
Setelah Makan malam, El memasang Infus di tangan afifah, karena dia sudah mulai kehilangan tenaga lagi.
"Lihatlah El pa, sepertinya dia sangat menyayangi dan mencintai afifah"
"Iya nak, Begitu besar rasa itu. hingga El memperlakukan afifah seperti itu"
"Aku janji pa, aku gak akan biarin mama atau Rania mengusik kebahagiaan adikku ini"
"Papa sangat sayang kepadamu Byan, kamu bisa jadi pelindung buat adik-adikmu"
"Semua ini tidak ada bandingan nya, dengan apa yang sudah papa berikan kepadaku"
Sanjaya tak henti-henti nya bersukur, melihat Byan yang mampu menerima dan tetap sayang kepada keluarga. walau ia sudah tau siapa dia sebenar nya.
Setelah dipasang infus, afifah merebahkan tubuh di kasur. dan ia langsung meminta El meninggalkan nya.
"Gak enak sama papa dan kak Byan mas, kamu temani mereka saja"
walau enggan meninggalkan afifah, namun pada akhir nya El pun mengalah dan melangkah pergi, menemui sanjaya dan Byan.
"El, kamu kok kesini" tanya sanjaya
El diam, seperti heran dengan pertanyaan sanjaya
"Afifah udah tidur? kamu tinggal?"
"Belum"
"Laaaa... kamu ini gimana sih El" omel sanjaya
"Afifah yang memintaku untuk bergabung sama kalian"
"Hmmm.. itulah El.... " perkataan byan teehenti saat teriakan afifah terdengar memenuhi rumah yang sunyi.
El langsung berlari, begitu juga sanjaya dan byan.
"Kanapa?"
"Hiks hiks hiks.. Sakit banget mas" afifah sudah kesakitan sambil memegangi perut nya
"Kita bawa ke Singapore El, kasian aku tak tega melihat nya" ucap sanjaya
"Gimana El? aku akan siapkan semua nya kalau kamu mau"
"Aku periksa dulu sebentar kak"
tak lama andi datang membawa beberapa obat.
"Pak ini tadi bu nanik lupa mau kasih obat ini"
semua menatap andi yang nyelonong saja tanpa permisi.
byan langsung menyaut dari tangan andi"
"Loo.. afifah kenapa?"
"Kamu diak dulu deh, daripada aku masukin ke dompet" omel Byan
"Gitu banget kak byan" andi manyun
"Ini disuntikin ke mana ndi?"
"Ke afifah pak, kecuali yang warna hijau dicampur ke infus nya"
"Kalian keluar dulu ya, aku mau suntik afifah" usir El.
__ADS_1
semua pun keluar, byan mengajak andi dan sanjaya untuk duduk di ruang tenga, sambil menunggu El.
"Tengkurap" titah El
setelah tengkurap, El menyuntikan melalu pantat afifah, lalu menyuntikan cairan lain ke infus afifah.
Afifah masih saja kesakitan, El ikut tidur disana memeluk afifah berharap rasa sakit nya hilang. sampai mereka berdua ketiduran.
Dasar El, bisa-bisa nya kelonan gitu.
byan menutup kembali pintu kamar El.
"Gimana El? tanya sanjaya, setelah byan menengok ke kamar El untuk memastikan keadaan afifah.
" Mereka udah tidur pa, kelonan pula" kabar ini byan sampaikan dengan sedikit kesal.
"Yasudah kak byan, pak Sanjaya, saya pamit pulang saja"
"Kok buru-buru ndi? gak mau nongkrong dulu?"
"Tidak pak, besok banyak sekali kerjaan. Pak el bisa ngamuk kalau aku lalai"
"Hmm.. yasudah hati-hati"
"Siap, Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
Andi pun keluar dari rumah El, ia langsung menuju rumah nya, karena ia benar-benar sangat capek sekali.
...****************...
Sesuai permintaan El, Lastri tak lagi menampakan diri di hadapan El.
Keluarga sanjaya mulai kembali tenang, pasalnya Lastri tak bertingkah.
Byan juga mulai beraktifitas seperti biasanya. Lastri yang sejak dulu sangat menyukai Mira, kini mereka semakin akrab, karena satu bulan yang lalu Byan dan mira memutuskan untuk tinggal di sana.
Bagaimana dengan El?
Masa Nifas afifah sudah selesai, kini El sibuk menyiapkan Promil buat afifah.
"Ini vitamin, kamu minum sebelum tidur atau setelah makan malam" El berbicara layaknya seorang dokter kepada Pasien nya.
"Dan ini menu makanan untuk satu minggu"
"Ihh... enggak, masa diatur sih mas. aku kan masak sesuai mood, kalau gak mood masak ayam gimana" protes
"Makanya dengerin dulu fah" mulai tersulut emosi
"Itu kan ada daging ayam, daging Sapi, Seafood, ikan laut, lalu berbagai macam sayur. Itu kamu pikirkan sendiri mau menu apa, yang penting dalam minggu ini semua kamu masak dan kamu makan. misal besok, ayam sama worter, buncis, jagung, atau sama apa gitu, jadi terserah mau kamu olah apa"
Afifah mulai mengerti "Kok jadi gini sih mas"
"Ini terus berlanjut sampai nanti kamu hamil lagi dan menyusui. Jadi aku mau, kamu dan calon anak kita makan makanan sehat, agar Gizi nya terpenuhi"
Emang gini ya derita punya suami dokter yang over protektif, apa-apa kesehatan, apa-apa gizi, huh...
"Kamu udah kan nifas nya?"
"Sudah sih dari kemarin" jawab afifah yang bberjalan menaiki tangga.
El tersenyum, ia langsung menggedong afifah ala bride style.
"Mass..." teriak afifah, ia kaget dan takut jatuh
__ADS_1
El hanya tersenyum.
"Mas, aku tau kamu pasti anu kan?"
"Anu apa?"
"Ya itu"
"Itu apa"
"Ihh.. tau aaa" kesal afifah
El tersenyum, ia sengaja menggoda afifah.
"Mas, sebenar nya aku takut. takut sakit" Ucap afifah saat El sudah merebahkan tubuh nya di atas kasur.
wajah El langsung berubah masam.
"Aku merasa, kalau perutku masih di aduk-aduk. aku takut mas, apalagi itu kamu.." afifah tak meneruskan kalimat nya.
"Kamu tega sama aku?"
"Jangan marah dong mas" afifah langsung memeluk El yang hendak berdiri.
"Katanya takut sakit, ini malah peluk-peluk"
"Kamu marah kan sama aku?" afifah melepaskan pelukan nya lalu memandang wajah tampan suami nya
"Enggak, mana bisa Nafsu aku kalau kamu ketakutan gitu, yang ada aku gak menikmati" El tersenyum
Plak...
"Auhhhhh" keluh El, saat afifah memukul bibir El dengan tangan nya
"Kamu lama-lama mesum sih mas, omongan nya juga gak disaring dulu"
"Hahaha... kamu kok malu sih, padahal aku yang mesum" goda El sambil tertawa terbahak-bahak
"Kamu nyebelin banget sih mas" afifah bangun, lalu mencubiti paha El
El terus mengaduh sakit, namun afifah terus mencubiti nya, bahkan kini mereka tertawa terbahak-bahak.
Tak lama kemudian, afifah jatuh tepat di atas tubuh El, mereka saling memandang lalu.
Cup
Dengan berani nya afifah mengecup bibir El, setelah itu ia segera bangkit dari atas tubuh el, lalu menutupi tubuh nya dengan selimut karena Malu.
"Kamu mulai berani ya, sini aku cium juga" el ikut masuk kedalam selimut lalu memeluk afifah dengan sangat erat.
"Aku ngantuk mas, jangan ganggu ihhhhh" afifah benar-benar sangat malu sekali.
El pun mengiyahkan nya, ia juga sepertinya sangat capek sekali. ia memaksa afifah untuk berbalik, dan el langsung menenggelamkan wajah nya didada afifah.
"Kelonin, baru aku tidur"
kini posisi El seperti seorang anak yang tidur memeluk ibu nya, Tak lama El sudah tidur, nafasnya sudah teratur.
Aku gak nyangka kita bisa seperti ini mas. dulu, dulu sekali kita bahkan tak saling pandang dan tak peduli. Aku bahagia sekali, sangat bahagia, ternyata kamu benar-benar mencintaiku. Terima kasih sudah hadir di kehidupanku.
Afifah menciumi rambut tebal El, ia sangat menyukai nya. Bagi afifah menciumi dan meremas rambut El sangatlah menenangkan..
**Segini ya gaes, Autjor gak bisa up banyak-banyak.
Karena suami author lagi camping, jadi anak kepegang author. Mau nulis udah capek, ide semuanya buyar.
__ADS_1
Terima kasih sudah mendukung, Jangan lupa tinggalkan jejak**