
Akad nikah pun di mulai, byan sudah duduk di depan penggulu dan El duduk bersama afifah di kursi tepat belakang El.
"saya Terima nikah nya Amira adiwijaya bunti Adiwijaya kusuma dengan mas kawin uang tunai sebesar 50 juta di bayar tunai"
SAH
SAH
SAH
setelah acara akad nikah, byan dan El membawa istri mereka ke room privat yang berada di lantai paling atas. disana keluarga dari kakek alexander berkumpul.
...****************...
Malam hari, semua sudah siap dengan gaun masing-masing. namun afifah masih duduk di salah satu kamar hotel. ia menunggu El, karena El tak kunjung datang.
30 menit kemudian, El baru saja datang.
"Mas kamu dari mana saja" tanya afifah
"Maaf, aku tadi ambil baju ini. sekarang pakailah"
tak biasanya El meminta maaf.
afifah pun segera memakai baju nya di kamar mandi, saat ia sudah keluar, ia melihat dua wanita sudah duduk bersama El.
"Ini istri saya mbak, rias dia. tapi jangan terlalu menor"
"Siap pak" jawab salah satu dari mereka.
afifah mulai di rias, sedangkan El juga bersiap. ia memakai jas hitam.
setelah menyisir rambutnya, El melihat afifah sudah siap dengan tampilan make up natural tapi tetap elegan.
Cantik sekali!!
"Mas, aku malu pakai baju gini. nanti dikira aku pengantin nya"
"Gak akan, kamu cantik. jangan malu" tanpa disadari El memuji afifah.
El berjalan dari lorong ke lorong menuju ke Ballroom.
Disana sudah banyak tamu undangan yang hadir, beberapa wartawan juga hadir. mereka tidak hanya menyorot sang pengantin, namun El dan afifah juga di sorot.
"El, kok baju istri mu beda sih? seragam nya mana?" tanya sanjaya
"ada yang sengaja ngerobek pa, afifah gak tau"
sanjaya menghela nafas "Ya sudah, temani terus istrimu. tau sendiri mama mu seperti apa. apalagi ada bibi endang dan anak nya"
"Iya pa, yasudah.. El nyusulin afifah dulu"
"hemm"
El mencari keberadaan afifah, ia tadi berpamitan mengambil air, namun El tak menemukan nya.
tak lama El bernafas lega, saat ia melihat afifah sedang berbincang dengan caca di sebuah kursi yang tak jauh dari panggung pelaminan.
"El, Sini!" byan melambaikan tangan, agar adik nya itu menghampiri nya.
"Kak afifah kok gak pakai gaun kembaran kayak kita semua sih?" tanya caca "Kan kak mira udah buatin untuk semua orang"
"Gak tau ca, tadi mas ramdan bawain gaun ini untukku"
"Ishh.. kak El emang ya, gak mau diajak kompak. dia juga udah di kasih lo baju kayak papa gitu. tapi malah pakai jas" omel caca
afifah diam, ia berpikir kemana Gaun yang diberikan oleh mira.
Acara demi acara dimulai. saat sesi bersalaman dengan pengantin, El dan afifah duduk bersama di kursi untuk istirahat, karena sejak tadi mereka berdua sibuk menyapa semua tamu.
"Mas, gaun ku yang kembaran sama caca kemana? gaun itu lebih simple mas, ini juga simple sih, tapi terlalu mengembang"
"Kamu tau dari siapa?"
"Tadi caca bilang ke aku, aku gak enak mas sama mbak mira. nanti di kira aku tak menghargai pemberian nya"
"Tidak, aku udah jelasin" El lalu merogoh saku celana nya "Ayo foto" El mengarahkan HP nya untuk berselfi ria.
awalnya hanya foto dengan pose biasa, saling tersenyum kepada kamera. namun El tiba-tiba mengarahkan afifah untuk segera bersandar di bahu nya dan memeluk lengan nya.
Afifah merasa kaku.
Tapi tetap saja, hasil foto nya bagus.
Kini saat nya semua orang menikmati hidangan yang sudah disediakan. Raja dan Ratu hari ini juga turun dari penggung pelaminan, ikut berbaur dengan yang lain.
Lastri, sanjaya, byan dan el sedang berbincang dengan beberapa petinggi perusahaan milik keluarga Alex di luar negeri.
Tak lama afifah dan Mira datang menghampiri. byan memperkenalkan nya kepada mereka semua.
setelah itu, afifah berdiri bersama mira. mira mengenalkan afifah kepada beberapa anggota keluarga nya.
Lastri dan endang sedang berbisik disana, Rani juga tersenyum licik sambil melirik afifah.
tak lama, seorang petugas kebersihan datang. ia membawa ember bekas pel-pelan, setelah Lastri membisikan sesuatu, petugas itu pergi dari sana.
lalu kemudian, ketiga wanita jahat ini berjalan menghampiri Sanjaya.
Surrrr....
entah dari mana datang nya, sebuah Ember terlempar, dan tepat mendarat di kepala afifah. tubuh afifah menjadi basah, terlebih lagi bau nya menjadi tak enak.
beberapa orang disana menertawakan afifah, terutama Lastri, endang dan Rani.
byan, dan el langsung berlari menghampiri afifah.
el mengambil ember yang berada di kepala afifah, sanjaya dan paman el juga ikut menghampiri.
El langsung melepas jas nya, lalu ia pakaikan kepada afifah, ia tak mau afifah kedinginan, karena AC di ruangan cukup dingin.
__ADS_1
setelah itu, el membawanya keluar dari Ballroom tersebut. keluarga sanjaya ikut mengekor di belakang el dan afifah. mereka sangat marah! apalagi Hotel ini adalah milik keluarga, pengelola langsung memanggil OB tersebut.
"Mama gak akan dapat apapun! Tapi yang jelas mama sudah merusak Pesta byan, dan satu lagi ma! Bukan afifah yang dapat malu, tapi mama" byan berucap tegas kepada mama nya.
"Apa salah mama byan?"
setelah dua langkah meninggalkan mama nya, byan berhenti, lalu berjalan kembali menghampiri mama nya "byan tau, semua ini ulah mama! Byan kecewa sama mama"
byan langsung berjalan dengan langkah kaki panjang nya. Lastri benar-benar merusak pesta. setelah kejadian ini, byan langsung pergi meninggalkan ballroom dan tak kembali.
bukan hanya itu, sanjaya juga sangat marah kepada istri nya itu.
Kini afifah sudah mandi, ia sudah berganti pakaian. el lalu membalut tubuh afifah dengan selimut, karena bibir afifah masih membiru karena kedinginan.
"Ini el, suruh minum susu hangat" byan memberikan segelas susu hangat
el pun menerima nya, lalu memberikan nya kepada afifah "Habiskan"
tak lama Lastri datang. el langsung memalingkan muka, ia benar-benar marah kepada mama nya.
"El, byan.. mama gak tau apapun!"
"Sudahlah ma, mama sudah ketangkap masih saja mengelak!"
"Tadi Paman Roy datang, bilang bahwa OB tersebut di suruh oleh mama" ucap El
"Sebaiknya mama keluar, El mau istirahat!"
Lastri menghentakkan kaki nya, ia sangat kesal sekali, lalu ia pergi dari kamar El.
"Yasudah, kalian istirahat ya. aku juga mau menghampiri mira" pamit byan "Apalagi ini Malam pertama kan ya, jangan sampai terlewat"
El tersenyum, begitu juga dengan afifah.
"El, jangan lupa peluk afifah" goda byan.
"Astaga kakak, sudah sana pergi" kesal El
"yasudah, dada... "
Byan benar-benar paling jago memutar suasana.
...****************...
Kini afifah duduk diam di balkon hotel. menikmati secangkir kopi sambil memandangi jalanan yang sangat ramai.
"Fah, kita berangkat nanti sore" ucap El
"berangkat kemana mas?" afifah bingung
"ke swiss, nanti barengan sama paman Roy juga"
"tapi baju-baju ada di rumah mas"
"tenang saja, nanti bi sumi yang akan packing dan diantar kesini"
"Tapi kalau ada yang tertinggal gimana mas. kita pulang saja dulu. biar aku yang siapkan sendiri"
"Kalau ada yang tertinggal kita beli disana. jangan ribet!!"
...****************...
Sore hari, afifah berkumpul dengan keluarga dari sanjaya yang berasal dari luar negeri.
Rata-rata mereka bule kaya raya, tapi menerima afifah dengan sepenuh hati, walau mereka tau afifah dari kalangan lokal dan tak kaya raya.
Berbeda dengan keluarga dari pihak mama lastri, mereka sama-sama warga lokal dan dari keluarga biasa-biasa saja tapi sok sekali.
Beberapa mobil polisi datang, untuk mengawal mereka semua menuju bandara, el menggandeng tangan afifah, menuju mobil bersama dengan yang lain nya.
"El, jadi ke swiss? gak mau berubah pikiran ke paris?"
"iya brother, paris itu terkenal kota romantis loh"
"El rindu ski uncle, sekalian liburan dan bulan madu juga ke swiss"
setelah sampai, mereka langsung masuk ke bandara
setelah itu, El check in dan menyerahkan semua koper nya, lalu masuk kembali menunggu penerbangan.
Kaarena tujuan mereka berbeda. afifah dan El mendorong troli yang berisi 2 koper milik El dan afifah.
"Mas, kita cuma berdua?" afifah memperhatikan sekitar, hanya ada mereka berdua, keluarga yang lain tidak ada.
"Kan bulan madu, ya perginya berdua!" El kesal dengan pertanyaan afifah yang begitu sangat tak masuk akal
"Kak byan? katanya bulan madu bersama?"
"Kak byan masih ada acara adat, kemungkinan dia akan nyusulin kita nanti"
afifah menganggukan kepalanya.
"Landing masih 2 jam lagi, kita ngopi dulu"
"Tapi aku ngantuk mas" ucap afifah
Akhirnya El pun membeli kopi dan beberapa roti, ia bawa menuju ke ruang tunggu.
disana sudah ada beberapa orang yang juga sedang menunggu.
"Tidurlah" titah El sambil menepuk bahu nya
afifah diam, sejenak memandangi bahu El.
"Cepat, katanya ngantuk!" ucap El tegas
afifah pun akhirnya menyandarkan kepalanya di bahu El, secara otomatis afifah langsung memeluk lengan El dan langsung tertidur. sepertinya afifah benar-benar ngantuk.
El tersenyum, sesaat ia merasakan bahwa afifah sudah tidur.
Kau begitu sangat menggemaskan sekali.
__ADS_1
El memandangi wajah afifah, pandangan mata nya berakhir di bibir afifah.
Di sosial media, berita waktu afifah terkena siraman air pel-pelan menjadi viral, El hanya menghela nafas dengan kasar. ia kembali teringat kepada ulah sang mama, bahkan tadi El pergi hanya pamit kepada sanjaya dan byan.
Jam 12 malam, El dan afifah baru naik ke pesawat yang akan membawa nya ke swiss, setelah beberapa kali mereka transit.
Afifah terlihat sangat lesu sekali, ini adalah kali pertama nya afifah perjalanan sangat jauh. tidak untuk El, yang sejak kecil sudah keliling dunia bersama kakek dan nenek nya.
"Mas, aku ngantuk banget" ucap afifah saat El memaksanya untuk makan yang baru saja pramugari berikan.
"Makanlah dulu, ini nasi goreng. sedikit saja" paksa el.
dengan sangat telaten El membuka kan Kotak nasi milik afifah, lalu menyendok nya "Ayo buka mulutmu" titah El sambil menyodorkan sesendok nasi goreng.
kantuk afifah langsung hilang seketika, ia merasa yang ada di samping nya bukan lah suami nya.
bagaimana bisa El berubah seperti ini, pikir nya.
afifah langsung memperhatikan sekitar, ia pikir ini adalah drama El seperti sebelum-sebelum nya. tapi disana afifah melihat hanya Orang-orang asing, tak ada satu pun yang ia kenal, orang-orang disana juga tak peduli dengan afifah dan El.
"Aku makan sendiri saja mas, kamu makan juga ya" afifah mengambil sendok di tangan El, El pun tersenyum, ia merasa sangat senang melihat afifah sangat nurut kepada nya.
setelah makan, afifah tertidur. perjalanan masih kurang beberapa jam lagi. El menggenggam tangan afifah, setelah itu ikut tidur.
...****************...
Jam 3 sore waktu setempat, El baru saja sampai di hotel. El langsung mandi dan cepat-cepat istirahat.
"Cepat bersihkan dirimu, besok pagi perjalanan cukup lama lagi"
"Jadi ini belum sampai mas?" afifah langsung berbalik, padahal sebelum nya ia sudah sangat senang.
"Cuma 3 jam dari sini. istirahatlah, kamu terlihat sangat capek sekali"
El pun tidur terlebih dahulu, begitu juga afifah. setelah mandi ia langsung merebahkan tubuhnya di samping El.
...----------------...
...----------------...
Swiss
Les 4 Vallees adalah destinasi ski dengan di kelilingi 4 lembah dan ada enam desa ski. Desa Varbier, desa yang el pilih untuk Bulan madu nya. tempat ini juga yang paling tenar, karena pangeran Charles dan James Bunt adalah selebriti yang pernah bermain ski disana.
Bagi el, olaraga ski bukanlah Hal baru. El sangat mahir bermain ski, karena sejak kecil, El dan kakek nya Alex sering Bermain Ski.
Afifah dan El sudah memakai pakaian super Tebal karena suhu -3°C. Afifah lebih memilih duduk diam di sebuah Kedai sambil menikmati kopi panas, sedangkan El entah meluncur kemana, yang pasti ia meluapkan semua rindu bermain ski nya.
"Bulan Madu itu biasanya itu mesrah-mesrahan, kalau aku dan mas ram gak mungkin, seenggak nya jalan-jalan ke tempat-temat bagus, atau ke tempat sejarah. ini malah dia ngajak ke Sini." gerutu afifah sambil terus mengaduk kopi nya yang sudah sisa setengah gelas. "Tempat apa ini coba, dia saja yang senang disini, bermain Ski. sedangkan aku? aku hanya duduk disini menikmati kopi. kalau kopi juga di rumah bisa" afifah tertawa, ia menertawakan diri nya sendiri yang menurutnya sangatlah lucu sekali.
sudah satu jam El bermain ski, meninggalkan afifah di kedai. afifah pun mencoba mengabadikan beberapa pemandangan indah di sekeliling nya, untuk menghilangkan kebosanan. mulai dari memotret gelas kopi dan beberapa piring di meja nya, pohon-pohon salju, lembah dan beberapa turis yang ada di sana.
"Fah" Tiba-tiba El datang mengagetkan afifah yang sedang asik memotret kedai dari arah samping.
"Mas ram?" afifah terkejut
"Aku cariin kamu, kenapa gak tunggu aku disana" El sedikit terlihat kesal
"Aku bosan mas, jadi aku jalan-jalan disini"
"Ayo makan dulu" El langsung menggandeng tangan afifah agar segera mengikuti nya, karena El benar-benar sangat lapar.
"Ini kenapa jaket kamu?" tanya El melihat jaket afifah seperti basah.
"Iya tadi aku ke kamar mandi, karna gak tau cara nyalain sower, ehh.. malah nyemprot ke bajuku juga"
"Kamu tau kan disini dingin. kalau kamu kedinginan gimana"
"Iya mas, maaf" afifah menunjukan ekspresi semalang mungkin, sehingga El merasa tak tega.
"Sudah, kita kembali ke hotel saja. kita makan di hotel. sebentar lagi malam tiba" El menarik tangan afifah untuk menuju kereta gantung.
"Tidak mas, aku juga lapar. kita makan disana dulu ya. habis itu pulang"
El diam, ia mempertimbangkan lagi permintaan afifah. tapi nyatanya ia kalah, ia lebih memilih menuruti kemauan sangat istri daripada keinginan nya.
"Mas, aku lapar. pengen makan nasi. gak ada nasi kah disini?" ucapan polos afifah membuat El sangat gemas.
"Dihotel ada Nasi goreng fah, kalau disini gak ada"
afifah langsung lunglai.
"disini cuma jual makanan khas swis saja" El membolak-balik buku menu "ohh.. ini ada Roti.. kamu pasti suka"
"Iyalah mas, pokoknya bisa mengganjal lapar" ucap afifah lemas, El tersenyum melihat gaya afifah seperti itu.
"Yasudah kamu tunggu sini, jangan ke mana-mana"
afifah menjawab nya dengan anggukan kepala. El pun berdiri dan segera memesan makanan.
setelah 15 menit, El kembali membawa nampan. ia melihat bibir afifah sudah membiru.
"Kamu kedinginan?"
"Iya mas"
"Ayo minum ini" El memberikan susu coklat hangat
"Gimana?" tanya El setelah afifah menghabiskan segelas susu itu
"Lumayan mas"
El dan afifah pun segera memakan makanan yang sudah El pesan. setelah makan, dengan tergesa-gesa El membawa afifah ke kereta gantung dan kembali ke hotel.
"Mas dingin banget"
El memeluk afifah dengan erat, afifah juga membalas pelukan El karena merasa sangat kedinginan "Bertahanlah, sebentar lagi sampai"
Alhamdulillah, Author sempetin up 2200 lebih kata..
udah up banyak ya, jangan bilang up nya dikit hehehe....
__ADS_1
tunggu saja selanjutnya ya
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK