Bumbu Cinta, 100% Halal

Bumbu Cinta, 100% Halal
Di Tolak


__ADS_3

Sore ini, balai desa sangat ramai sekali. Karena hari ini, di adakan buka puasa bersama.


Semua orang mendapat satu kupon makanan dan satu kupon minuman, yang dapat di tukarkan dengan berbagai macam makanan di sana, dengan gratis.


Exel tidak tertarik sama sekali, namun saat Sabrina mengirimkan pesan bahwa dia akan datang ke balai desa, ia langsung semangat. Bahkan ia mengambil kembali kupon nya yang tadi sudah ia kasih ke Alexa.


Jam 5 sore, Exel berangkat bersama Alexa dengan berboncengan motor. Sesampainya di balai desa, Alexa meninggalkan Exel begitu saja, dan lebih memilih untuk bergabung dengan bella. Tapi Exel tak mempermasalah kan nya.


✉kamu disebelah mana kelinci ku?


✉aku berada di dalam kak, sama abi ku.


✉kakak di luar, keluar lah..


✉kakak tunggu di penjual soto daging ya. Aku mau tukar kupon sama soto


✉oke, cepatlah.


Saat Exel sudah menemukan gerobak soto daging. Ternyata di sana sudah ada Alexa, bella daaaaannn Adam.


"Silahkan kak, gabung disini" Ajak Adam dengan antusias.


"Hmm.iya" Mau tak mau, Exel pun ikut duduk disana. Walau sebenar nya Exel ingin sekali berbuka puasa berdua dengan Sabrina saja.


"Sabrina" Tak lama, adam memanggil nama kelinci kecil nya Exel dan itu membuat Exel langsung mencari sosok nya.


Sabrina pun kaget, saat ia melihat abang sepupu nya itu duduk dekat dengan Exel.


"Kamu mau makan soto juga?"


"Iya bang, abang disini?" Tanya Sabrina sambil memandangi satu persatu orang yang duduk satu meja dengan adam


"Iya, duduklah juga disini"


Jantung Sabrina langsung berdetak kencang. Sabrina duduk dan langsung mengirim kepada Exel.


✉kak, anggap saja kita gak kenal ya. Kalau bang adam tau. Bisa-bisa aku di marahin abi


✉oke kelinci kecil ku.


Bella terus memperhatikan Exel dan Sabrina yang ponsel nya berbunyi secara bergantian. Ya, hanya bella yang tau karena adam dan Alexa sibuk pandang-pandangan.


Sedangkan Exel sendiri juga tidak ingin Alexa tau hubungan nya dengan Sabrina. Bisa-bisa Alexa akan menggoda nya habis-habisan. Dan untung nya Exel juga sudah meminta bella untuk menyembunyikan ini semua.


اَللهُ اَكْبَرُ،اَللهُ اَكْبَرُ


Allaahu Akbar, Allaahu Akbar


Allah Maha Besar, Allah Maha Besar


اَللهُ اَكْبَرُ،اَللهُ اَكْبَرُ


Allaahu Akbar, Allaahu Akbar


Allah Maha Besar, Allah Maha Besar


أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلٰهَ إِلَّااللهُ


Asyhadu allaa illaaha illallaah


Aku menyaksikan bahwa tiada Tuhan selain Allah


أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلٰهَ إِلَّااللهُ


Asyhadu allaa illaaha illallaah


Aku menyaksikan bahwa tiada Tuhan selain Allah


اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ


Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah


Aku menyaksikan bahwa nabi Muhammad itu adalah utusan Allah


اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله


Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah


Aku menyaksikan bahwa nabi Muhammad itu adalah utusan Allah


حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ


Hayya 'alashshalaah


Marilah Sholat


حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ


Hayya 'alashshalaah


Marilah Sholat

__ADS_1


حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ


Hayya 'alalfalaah


Marilah menuju kepada kejayaan


حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ


Hayya 'alalfalaah


Marilah menuju kepada kejayaan


اَللهُ اَكْبَرُ ،اَللهُ اَكْبَرُ


Allaahu Akbar, Allaahu Akbar


Allah Maha Besar, Allah Maha Besar


لَا إِلَهَ إِلَّااللهُ


Laa ilaaha illallaah


Tiada Tuhan selain Allah


Suara adzan berkumandang, mereka sumua berdoa bersama-sama, dan mulai menikmati soto daging sambil sling curi pandang. Dan di sini hanya bella yang merasakan sakit hati, saat ia melihat Sabrina dan Exel saling beradu pandang.


Setelah selesai makan, mereka semua langsung menuju ke masjid untuk sholat. Mau tak mau Exel juga ikut bersama mereka. Mana mungkin Exel menolak tatapan Sabrina yang seolah-olah memaksa nya untuk ikut berjamaah.


***


Dua hari kemudian.


Kini, semua anggota keluarga El duduk di ruang keluarga. Jantung El berdetak kencang, ia gugup sekali.


"Alexa. Papa mau bicara serius sama kamu"


Alexa membenarkan posisi duduk nya, agar menghadapan langsung dengan El.


"Iya pa, ada apa?"


"Jadi gini xa. Kamu kan sudah dewasa, dari segi umur juga sudah pantas dan sudah waktu nya untuk menikah"


Deg.. Kini tangan Alexa berkeringat.


"Ada seorang pemuda datang melamar mu langsung"


Bibir Alexa tersenyum, wajah nya merah karena malu.


Alexa pun menerima nya, lalu membuka nya. Exel yang duduk di seberang Alexa, hanya bisa melirik adik nya itu sambil menyeruput kopi, ia ingin tau bagaimana reaksi Alexa, ketika di lamar, tapi bukan di lamar Adam.


"Ini dokter gigi sinting itu"


Mendengar penuturan Alexa, Exel langsung menyebutkan kopi yang berada di dalam mulut nya, lalu tertawa.


"Kok dokter gigi sinting sih sayang" Tanya afifah


"Pa, ma. Dia itu bulan lalu kunjungan ke sekolah Alexa. Lalu aku juga kan ikut di periksa. Dia malah ngatain aku gak pernah sikat gigi. Kan menyebabkan"


Demi apapun, saat ini exel tertawa terbahak-bahak.


"Dokter reihan itu lucu sekali pa, kata nya takut mendekati Alexa. tapi dia malah katain Alexa seperti itu"


El merasa bingung harus bagaimana, begitu juga Afifah.


"Tapi sebenar nya dia baik sayang. Baca semua biodata nya"


"Papa tau benar dokter Raihan xa, dia satu Almamater sama Papa. Dia berprestasi, dan papa jamin dia baik"


Alexa masih diam, dan Exel hanya bisa menjadi pendengar.


"Dokter Reihan itu keponakan dari teman papa di Singapura. Paman nya itu, mempunyai Restoran di sana."


"Kamu bisa pikirkan lagi Alexa, pertimbangkan, usia mu juga sudah dewasa bukan?"


"Kamu bisa menolak nya Alexa" Semua langsung menoleh, ketika tiba-tiba Exel berbicara seperti itu "Maksud ku, papa tidak memaksa, jadi keputusan tetap berada di tangan mu. begitu kan pa ya" Ucap Exel setelah mendapat tatapan tajam dari afifah dan El.


"Iya sayang, kamu pikirkan saja dulu. papa gak maksa, cuma papa bilang, reihan itu orang nya baik. Jadi, seumpama nanti kamu menikah dengan nya. Papa tak menghawatirkan apapun lagi"


"Alexa pikirkan dulu saja pa, lagian Alexa kan gak kenal sama dia"


"Kalau kamu mau berkenalan atau ada sesuatu yang mau di obrolin. nanti Reihan papa suruh kesini"


"Yasudah pa, Alexa masuk kamar dulu. mau istirahat"


El dan afifah saling memandang, saat anak perempuan nya itu sudah pergi meninggalkan ruang keluarga.


"Maksud nya, Ya sudah apa pa?" tanya Exel yang ternyata juga kebingungan.


"Papa gak tau xel, wanita memang rumit" ucap El


"jadi mommy juga rumit? iya?"

__ADS_1


"Mommy kan bukan wanita"


"Apa!!"


"Maksud papa, mommy kan udah jadi istri"


Exel tertawa, mendengar ke bucinan Papa nya itu.


...****************...


Alexa diam, menatap kertas yang berisikan biodata Reihan. Sudah lima kali, Alexa membaca nya. Namun tetap saja hati nya sangat kesal sekali.


Tentu tak usah di pikir kan lagi, keputusan Alexa sudah bulat untuk menolak Reihan. Karena alasan pertama nya bukan karena Reihan mengomentari gigi nya. Tapi, Adam lah yang menjadi Alasan utama nya.


Alexa memilih untuk mengoreksi hasil ujian anak-anak didik nya, ia tak mau galau dengan masalah lamaran Reihan. Karena dia sudah memutuskan, akan menolak nya.


"Xa" panggil Exel yang khawatir sejak tadi


"Ada apa sih kak? jangan ganggu deh"


"Gak ganggu xa, kakak cuma mau tanya. Kapan Adam melamar mu. Kalau bisa, kamu cerita sama Adam, kalau ada yang melamar mu gitu"


"Aahhh.. enggak, gak mau aku. Ngapain cerita segala"


"Ya, biar dia segera datang melamar mu"


"Udah kak, katanya masih di omongan sama keluarga nya. Kakak belajar sabar dong."


Exel kesal dengan kelakuan adik nya itu, yang tak bisa mengerti bahwa Exel saat ini sedang sangat khawatir.


"Yasudah" Exel langsung keluar dari kamar Alexa, sedangkan Alexa tak begitu menanggapi omongan Exel. Alexa tau, bahwa Exel itu orang nya pemaksa, dan memang Exel seperti itu kenyataan nya.


Jam sudah hampir menunjuk angka 10, Alexa pun menguap, ia segera membereskan kertas-kertas nya dan masuk kamar mandi.


"Saat nya ritual skincare" Ucap Alexa sambil memperhatikan wajah nya di depan cermin. Satu persatu beberapa produk skincare itu ter oleskan di wajah Alexa. Setelah semua nya selesai, ia langsung menuju ke tempat tidur.


Alexa yang tadi nya sudah sangat ngantuk sekali kini mata nya kembali berbinar, saat suara ponsel nya berbunyi dan itu adalah panggilan telepon dari adam


📞 assalamualaikum


📞waalaikumsalam mas adam, tumben telepon.


📞Kamu udah mau tidur ya


📞enggak kok mas, baru saja selesai ngoreksi ujian anak-anak


Alexa berbohong.


📞Alexa, sebenar nya ada yang mas mau omongin. Semakin lama di tunda, semakin tak baik.


Jantung Alexa berdetak kencang, ia tau bahwa yang akan Adam bicarakan adalah perihal lamaran.


📞 iya mas, ngomong saja.


📞maaf sebelum nya xa, seperti nya mas gak bisa melamar mu, mas di jodohkan sama anak teman abi


Deg, tubuh Alexa langsung gemetar


📞 mas, bercanda kan?


📞tidak Alexa. Mas sudah membicarakan perihal rencana mas melamar mu, tapi sudah 3 kali abi menolak nya, dan tadi siang abi mengatakan bahwa aku akan menikah dengan anak teman nya.


Air mata Alexa langsung menetes.


📞maafkan mas adam, alexa. Mas mohon, mas juga tak berdaya.


📞 kamu tega nyakitin aku seperti ini mas.


📞 Aku juga tersakiti Alexa, percayalah mas sangat mencintai mu Alexa.


Tut


Tut


Tut


Alexa langsung menutup sambungan telepon nya. terlalu sakit mendengar kata cinta dari Adam. Ia menangis di bawah selimut, bahkan sampai menjelang sahur, Alexa tak tidur.


Apa salah ku mas, selama ini aku slalu memantaskan diri, menjaga diri ku agar terlihat layak menjadi menantu dari keluarga terpandang seperti mu.


apa aku seburuk itu sampai abi mu menolak ku, bahkan sampai tiga kali.


...****************...


Jangan lupa tinggalkan jejak ya.


Biar semakin semangat.


Terima kasih sudah mendukung author sampai di titik ini.


Selamat siang, selamat hari senin, happy working.

__ADS_1


__ADS_2