Bumbu Cinta, 100% Halal

Bumbu Cinta, 100% Halal
Tidak Mau


__ADS_3

"Mama" lirih el setelah lastri menerobos masuk dan mendorong tubuh andi.


"mama sama siapa kesini? kok gak telepon dulu sama el" el pun beranjak berdiri menghampiri mama nya yang sudah duduk di sebuah sofa empuk disana


"mama mau minta penjelasan soal gosip kemaren el"


"yaa ampun ma, mama jauh-jauh kesini cuma mau tanya in itu" el heran dengan mama nya, hanya karena gosip murahan sampai segitu nya


"kamu, byan, papa semuanya gak ngertiin mama" lastri kesal, pasalnya semuanya tak mau menjelaskan kepada nya. ya biasalah emak-emak walaupun sudah di jelaskan namun belum bisa puas saat jawaban nya tidak sesuai dengan yang mereka pikirkan.


"maa.. kakak byan tadi bercerita, sejak dia membuka mata nya, mama sudah menghujani nya pertanyaan. bahkan kak byan sudah menghapus berita itu. namun mama belum juga puas?" ucap lembut el sambil menatap mama nya dengan tatapan teduh


lastri memalingkan wajahnya, menghindari tatapan el, el pun terus bercerita untuk meyakinkan mama nya itu.


"yasudah, mama akan tinggal disini beberapa hari"


"baiklah terserah mama saja. caca gimana?"


"caca masih KKN el. dia sementara tinggal di rumah pak dayat bersama pak dayat"


"lalu mama kesini sendirian?" mata el terbelalak saat mama nya itu menganggukan kepala


"papa?"


"sudah izin el, meski pertama gak izinin mama kesini tapi pada akhirnya mama sampai sini kan"


"yasudah, 2 jam lagi kita pulang. mama istirahat saja disini ya"


___


afifah kini sudah berada di kamar nya. ia sudah merasa lebih baik. isi kepalanya masih penuh dengan masalah yang sama.


hari-hari terus di lewati afifah. kini cemoohan orang mulai berkurang. gosip perlahan mulai meredup.


Hilda dan aminah nampak memasuki rumah megah milik duda muda kaya bernama Adi. tak berapa lama, mereka bertiga keluar dan memasuki mobil milik Adi. mobil tersebut perlahan memecah jalan desa yang tak terlalu lebar itu. dan berhenti di sebuah rumah sederhana berwarna putih. yang tak lain rumah afifah.


Adi turun bersama Hilda dan aminah. Adi membawa sekeranjang buah.


"Ehh.. bibi aminah, silahkan masuk" ucap zakir yang saat itu duduk di teras"


mereka pun masuk dan duduk di ruang tamu.


merekapun berbasa-basi. kesana kemari dengan sangat manis. afifah mulai curiga dengan maksud kedatangan mereka semua, tentu bukan karena berniat menjenguk afifah. afifah tau benar bagaimana sifat bibi dan sepupunya itu.

__ADS_1


aminah adalah bibi afifah, atau istri dari adik bapak nya afifah. entah kenapa aminah slalu mengganggu kehidupan keluarga afifah. apalagi Hilda, sepupu afifah. ia slalu mengusik kehidupan afifah. apalagi saat afifah berhasil menjadi siswa terbaik, di tambah lagi semua laki-laki menambahkan afifah.


tentu saja Hilda iri dengan inner beauty afifah. meski jelas terlihat pakaian Hilda lebih bagus dari afifah, dan Hilda slalu make up sedikit menor, tetap saja tak bisa mengalahkan kecantikan afifah.


"maaf semua, selain untuk bersilaturahmi dan menjenguk afifah, saya juga ingin menyampaikan satu lagi niat saya datang kemari"


benar! seperti dugaan afifah, bahwa ada udang di balik batu. afifah, zakir dan bu zainab masih diam.


"saya ingin melamar afifah, dan menjadikan istri saya."


kaget, dan tak menyangka itulah yang dirasakan oleh afifah dan ibu nya.


"saya tak peduli dengan gosip beberpa waktu yang lalu, aku yakin dek afifah adalah gadis baik-baik"


"begini nak Adi, sejak dulu saya menyerahkan semua nya kepada afifah sendiri. karena afifah lah yang menjalani semua nya... "


"lalu bagaimana dek fifah?" potong Adi


afifah diam.


"sudahlah fah, mau cari yang gimana lagi. ingat nama kamu sudah tercoreng" ketus Hilda


"iya mbakyu, kenapa gak langsung diterima saja sih. Adi ini mapan. walaupun duda, tapi dia belum punya anak kan" sambung aminah


"bolehkan aku meminta waktu 3 hari untuk memikirkan nya. untuk keputusan nya nanti saya akan sampaikan ke sepupu saya Hilda. biar Hilda yang akan menyampaikan kepada mas Adi"


"baiklah, kalau begitu aku akan menunggu nya."


setelah itu Adi pergi menaiki mobil nya.


"sudahlah mbak yu, Terima saja Adi. mau menantu seperti apa lagi? nama afifah saja sudah jelek di seluruh desa. masih saja pilih-pilih" ketua aminah


"biar ku pikirkan dulu. keputusan yang tergesa-gesa bisa salah"


"hadehhh" ucap Hilda sambil memutar bola nya


"mending diterima saja. kalau tetap di tolak semakin jelek sudah nama afifah"


afifah diam, ia langsung masuk ke kamar, meninggalkan semua orang di sana.


"gimana mbakyu, mbak jangan sampai menyesal lagi. karena ini sudah sekian kali nya afifah menolak pria. dan itu jelas tidak baik"


"iya budhe, apalagi ada kejadian kemarin itu. bisa-bisa afifah jadi prawan tua. aku saja bentar lagi mau tunangan dan langsung nikah" celetuk hilda

__ADS_1


"Hilda nikah sama Riki, anak juragan lian." sambung aminah. jelas nada bicara aminah menyombongkan diri.


sedangkan Adi, adi adalah pemuda 30 tahun yang kaya raya. Orang tua Adi mempunyai tanah berhektar-hektar, di tambah lagi Adi adalah anak tunggal.


Adi sudah menikah 2 kali, dan semuanya gagal karena Adi sering main tangan jika istrinya tak menurut kepadanya.


di kamar afifah melamun, ia napak memikirkan suatu cara agar bisa menolak lamaran Adi. namun menolak Adi sama saja mencoreng nama nya kembali.


"Fah?" panggil bu zainab


"nak, ibu sebenarnya juga tak mau. namun ibu sangat bingung sekali" sambung bu zainab sambil mengusap kepala afifah


"bu, aku harus bagaimana sekarang?"


"Sabar sayang, kita masih punya Allah" ucap bu zainab


afifah pun menangis dipelukan si ibu.


berita lamaran afifah pun di dengar banyak orang, Lagi-lagi afifah menjadi bahan pembicaraan.


"itu akibatnya menolak banyak jejaka dapat duda hahaha"


"karena pilih-pilih pada akhirnya sama si Adi. ya walaupun kaya tapi dia kan ringan tangan"


"hahaha... syukurin"


afifah tentu saja mendengar semua itu, ia kembali menangis di dekat cendela kamar nya.


cekling...


jangan terlalu lama berpikir fah. sudah Terima saja daripada kamu dan keluarga mu menjadi omongan banyak orang.


pesan dari Hilda membuat afifah semakin menangis, bingung dan cemas. ia terus menangis sambil memeluk boneka micky pemberian ustadz amir.


kenapa jadi seperti ini, demi kamu ustadz,demi menunggu mu semua ini terjadi kepadaku.


ku tak mau menikah dengan mas Adi, dia sangat kejam, suka main tangan. dia memang kaya raya, tapi dia bukan lah tuan saga yang tampan tanpa celah. namun bagaimana caranya, aku tak mau menikah dengan nya.


aku tak mau menikah sekarang, namun jika aku terus seperti ini, aku tak akan pernah menikah. Andai aku kemarin menerima...


****


Terima kasih tetap setia membaca karya author.

__ADS_1


maaf kemarin tidak bisa up karena ada saudara yang sakit.


jangan lupa tinggalkan jejak ☺


__ADS_2