
Karena hari minggu, El mengadakan acara nya jam 9 pagi. Kini tamu-tamu sudah mulai berdatangan mengisi daftar hadir yang sudah di siapkan dj bagian paling depan. Dengan souvenir cantik berisikan sebuah masker kain batik, Satu botol sprei kecil hand sanitizer, dan satu set alat makan, Sendok, garpu, sumpit dan sedotan stanlis stell.
Tamu undangan mulai mengisi Bangku plastik yang sudah berjajar tapi di jalanan depan rumah El. Tak lupa tetap mematuhi protokol kesehatan, jaga jarak, memakai masker dan dilarang bersalaman.
Tepat di depan rumah El, sudah terpasang rapi dia panggung kecil. Yang satu buat pengajian, dan yang satunya lagi buat nanti acara siraman afifah.
Acara di mulai dengan pengajian. embacaan doa ini juga sebagai wujud pengharapan akan proses kehamilan dan kelahiran yang lancar, harapan kebaikan pada janin yang dikandung agar menjadi orang yang soleh dan solehah, serta permintaan atas perlindungan Tuhan kepada ibu hamil dan calon buah hatinya.
Dalam acara selamatan ini, doa yang dibacakan bersama biasanya adalah surat Al Qur’an Luqman. Ada juga yang membacakan surat Yusuf jika diketahui anaknya berjenis kelamin laki-laki, dan Maryam jika berjenis kelamin perempuan.
اللَّهُمَّ يَا مُبَارِكُ بَارِكْ لَنَا فِي الْعُمُرِ وَالرِّزْقِ وَالدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالْوَلَدِ اللهم يَا حَافِظُ احْفَظْ وَلَدِيْ مَا دَامَ فِي بَطْنِ أُمِّهِ وَاشْفِهِ مَعَ أُمِّهِ أَنْتَ الشَّافِيْ لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ وَ لَا تُقَدِّرْهُ سَقَمًا وَ لَا مَحْرُوْمًا اللَّهُمَّ صَوِّرْ مَا فِي بَطْنِهَا صُوْرَةً حَسَنَةً جَمِيْلَةً كَامِلَةً وَثَبِّتْ فِي قَلْبِهِ إِيْمَانًا بِكَ وَبِرَسُوْلِكَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ اللّهُمَّ طَوِّلْ عُمُرُهُ وَصَحِّحْ جَسَدَهُ وَحَسِّنْ خُلُقَهُ وَأَفْصِحْ لِسَانَهُ وَأَحْسِنْ صَوْتَهُ لِقِرَاءَةِ الْقُرْآنِ وَالْحَدِيْثِ بِجَاهِ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ
Artinya:
“Ya Allah Sang Pemberi Berkah, berkahi kami dalam umur, rezeki, agama, dunia, dan anak. Ya Allah Sang Penjaga, jaga anakku selama dia berada di perut ibunya, beri kesehatan pada dia dan ibunya. Engkau Sang Pemberi Kesehatan. Tiada kesehatan kecuali dari-Mu, tiada yang bisa mentakdirkan sakit dan bahaya. Ya Allah, bentuklah janin yang ada di perut ibunya dengan rupa yang baik, indah, dan sempurna. Tetapkan dalam hatinya keimanan pada-Mu dan rasul-Mu di dunia dan akhirat. Ya Allah, panjangkan umurnya, sehatkan jasadnya, baguskan akhlaknya, fasihkan lisannya, merdukan suaranya untuk membaca Al-Qur’an yang mulia dan hadits, dengan berkah derajat sang penghulu para utusan.”
setelah itu, afifah membaca surat yusuf, dan zakir membaca surat Maryam.
sekarang acara sungkeman.
Pertama-tama, Afifah berhadapan dengan El.
"Mas Ramdan suamiku, Maafkan aku jika slama ini aku menyakitimu tanpa sengaja. Maafkan aku agar nanti aku bisa berjuang melahirkan jiwa kecil yang ada di dalam perutku saat ini"
Afifah mencium punggung tangan El sambil menangis, El juga ikut menangis. ia langsung memeluk afifah dan mencium kening afifah.
Setelah itu Afifah dan El mencium tangan sanjaya, lastri dan bu zainab bergantian sambil meminta maaf.
Sanjaya dan bu zainab ikut menangis, saat melihat anak dan menantu nya itu menangis. Kecuali lastri.
Setelah itu, acara tersebut. dilanjutkan oleh prosesi siraman, Afifah yang sudah berganti baju, kini sudah duduk di panggung kecil yang sudah di hias klasik, satu persatu anggota keluarga mengguyur afifah dengan air kembang.
"Bu, pokok nya nanti kalau aku hamil, lalu acara tujuh bulanan nya harus besar juga seperti afifah" ucap Hilda, iri
"Yaiyalah nduk, kamu gak akan kalah sama afifah. buktinya pesta pernikahan mu lebih besar daripada pesta afifah disini kan."
__ADS_1
"Iya sih, tapi masih lebih mewah dan bagus pesta afifah di kota"
"Biarin, yang penting kalau didesa sini, kamu lebih sgalanya"
Author sudah lama tak memperhatikan mereka, nyatanya mereka masih saja iri kepada afifah..
Setelah acara siraman, Afifah berganti baju lagi. sedangkan para undangan di persilahkan menikmati hidangan yang sudah disediakan.
Makanan semua nya sudah terbungkus di sebuah kotak sterofom, jadi mereka tinggal mengambil dan memakan nya di kursi masing-masing tanpa perlu mengantri sana sini.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh" El tiba-tiba memegang mic dan berdiri di tempat tadi yang di buat pengajian.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh"
Semua orang yang sedang menikmati makanan kini fokus mereka teralihkan. sedangkan Afifah duduk di kursi samping Panggung, ia terlihat sangat cantik, memakai baju Kaftan Putih dengan jilbab coklat, serasi dengan el yang memakai celana cinos coklat dan baju koko lengan pendek putih.
"Saya ucapkan banyak Terima kasih kepada semua orang yang hadir, menyempatkan waktu nya untuk datang ke acara kami, dan ikut serta mendoakan istri dan calon anak saya"
"Mungkin saya bukan lah orang yang romantis, yang akan menyanyikan lagu untuk seorang istri yang sedang berulang tahun, Saya ingin mengucapkan Selamat Ulang tahun kepada istri tercinta saya"
Dan ini pertama kalinya ulang tahun afifah dirayakan seperti ini.
"Doa terbaik untuk istri cantikku, I Love You"
Kata-kata yang singkat namun mampu membuat afifah Sangat bahagia.
Semua orang bertepuk tangan, apalagi saat zakir membawa sebuah kue tart.
El pun menuntun afifah agar mendekat ke arah kue yang sudah di letakkan di dekat El bicara tadi.
"Tiup lilin nya sayang" titah El.
Afifah pun meniup lilin berbentuk angka 22 itu.
TIN
__ADS_1
TIN
TIN
suara klakson mobil, dengan tidak sopan nya berbunyi, membuat semua mata teralihkan.
Tak lama, Andi turun dengan cengengsan!.
"Fah, itu hadiah dariku" bisik El, membuat raut wajah afifah langsung berubah, yang tadinya sangat kesal dengan andi, yang merusak suasana nya. sekarang wajah itu terlihat sangat senang.
Semua lagi-lagi tepuk tangan.
"Terima kasih, silahkan dilanjutkan kembali. dan selamat menikmati hidangan"
El membawa afifah mendekat ke arah mobil berwarna Merah itu.
"Makasih mas" afifah berkelanyut manja.
"Sama-sama" satu kecupan di kening afifah
Lalu byan dan mira juga memberikan hadiah, berupa satu set perhiasan, caca juga memberikan sebuah lukisan foto El dan afifah saat menikah berukuran besar.
"Terima kasih" ucap afifah saat menerima semua hadiah itu.
"Ini dari papa" sanjaya memberikan sebuah kotak kayu berwarna coklat dengan ukiran klasik.
"Apa ini pa?" tanya afifah
"Itu kotak musik, dulu papa beli nya di Belanda waktu masih muda. Dulu kalau El di tinggal kakek dan nenek nya keluar negeri, El akan susah sekali tidur, jadi harus putar kotak musik itu"
"Astaga, papa masih menyimpan nya" ucap byan heboh
"Iya" sanjaya terkekeh "Itu barang antik, harga nya sangat fantastis sekarang. Jaga baik-baik, mesin nya masih bagus itu"
Afifah tersenyum lebar "Makasih paa"
__ADS_1
"Makasih ya pa" El juga berterimakasih, lalu ia memeluk afifah, ia sangat senang sekali, karena mama nya saat ini hanya diam, setidaknya tak merusak suasana.