exel menangis. Dia menangis karena Sabrina.


Yang ada di otak nya saat ini hanya bayangan Sabrina.


"Sedang apa kau, sayang?"


"Ini malam pertama mu bukan? aaaa arrrggghhh" Exel kesal sendiri. ia mengusap bahkan menjambak rambut nya frustasi. Tidak ada yang bisa ia lakukan selain menangis. Di sini tidak ada minuman keras untuk mengalihkan kesadaran nya, karena itulah dia menangis sampai frustasi seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2