
Exel kini tak sabar ingin segera sampai di rumah sakit tempat Sanjaya di rawat. Ya, kini Exel sudah menginjakkan kaki nya di negara tercinta, yaitu Indonesia.
Berbagai cara tidak pernah berhasil membuat nya kembali, bahkan afifah sakit pun dia kekeh tidak mau kembali. Dan pada Akhirnya, sebuah vidio yang memperlihatkan kan Sanjaya terkuai lemah di atas ranjang rumah sakit, berbagai selang dan beberapa perlengkapan medis lain nya terpasang di tangan, dada, dan juga hidung. Bibir Sanjaya terus memanggil nama Exel. Lalu di detik terakhir, Sanjaya marah besar kepada Byan dan juga El yang ada di sana.
"Kalian berdua anak durhaka, aku sehat dan aku ingin ke Amerika menyusul Exel"
Semua orang di sana nampak menangis, Lastri memeluk Afifah. Seperti nya hubungan mereka mulai membaik. Bahkan Caca, anak kesayangan Sanjaya pun tak bisa membujuk nya.
"Exel akan datang, opa. Opa harus nurut sama dokter ya. Malam ini juga Exel pulang"
Setelah mengatakan itu, Exel pun memutuskan untuk pulang.
"Paman" Exel langsung memeluk Byan yang duduk sambil memainkan ponsel nya di depan ruangan Sanjaya.
"Exel, cepatlah masuk" Byan membawa Exel masuk. Didalam saja semua sudah berkumpul.
Exel memandangi semua anggota keluarga besar nya, mereka semua duduk dengan wajah khawatir dan sedih.
"Opa" Exel langsung memeluk Sanjaya, mennciumi pipi dan tangan sanjaya sambil menangis.
"Kau sudah sukses, tapi kenapa kau lupa untuk pulang. Kau sudah tak suka kepada kakek mu ini yang selalu mendukung mu"
"Maafkan Exel, Opa" Exel menangis.
"Opa ingin sekali hidup satu atau dua tahun lagi, opa ingin melihat anak mu. Melihat anak dari cucu kesayangan opa. Tapi... "
"Opa harus sehat, gak boleh bicara seperti itu" Potong Exel.
__ADS_1
"Umur opa benar-benar sudah tidak banyak, xel"
Exel menangis kembali, merasa sangat bersalah kepada Sanjaya. Memang tiga tahun terakhir, Sanjaya slalu membahas pernikahan dengan Exel. Tapi Exel yang masih belum bisa move on itu kekeh tak mau menikah sebelum Sabrina hilang dari hati nya.
"Mau kah kau menikah, di sisa sisa waktu opa ini?"
"Exel akan menikah, opa. Percayalah"
"Tidak! uhuk uhuk uhuk" Sanjaya langsung batuk saat bicara dengan nada keras.
"Opa, opa jangan banyak bicara" Exel khawatir, El yang ada di belakang Exel langsung sigap mengambil kan air minum.
"Menikahlah hari ini, opa punya calon untuk mu"
"Tidak, opa. Exel tidak mau di jodoh-jodohkan" Tolak Exel langsung
"Kau ini memang bandel dan nakal sekali" El langsung menjewer telinga Exel, bagaimana bisa dia menolak langsung di saat genting seperti ini
"Emang nya kenapa kalau di jodohkan? hah?" Kini caca ikut mencubit lengan keponakan nya itu. "Kau ini sudah tua, yang nurut" Caca menuding Exel.
Exel sendiri merasa terintimidasi, expresi Exel saat ini seperti anak kecil yang ketahuan mencuri.
"Bibi caca, paman, papa. Bagaimana kalau gadis yang akan di jodohkan dengan ku ini punya kekasih, atau punya pacar. lalu bagaimana dengan pacar nya saat tau wanita yang ia cintai menikah dengan ku"
"Kau jangan hubungkan kisah mu dengan masalah ini" ucapan Byan terdengar pedas, tapi memang kenyataan nya seperti itu sih.
"Tidak, Exel tetap tidak mau"
__ADS_1
"Kau sulit sekali sih, mommy marah dan tak sudi mengakui mu anak!" Afifah seperti nya mulai jengkel dengan Exel.
"Anggap ini permintaan terakhir, opa"
SKAK MAT
Sanjaya mengatakan itu dengan nada pasrah. Sejenak Exel memandangi wajah semua keluarga besar nya satu-persatu dengan mimik wajah seolah meminta tolong. Tapi Alexa dan Reihan langsung berpura-pura sibuk dengan Ghani yang tidur di pangkuan Reihan. Lastri langsung membuang muka. Apalagi Afifah, dia langsung membuang muka kasar.
Terakhir ia menatap jihan, gadis itu malah tersenyum licik lalu menjulurkan lidah nya, membuat Exel langsung kesal dan merasa putus asa.
"Baiklah, opa. Tapi kalau tidak cantik, Exel tetap tidak mau"
"Papa tau ya kalau kamu sebenar nya menipu kami semua" El yang tau bagaimana Exel pun langsung angkat bicara
"Kami tau selera mu, dan kami gak mungkin menikahkan mu dengan wanita jelek. Kami semua juga memikirkan reputasi kami, cih"
Kali ini, Exel di buat tidak berkutik, mati gaya tak bisa membantah semua orang.
"Berjanjilah, kau mau menikah sekarang disini"
"Hari ini, opa?"
"Iya, menikah secara agama dulu. Yang penting sah dulu, biar opa bahagia"
Exel merasa seperti mendapat angin segar, bahwa ia menikah secara agama dulu.
"Oke baiklah" Exel langsung duduk dengan tegap kembali "Exel akan janji mau menikah sekarang. Siapa nama nya, biar Exel hafalkan ijab qobul nya"
__ADS_1
"Ini hafalkan" El langsung memberikan secarik kertas
Exel langsung membaca sebuah tulisan yang ada di kertas tersebut.