Bumbu Cinta, 100% Halal

Bumbu Cinta, 100% Halal
Memberikan Hadiah


__ADS_3

Adzan dhuhur membuat tidur Exel terusik, mau tak mau ia membuka mata nya, karena ia sudah ada janji dengan petinggi desa. Exel pun segera mandi, lalu bersiap menuju ke kantor desa.


"Makan dulu, xel. Ini mommy buatin cookies kesukaan mu" Cegah Afifah saat Exel baru saja turun dari tangga tapi tidak menuju ke dapur


"Iya, mom. Exel mau keluarin mobil dulu"


Exel pun mengeluarkan mobil sport milik El, ia ingin memakai mobil tersebut dan memang Exel akan memakai nya jika berada di desa.


Makan siang hari ini hanya ada Afifah dan Exel. itu cukup membuat Afifah bahagia, karena biasanya ia makan siang sendirian.


"Jadi bisnis nya?"


"Jadi, mom. Doa kan lancar ya"


"Mommy akan doa kan, tapi jangan membeli tanah yang bermasalah"


"Siap, Mom. Exel sudah bawa notaris juga. Jadi jual beli ini sah dan tidak bisa di tuntut siapapun"


"Yasudah, habiskan makanan nya. Mommy sebentar lagi mau pengajian di masjid"

__ADS_1


"Mommy mau ikut pengajian juga?"


"Iya, kenapa?"


"Emm, ya gak pap sih"


Afifah mengejutkan dahi nya, biasanya ia cuek tak pernah menanyakan apapun tentang kegiatan siapapun.


Setelah menyelesaikan makan siang nya, Exel naik lagi ke lantai dua untuk berganti baju. Celana Jeans hitam dengan kemeja kotak-kotak biru langit menjadi outfit nya siang ini. Sepatu sport menjadi pilihan nya untuk melindungi kaki nya dari panas. Walau seharusnya Exel memakai baju formal karena mengingat dia pengusaha, ah, tapi orang kaya mah bebas.


Exel menuruni tangga sambil membawa sebuah paperbag besar. Ia membawanya pergi menaiki mobil.


Jadwal siang ini adalah bertemu dengan petinggi desa, bahkan Zakir sudah ada di balai desa berbincang dengan beberapa orang yang akan menjual tanah nya kepada Exel. Tapi, Bos hari ini belum juga datang.


"Di sini sudah jarak aman, Mudah-mudahan Mommy gak melihat nya" Gunam Exel sambil keluar dari mobil nya.


Cukup lama dia menunggu dengan gelisah, ia memandangi layar ponsel nya. Di sana tidak ada notif apapun.


"Mas, Exel"

__ADS_1


Exel menoleh saat seseorang memanggil nya, setelah tubuh nya berbalik, Exel melihat sosok gadis cantik tersenyum malu kepada nya. Dia memang cantik dari dulu, tapi saat ini Exel bisa mengkoreksi nya, bahwa dia semakin cantik dari sebelum nya.


"Ini hadiah yang aku janjikan kepada mu kemarin" Exel tersenyum, jujur saja ia tak bisa menyembunyikan rasa senang nya.


"Terima kasih, mas"


"Hemm" Mata Exel masih belum bisa berpaling dari wajah cantik tersebut. Namun, saat bibir tipis dengan warna peach itu terus tersenyum. Sial, Exel ingin sekali mengecup nya.


Bahaya!!!


"Yasudah, aku lagi buru-buru. See you next time kelinci" Exel mencubit pipi Sabrina yang sebenar nya tidak cubby, tapi berhasil membuat Exel gemas.


"Assalamualaikum" Seru Sabrina


Exel pun membuka kaca mobil nya, ia tersenyum lalu menjawab salam sabrina "Waalaikumsalam" setelah itu, Exel menginjak pedal gas, menuju ke tempat di mana ia seharus nya datang.


Sabrina berjalan, membawa paperbag besar yang pasti akan menjadi pusat perhatian banyak orang. Mau tak mau ia harus membawa nya ke masjid. Pengajian akan di mulai, ia tak boleh terlambat karena siang ini ia menjadi pembawa acara di sana.


Sabrina terus berjalan masuk ke area masjid, sengaja atau tidak. Sabrina berjalan melewati Afifah yang sedang duduk bersama beberapa bu ibu di halaman masjid. Sabrina yang sangat cantik itu sering menjadi perhatian banyak orang.

__ADS_1


Afifah tau, bahwa Sabrina adalah anak dari Ustadz Amir. Wajah nya cantik, persis dengan Ustadz Amir. Banyak orang yang kagum saat melihat wajah nya, apalagi di usia yang masih sangat muda, Sabrina berhasil menjadi calon menantu idaman banyak ibu-ibu.


Tunggu, mata afifah terfokus dengan sebuah paper bag yang di bawa oleh Sabrina. Afifah merasa bahwa ia pernah melihat nya sebelum nya. Tapi dimana?


__ADS_2