Bumbu Cinta, 100% Halal

Bumbu Cinta, 100% Halal
Scandal


__ADS_3

Hari terus berlalu, sudah satu minggu lama nya Exel berada di Belanda. Sebelum kembali ke negara tercinta, Exel masih harus ke Amerika untuk beberapa hari. Pekerjaan begitu membuat nya sangat sibuk sekali, jangan kan menanyakan kabar keluarga, dia saja menggunakan waktu luang nya untuk tidur. Kalau tidak, sudah pasti kesehatan Exel akan terpengaruh.


Setelah sampai di rumah paman Jho. Exel langsung tidur karena dia sangat capek sekali, ia ingin istirahat seharian rebahan di dalam kamar, menonton televisi, bermain playstation, dan melamun masa depan yang ia inginkan.


"Exel! kemana handphone mu!" Tanya Paman jho yang terlihat sangat kesal sekali.


"Paman, mengagetkan saja" Exel mengelus dada nya, mungkin benar, dia kaget.


"Paman tanya, kemana handphone mu?" Jho masuk ke dalam kamar, berdiri di depan Exel yang terlihat semakin membenarkan posisi duduk nya agar lebih nyaman.


"Itu di atas nakas, paman" masih santai


"Zakir menelpon ku, sudah satu minggu kau sulit sekali di hubungi"


"Aku memang sengaja mematikan nya, paman. Hanya handphone bisnis ku saja yang aku nyalahkan"


"Cepat telepon Zakir, ada masalah tentang tanah mu di desa"


"Hah?" Exel langsung beranjak dari tempat duduk nya yang nyaman itu. Ia segera mengambil handphone ya dan menelpon Zakir.


Setelah tersambung, wajah Exel berubah kesal mendengar cerita dari Zakir.


"Kau harus pulang, xel. Cepatlah, sebelum semua nya jadi sangat riweh"


"Baiklah, paman. Dua atau tiga hari lagi aku sampai di sana"


"Hati-hati di jalan"


Exel langsung berganti pakaian dan segera berpamitan kepada semua orang. Exel tak pernah membawa koper jika ia berpergian. Ia hanya membawa tas ransel yang berisi pasport, visa dan dokumen lain nya.


"Hampir saja lupa" Exel menepuk jidat nya.


"Kenapa?"


"Paman Jho, bolehkan aku mengajak Rosalina?"


"Ke mana?"


"Ah, diakan sudah punya bayi. Aku ingin mengajak nya pergi berbelanja pakaian bayi untuk Alexa. Aku sudah janji akan membawakan hadiah untuk nya dan anak nya"


"Rosalina ada di bawah, ajak saja kalau dia mau"


"Oke, paman." Exel berlari menuruni tangga, menuju kemar rosalina, sepupu nya.


Rosalina di bawa begitu saja oleh Exel, memang nakal sekali dia. Rosalina yang baru saja selesai pumping Asi, tak sempat untuk sekedar ganti baju. Exel langsung membawa nya masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


"Kau tak pernah bisa berhenti menggangguku sejak kecil" Omel Rosalina


"Aku sedang buru-buru Bunga." Ucap Exel sambil menutup pintu mobil nya.


"Jangan memanggilku Bunga!" Sejak kecil, Exel slalu memanggil nya Bunga. Sehingga membuat Rosalina sangat kesal


"Di Indonesia, Rose itu bunga mawar. Cepat pakai sabuk pengaman, kita akan ngebut di jalan" Ucap Exel sambil tersenyum jahat kepada Rosalina


"Kau sekarang di Amerika, bukan di Indonesia. Awas kalau aku sampai muntah, aku pastikan muntahan ku akan tumpah ke baju mu"


Singkat cerita, mereka berdua sudah ada di sebuah toko perlengkapan bayi. Rosalina sangat menikmati berbelanja di sana. Sedangkan Exel hanya berjalan di belakang Rosalina sambil mendorong troly yang sudah hampir penuh.


"Belikan stroller, karena model stroller di sini sama di Indonesia berbeda"


"Terserah, pokok nya jangan membuat ku riweh saat di pesawat" Ucap Exel, yang pasrah.


"Carikan sesuatu juga buat Alexa" Ucap Exel tanpa memperhatikan Rosalina


"Kalau Alexa bukan di sini tempat nya. Biar nanti kita p


mampir ke toko lain nya"


"Ini kok wana pink Rosalina" Ucap Exel saat melihat sepatu dan rok berwarna pink yang baru saja di masukan oleh Rosalina ke dalam troly "Kan aku sudah bilang, anak nya laki-laki"


"Itu buat anakku" Rosalina nyengir "Kau kan belum membelikan apapun kepada Anak ku"


Exel cukup di buat kaget dengan nominal yang ia keluarkan siang ini. Setelah dari toko bayi, Rosalina membawa nya ke dalam toko brand terkenal.


"Aku akan membelikan Alexa Lipstik, pokok nya make up lengkap"


"Terserah kau saja"


Exel berjalan-jalan untuk melihat-lihat barang-barang yang di jual di sana, ia pergi ke arah sebuah rak besar, tepat di sana berjajar berbagai macam model dan warna tas. Exel menunjuk sebuah tas ransel berwarna merah muda. Lalu ia berjalan menuju rak sandal dan sepatu.


Cukup lama ia melihat nya, memilah mana yang paling tepat untuk ia beli. Akhir nya Exel mengambil sepatu warna hitam, dan sendal kerlip berwarna cream.


"Sepatu ini, biar bisa ia pakai untuk sekolah"


Walau hari ini berbelanja oleh-oleh sedikit menguras kantong nya. Tapi ia tak mempermasalahkan nya, semua oleh-oleh ini untuk orang tersayang nya.


"Mommy dan Papa kamu gak di belikan?"


"tas dan sepatu mommy sudah banyak, papa juga kemarin sudah aku belikan jas. Yang penting Alexa dan calon keponakan ku"


"Huh, kalau jauh gini aja akur. Kalau dekat pasti... "

__ADS_1


"Jangan sok tau, ayo cepat pulang"


Rosalina tak menyangka bahwa ia dan Exel belanja begitu banyak sekali, sampai jok belakang mobil penuh.


Sebelum ia bawa ke Indonesia, Exel mengurus semua pajak dan ***** bengek nya. Ia tak mau ribet nanti di bandara.


Singkat cerita, Exel sampai di Indonesia setelah ia berada di dalam pesawat hampir 24 jam. Ia sudah di jemput oleh orang suruhan Sanjaya. Setelah dari bandara, Exel langsung pergi ke desa tanpa mampir ke rumah sanjaya. Itu karena Exel sangat terburu-buru sekali.


Sore hari, Exel baru saja sampai di desa. Badan nya sangat remuk sekali hampir dua hari berada di perjalanan.


"Pak, tolong turunin semua barang-barang di mobil ya" Ucap Exel


"Siap, mas"


Di depan pintu, Afifah dan Elmenyambut Exel dengan sangat bahagia.


"Anak Mommy, ayo masuk."


"Mommy, papa" Exel memeluk afifah dan El bergantian.


"Kak" Alexa t iba-tiba keluar dengan perut yang sudah membesar. "Mana oleh-oleh ku"


"Kau ini, saudara datang bukan nya tanya kabar. Malah tanya oleh-oleh"


"Heheheh.. Jangan marah dong" Ucap Alexa sama nyengar-nyengir


"Semua hadiah itu untuk mu dan calon keponakan ku. Kecuali dua kardus warna merah. Itu punyaku, jangan di buka! bawa ke kamarku"


"Siap"


Alexa yang sudah sangat senang melihat banyak kardus yang berada di teras.


"Banyak sekali, mommy" Ucap Alexa


"Iya, ayo kita buka di dalam" Afifah dan Alexa terlihat antusias dan bahagia. Sedangkan El juga ikut duduk bersama mereka.


...****************...


"Exel" Zakir teriak memanggil nama keponakan nya itu sambil menaiki tangga.


Exel yang masih berada di alam mimpi pun tak mendengar nya. Tapi saat teriakan itu semakin keras, menembus gendang telinga. Exel pun harus meninggalkan alam mimpi nya dan kembali ke alam nyata.


"Astaga paman, aku masih capek dan ngantuk sekali" Exel semakin mengeratkan pelukan nya dengan guling.


"Xel, scandal ini ada hubungan nya dengan keluarga kekasihmu. Sabrina"

__ADS_1


Mendengar nama sang pujaan hati, Exel langsung segar bugar dan duduk menatap Zakir.


__ADS_2