
Setelah resepsi, Raihan terlihat manyun. Alexa pun menjadi bertanya-tanya dan terus menerka-nerka. Kira-kira kenapa Raihan seperti itu.
setelah sholat isya berjamaah, semua orang berkumpul bersama, mereka sedang malakukan vidio call dengan Exel. Exel berada di bandara, dia lagi transit.
"Kemungkinan besok pagi atau siang Exel sampai di sana"
"Yasuda, kamu sekarang istirahat saja ya xel, jangan lupa makan" ucap Sanjaya.
Tak lama kemudian, mereka semua menutup telepon nya. Raihan ikut bergabung bersama keluarga Alexa. Mereka terus berbincang-bincang sambil bercanda bersama.
"Alexa mana Rai?" tanya Lastri
"Tadi di kamar oma, mungkin dia tidur" Lastri hanya mengangguk saja.
"Ini sudah malam, kita semua istirahat yuk. besok Exel datang, kita buat kekuatan untuk nya"
"Ide bagus" Ucap Byan.
"Kita kasih hadiah apa ya?"
"Besok saja kita pikir kan itu. sekarang semua nya istirahat. biar Raihan juga istirahat"
semua orang setuju, lalu mereka kembali ke kamar masing-masing. Karena terbatas, Byan, sanjaya dan vici, tidur di kamar Exel. sedangkan Mira dan jihan tidur di kamar tamu lantai bawah.
Cek lek..
Raihan masuk ke kamar, ia melihat Alexa baru saja selesai mandi. dan Aroma sabun nya membuat Raihan merinding.
Raihan diam, sebenar nya ia gugup sekali menghadapi malam pertama, begitu juga Alexa yang jelas terlihat takut sekali.
Namun, kali ini Raihan tak seperti biasanya yang murah senyum. entah kenapa? hanya Raihan dan Tuhan yang tau.
"Alexa, aku mau bicara" Ucap Raihan.
"Hmm" Alexa duduk bersila di atas kasur sambil menunduk.
"Siapa tadi?"
Deg, jantung Alexa langsung berdetak dengan sangat kencang.
"Aku mohon, jangan bohong. katakan yang sejujur nya. Aku gak akan marah"
"Ustadz adam itu guru ku ngaji dulu mas" ucap Alexa sambil menggigit bibir bawah nya.
Bohong, Alexa membohongi suami nya. Raihan terlihat kesal, ia mengepalkan tangan nya.
"Kenapa kau berbohong Alexa. Padahal aku sudah tau semua nya, dan aku ingin sekali mendengar kan langsung dari mu"
Alexa langsung menangis, sekarang ia baru menyesali perbuatan nya.
"apa kau masih mencintai nya Alexa?"
"Tidak mas Raihan, aku sudah tidak menyintai nya"
__ADS_1
"Benar kah?"
Alexa mengangguk sambil menunduk.
Raihan pun mengangkat dagu Alexa, pandangan mereka bertemu, sungguh badan Raihan saat ini sangat panas dengan api gairah, api cemburu, dan api marah jadi satu.
kini mata Raihan menatap bibir merah jambu milik Alexa, dan perlahan namu pasti ia langsung mengelumat nya dengan lembut. Tubuh Alexa langsung membeku, ia tak bisa bergerak atau setidak nya menolak perlakuan Raihan.
Raihan terus mencium bibir Alexa, cukup lama, namun Raihan tidak mau melepas nya. Raihan pun langsung mendorong tubuh Alexa kebelakang, dan langsung menindih nya.
Alexa memberontak, namun sayang nya Raihan tak mau melepaskan nya. ia malah mengunci kedua tangan Alexa ke atas. sedangkan bibir nya sudah menelusuri leher Alexa.
"Mas Raihan, hentikan mas".
Namun Raihan tak mempedulikan hal itu. ia terus melakukan nya, bahkan permainan Raihan semakin kasar, karena Alexa terus memberontak.
Jilbab yang Alexa gunakan kini sudah Raihan tarik, ada rasa kaget, saat Raihan melihat rambut pirang Alexa. Raihan juga melepaskan semua pakaian Alexa dan juga pakaian nya. sehingga mereka berdua kini sama-sama telanjang.
Sexy sekali
Raihan memandangi seluruh tubuh Alexa dengan tatapan sayu, rupa nya Raihan benar-benar gelap. ia tak menghiraukan Alexa yang sudah menangis.
"Mas janji akan pelan-pelan sayang, asal kamu tidak memberontak" Ucap Raihan pelan.
"Mas, aku gak siap, hiks hiks hiks" Alexa menutupi dada nya dengan tangan kanan nya, sedangkan tangan kiri nya menutupi misV nya.
Raihan langsung menarik kedua tangan Alexa, lalu mengunci nya ke atas dengan satu tangan kanan nya. Sedangkan tangan kiri nya menekan pinggul Alexa.
"Jangan berontak sayang, biar gak tambah sakit"
Alexa yang sudah lelah menangis dan memberontak, akhir nya pasrah. ia melemaskan tangan nya dan meminta Raihan untuk melepas kan nya.
Raihan pun menuruti nya, ia melepaskan tangan kiri nya yang mengunci tangan Alexa.
"Aku mohon pelan-pelan mas, aku takut"
Raihan langsung memeluk nya, tapi dia tak mengatakan apapun, Raihan hanya mengusap air mata Alexa, lalu melanjutkan kegiatan nya.
Raihan memasukan milik nya perlahan, sedangkan Alexa memejamkan mata nya erat-erat, tangan nya meremas sprei, saat Raihan terus menyakiti diri nya.
"Hiks hiks sakit mas"
Raihan berhenti, ia lalu mencium bibir, leher dan dada Alexa, namun karena Alexa tak berselera, ia tetap saja merasa sakit.
"diam lah Alexa, kalau kau terus bergerak, akan sangat sakit"
"Ini sakit sekali mas, hiks hiks hiks" Alexa melihat ke bawah, ia melihat bahwa milik Raihan masih separuh yang masuk, tapi ia sudah merasakan sangat penuh di dalam tubuh nya.
Raihan menekan pinggul Alexa agar Alexa tak bisa bergerak, setelah itu Raihan terus menekan nya hingga ia merasakan bahwa ada tembok yang menghalangi junior nya.
Tentu Raihan bukanlah laki-laki bodoh, ia tau itu mungkin selaput darah perawan Alexa.
"Tahan sebentar ya sayang, ini akan sangat sakit"
__ADS_1
Alexa membuka mata nya, menatap pria tampan yang malam ini memperkosa nya secara halal.
"aaaaahhh... hiks hiks hiks" Alexa berteriak saat Raihan menyentak kan tubuh nya dengan kasar.
"Sakit sekali mas"
Raihan diam, "maaf".
Mendengar kata maaf dari bibir Raihan, membuat Alexa membuka mata nya dan menatap Raihan.
" Maafin aku sayang" Raihan memeluk Alexa sambil menangis "Seharusnya aku tak memaksa mu seperti ini. Aku terbawa rasa cemburu. Aku hanya ingin kamu menjadi milikku seutuh nya Alexa. Maaf kan aku"
Alexa pun membalas pelukan Raihan.
"Aku sudah tau bahwa adam adalah laki-laki yang tak jadi melamar mu. Saat aku tau dia tadi mengucapkan selamat kepada mu, aku melihat mu menangis. Aku kesal, aku marah, aku cemburu alexa. Apalagi kamu tadi berbohong kepadaku"
Raihan semakin mempererat pelukan nya.
"Aku hanya ingin kamu tau Alexa, bahwa kamu adalah istriku, milikku, hanya milikku"
Alexa merasa bersalah, Raihan benar. Bukan kah dirinya adalah istrinya Raihan. Siapa Adam? Adam sudah menyakiti hatimu, sedangkan Raihan? ia datang bagai pahlawan. Ia memang tak se agamis Adam, namun Raihan lebih berani untuk melamar nya dan datang sendiri ke el.
"Maafkan aku mas, tak seharusnya aku seperti ini kepadamu"
"Yasudah, kamu tidur ya. Aku akan bersihkan dulu" Raihan melepaskan milik nya.
"Mass" panggil Alexa. "Lanjutkan saja sampai mas selesai, setelah itu kita tidur"
"Tidak, kamu kesakitan kan. kita bisa melakukan nya lain waktu. Aku tidak tega melihat mu kesakitan"
"Tidak mas, lanjutkan saja gak papa"
Junior Raihan yang masih tegak, membuat Raihan memikirkan kembali tawaran Alexa.
"Baiklah, tapi aku bersih in dulu darah nya"
Alexa mengangguk "Sini tisu nya, biar Alexa lap sendiri"
"Kamu tidur saja Alexa, biar mas yang berisi in"
"Gak mau mas, malu"
Raihan tersenyum "Jangan malu, tidurlah. Kalau malu tutup mata mu"
Raihan lun membersihkan darah perawan Alexa, setelah itu ia kembali menciumi Alexa.
"Pelan-pelan masuk nya" uang Alexa.
Sesuai permintaan Alexa, Raihan melakukan nya dengan sangat lembut. Meski Alexa masih merasakan sakit, tetapi Raihan terus berusaha agar Alexa tidak kesakitan karena ulah nya.
...****************...
Selamat malam, selamat beristirahat...
__ADS_1