Bumbu Cinta, 100% Halal

Bumbu Cinta, 100% Halal
Kangen


__ADS_3

Sudah Enam bulan Sabrina ada di negara bernama Prancis. Perlahan Sabrina mulai bisa beradaptasi dengan lingkungan, Kasir toko pun mulai mengenal Sabrina. Walau bahasa yang mereka gunakan hanya isyarat tapi terlihat Sabrina mulai dekat dengan nya karena hampir setiap hari Sabrina berbelanja ke swalayan tersebut.


Tapi hari ini, Sabrina merasa rindu dengan keluarga nya. Meskipun setiap hari melakukan vidio call, tetap saja itu tak mengobati rasa rindu nya.


"Hari ini kamu masak apa?" Tanya ustadz amir di balik layar telepon


"Masak daging barbeque, bi. Mas exel suka sekali"


"Waaa.. abi kayak nya pengen juga. Oh iya, exel di mana?"


"Nanti kalau Sabrina pulang, Sabrina masakin"


Seketika suasana menjadi sedih, bertambah lah rasa rindu nya kepada keluarga nya.


"Oh iya, Exel jam berapa kalau pulang?" Ustadz Amir mengetahui, bahwa Sabrina tengah sedih. Ia tau bahwa Sabrina sangat merindukan nya dan yang lain nya, sgitu juga ia. Ia juga sangat rindu kepada putri tercinta nya, tapi sebisa mungkin ustadz Amir tidak menampakan nya, agar Sabrina tak semakin sedih.


"Sebentar lagi, bi. Rencana nya kita akan pindah ke Amerika, mas Exel mau beresin pekerjaan di sana"


"Kemanapun kalian, yang penting kalian tetap bersama dan jangan bertengkar. Ingat pesan abi ya Sabrina"


"Iya bi, Sabrina akan selalu ingat"


"Ya sudah, abi mau pergi ke pesantren dulu. Kamu siap-siapin saja Exel ya"


"Iya, bi. Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


Setelah mematikan sambungan vidio call nya, Sabrina meneteskan air mata nya. Begitu juga ustadz Amir. Dia memeluk ponsel nya, setelah itu ia menatap layar ponsel nya yang ada foto Sabrina tersenyum sangat cantik yang di jadikan wallpaper oleh ustadz Amir.


"Abi rindu sekali sama kamu, sayang"


...****************...


Setiap malam Sabrina slalu membaca surah Al waqiah. Exel tau itu, dan ia sekarang penasaran sekali kenapa Sabrina slalu membaca nya.


AUTHOR KASIH ILMU LAGI YA. Di baca, semoga bermanfaat. Kalau males baca surah nya, bisa di baca arti nya saja. Jangan bosan ya, nanti ujung nya akan ada pelajaran buat kita semua.


بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


...1...


اِذَا وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُۙ


iżā waqa'atil-wāqi'ah


Apabila terjadi hari Kiamat,


...2...


لَيْسَ لِوَقْعَتِهَا كَاذِبَةٌ ۘ


laisa liwaq'atihā kāżibah


terjadinya tidak dapat didustakan (disangkal).


...3...


خَافِضَةٌ رَّافِعَةٌ


khāfiḍatur rāfi'ah


(Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain).


...4...


اِذَا رُجَّتِ الْاَرْضُ رَجًّاۙ


iżā rujjatil-arḍu rajjā


Apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya,


...5...


وَّبُسَّتِ الْجِبَالُ بَسًّاۙ


wa bussatil-jibālu bassā


dan gunung-gunung dihancurluluhkan sehancur-hancurnya,


...6...


فَكَانَتْ هَبَاۤءً مُّنْۢبَثًّاۙ


fa kānat habā`am mumbaṡṡā


maka jadilah ia debu yang beterbangan,


...7...


وَّكُنْتُمْ اَزْوَاجًا ثَلٰثَةً ۗ


wa kuntum azwājan ṡalāṡah


dan kamu menjadi tiga golongan,


...8...


فَاَصْحٰبُ الْمَيْمَنَةِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الْمَيْمَنَةِ ۗ


fa aṣ-ḥābul-maimanati mā aṣ-ḥābul-maimanah


yaitu golongan kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu,


...9...


وَاَصْحٰبُ الْمَشْـَٔمَةِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الْمَشْـَٔمَةِ ۗ


wa aṣ-ḥābul-masy`amati mā aṣ-ḥābul-masy`amah


dan golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu,


...10...


وَالسّٰبِقُوْنَ السّٰبِقُوْنَۙ


was-sābiqụnas-sābiqụn


dan orang-orang yang paling dahulu (beriman), merekalah yang paling dahulu (masuk surga).


...11...


اُولٰۤىِٕكَ الْمُقَرَّبُوْنَۚ


ulā`ikal-muqarrabụn


Mereka itulah orang yang dekat (kepada Allah),


...12...


فِيْ جَنّٰتِ النَّعِيْمِ


fī jannātin-na'īm


Berada dalam surga kenikmatan,


...13...


ثُلَّةٌ مِّنَ الْاَوَّلِيْنَۙ


ṡullatum minal-awwalīn


segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu,


...14...


وَقَلِيْلٌ مِّنَ الْاٰخِرِيْنَۗ


wa qalīlum minal-ākhirīn


dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian.


...15...


عَلٰى سُرُرٍ مَّوْضُوْنَةٍۙ


'alā sururim mauḍụnah


Mereka berada di atas dipan-dipan yang bertahtakan emas dan permata,


...16...


مُّتَّكِـِٕيْنَ عَلَيْهَا مُتَقٰبِلِيْنَ


muttaki`īna 'alaihā mutaqābilīn


mereka bersandar di atasnya berhadap-hadapan.


...17...


يَطُوْفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَانٌ مُّخَلَّدُوْنَۙ


yaṭụfu 'alaihim wildānum mukhalladụn


Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda,


...18...


بِاَكْوَابٍ وَّاَبَارِيْقَۙ وَكَأْسٍ مِّنْ مَّعِيْنٍۙ


bi`akwābiw wa abārīqa wa ka`sim mim ma'īn


dengan membawa gelas, cerek dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir,


...19...


لَّا يُصَدَّعُوْنَ عَنْهَا وَلَا يُنْزِفُوْنَۙ


lā yuṣadda'ụna 'an-hā wa lā yunzifụn


mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk,


...20...


وَفَاكِهَةٍ مِّمَّا يَتَخَيَّرُوْنَۙ


wa fākihatim mimmā yatakhayyarụn


dan buah-buahan apa pun yang mereka pilih,


...21...


وَلَحْمِ طَيْرٍ مِّمَّا يَشْتَهُوْنَۗ


wa laḥmi ṭairim mimmā yasytahụn


dan daging burung apa pun yang mereka inginkan.


...22...


وَحُوْرٌ عِيْنٌۙ


wa ḥụrun 'īn


Dan ada bidadari-bidadari yang bermata indah,


...23...


كَاَمْثَالِ اللُّؤْلُؤِ الْمَكْنُوْنِۚ


ka`amṡālil-lu`lu`il-maknụn


laksana mutiara yang tersimpan baik.


...24...


جَزَاۤءًۢ بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ


jazā`am bimā kānụ ya'malụn


Sebagai balasan atas apa yang mereka kerjakan.


...25...


لَا يَسْمَعُوْنَ فِيْهَا لَغْوًا وَّلَا تَأْثِيْمًاۙ


lā yasma'ụna fīhā lagwaw wa lā ta`ṡīmā


Di sana mereka tidak mendengar percakapan yang sia-sia maupun yang menimbulkan dosa,


...26...


اِلَّا قِيْلًا سَلٰمًا سَلٰمًا


illā qīlan salāman salāmā


tetapi mereka mendengar ucapan salam.


...27...


وَاَصْحٰبُ الْيَمِينِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الْيَمِيْنِۗ


wa aṣ-ḥābul-yamīni mā aṣ-ḥābul-yamīn


Dan golongan kanan, siapakah golongan kanan itu.


...28...


فِيْ سِدْرٍ مَّخْضُوْدٍۙ


fī sidrim makhḍụd


(Mereka) berada di antara pohon bidara yang tidak berduri,


...29...


وَّطَلْحٍ مَّنْضُوْدٍۙ


wa ṭal-ḥim manḍụd


dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya),


...30...


وَّظِلٍّ مَّمْدُوْدٍۙ


wa ẓillim mamdụd


dan naungan yang terbentang luas,


...31...


وَّمَاۤءٍ مَّسْكُوْبٍۙ


wa mā`im maskụb


dan air yang mengalir terus-menerus,


...32...


وَّفَاكِهَةٍ كَثِيْرَةٍۙ


wa fākihating kaṡīrah


dan buah-buahan yang banyak,


...33...


لَّا مَقْطُوْعَةٍ وَّلَا مَمْنُوْعَةٍۙ


lā maqṭụ'atiw wa lā mamnụ'ah


yang tidak berhenti berbuah dan tidak terlarang mengambilnya,


...34...

__ADS_1


وَّفُرُشٍ مَّرْفُوْعَةٍۗ


wa furusyim marfụ'ah


dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk.


...35...


اِنَّآ اَنْشَأْنٰهُنَّ اِنْشَاۤءًۙ


innā ansya`nāhunna insyā`ā


Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari itu) secara langsung,


...36...


فَجَعَلْنٰهُنَّ اَبْكَارًاۙ


fa ja'alnāhunna abkārā


lalu Kami jadikan mereka perawan-perawan,


...37...


عُرُبًا اَتْرَابًاۙ


'uruban atrābā


yang penuh cinta (dan) sebaya umurnya,


...38...


لِّاَصْحٰبِ الْيَمِيْنِۗ


li`aṣ-ḥābil-yamīn


untuk golongan kanan,


...39...


ثُلَّةٌ مِّنَ الْاَوَّلِيْنَۙ


ṡullatum minal-awwalīn


segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu,


...40...


وَثُلَّةٌ مِّنَ الْاٰخِرِيْنَۗ


wa ṡullatum minal-ākhirīn


dan segolongan besar pula dari orang yang kemudian.


...41...


وَاَصْحٰبُ الشِّمَالِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الشِّمَالِۗ


wa aṣ-ḥābusy-syimāli mā aṣ-ḥābusy-syimāl


Dan golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu.


...42...


فِيْ سَمُوْمٍ وَّحَمِيْمٍۙ


fī samụmiw wa ḥamīm


(Mereka) dalam siksaan angin yang sangat panas dan air yang mendidih,


...43...


وَّظِلٍّ مِّنْ يَّحْمُوْمٍۙ


wa ẓillim miy yaḥmụm


dan naungan asap yang hitam,


...44...


لَّا بَارِدٍ وَّلَا كَرِيْمٍ


lā bāridiw wa lā karīm


tidak sejuk dan tidak menyenangkan.


...45...


اِنَّهُمْ كَانُوْا قَبْلَ ذٰلِكَ مُتْرَفِيْنَۚ


innahum kānụ qabla żālika mutrafīn


Sesungguhnya mereka sebelum itu (dahulu) hidup bermewah-mewah,


...46...


وَكَانُوْا يُصِرُّوْنَ عَلَى الْحِنْثِ الْعَظِيْمِۚ


wa kānụ yuṣirrụna 'alal-ḥinṡil-'aẓīm


dan mereka terus-menerus mengerjakan dosa yang besar,


...47...


وَكَانُوْا يَقُوْلُوْنَ ەۙ اَىِٕذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَّعِظَامًا ءَاِنَّا لَمَبْعُوْثُوْنَۙ


wa kānụ yaqụlụna a iżā mitnā wa kunnā turābaw wa 'iẓāman a innā lamab'ụṡụn


dan mereka berkata, “Apabila kami sudah mati, menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali?


...48...


اَوَاٰبَاۤؤُنَا الْاَوَّلُوْنَ


a wa ābā`unal-awwalụn


Apakah nenek moyang kami yang terdahulu (dibangkitkan pula)?”


...49...


قُلْ اِنَّ الْاَوَّلِيْنَ وَالْاٰخِرِيْنَۙ


qul innal-awwalīna wal-ākhirīn


Katakanlah, “(Ya), sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan yang kemudian,


...50...


لَمَجْمُوْعُوْنَۙ اِلٰى مِيْقَاتِ يَوْمٍ مَّعْلُوْمٍ


lamajmụ'ụna ilā mīqāti yaumim ma'lụm


pasti semua akan dikumpulkan pada waktu tertentu, pada hari yang sudah dimaklumi.


...51...


ثُمَّ اِنَّكُمْ اَيُّهَا الضَّاۤ لُّوْنَ الْمُكَذِّبُوْنَۙ


ṡumma innakum ayyuhaḍ-ḍāllụnal-mukażżibụn


Kemudian sesungguhnya kamu, wahai orang-orang yang sesat lagi mendustakan!


...52...


لَاٰكِلُوْنَ مِنْ شَجَرٍ مِّنْ زَقُّوْمٍۙ


la`ākilụna min syajarim min zaqqụm


pasti akan memakan pohon zaqqum,


...53...


فَمَالِـُٔوْنَ مِنْهَا الْبُطُوْنَۚ


maka akan penuh perutmu dengannya.


...54...


فَشَارِبُوْنَ عَلَيْهِ مِنَ الْحَمِيْمِۚ


fa syāribụna 'alaihi minal-ḥamīm


Setelah itu kamu akan meminum air yang sangat panas.


...55...


فَشَارِبُوْنَ شُرْبَ الْهِيْمِۗ


fa syāribụna syurbal-hīm


Maka kamu minum seperti unta (yang sangat haus) minum.


...56...


هٰذَا نُزُلُهُمْ يَوْمَ الدِّيْنِۗ


hāżā nuzuluhum yaumad-dīn


Itulah hidangan untuk mereka pada hari pembalasan.”


...57...


نَحْنُ خَلَقْنٰكُمْ فَلَوْلَا تُصَدِّقُوْنَ


naḥnu khalaqnākum falau lā tuṣaddiqụn


Kami telah menciptakan kamu, mengapa kamu tidak membenarkan (hari berbangkit)?


...58...


اَفَرَءَيْتُمْ مَّا تُمْنُوْنَۗ


a fa ra`aitum mā tumnụn


Maka adakah kamu perhatikan, tentang (benih manusia) yang kamu pancarkan.


...59...


ءَاَنْتُمْ تَخْلُقُوْنَهٗٓ اَمْ نَحْنُ الْخَالِقُوْنَ


a antum takhluqụnahū am naḥnul-khāliqụn


Kamukah yang menciptakannya, ataukah Kami penciptanya?


...60...


نَحْنُ قَدَّرْنَا بَيْنَكُمُ الْمَوْتَ وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوْقِيْنَۙ


naḥnu qaddarnā bainakumul-mauta wa mā naḥnu bimasbụqīn


Kami telah menentukan kematian masing-masing kamu dan Kami tidak lemah,


...61...


عَلٰٓى اَنْ نُّبَدِّلَ اَمْثَالَكُمْ وَنُنْشِئَكُمْ فِيْ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ


'alā an nubaddila amṡālakum wa nunsyi`akum fī mā lā ta'lamụn


untuk menggantikan kamu dengan orang-orang yang seperti kamu (di dunia) dan membangkitkan kamu kelak (di akhirat) dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.


...62...


وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ النَّشْاَةَ الْاُوْلٰى فَلَوْلَا تَذَكَّرُوْنَ


wa laqad 'alimtumun-nasy`atal-ụlā falau lā tażakkarụn


Dan sungguh, kamu telah tahu penciptaan yang pertama, mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?


...63...


اَفَرَءَيْتُمْ مَّا تَحْرُثُوْنَۗ


a fa ra`aitum mā taḥruṡụn


Pernahkah kamu perhatikan benih yang kamu tanam?


...64...


ءَاَنْتُمْ تَزْرَعُوْنَهٗٓ اَمْ نَحْنُ الزَّارِعُوْنَ


a antum tazra'ụnahū am naḥnuz-zāri'ụn


Kamukah yang menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkan?


...65...


لَوْ نَشَاۤءُ لَجَعَلْنٰهُ حُطَامًا فَظَلْتُمْ تَفَكَّهُوْنَۙ


lau nasyā`u laja'alnāhu huṭāman fa ẓaltum tafakkahụn


Sekiranya Kami kehendaki, niscaya Kami hancurkan sampai *****; maka kamu akan heran tercengang,


...66...


اِنَّا لَمُغْرَمُوْنَۙ


innā lamugramụn


(sambil berkata), “Sungguh, kami benar-benar menderita kerugian,


...67...


بَلْ نَحْنُ مَحْرُوْمُوْنَ


bal naḥnu mahrụmụn


bahkan kami tidak mendapat hasil apa pun.”


...68...


اَفَرَءَيْتُمُ الْمَاۤءَ الَّذِيْ تَشْرَبُوْنَۗ


a fa ra`aitumul-mā`allażī tasyrabụn


Pernahkah kamu memperhatikan air yang kamu minum?


...69...


ءَاَنْتُمْ اَنْزَلْتُمُوْهُ مِنَ الْمُزْنِ اَمْ نَحْنُ الْمُنْزِلُوْنَ


a antum anzaltumụhu minal-muzni am naḥnul-munzilụn


Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan?


...70...


لَوْ نَشَاۤءُ جَعَلْنٰهُ اُجَاجًا فَلَوْلَا تَشْكُرُوْنَ


lau nasyā`u ja'alnāhu ujājan falau lā tasykurụn


Sekiranya Kami menghendaki, niscaya Kami menjadikannya asin, mengapa kamu tidak bersyukur?


...71...


اَفَرَءَيْتُمُ النَّارَ الَّتِيْ تُوْرُوْنَۗ


a fa ra`aitumun-nārallatī tụrụn


Maka pernahkah kamu memperhatikan tentang api yang kamu nyalakan (dengan kayu)?


...72...


ءَاَنْتُمْ اَنْشَأْتُمْ شَجَرَتَهَآ اَمْ نَحْنُ الْمُنْشِـُٔوْنَ


a antum ansya`tum syajaratahā am naḥnul-munsyi`ụn

__ADS_1


Kamukah yang menumbuhkan kayu itu ataukah Kami yang menumbuhkan?


...73...


نَحْنُ جَعَلْنٰهَا تَذْكِرَةً وَّمَتَاعًا لِّلْمُقْوِيْنَۚ


naḥnu ja'alnāhā tażkirataw wa matā'al lil-muqwīn


Kami menjadikannya (api itu) untuk peringatan dan bahan yang berguna bagi musafir.


...74...


فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيْمِ


fa sabbiḥ bismi rabbikal-'aẓīm


Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Mahabesar.


...75...


فَلَآ اُقْسِمُ بِمَوٰقِعِ النُّجُوْمِ


fa lā uqsimu bimawāqi'in-nujụm


Lalu Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang.


...76...


وَاِنَّهٗ لَقَسَمٌ لَّوْ تَعْلَمُوْنَ عَظِيْمٌۙ


wa innahụ laqasamul lau ta'lamụna 'aẓīm


Dan sesungguhnya itu benar-benar sumpah yang besar sekiranya kamu mengetahui,


...77...


اِنَّهٗ لَقُرْاٰنٌ كَرِيْمٌۙ


innahụ laqur`ānung karīm


dan (ini) sesungguhnya Al-Qur'an yang sangat mulia,


...78...


فِيْ كِتٰبٍ مَّكْنُوْنٍۙ


fī kitābim maknụn


dalam Kitab yang terpelihara (Lauh Mahfuzh),


...79...


لَّا يَمَسُّهٗٓ اِلَّا الْمُطَهَّرُوْنَۙ


lā yamassuhū illal-muṭahharụn


tidak ada yang menyentuhnya selain hamba-hamba yang disucikan.


...80...


تَنْزِيْلٌ مِّنْ رَّبِّ الْعٰلَمِيْنَ


tanzīlum mir rabbil-'ālamīn


Diturunkan dari Tuhan seluruh alam.


...81...


اَفَبِهٰذَا الْحَدِيْثِ اَنْتُمْ مُّدْهِنُوْنَ


a fa bihāżal-ḥadīṡi antum mud-hinụn


Apakah kamu menganggap remeh berita ini (Al-Qur'an),


...82...


وَتَجْعَلُوْنَ رِزْقَكُمْ اَنَّكُمْ تُكَذِّبُوْنَ


wa taj'alụna rizqakum annakum tukażżibụn


dan kamu menjadikan rezeki yang kamu terima (dari Allah) justru untuk mendustakan(-Nya).


...83...


فَلَوْلَآ اِذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُوْمَۙ


falau lā iżā balagatil-ḥulqụm


Maka kalau begitu mengapa (tidak mencegah) ketika (nyawa) telah sampai di kerongkongan,


...84...


وَاَنْتُمْ حِيْنَىِٕذٍ تَنْظُرُوْنَۙ


wa antum ḥīna`iżin tanẓurụn


dan kamu ketika itu melihat,


...85...


وَنَحْنُ اَقْرَبُ اِلَيْهِ مِنْكُمْ وَلٰكِنْ لَّا تُبْصِرُوْنَ


wa naḥnu aqrabu ilaihi mingkum wa lākil lā tubṣirụn


dan Kami lebih dekat kepadanya daripada kamu, tetapi kamu tidak melihat,


...86...


فَلَوْلَآ اِنْ كُنْتُمْ غَيْرَ مَدِيْنِيْنَۙ


falau lā ing kuntum gaira madīnīn


maka mengapa jika kamu memang tidak dikuasai (oleh Allah),


...87...


تَرْجِعُوْنَهَآ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ


tarji'ụnahā ing kuntum ṣādiqīn


kamu tidak mengembalikannya (nyawa itu) jika kamu orang yang benar?


...88...


فَاَمَّآ اِنْ كَانَ مِنَ الْمُقَرَّبِيْنَۙ


fa ammā ing kāna minal-muqarrabīn


Jika dia (orang yang mati) itu termasuk yang didekatkan (kepada Allah),


...89...


فَرَوْحٌ وَّرَيْحَانٌ ەۙ وَّجَنَّتُ نَعِيْمٍ


fa rauḥuw wa raiḥānuw wa jannatu na'īm


maka dia memperoleh ketenteraman dan rezeki serta surga (yang penuh) kenikmatan.


...90...


وَاَمَّآ اِنْ كَانَ مِنْ اَصْحٰبِ الْيَمِيْنِۙ


wa ammā ing kāna min aṣ-ḥābil-yamīn


Dan adapun jika dia termasuk golongan kanan,


...91...


فَسَلٰمٌ لَّكَ مِنْ اَصْحٰبِ الْيَمِيْنِۗ


fa salāmul laka min aṣ-ḥābil-yamīn


maka, “Salam bagimu (wahai) dari golongan kanan!” (sambut malaikat).


...92...


وَاَمَّآ اِنْ كَانَ مِنَ الْمُكَذِّبِيْنَ الضَّاۤلِّيْنَۙ


wa ammā ing kāna minal-mukażżibīnaḍ-ḍāllīn


Dan adapun jika dia termasuk golongan orang yang mendustakan dan sesat,


...93...


فَنُزُلٌ مِّنْ حَمِيْمٍۙ


fa nuzulum min ḥamīm


maka dia disambut siraman air yang mendidih,


...94...


وَّتَصْلِيَةُ جَحِيْمٍ


wa taṣliyatu jaḥīm


dan dibakar di dalam neraka.


...95...


اِنَّ هٰذَا لَهُوَ حَقُّ الْيَقِيْنِۚ


inna hāżā lahuwa ḥaqqul-yaqīn


Sungguh, inilah keyakinan yang benar.


...96...


فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيْمِ


fa sabbiḥ bismi rabbikal-'aẓīm


Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Mahabesar.


Salah satu surat unggulan yang sering di baca Rasulullah dan mempunyai banyak manfaat adalah Surat Al Waqiah. Surat Al Waqiah ini adalah surat ke-56 yang memiliki 96 ayat dalam Alquran. 


Surat Al Waqiah memiliki makna sebagai 'hari kiamat' dan termasuk dalam golongan Makkiyah.


Surat Al Waqiah disebut sebagai salah satu surat yang paling sering dibaca oleh Rasulullah SAW dan di dalamnya mengandung banyak keutamaan. Keutamaan Surat Al Waqiah dalam mendatangkan rezeki terkandung dalam Aya 89 dari 96 ayat yang ada.


Surat Al Waqiah ayat 89 berbunyi:


Fa rauuw wa rainuw wa jannatu na'm


Artinya: maka dia memperoleh ketenteraman dan rezeki serta surga (yang penuh) kenikmatan.


Berikut keistimewaan rutin membaca Surat Al Waqiah setiap hari: 



Keistimewaan Rasulullah SAW



Dalam sebuah hadist, Ibnu Abbas RA berkata, "Abu Bakar ash-Shiddiq RA berkata kepada Nabi SAW, 'Wahai Rasulullah, engkau telah beruban.' Beliau berkata, 'Aku berubah karena surat Hud, al-Waqiah, al-Mursalat, an-Naba', dan at-Takwir'."


 



Dicukupkan Rezeki



Menurut sebuah hadist AbSyari'lah bin Mas'ud RA, rutin membaca surat Al Waqiah dapat menghindarkan seseorang dari kemiskinan. Dalam hadist tersebut dijelaskan,""Saya mendengar Nabi SAW bersabda, 'Barang siapa membaca surat Al-Waqiah setiap malam, ia tidak akan tertimpa kefakiran selamanya."



Kapan Waktu yang Tepat Membaca Surat Al Waqiah?



Melansir dari buku 'Aku Yakin Menjadi Kaya (Dilengkapi Do'a dan Zikir)' karya Kholidin, ada beberapa cara mengamalkan surat Al Waqiah yang baik dan benar yakni dibaca setelah salat dhuha atau salat malam.


 


Dalam praktiknya, surat Al Waqiah dibaca satu kali lalu di ayat 89 dibaca 3 kali tanpa nafas dan diam sejenak berdoa kepada Allah dalam hati lalu dilanjutkan ke ayat berikutnya sampai selesai.


 


Selanjutnya, waktu yang tepat membaca surat Al Waqiah adalah pada waktu salat dhuha atau setelah shalat Dhuha dan dilanjutkan membaca doa:


 


Allahumma inni As aluka bihaqqi suuratil Waaqi'ah Wa asroorihaa antu yassiroli rizki kamaa yusarritahu li katsiirin Bi kholqika Ya Allah Yaa Rabbal 'Aalamiin


 


Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan kebenaran surat Waqi'ah dan rahasia-rahasianya, agar Engkau berkenan memudahkan rezekiku sebagaimana Engkau memudahkannya untuk kebanyakan makhlukMu, yaAllah, ya robbal 'alamin.


 


Terakhir, waktu yang tepat membaca surat Al Waqiah adalah setiap malam paling sedikit sekali sehari. 


Hal ini dijelaskan dalam riwayat Abdullah bin Mas'ud "Siapa yang membaca surat Waqiah tiap malam, maka tidak akan menimpa kepadanya kemiskinan/kekurangan selamanya."


 


Doa setelah surat Al Waqiah bisa dibaca setelah kita membaca surat Al Waqiah. 


Dilansir dari Republika.co.id, dalam buku berjudul Zikir-zikir Pembersih dan Penenteram Hati oleh M. Rojaya (2009:87) penerbit DAR! Mizan menjelaskan tentang membaca doa setelah surat Al Waqiah. Dengan membaca surat Al Waqiah setiap malam bisa memberikan kemudahan dan keberkahan rezeki.


Hadist yang Menganjurkan Membaca Surat Al Waqiah


Ada pun hadist yang menganjurkan untuk membaca surat Al Waqiah yaitu sebagai berikut.


Dari Abu Dzabyah dari Abdullah ibn Mas’ud, dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang membaca surah Al-Waqi’ah setiap malam, maka tidak akan ditimpa kemiskinan selamanya.”


Bacaan Doa Setelah Membaca Surat Al Waqiah


Setelah membaca surat Al Waqiah kita dianjurkan membaca doa. Terdapat banyak pilihan doa yang bisa diamalkan setelah membaca surat Al Waqiah. Bersumber dari buku berjudul Aku Yakin Menjadi Kaya (Dilengkapi Do’a dan Dzikir) oleh Kholidin (58) penerbit Syntax Computama menjabarkan tentang bacaan doa. Ada pun bacaan doa setelah membaca surat Al Waqiah yaitu sebagai berikut.


 


“Allohumma inni as aluka bihaqqi suuratil waaqi’ah wa asroorihaa antu yassiroli rizki kamaa yassartahu li katsiirin min kholqika yaa Alloh yaa robbal ‘aalamiin.”


Arti dari bacaan doa di atas yaitu, “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan kebenaran surat Waqi’ah dan rahasia-rahasianya, agar Engkau berkenan memudahkan rezekiku sebagaimana Engkau memudahkannya untuk kebanyakan makhluk-Mu, Ya Allah, ya robbal a’alamin.”


Cara Mengamalkan Surat Al Waqiah


Surat Al Waqiah memiliki banyak manfaat dan keutamaan jika diamalkan setiap hari. salah satu keutamaannya yaitu untuk memperlancar dan memudahkan rezeki. Berikut ini cara yang bisa diterapkan untuk mengamalkan surat Al Waqiah sehari-hari.




Bacalah surat Al Waqiah setelah melaksanakan sholat dhuha.




Setelah membaca surat Al Waqiah lanjutkan dengan membaca doa seperti di atas.




Biasakan membaca surat Al Waqiah setiap malam.




Surat Al Waqiah adalah surat ke-56 dalam Al Quran yang memiliki banyak keutamaan, salah satunya memudahkan rezeki. Dengan mengetahui bacaan doa setelah surat Al Waqiah di atas, semoga membuat kita lebih semangat dalam mengamalkannya.

__ADS_1


__ADS_2