
"Hallo sayang" sapa el
"20 menit lagi aku sampai, tunggu ya"
tak lama el pun mematikan sambungan telepon nya. setelah rapat el pun langsung menuju mobil nya.
"ell" teriak seseorang, el pun menoleh
"Prima? santi?" el tersenyum senang
el dan prima pun berlari lalu saling berpelukan.
"gimana kabar mu? aku belum sempat main ke rumah baru mu"
"aaahh.. santai bro, aku yakin kamu sibuk kan?"
"iya el, apalagi santi baru buka usaha"
"usaha apa?" tanya el
"jual baju el, mulai dari yang murah sampai yang mahal. dari yang kw sampai yang asli. dari baju tidur sampai baju ke pesta" jawab santi yang tak lain pacar prima
"kamu risen dari bank?"
"enggak, sampingan saja el"
"ohh.. terus kapan kalian nikah nya?" tanya el
"setahun lagi la bro"
"nunggu aku 27 tahun bro. sekarang masih 26" sambung santi
"lalu kalian kesini mau ngapain?" tanya el heran, pasalnya prima seorang polisi, dan pacar nya santi pegawai bank, namun mereka ada di parkiran kantor kementrian kesehatan.
"aku lagi ada keperluan sama salah satu dokter ahli forensik bro. dia minta ketemuan disini"
"ohh.. ayo minum kopi"
"nanti malam saja bro. aku sudah ditunggu di dalam"
"atau nanti saja kita ke rumah el yang" ucap santi kepada prima.
"yasudah, nanti jam 3 sore aku ke rumah mu ya"
"oke, aku tunggu ya"
merekapun berpisah, el langsung masuk kedalam mobil. ia sedikit ngebut karena waktu nya sudah terpotong 10 menit. ia tak mau terlambat menemui seseorang.
prima adalah sahabat nya sejak kecil, dulu mereka bertetangga dan slalu bermain bersama dengan byan juga. namun saat mereka berumur 10 tahun, keluarga prima pindah rumah. namun mereka masih satu sekolah sampai lulus SMA. jadi prima benar-benar sahabat el, yang mengetahui sifat el.
___
disisi lain, afifah baru pulang dari kebun. dia mampir ke toko pak. haji untuk membeli obat gosok buat ibu nya.
"fah... " panggil pak Haji
"iya Pak Haji" afifah yang dari dulu sangat sopan, ia langsung menghampiri pak Haji
"Bilang sama zakir, kalau sore sampai malam boleh kerja di sini ya" ucap pak Haji
"tapi pak? jika zakir lagi ujian boleh kok libur. biarkan adikmu membantu mu fah"
afifah diam.
"bapak sangat percaya sama kamu, begitu juga istri bapak. andai bapak masih punya anak laki-laki. pasti akan ku jadikan kamu menantu bapak"
afifah mulai terharu dan berkaca-kaca
__ADS_1
"bapak hanya bisa doakan supaya Allah membuka mata semua orang. dan kamu segera mendapat jodoh yang terbaik.. aamiin"
"aamiin pak.. Terima kasih sudah percaya sama afifah" air mata afifah pun jatuh.
"bapak tau hubungan mu dengan ustadz amir. bapak pernah lihat kamu ketemuan diam-diam di musollah tempat ngaji anak-anak dulu"
afifah memandang pak Haji, ia mengingat-ingat lagi saat ketemuan di mussollah.
"dulu sekali, sebelum dia ke kota" goda pak Haji sambil tersenyum
afifah pun langsung ingat lalu pipinya bersemu merah.
"dia juga mengatakan kalau dia suka kamu"
~Flashback~
"Aku sayang banget sama kamu fah"
"tunggulah aku"
"aku tak akan pernah berpaling kepada siapapun"
"aku hanya ingin bersama mu"
"cukup kamu, sampai nanti"
itulah kata-kata ustadz amir kepada afifah sebelum dia berangkat ke kota untuk kuliah.
setiap libur semester, ustadz amir slalu membelikan oleh-oleh untuk afifah.
Kini afifah sudah berada di kamar nya, setelah dari toko pak Haji, ia langsung mandi dan sholat. afifah sekarang sedang duduk di tepi kasur. ia melihat Boneka micky mouse yang slalu ia peluk saat tidur, boneka tersebut itu adalah pemberian ustadz amir.
"Aku harus melupakan nya. aku gak mau seperti ini terus" ucap afifah. air mata nya juga langsung jatuh dari pelupuk mata nya.
___
"Nenek" el pun berlari dan memeluk sang nenek.
"nenek kangen banget sama kamu sayang" nenek eka menciumi pipi el. ciuman itu tidak pernah berubah seperti waktu el masih kecil.
"Kata byan kamu mau menikah juga? siapa wanita nya?"
deg...
bisa-bisa nya kak byan cerita ke nenek.
"kapan kak byan ngomong sama nenek?"
"kemarin sayang, dia kesini sama mira. calon istri nya"
"maaf ya nek" el merasa bersalah "el tidak cerita sama nenek dulu"
"nenek gak pernah marah sama kamu sayang. dari kamu kecil sampai sekarang udah mau bapak-bapak. apa pernah nenek marah?" nenek eka memeluk el.
cerita gak ya sama nenek. el dirundung dilema
"sekarang ayo kita ke taman belakang. ceritakan ya" nenek eka berusaha bangkit. el pun menuntun nya dengan perlahan.
masih kupikirkan, nenek sudah memerintah untuk cerita.
"hahahaha" nenek eka terkekeh setelah el menceritakan semua nya tentang afifah.
"kamu di tolak?" nenek eka masih tertawa sehingga terlihat gigi ompong nya
"cucu nenek, seganteng ibi di tolak?"
"nenek" manja el sambil manyun
__ADS_1
"berarti dia benar-benar wanita baik-baik el"
"tidak matre"
"tidak memandang status sosial"
"dia hanya memikirkan kebahagiaan nya"
el masih diam, menunduk di depan nenek eka.
"kejar dia sampai dapat"
el pun mendongak, menatap nenek nya itu.
"dapat kan dia el, kalau gak dapat nenek akan ceritakan kepada caca dan kakak mu" ancam nenek eka kepada el
bisa-bisa jatuh harga diriku ini, di ketawain terus sama caca dan kak byan.
"nenek kok seperti itu? cinta gak bisa di paksa nek" el beranjak dari kursi
"baiklah-baiklah.. nenek gak akan cerita siapapun. yang terpenting kamu jangan sampai salah pilih ya"
"iya nek, do'ain saja el ya"
"iya, sayang. yang penting kamu jangan balikan sama rania ya. nenek gak suka."
"nenek gak mau punya cucu menantu seperti dia"
"nenek slalu ikutin berita nya"
"iyaaaaaaa nenek ku sayang" ucap el sambil menciumi tangan nenek nya
baru saja ingin curhat, bahkan mau minta dukungan. ini malah nenek sudah peringatin agar gak balikan sama rania.
gini amat hidupku.
aku harus benar-benar move on dari rania. aku gak boleh seperti ini terus.
aku laki-laki, jangan sampai lemah karena wanita, apalagi wanita itu yang sudah menghianatiku.
sore hari setelah el dari panti jompo, ternyata prima dan santi sudah duduk bercengkrama bersama byan dan lastri. setelah pamit untuk mandi dan ganti baju. el pun ikut gabung bersama mereka.
"malam minggu ni, ayo ke puncak" ajak byan
"kak byan mau ajak tunangan kakak?" tanya prima
"kalau iya, aku akan ajak dia"
"kasian el sendirian dong kak" ucap santi
byan menghela nafas perlahan, sambil melirik el. kasian juga kalau el jadi obat nyamuk, batin byan.
"ayo pergi, gakpapa" tantang el
"yasudah, kita nongkrong saja"
"iya nongkrong saja, ngopi-ngopi sambil ngobrol santai gitu" sambung prima.
"oke, fix nongkrong ke rooftop garden City saja"
"bener tuh, disana tempat nongkrong hits kak" jawab santi girang
"siapa tau kan ya, adikku yang jomblo ini kecantol seseorang gitu" goda byan
"kakak mulai deh" suara datar el
"hahahah... kamu lucu banget sih" gemas byan kepada adik nya sambil mecubit pipi el
__ADS_1
itulah byan dan el, mereka saling menyayangi. walaupun byan tingkah nya pecicilan. namun dia sangatlah penyayang. begitu juga el, walau sering pasang muka datar, tegas, dan dingin. tetap kelemahan nya adalah rasa Pedulinya dengan sesama, el pria yang sangat penyayang dan gak tegaan.