Bumbu Cinta, 100% Halal

Bumbu Cinta, 100% Halal
Maaf


__ADS_3

Satu minggu sudah berlalu, Alexa kembali melakukan aktifitas mengajar nya. Ada yang berbeda pagi ini, Alexa pergi ke sekolah tempat nya mengajar di antar oleh Reihan.


"Mas, besok kan long weekend. Aku mau jalan-jalan" Ucap Alexa saat mobil baru meninggalkan rumah nya beberapa meter.


"Jalan-jalan kemana? kamu kan baru saja sembuh, Xa"


Bodoh sekali si Reihan, seharusnya ia mengambil kesempatan ini untuk bisa lebih dekat dengan Alexa.


"Yasudah, lupakan"


Reihan diam saja, ia bingung sekali dengan wanita. Di tanya jalan-jalan kemana malah diam. Ah, Alexa sendiri sekarang sangat kesal kepada Reihan suami nya tersebut. Kenapa gak peka sih, ini masih suasana pengantin baru. Jika Alexa mengatakan bulan madu, itu terlalu canggung.


Disisi lain, di kantor milik keluarga Sanjaya sedang makan bersama seluruh karyawan. Ini adalah proyek pertama Exel dan ia mendapatkan proyek besar yang bahkan membuat segerombolan proyek-proyek kecil lain nya langsung datang dengan sendiri nya. Proyek tersebut hanya ada lima tahun sekali, dan setelah 20 tahun, perusahaan sanjaya kembali mendapatkan proyek besar tersebut.


Berkembang sangat pesat dalam waktu sekejap, Exel membuka lowongan bagi banyak orang. Karena proyek yang akan ia tangani akan membutuhkan banyak tenaga kerja.


"Paman Byan, nanti temani Exel makan siang ya"


"Tumben" Ucap Byan tanpa melihat keponakan nya yang sudah masuk ke ruangan nya tanpa permisi itu


"Kalina mengajak ku makan siang. Ya untuk menghindari fitnah aku mengajak paman"


Byan langsung menghentikan aktifitas tangan nya. Ia sekilas melihat Exel yang berdiri dekat jendela sambil melipat kedua tangan nya. Byan berdiri, melangkah menghampiri Exel.


Plak..


"Aduhh, sakit paman"

__ADS_1


"Kau ini di ajari siapa? Bisa-bisa nya bawa-bawa kata-kata fitnah, hah?" Byan menatap tajam Exel, yang di tatap masih saja santai.


"Kan emang benar seperti itu, paman"


"Kau ini, udah gak prajaka saja bilang fitnah"


Byan berbalik, berjalan menjauhi Exel. Ia seperti Syok melihat keponakan yang sudah terbiasa dengan pergaulan barat bisa membawa kata Fitnah.


"Kenapa kamu minta paman untuk menemani? apa kamu sekarang gak suka wanita? suka sesama pria?"


"Ahh, pertanyaan bodoh apa itu paman. Aku normal, aku masih nafsu lihat wanita"


"Benar kah?"


"Ayo, nanti malam ke bar. Tapi paman juga mau main wanita"


"Sekali gak akan ketahuan"


"Kau ini, keponakan macam apa. Pergilah" Byan mendorong tubuh besar keponakan nya itu agar keluar dari ruang kerja nya.


"Nanti aku tunggu ya, paman"


"Iya, sekarang pergilah"


Exel pun langsung pergi dari sana. Kalina seperti nya mendekati nya, tapi Exel masih enggan membuka hati nya. Bukan membuka hati, tapi ia malas sekali menjalin hubungan.


Jam makan siang di mulai, saat Alexa baru keluar dari kelas. Ia melihat bahwa Reihan sudah duduk di meja nya yang terletak di ruang guru.

__ADS_1


"Mas, ngapain kamu ke sini?"


"Aku gak mau kamu makan sembarangan dulu. Ini tadi Mas ambilin masakan Mommy"


Terlihat beberapa guru memperhatikan Alexa sambil tersenyum. Ah, betapa uwu nya mereka.


"Yuk makan di luar, gak enak di sini sama yang lain nya"


Reihan pun hanya bisa mengikuti langkah kaki Alexa. Mereka berjalan menuju mobil reihan. Ternyata Alexa memilih untuk makan di dalam mobil berdua. Mereka sama-sama lahap makan nya, entah karena lapar atau masakan afifah yang terlalu enak.


"Mas, maafin aku ya"


"Maaf untuk apa?" jawab reihan sambil membereskan kotak makan mereka.


"Maafkan semua kesalahan ku, baik yang sengaja atau tidak"


Reihan menoleh, saat tau bahwa Alexa sudah menangis.


"Xa, jangan nangis. Mas maafin kamu, semua nya. Sudah ya jangan nangis lagi" Reihan memegang tangan Alexa, mengelus punggung tangan nya agar Alexa segera tenang.


"Bisakah kita mulai dari awal mas"


"Tidak ada yang harus di mulai lagi, xa. Karena kita sebelum nya tak pernah mengakhirnya"


Alexa langsung memeluk reihan sambil menangis, Lelaki yang saat ini ia peluk adalah lelaki baik. Bella benar, bahwa dirinyalah yang jahat. Jika saja Reihan tau apa yang ia lakukan, Alexa yakin bahwa reihan pasti sakit hati. Tapi kenyataan nya reihan tau semua nya. Ia tau Alexa sakit gara-gara Adam. Reihan tau siang biru Alexa menghadiri acara pernikahan Adam, Reihan tau semua nya.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2