
Sesampainya di Hotel, El langsung membawa afifah menuju kamar mereka.
Bibir afifah sudah membiru, ia benar-benar kedinginan.
"Ini akibatnya kamu gak mau cepat-cepat pulang. baju mu basah, di cuaca sedingin ini sangat berbahaya" omel El sambil menuntun afifah
El langsung membongkar isi koper, mengambil sweater dan celana afifah.
"Cepat ganti baju mu" El memberikan satu setel baju itu.
afifah langsung masuk kamar mandi, sedangkan El langsung memesan susu panas dan beberapa makanan berat.
setelah berganti baju, tubuh afifah langsung dibalut dengan selimut.
"Aku mandi dulu, kamu jangan bergerak"
Afifah hanya mengangguk.
jika biasanya El mandi sangat lama, ini hanya 5 menit El sudah menyelesaikan nya.
setelah keluar, El langsung terkejut melihat kondisi afifah. bibir nya kembali membiru.
El langsung panik, ia langsung memegang bagian tengah-tengah dad afifah.
"Denyut nadi mu lemah, apa kamu ngantuk fah?"
"iya mas, mataku sangat berat, ingin sekali tidur"
"JANGAN TIDUR!!!" Teriak El
"Kamu mengalami hipotermia" El langsung panik, di luar sedang hujan salju, suhu terus meningkat semakin dingin.
El terus menepuk pipi afifah, agar ia tidak tertidur.
El terus berpikir, bagaimana cara menangani afifah.
"Tak ada pilihan lain" ucap El, setelah itu ia melepas baju nya, membuka selimut yang membalut tubuh afifah. afifah tak bisa memberontak karena ia sangat lemah.
dengan cepat El membuka sweater afifah, lalu membuka bra afifah.
"Mas.. " panggil afifah dengan lemas
"Diamlah, tak ada pilihan lain"
El langsung memeluk tubuh afifah, lalu ditutupi tubuh mereka dengan selimut.
Hangat..
"Mas.. " panggil afifah.
El menatap afifah dengan sebuah tatapan yang sulit di artikan, sebagai laki-laki normal, tentu El tak bisa menghindari nya.
"Hangat?" tanya El, afifah mengangguk lemah
Tentu ada saja godaan dari syetan. Tanpa disadari, El langsung mengelumat bibir afifah. afifah hanya diam dan pasrah.
ciuman itu terus turun, kini bibir El sudah menjelajah leher afifah, dan tangan nya sudah menjelajahi gunung kembar milik afifah.
karena serangan El, tubuh afifah sedikit panas. tentu sebagai wanita dewasa ia juga sudah merasakan gairah itu.
ciuman El terus turun, ia terus mengecupi kedua gunung kembar afifah secara bergantian, sambil meremas nya dengan gemas.
Gairah El benar-benar sudah di puncak nya, ia tidak bisa menahan nya lagi, walau hanya lima menit lagi.
tanpa meminta izin, El langsung membuka celana yang di pakai afifah, ia juga membuka celana nya.
walau tubuh afifah sudah lebih baik dari sebelum nya, bibir nya masih sedikit membiru, dan masih lemas.
Mata afifah terbelalak saat melihat sesuatu.
Sanjaya blasteran dari indo dan prancis. dan tetap saja, El keturunan bule. jadi author gak jelasin detail ya..
Tanpa menunggu, El membuka kedua kaki afifah dan langsung beraksi.
"Mas.." jerit afifah saat El terus menyakitinya.
El pun menyesap punting afifah, berharap rasa sakit sedikit berkurang. El tau bahwa afifah masih perawan, milik afifah terasa sangat sempit sekali bagi ukuran El.
Dengan sangat lembut El berusaha menjebol pertahanan afifah, sampai pada akhirnya setelah cukup lama, Tubuh afifah tersetak.
"Aahhh... masssshhh" tubuh afifah bergetar.
Malam panjang baru dimulai. El melakukan nya dengan sangat pelan, ia ingin afifah bisa merasakan kenikmatan yang ia berikan.
El menarik bibir bawah afifah "Lepaskan, jangan ditahan" suara parau El.
"aaaahhhh" desahan afifah tertahan, El terus menyerang afifah.
"Uh..uh..uh" geraman El membuat afifah semakin panas.
Erangan dan desahan terus mengisi seluruh ruangan. El terus melakukan nya terus berulang, tanpa henti. ia benar-benar tak mengampuni afifah.
jika tadi tubuh afifah kedinginan dan menggigil, kini mereka berdua bercucuran keringat di tengah-tengah cuaca yang ekstrim ini.
"Sudah mas hentikan" afifah mendorong dada El agar segera bangkit dari tubuh nya.
namun El tak menjawab, ia semakin menggerakkan pinggulnya dengan cepat.
"Sudah mas, sakit" keluh afifah sambil terus berusaha mendorong tubuh El.
"Panggil nama ku fah, Please" El memeluk afifah.
"Mas.. ss Ram... daaaann" bersamaan dengan itu, El menghentak tubuh afifah beberapa kali dengan sangat kasar.
"Huh...."
Tubuh afifah rasanya sangat penuh dengan benih-benih El, entah berapa kali El melakukan nya. yang pasti El tak melepaskan penyatuan nya sejak tadi.
"Mas, aku mau ke kamar mandi" ucap afifah lemas
El pun melepaskan penyatuan nya, ia berdiri dan langsung mengangkat tubuh afifah, membawa nya ke kamar mandi, afifah sendiri tak menolak nya.
__ADS_1
setelah menurunkan afifah di kamar mandi, afifah mengusir el. El tersenyum, melihat afifah masih malu-malu.
Dalam hati afifah ada sedikit penyesalan, telah memberikan tubuh nya kepada El.
Seharusnya aku menolaknya, tapi aku akan dosa. tadi aku juga tak mempunyai banyak tenaga untuk memberontak. Takdir apa ini Yaa Allah, aku takut sekali.
Di luar kamar mandi, El melihat tempat tidur nya kembali teringat kejadian beberapa jam yang lalu, tempat tidur nya langsung berubah menjadi sangat berantakan dan sangat kotor sekali. El memunguti pakaian nya dan pakaian afifah yang sudah berserakan dimana-mana. setelah itu El mengambil selimut yang sudah berada di lantai dan melihatnya.
Di atas seprei, ada darah segar yang lumayan banyak bercampur dengan cairan nya yang meluber ke mana-mana.
Nikmat sekali, beda banget rasanya!
El berkacak pinggang, sambil melihat darah di atas sprei.
"Mass" panggil afifah yang sudah berdiri di depan pintu kamar sambil memakai baju mandi kimono.
"Hemm" jawab El, sambil menghampiri afifah.
"Mas aku ngantuk, boleh kan tidur?" tanya afifah, sambil menunduk, ia benar-benar tak berani menatap mata El, malu.
El terseyum "Tidurlah, tapi sebentar aku bersihin ini dulu"
El segera mengganti selimut, afifah juga ikut membantu El, karena ia ingin segera selesai dan cepat tidur.
"Kamu mau tidur pakai baju mandi?" El tertawa
"Oh.. iya. astaghfirullah, sampai lupa" semakin malulah afifah.
Kok bisa aku se gugup seperti ini sih.
El merasa gemas, sebelum ia mengambilkan baju afifah, ia mengecup puncak kepala afifah. itu membuat afifah merinding, ia masih tidak percaya dengan tingkah suami nya itu.
Kenapa? ada apa sebenarnya ini. apa tujuan nya, apa dia bersikap manis hanya karena ingin tubuhku. Astaghfirullah.. ampuni aku yaa Allah, sudah berburuk sangka kepada nya.
setelah El mengambilkan baju afifah, ia langsung masuk kamar mandi untuk sekedar membersihkan tubuh nya. tak lama, El keluar dan melihat afifah sudah berada di bawah selimut memeluk guling.
El pun ikut masuk kedalam sana, perlahan mengambil guling yang sedang afifah peluk, ia mengambil alih posisi guling, sehingga kini El yang sedang di peluk oleh afifah.
afifah sebenarnya tau, tapi ia pura-pura tertidur. terlalu canggung jika ia bangun dan menegur El.
Namun seperti nya, afifah harus membuka mata nya dan menegur suami nya itu. pasalnya El menenggelamkan wajah nya di bagian dada afifah dan terus menggelengkan kepala nya.
"Mass!!" kesal afifah
El mendongak "Maaf" sambil tersenyum, El menaikan kepalanya, lalu menarik afifah agar masuk kedalam pelukan nya.
"Tidurlah" dan terakhir adegan penutup sebelum tidur, El menghujani puncak kepala afifah dengan ciuman.
...****************...
Matahari mulai naik, suhu dingin ini sedikit lebih hangat dan Jarum jam sudah menunjuk ke angka 11 waktu setempat.
Kedua pasangan pengantin yang baru saja melakukan malam pertama nya, mereka sudah bangun tapi masih enggan turun dari ranjang.
"Hanya sebentar saja"
Namun sudah satu jam lama nya El melakukan olahraga pagi nya. El memaksa afifah agar melayani nya, walaupun afifah bilang tubuh nya sakit semua, tapi El tak mau mendengarkan nya.
"Kamu mandi di bathup, aku mandi di shower" paksa El
"Enggak mau mas, biarkan aku mandi sendiri" ucap afifah sambil memegangi selimut yang menutupi tubuh polos nya.
"Yasudah, aku gendong?"
sungguh afifah merasa aneh jika El memperlakukan nya manis seperti ini.
"Gak mas, aku jalan sendiri" afifah berdiri sambil menahan sakit nya, lalu ia membalut kan selimut di tubuh nya. namun El langsung menarik selimut itu, dan El langsung mendapat tatapan tajam dari afifah.
"Kenapa harus di bawah sih selimut nya"
Afifah benar-benar kesal dengan suami nya itu, jika ia terus meladeni nya, ia yakin tak akan ada habisnya. El mana pernah mengalah!
Afifah pun langsung pergi ke kamar mandi dengan tubuh polos nya, sambil menahan malu bercampur kesal.
sedangkan El sangat puas sekali melihat wajah merah afifah.
Dia benar-benar lucu sekali, bikin gemes!!
El cekikikan.
...****************...
setelah mandi, El mengajak afifah turun untuk makan. meraka berdua benar-benar kelaparan. terakhir mereka makan kemarin sore.
El memesan Rosti, Barner platte halal dan dua porsi nasi goreng Indonesia. lalu dua susu Coklat swiss.
tak lama pesanan El sudah disajikan oleh pelayan. afifah langsung membaca doa dan memakan nya.
"Makan daging ini" ucap El
"itu daging apa mas? aku takut"
"Ini sapi fah, cobain" El memindahkan dua iris daging sapi ke piring El.
"Enak juga mas" ucap afifah setelah mencicipi nya.
"Makan, habiskan. jika kurang aku akan pesankan lagi"
Dan benar saja, El dan afifah menghabiskan 2 porsi nasi goreng, dan Rosti yang mereka pesan juga habis mereka makan.
"Setelah ini mau jalan-jalan? shopping? berburu oleh-oleh?" ajak El
"Tidak mas, aku ingin istirahat. badanku sakit semua dan masih sangat lelah" ucap polos afifah sambil mengaduk susu coklat nya
El tersenyum, bagi laki-laki melihat wanita nya lemas karena ia hajar, ada kebanggaan tersendiri didalam hati nya.
Dia benar-benar wanita baik-baik. nenek tak salah memilihkan nya. dia tidak matrealitis. berbeda dengan rania, yang slalu shoping barang-barang branded.
dia benar-benar wanita sederhana seperti nenek dan kakek.
wanita yang hanya berharap cinta dan kasih sayang suami nya.
__ADS_1
aku berjanji, akan memberikan itu kepadamu fah.
"Dihotel sini ada body spa, itu sepertinya cocok untuk kita"
"Tidak usah mas, pasti kalau di buat tidur. badanku lebih enak"
"Sudah ayo, kita spa bersama" El menarik tangan afifah, membawa nya ke spa.
...****************...
Di rumah El, keluarga El baru saja sampai rumah setelah menghadiri acara adat byan.
Sanjaya tau, bahwa El sudah berada di luar negeri, tapi tidak yang lain.
Yang lain masih merasa El enggan pulang dan masih berada di hotel.
Rani terus saja merengek, menanyakan keberadaan El kepada sang ibu. endang sampai pusing mendengar nya!
"Paa.. telepon El dong, udah 2 hari dia gak pulang. Gak enak dengan yang lain"
"El ada di swiss ma, kemarin kan dia berangkat ke bandara bersama paman Roy dan yang lain nya"
Bagai tersambar petir, Lastri benar-benar syok.
"Kok gak pamit sama mama pa" mulai kesal
"Salah siapa? ya salah mama sendiri, bukan salah El" sanjaya langsung meninggalkan istri nya, ia tak mau mendengar omelan Lastri yang bikin telinga nya sakit.
lastri yang masih kesal, mengeluarkan omelan nya di depan endang dan Rani. Rani benar-benar kesal, mendengar El pergi berbulan madu dengan afifah.
Aku gak akan biarin, gadis itu hamil anak El. aku tak akan biarin anak itu mengandung pewaris harta El.
...****************...
Setelah melakukan spa, yang lumayan lama. tubuh afifah dan El merasa lebih ringan dari sebelum nya. afifah sendiri langsung merebahkan tubuhnya di kasur empuk sambil menonton film. El sendiri duduk di sofa, sambil memainkan HP nya.
tak lama, sepertinya kantuk menghampiri El. ia pun langsung berdiri dan menuju ke atas ranjang. afifah langsung bergeser agar tidak terlalu dekat El.
tapi sayang, El terus mendekatinya, dan langsung melingkarkan tangan nya di atas perut afifah.
"Mas, sudah jangan lakukan lagi" afifah memelas
El pun tak melepaskan pelukan nya dan tetap dengan posisi yang menurutnya sangat nyaman "Biarkan aku tidur seperti ini, aku ngantuk"
afifah menghela nafas nya perlahan, ia benar-benar risih dengan El yang slalu menempel kepada nya.
aku hanya takut sakit hati mas, aku takut kecewa lagi, aku takut sekali mas. jika saat ini kamu inginkan tubuhku, aku sebagai istrimu ikhlas, malayani mu. tapi aku tak mau ikut terlarut dalam perasaan itu lagi.
Afifah perlahan melepaskan pelukan El, saat ia rasa El sudah tidur. lalu afifah berdiri menyelimuti tubuh El dengan selimut tebal.
setelah itu, ia duduk di kursi dekat jendela, menikmati pemandangan indah di luar sana sambil bernyayi.
Afgan- Hilang Rasa
Setelah sekian lama
Kujalin cinta
Dengan dirimu
Tiada kurasakan bahagia
Kan kuakhiri semua disini
Jangan kau cintai diriku
Jangan kau inginkan aku
Singkirkan lah aku
Jauhiku
Tinggalkan aku disini
Karena kini ku telah hilang rasa cintaku padamu
Lupakan lah semua
Cerita cinta yang pernah ada
Saat waktu pun berlalu
Dan kutemukan
Pengganti dirimu
Jangan kau cintai diriku
Jangan kau inginkan aku
Singkirkan lah aku
Jauhiku
Tinggalkan aku disini
Karena kini ku telah hilang rasa cintaku padamu
Lupakan lah semua
Cerita cinta yang pernah ada
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Alhamdulillah, segini dulu ya gaes..
author udah nulis 2000 kata, jangan bilang dikit lagi ya hehehe...
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK ☺☺
semoga kalian semakin suka dengan cerita nya.
__ADS_1