Bumbu Cinta, 100% Halal

Bumbu Cinta, 100% Halal
Kerokan.


__ADS_3

Pagi Hari, El dan afifah sudah bersiap hendak pulang.


sanjaya sendiri memaklumi nya, bahwa El tak mau berlama-lama di kota terlebih mencampurkan afifah dengan lastri.


"Mas motorku gimana?"


Astaga, sempat-sempatnya afifah menanyakan motornya.


"Sudah ku jual!" kesal El


"Kok dijual sih mas, belum juga satu tahun. terus nanti aku kalau mau belanja gimana?"


El diam, memandangi wajah sang istri penuh arti.


"Mas kok lihatin aku gitu sih"


"Terusin ngomel nya, suka lihat nya. bikin gemes"


cup


El mengecup bibir afifah.


Afifah sendiri langsung malu, ia menunduk menyembunyikan wajah merah nya.


El sudah tau dan hafal, ia tersenyum melihat istrinya malu-malu seperti itu.


Setelah El pergi, dan sanjaya pergi ke kantor. Lastri, endang dan Rani langsung pergi juga. Tujuan mereka ke rumah dukun, sesuai rencana kemarin malam.


mobil yang di kendarai Lastri memasuki perkampungan yang cukup kecil.


Jalanan nya juga sangat becek, membuat Lastri tak berhenti mengeluh.


"Kau ini gadis kampung, dulu juga suka nyebur ke sawah. jadi jangan lebay deh" omel endang kepada adiknya, Lastri.


"Kalau bukan warisan El, mana sudi aku berjalan kesini, ihhhh" jawab Lastri dengan nada sombong.


setelah cukup lama berjalan, kini mereka bertiga sampai di rumah kayu, setelah mengetuk pintu. keluarlah sosok perempuan tua, dan langsung mempersilahkan mereka masuk.


"Mbah, saya ingin pisahkan anak dan menantu saya. Biar anak saya menikah dengan keponakan saya ini" ucap Lastri setelah duduk di depan laki-laki tua


laki-laki tua itu cuma mengangguk-angguk sambil memejamkan mata nya.


"Bisa kan mbah?"


perlahan, laki-laki tua yang di panggil Mbah Karno itu membuka matanya. ia tersenyum culas.


"Tunggu malam bulan purnama, aku akan kirimkan sesuatu ke tubuh anak mu agar membenci istrinya"


"Jangan sampai menantu saya hamil mbah"


"itu urusan gampang"


.....


Disisi lain, El dan afifah baru saja sampai dirumah nya.


mereka langsung masuk, mandi dan sholat berjamaah.


Hari ini pertama kalinya El mau menjadi imam sholat.


*Bismillahi rahmani rokhim.


Yaa Allah, Ampuni semua dosa-dosa hamba dan semua keluarga hamba. hilangkan semua penyakit hati didalam diri kami, slalu tetapkan iman dan taqwa di dalam diri kami. lindungi kami dari setan-setan terkutuk.


Yaa Allah, sayangilah kami, cintai kami.

__ADS_1


Berikanlah berkah kepada keluarga kami.


Hindari kami dari yang tak halal.


Dan semoga kami juga segera memiliki keturunan, yang sholeh dan sholihah.


aamiin*...


"Aamiin" ucap afifah setelah tercengeng.


El berbalik, lalu afifah mencium tangan nya.


"Aku masih tahap hafalin doa, sebelum aku hafal jadi doa pakai bahasa Indonesia dulu heheh" ucap El setelah mencium kening afifah


"Iya mas, kita belajar bersama-sama ya."


El mengangguk.


"Ayo kita tidur siang" ajak El


"Iya, sebentar ya mas. aku rapiin ini semua."


afifah masih sibuk membereskan sajadah, mukena nya. merapikan dan menempatkan kembali ke dalam keranjang. namun El sepertinya tidak sabar, ia semakin kesal saat afifah melanjutkan aktifitasnya membersihkan meja


"Nanti saja, ayo tidur" ajak El dengan kesal


"Kamu tidur saja dulu ya mas, aku juga belum masak buat nanti."


"Fah!" suara tegas el menghentikan aktifitas afifah yang sedang merapikan kamar. karena sudah lebih seminggu tidak ada yang membersihkan. sedangkan bi sugiati tidak di perbolehkan masuk kesana.


Afifah berlari, langsung tidur dan masuk kedalam selimut karena takut.


"Iya mas, ini tidur" afifah manyun sambil mendongak, menatap suami nya yang kini tersenyum penuh kemenangan.


"Biasa, sebelum tidur kita... "


"Aku capek mas, nanti malam saja ya" tolak afifah


"kalau nanti Malam sudah pasti, tapi sekarang juga pasti"


"Tak baik menolak suami"


itulah senjata laki-laki memperdaya wanita.


pada akhirnya afifah hanya pasrah, ia ikut menikmatinya. entah berapa kali dan berapa lama nya mereka melakukan nya. yang pasti sekarang mereka sama-sama lemas, tidur berpelukan.


...****************...


Sore hari, el membuka mata Nya. namun tak melihat afifah disana.


Bau aroma masakan, membuat el tau jika afifah sudah bangun dan memasak untuk nya.


krucuk... krucuk...


suara perut el sudah berbunyi, el lalu mandi dan melaksanakan sholat ashar.


"Mas, baru bangun?" tanya afifah saat melihat el baru saja turun dari tangga


"Udah dari tadi, buatin aku Teh ya fah"


"Kamu udah sholat ashar mas?"


"Sudah, gak lihat aku pakai baju ini?"


afifah yang sibuk memasak, tidak menyadari dengan pakaian suami nya.

__ADS_1


"Kamu bisa pakai sarung sendiri mas? Alhamdulillah" ada rasa bahagia dalam hati afifah, saat El mau dan bisa memakai sarung.


"Hebat bukan suamimu ini"


Dasar El!!


"Iya-iya hebat banget" afifah berjalan menghampiri El sambil membawa secangkir teh dan sepiring biskuit.


setelah meletakkan dihadapan El, afifah ikut duduk disana memandangi wajah suami nya yang sangat tampan.


"Mas, Aku pengen ke rumah ibu besok. boleh ya?"


El diam, ia masih memikirkan permintaan afifah.


"Tunggu aku pulang kerja ya, kita kesana bersama"


afifah cemberut, tentu kecewa dengan keputusan El. ia pun mengangguk lalu berdiri, hendak melanjutkan Ritual memasak nya.


namun tiba-tiba El menarik tangan afifah, sehingga afifah terjatuh, di pangkuan El "Oke, besok boleh ke rumah ibu. Sekarang jangan manyun gitu ya"


Kalah! El kalah dengan afifah. Bahkan El tak sanggup melihat afifah manyun, dalam hati El, ia sangat takut istrinya marah.


Afifah tersenyum lebar "Makasih ya mas"


"Jam 9 nanti andi yang akan antar kamu. aku juga akan makan siang di rumah ibu, jadi kamu gak usah pulang. sore saat aku pulang kerja sekalian aku jemput"


Afifah diam, namun ia tak keberatan dengan semua itu "Oke" afifah mengedipkan satu matanya.


Kini El mulai over protektif, ia gak mau terjadi apa-apa dengan afifah. mantan kekasih afifah masih saja mendekati afifah, begitu juga Duda kaya yang pernah melamar afifah.


Walau afifah tak pernah memikirkan kedua pemuda itu, namun rasa kehilangan afifah terus menghantui El. Ia tak percaya dengan dua pemuda itu, karena El tau sendiri bagaimana kedua pemuda itu masih mengganggu afifah.


Setelah sholat jamaah di masjid dekat rumah El, afifah mengajak El ke toko pak Haji untuk membeli coklat dan keju. karena Afifah ingin membuat roti untuk ibu nya.


namun saat afifah hendak membuat roti, perut afifah terasa mual, ia ingin muntah saat mencium aroma keju yang sebenarnya tak menyengat di hidung.


"Mas aku kayak nya masuk angin deh" ucap afifah setelah membereskan bahan-bahan membuat roti


"Yasudah, lain kali saja buat roti nya. aku kerokin mau?"


"Kamu bisa kerokin punggung aku?"


"Bisalah, dulu nenek sering kerokin kakek"


Afifah tersenyum, ternyata walau kakek El Bule, ia pernah kerokan, hahaha..


El mengusap perut dan dada afifah dengan Minyak kayu putih, setelah itu dengan sangat telaten dan perlahan, El Mengkeroki punggung afifah.


"Merah fah, kamu beneran masuk angin"


"iya mas, ini agak mendingan. memang dalam ilmu kedokteran, kerokan gini bisa mengatasi masuk angin ya mas?"


"Gak ada sih, kerokan ini hanya terapi tradisional masyarakat Indonesia. Dulu sempat gak mau lagi kerokan, tapi khasiat kerokan memang ada. jadi aku tak terlalu pusing memikirkan masalah kerokan... "


belum sempat menyelesaikan kalimat nya afifah sudah memotong nya "Kamu kerokan juga mas?"


"Iya, tapi paling sering kak byan. dia suka keluar malam. pasti jam 2 atau jam 3 pagi dia bangunin aku, minta kerokin"


Afifah tertawa terpingkal-pingkal, tak menyangka orang sekelas keluarga sanjaya suka kerokan juga.


**Segini dulu ya guys, author akan secepatnya lanjut.


maaf beberapa hari gak up, karena gak sempat dan ada kesibukan lain di dunia nyata yang menyita banyak waktu, alhasil hanya bisa nulis cerita sebelah.


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK**.

__ADS_1


__ADS_2