Bumbu Cinta, 100% Halal

Bumbu Cinta, 100% Halal
Di Reject


__ADS_3

Sesampai nya di rumah, Exel dan El langsung duduk di halaman belakang. Meraka langsung membicarakan tentang bisnis. El ingin tau, sejauh mana Exel sudah mengenal bisnis.


Afifah sendiri sedang sibuk di dapur. ia membuatkan Susu untuk kedua lelaki nya itu.


Di sisi lain, Alexa dan Bella sedang berada di sebuah jalanan sepi. mereka duduk di atas motor seperti menunggu seseorang. Cukup lama, akhirnya seseorang datang, memakai motor.


Bella tercengang melihat sosok tampan, dan yang membuat Bella semakin kaget, saat pria tersebut berhenti di depan nya.


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


Bella masih terpaku, ia sungguh tak percaya dengan apa yang ia lihat.


"Maaf, terlambat Alexa"


"Tidak apa-apa Gus"


"Kok Gus sih, kan udah mas bilang. Panggil mas saja"


Bukan hanya Alexa yang jantung nya berdetak. Bella rasanya ingin sekali pingsan di tempat.


"Maaf ya, mas akhir-akhir ini sibuk."


"Gak papa mas" Alexa menunduk malu, begitu juga laki-laki yang berdiri di depan nya.


"Akhirnya, setelah sekian lama. Mas bisa melihat mu lagi"


Alexa memberanikan diri untuk menatap Adam. Bibir nya tersenyum. mereka saling memandang dan melempar senyuman. Sedangkan Bella hanya diam di sana, tidak di anggap.


"Ekhemm" Bella membuyarkan pandangan mereka.


"Oh.. iya mas adam, ini kenalin temen aku. nama nya Bella"


Adam menyatukan tangan nya di depan dada nya sambil tersenyum "Adam"


"Bella"


"Yasudah, saya pamit ya mas"


"Kok buru-buru sekali?"


"Gak enak, kalau nanti ada yang lihat"


"Yasudah, Hati-hati ya Alexa"


Alexa mengangguk dan tersenyum "Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam warahmatullah"


Bella menghidupkan mesin motor nya, lalu pergi dari sana meninggalkan Adam.


Sesampainya di rumah Bella, ia langsung meng intro grasi Alexa.


"Jujur deh Xa" Desak Bella.


"Hehehe.. aku udah hampir 5 tahun chattingan sama dia Bel, tapi jangan bilang siapa-siapa ya"


"Kok bisa sih"


"Dulu, waktu aku ikut pengajian. dia cegat aku di masjid. Minta nomorku. Aku girang, dan langsung aku kasih. Dari situlah kisah kami di mulai"


"Dari chattingan, jadi cinta? gitu maksud nya?"


"Tidak Bel, aku udah mengangumi nya sejak sangat lama. dia kan sangat tampan sekali. Mau dekati gengsi dong, cewek dekati cowok dulu. Tapi Allah sangat baik, dia yang mendekat ke aku" Alexa terkekeh. Namun, Bella langsung diam. ia merasa terpukul dengan omongan Alexa. Walau belum maju, ia seperti nya harus mundur mendekati Exel.


...****************...


Malam hari, setelah sholat isya. Exel baru sempat bersantai. Ia kini duduk di Balkon bagian depan, memandangi langit yang berkelip bintang.


Drrrtttt..


ponsel Exel bergetar, ia langsung meraih nya dengan malas.


28 panggilan tak terjawab Michella


109 pesan Michella


1 pesan dari Kelinci ku.


Exel langsung membuka pesan dari Sabrina. Sangking sibuknya, ia sampai lupa dengan Sabrina.


✉ ☺

__ADS_1


Hanya di balas dengan emoticon. Exel merasa kesal, baru kali ini ada cewek yang cuek kepada nya.


Exel pun menelpon Sabrina, ingin bicara banyak hal kepada nya.


tut


tut


Panggilan di tolak.


Bagai tamparan keras, Exel sangat kesal.


Drrrttt...


✉Ada apa om? jangan telepon ya, aku lagi kumpul sama keluarga


✉Ohh.. okey.


✉Kamu udah lulus ya?"


✉Belum om, masih kelas 2 SMA


"Astaga, masih bocah. Pantesan tetap kecil"


✉Sekolah di Mana?"


✉SMA Negeri 1 om, dekat sekolah SD"


✉Besok aku jemput ya, sekalian aku mau main ke rumah mu"


Sabrina yang membaca pesan dari Exel langsung merasa sesak di dada nya.


"Astaghfirullah"


✉Jangan om, nanti abi ku marah. di kira pacaran


✉Nanti aku bilang, kalau aku teman mu. tenang saja


Mata Sabrina melotot, begitu pemaksa nya dia.


✉Aku tidur dulu ya om, assalamualaikum


Exel terheran dengan kelakuan bocah, apa ini bentuk kelabilan abg Indonesia. Mungkin El tidak bisa mengerti, ini Indonesia, bukanlah Amerika tempat dia di besarkan.


Exel tak mengerti, bahwa di desa ini akan terasa tak baik jika laki-laki bertamu ke rumah perempuan hanya sekadar main saja.


"Apa apa sih kak?"


"Kamu ngajar di SMA ya?"


"Aku ngajar di SD kak, Bella yang ngajar di sana"


"Minta nomor nya Bella, cepat"


"Buat apa sih kak?"


"Udah jangan banyak omong" Desak Exel sambil berjalan mengekor di belakang Alexa


"Astagfirullah, iya kak. Sabar dikit dong"


Alexa menatap kesal saudara kembar nya itu, lalu menyahut kasar ponsel yang sedang di pegang Exel.


"Sedah ini" Alexa mendorong Exel sambil menyerahkan ponsel nya, lalu ia pergi dari sana. Exel heran, ada apa dengan Adik nya itu.


Alexa memang jutek kepada Exel, tapi biasanya tidak sejutek itu. Exel bingung sendiri, tapi ia tak mau ambil pusing.


Ia kembali ke kamar, sambil terus menelpon Sabrina. Namun nyata nya Sabrina mematikan data seluler nya.


"Mas Exel, sudah bibi bereskan koper nya. tapi kotak ini di taruh di mana?"


"Astagaa.. itu hadiah buat Alexa bi. Yasudah, biar aku kasih sekarang. Aku lupa kalau udah beliin dia kado"


"Buat bibi gak ada ya mas?"


"Hahaha... lain kali ya bi"


"Ihh.. mas Exel gitu"


Exel terkekeh, keluar dari sana. Bi Ijah memang seperti itu.


"Alexa" Teriak Exel. kali ini bukan hanya Alexa yang terganggu, El juga terganggu karena sejak tadi Exel terus saja berteriak.


"Alexa ada di kamar nya Exel. papa mohon jangan teriak-teriak. ini sudah malam"

__ADS_1


"Maaf pa, heheh"


Exel langsung berlari ke kamar Alexa, namun saat hendak membuka pintu Alexa, ternyata pintunya terkunci.


"Ohh.. ya ampun, anak ini"


Tangan Exel hendak mengetuk pintu, tapi ia malah mendengar Alexa tertawa, ia pun mengurungkan niat nya.


"Dia bicara dengan siapa?" Exel menerka-nerka, Kira-kira apa yang sedang adik nya itu lakukan didalam.


Di sisi lain, Alexa sedang tengkurap di atas kasur, dengan sebuah ponsel menempel di telinga nya. ia terlihat sangat asik berbicara dengan seseorang, ia tertawa sangat bahagia sekali.


"Sudahlah mas adam, jangan bicara lagi, perut ku sakit"


....


"Baiklah, selamat malam. Assalamualaikum"


...


Alexa memeluk ponsel nya, sambil memjamkan mata nya. Mungkin ini yang nama nya jatuh cinta, dunia bagai milik berdua.


"Mas Adam"


Alexa terjingkat kaget, jantung nya langsung berdetak dengan kencang.


"Kak exel" Mata Alexa melotot saat ia melihat sosok tegap sudah duduk di kursi meja belajar nya.


"Ohh.. nama nya Mas Adam"


"Kok kakak bisa masuk sih, kan udah aku kunci"


Exel melirik ke sebuah jendela yang sudah terbuka.


"Siapa mas Adam, anak mana? jadi apa dia" Goda Exel sambil terkekeh


"Jangan keras-keras, nanti papa dengar"


"Emang kenapa? papa gak bolehin kamu pacaran?"


"Bukan gitu, kan aku malu nanti papa sama mommy tanya yang macem-macem"


"Kamu sudah ngapain aja sama dia? Jujur" Entah kenapa Pertanyaan itu langsung terlintas di pikiran Exel.


"Sudah 4 kali ketemuan diam-diam kak, tapi jangan bilang mommy ya"


"Sudah berapa bulan kamu sama dia?"


"Hampir 5 tahunan kak. Tapi kami tidak pacaran, tidak bilang sayang, cinta dan lain-lain nya" Alexa tertunduk


"Hah? lima tahun, hanya ketemuan 4 kali?" Exel tidak percaya, ia menghampiri Alexa yang duduk di tepi ranjang "Jujur, kamu ngapain saja? kalau gak jujur aku bilang mommy, biar kamu di nikahkan sekalian"


"Sumpah kak, hanya ketemuan 4 kali. yang pertama saat aku mau kuliah, kami ketemuan di jalan sepi sana"


"Berdua saja?" Exel menatap Alexa dengan tajam


"Tidak, dia bawa teman nya"


"waktu ketemuan kamu ngapain?"


"Ya duduk bersama, tapi agak jauhan sambil mengobrol saja. Hanya sebentar, tidak sampai 1 jam" Alexa memandang Exel dengan mata berkaca-kaca. Exel tau, bahwa adik nya itu tidak berbohong.


Ayolah Exel, ini Indonesia bukanlah Amerika. Gaya pacaran disini juga tidak seperti mu.


"Besok aku mau ketemu sama dia, kalau tidak mau. Aku akan cari tau sendiri Adam itu siapa, aku datang langsung ke rumah nya"


"Tapi kak, dia besok gak bisa"


"Pokok nya harus bisa!"


"Lusa saja kak"


Exel tak menghiraukan, ia langsung keluar dari kamar Alexa. Sedangkan Alexa sangat bingung sekali harus bagaimana.


Ceklek, suara pintu terbuka, Exel masuk lagi ke kamar Alexa, membuat Alexa terjengkit kaget.


"Ini hadiah wisuda buat kamu, semoga sukses" Exel meletakan sebuah kotak di atas meja belajar Alexa, lalu pergi keluar.


Jika biasanya Alexa slalu antusias membuka kado, kali ini tidak. Ia benar-benar gelisah memikirkan Exel.


*****


Jangan lupa tinggalkan jejak ya, biar semangat!!!

__ADS_1


CREZY UP..


Terima kasih atas dukungan kalian


__ADS_2