Bumbu Cinta, 100% Halal

Bumbu Cinta, 100% Halal
Tidak Mau!!


__ADS_3

Pagi ini jadwal chekup afifah pak.


Pesan dari bu nanik membuat afifah pusing, pasalnya el terus mamaksanya untuk pergi periksa.


"Kanapa sih fah?"


"Aku gak mau pokoknya"


El menghela nafas nya, habis sudah kesabaran nya pagi ini.


"Cepat ganti baju, setelah itu kita pergi chekup!!!" el berucap dengan nada keras dan tegas.


Namun seketika wajah garang el berubah saat isakan afifah terdengar.


Laaaa... malah nangis dia.


"Maaf" el bersimpu di depan afifah, yang tengah duduk di tepi ranjang.


"Kamu kenapa sering marah sih mas, seharusnya istri lagi hamil gini di sayang, dimanja, bukan di marahin"


El tercengang, ia kehabisan kata-kata menjawab afifah.


El sendiri merasa sudah sangat sabar, memanjakan afifah, padahal afifah sendiri yang keterlaluan, slalu menguji kesabaran el.


"Yasudah aku minta maaf ya sayang" Mengalah, itulah yang terbaik saat ini


"Yasudah ayo, kita periksa"


Bukan nya menjawab iya atau tidak, afifah malah menangis.


Salah apa lagi sih aku ini!!


"Aku gak mau periksa, pokoknya gak mau periksa. TITIK" Afifah menekan kata terakhir nya.


el diam, ia mencoba mengendalikan amarah nya.


"Aku mau diperiksa kamu saja. Mas kan juga dokter" ucap afifah dengan nada manja

__ADS_1


El memandang afifah penuh arti.


"Vitamin, obat pokok nya semua nya mas yang berikan. Aku gak akan minum kalau bukan dari kamu"


El mencoba mengerti dengan semua permintaan afifah yang sangat aneh itu.


"Tapi aku kan bukan dokter kandungan fah"


"Tapi kan kamu tau mas, istilah obat dan Vitamin gitu."


"Baiklah-baiklah.. Ayo kita periksa. nanti aku yang akan periksa kamu"


"Gak mau, kamu kan punya stetoskop mas, ayo periksa disini saja" afifah mulai merebahkan tubuh nya di atas kasur.


El masih tidak bergeming, ia tetap berdiri di tempatnya sejak tadi.


"Ayo mas, cepat periksa. sebentar lagi kan jam makan siang"


El sangat kesal dengan afifah yang tak mau mengerti, ia benar-benar frustasi menghadapi istrinya itu.


Emosi nya memperngaruhi pak, jadi bapak yang harus sabar menghadapi nya.


...****************...


Setelah bermain dokter-dokteran, afifah langsung turun sedangkan El masuk ke ruangan bagian depan, yaitu perpustakaan kecil milik El.


El tidak menemukan apapun yang ia cari disana. El pun duduk di kursi kayu di balkon bagian depan.


📞 Kirimin aku Vitamin ibu hamil terbaik


📞 oh iya, aku pinjam buku mu tetang pemeriksaan kehamilan dong ver, istriku manja banget, gak mau periksa. Laa aku mana tau gimana keadaan ibu hamil.


📞Puas sekali kamu tertawa ya ver


📞Oke aku tunggu ya


setelah mematikan sambungan telepon nya, El ikut turun ke lantai bawah. ia melihat afifah dan mira sedang memasak bersama mira dan bi lela.

__ADS_1


"Ana? buatkan saya kopi" titah El saat berjalan berpapasan dengan ana


"Iya tuan"


El terus berjalan ke arah depan, lalu ia masuk ke kamar bagian depan. Saat pintu terbuka, ia melihat gadis cantik yang sedang duduk sambil memandangi layar laptop nya.


"Caca" El mengusap rambut caca


"Kak El ngagetin saja!!" omel caca


"Kamu lagi apa? serius sekali?"


"caca lagi ngerjain tugas kak, kan sekarang daring. jadi sana jangan ganggu" caca mendorong tubuh El agar menjauh, tapi nyatanya tubuh El tak bergerak sedikitpun.


"Hai... kalian lagi apa?"


"Diusir satu malah datang satu" omel caca


Byan berlari dan melemparkan tubuhnya di kasur milik caca


"Kak Byan ihhh, jangan di berantakin!!" caca kesal sekali, apalagi Byan berguling-guling di atas kasur nya, membuat semua nya berantakan


"Aku ngantuk, tidur disini saja" ucap Byan sambil membetulkan posisi tidurnya, dengan posisi ternyaman.


"Kalian terusin saja bertengkar nya, aku mau kedepan sama papa"


tak lama El duduk bersama sanjaya, kopi pesanan El datang dibawakan oleh ana. ana terus memandangi wajah tampan El, matanya terfokus dengan bibir tebal merah El yang sedang berbicara dengan sanjaya.


"Ana" saat anak hendak berlalu, El memanggilnya dan membuat jantung ana berdegup kencang.


"Ia tuan?"


"Kamu tau kan tugas kamu? apa bi lela sudah menjelaskan?"


"Sudah tuan"


"Baiklah, kamu bisa pergi"

__ADS_1


ana pun langsung pergi, ia baru tau jika El dicuekin dan sedingin itu. ia kira El itu playboy atau setidaknya ganjen, walaupun wajah El tidak menunjukan itu semua. Tapi seorang pembantu seperti ana, mengharapkan mendapat Majikan yang seperti itu.


__ADS_2