Bumbu Cinta, 100% Halal

Bumbu Cinta, 100% Halal
FLASHBACK 2


__ADS_3

Setelah makan malam, Exel langsung masuk ke ruangan kerja byan tanpa berpamitan kepada Sabrina. Bagi Exel, dia tidak ke mana-mana untuk itulah ia tak perlu izin kepada Sabrina.


Sedangkan Sabrina, setelah membantu membersihkan meja dan dapur bersama Afifah dan mira langsung menuju ke kamar nya. Ia pikir di sana sudah Ada Exel, nyata nya tidak. Sabrina bingung sekali kemana pergi nya Exel.


Di ruangan kerja byan, Exel tengah duduk di sebuah sofa sambil menyilangkan kaki nya, sedangkan byan masih sibuk dengan beberapa kertas.


"Ayolah, paman. Ceritakan, kenapa semua nya seperti ini"


"Kau kesini katanya ingin membahas perusahaan di perancis?" Byan masih setia memandangi kertas-kertas yang ia pegang.


"Tidak, aku ingin tau apa saja yang terjadi lima tahun ini" Exel rasa nya tidak sabar mendengar nya.


"Baiklah, kau mau tau dari mana dulu" Tanya Byan


"Dari awal" Jawab Exel cepat.


FLASHBACK ON


Karena sudah terlanjur menikah secara Sah, Sabrina akhirnya menjadi Janda setelah satu bulan kemudian. Sedangkan Salman, waktu itu juga langsung mengadakan Resepsi bersama istri nya. Sebenar nya itu resepsi Salman dengan Sabrina. Karena Sudah terlanjur menyebar undangan, akhirnya resepsi tetap di adakan, hanya mempelai wanita saja yang di ganti.


Beberapa bulan, saat Sabrina menjadi janda. Dia sakit, awalnya typus. Lalu setelah sehat, beberapa minggu lagi sakit lambung. Begitu seterus nya selama satu tahun secara bergantian. dan aktu Sabrina sakit, Zakir menjenguk Sabrina. Zakir melihat Sabrina semakin kurus, karena terus-terusan sakit. Ia sangat tidak tega sekali.


Setelah pulang dari puskesmas, Zakir menelpon Byan. Zakir menceritakan semua nya tentang Sabrina.


"Mungkin karena Exel" Ucap Zakir


"Mungkin karena Exel pergi dan ganti nomor" Sahut Byan dari balik telepon.


"Kamu benar, kak Byan. Zakir yakin mungkin Sabrina ingin menghubungi Exel tidak bisa, untuk itulah ia terusan sakit" Imbuh Zakir.


"Kasian sekali, sudah satu tahun berlalu. Kini Exel berada di Swiss, tak mungkin jika di suruh pulang"


Waktu terus saja berjalan, berbagai cara untuk merayu Exel pulang semua nya sia-sia. Bahkan Afifah sakit pun Exel tidak ingin pulang.


Sampai pada suatu hari, Ustadz Amir pergi ke rumah Zakir. Ia menceritakan bahwa ia ingin sekali bertemu dengan Exel.


"Dia ada di luar negeri, ustadz. Ada apa ya mencari Exel?"


"Bolehkah saya meminta Alamat nya yang di luar negeri. Aku sungguh ingin menyusul nya"


"Waduh, saya tidak punya, Ustadz. Yang pasti Exel sedang ada di Swiss"


"Apa kamu sungguh tidak tau hubungan Exel dengan Sabrina. Waktu penyerahan surat tanah, kamu juga ada di situ ya."

__ADS_1


"Iya, saya tau. Bahkan Exel juga menceritakan kisah nya dengan Sabrina kepadaku. Dia sebenar nya ingin sekali melamar nya, cuma karena kejadian yang di alami oleh mommy dan Alexa membuat nya sangat marah dan tak mau menjalin hubungan dengan keluarga ustadz."


Ustadz Amir diam.


"Dua wanita yang paling ia sayangi, sudah disakiti oleh keluarga yang sama. Itulah mengapa Exel bersikukuh tidak mau menjalin hubungan walau itu menyakiti hati nya."


"Aku tau, aku sudah menduga nya. Walau ini sangat memalukan, aku tetap akan mencoba memperbaiki hubungan ini perlahan"


Singkat cerita, ustadz Amir pergi ke rumah Afifah. Dia meminta maaf untuk kesalahan nya dulu dan juga kesalahan Adam. Afifah dan El pun keget setengah mati saat tau bahwa Alexa berhubungan dengan Adam.


Awalnya El sangat marah, dan menolak perdamaian ini. Tapi Afifah langsung menenangkan nya. Untung saja Zakir sudah membocorkan perihal ini kepada Afifah, jadi afifah sudah memikirkan nya jauh-jauh hari.


"Lihatlah Alexa, mas. Dia sudah bahagia dengan Raihan, sekarang tinggal exel saja. Kita juga harus pikirkan dia"


"Aku masih mau memikirkan lagi soal ini"


"Lagi pula, bukan kita yang datang kepada mereka"


El masih tetap tidak mau langsung menerima perdamaian ini. Ia pun curhat kepada byan langsung dengan marah-marah. Dan untung nya lagi Byan mengetahui hal ini sebelum nya.


"Sudahlah, el. Sampai kapan ini berlanjut. Pikirkan juga exel"


"Memang kenapa dengan Exel?"


"Biarkan saja, biar dia merasakan juga. Aku tak terima karena Alexa"


"Kau harus tau satu hal, el. Junior Exel tidak bisa bangun, dia hanya bisa berdiri tegak ketika melihat Sabrina saja"


Jederrrr


El merasa kaget, s*** di luar negeri memang lah bebas. Dia juga tau itu, tapi tak menyangka jika masalah ini merembet ke senjata masa depan anak nya.


Setelah satu minggu, El akhirnya memutuskan. Untuk menyudahi ini semua.


Di sisi lain, keluarga ustadz Amir tidak mengetahui ini semua. Hanya Sabrina dan Ustadz Amir yang tau semua ini. Bahkan istri ustadz Amir saja tidak tau.


Hubungan mereka menjadi baik, bahkan Afifah sering juga mengajak Sabrina masak di rumah nya. Tentu sudah dengan izin Amir. Lama-lama, kepergian Sabrina ke rumah Afifah menjadi bahan omongan semua orang. Karena Afifah tak mau omongan semua orang menjadikan Sabrina depresi, Afifah pun mengatakan kepada semua orang, bahwa Sabrina dan Exel akan menikah.


Keluarga ustadz Amir awalnya membantah nya, mereka juga marah kepada Sabrina yang diam-diam ke rumah Afifah. Namun, Ustadz Amir datang bagaikan pahlawan bagi Sabrina. Ia langsung marah kepada kakak nya.


"Sabrina adalah Anakku, apapun yang ia lakukan aku pun sudah tau. Dia sebelum nya sudah izin kepadaku, bahkan beberapa kali aku yang mengantarkan nya"


Hari itu ustadz Amir bertengkar hebat dengan kakak nya, ini di perlukan demi mencapai keinginan nya dan Sabrina. Ia ingin sekali memperbaiki semua nya, hubungan nya dengan Afifah sudah membaik, jadi ia tak mau di rusak hanya karena keegoisan kakak nya.

__ADS_1


Tak lama dari pertengkaran itu, kakak ustadz Amir pun datang menyampaikan lamaran dari seorang ustadz untuk Sabrina.


"Tidak, mas. Sabrina sudah memiliki calon suami." Tolak Ustadz Amir dengan tegas.


"Kenapa kau jadi seperti ini, mir? kau sudah di racuni oleh keluarga yang berambisi menjadi menantu kyai"


"Tidak, mas. Itu hanya prasangka buruk mas, aku yang melamar Exel untuk anak ku Sabrina"


"Kau sudah benar-benar membuat ku malu sekali, kenapa kau tidak pergi sekalian dari sini"


"Jika itu yang mas ingin kan, Amir akan pergi dari sini secepatnya"


Kabar ini langsung di dengar oleh seluruh warga. Ustadz Amir pun membawa istri dan Sabrina pergi dari sana hanya membawa pakaian mereka. El yang mendengar nya pun memberikan satu apartemen milik caca kepada ustadz Amir di kota untuk di tinggali. Awalnya ustadz Amir menolak nya, tapi El dan byan memaksa.


Ustadz Amir lalu bekerja mengajar ngaji anak-anak di apartemen tersebut. Dan bukan jadi rahasia umum, bayaran guru mengaji di kota sangatlah mahal, apalagi hampir tujuh lima persen anak-anak yang tinggal di apartemen mengaji kepada ustadz Amir.


Satu tahun berlalu, bukan hanya ustadz Amir, Sabrina juga ikut mengajar secara privat di kompleks elit pusat kota. Hingga mereka menjadi sukses bisa membangun rumah besar di desa.


Setelah dua tahun mencapai kesuksesan nya, ustadz Amir membawa kembali Sabrina dan istri nya untuk tinggal di desa, di rumah yang sudah ia bangun sendiri dengan kerja mengajar ngaji. Kini agensi guru mengaji ustadz Amir di terus kan oleh beberapa pemuda yang sudah menghafal al Quran dari yayasan yang di bangun oleh Adam. Hubungan ustadz Amir dan kakak nya sudah membaik, begitu juga hubungan Afifah dan Lastri.


FLASHBACK OFF


"Berarti kabar opa dan vidio itu di buat-buat ya"


"Mata loh, somplak! itu beneran, saat tau kau pulang kami pun langsung mengabari ustadz Amir"


"Lalu oma dan Mommy?"


"Saat opa lagi sakit, waktu itu bibi mu mira sedang menghadiri acara wisuda Jihan. Jadi tidak sengaja Oma yang panik memeluk Mommy mu, dan dari pelukan itu hubungan mereka menjadi baik."


"Ternyata, amukan opa waktu itu menjadi kan hubungan yang rumit ini berakhir. Bertahun-tahun paman mengurusi dan mengusahakan nya agar bisa di perbaiki akhirnya selesai juga. Perjuangan tidak akan sia-sia jika kita bersungguh-sungguh"


Exel masih diam, begitu banyak kejadian yang ia lewatkan.


"Bagaimana dengan junior mu? bisa berfungsi kah?" Tanya byan sambil terkekeh


"Heheh, sudah bisa paman. Sebentar lagi pasti beraksi, tenang saja" Jawab Exel dengan percaya diri nya


"Yasudah, ini sudah jam dua belas malam. Cepat tunjukan kegagahan mu"


"Tenang saja paman, kalau besok Sabrina masih bisa berjalan cepat. Jangan panggil aku Exel"


"Cihhh"

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2