Bumbu Cinta, 100% Halal

Bumbu Cinta, 100% Halal
Om Om!!


__ADS_3

Acara selesai, kini para tamu menikmati hidangan yang sudah di sediakan. Alexa merasa lega, karena ia mengira bahwa Exel sudah lupa dengan permintaan yang ingin bertemu dengan adam.


Tetapi nyata nya dugaan Alexa salah.


"Aku tunggu di depan sana. Biar papa dan mommy tidak curiga. Cepat suruh pacar mu itu menemui ku"


"Bukan pacar kak, cuma dekat saja"


"Sudah sama saja"


Alexa pun segera mengirimkan pesan kepada adam agar menemui saudara kembar nya itu, Alexa juga memberikan foto Exel kepada Adam.


Exel terlihat duduk di sebuah kursi plastik di depan rumah zakir. Ia memandangi ponsel nya sambil terus tersenyum, entah apa yang ia lihat di sana.


"Assalamualaikum, kak Exel"


Exel mendongak, menatap laki-laki tampan yang berdiri di depan nya.


"Waalaikumsalam, siapa ya" Dasar Exel, gaya nya pura-pura tidak tau, padahal ia tau kalau itu pasti Adam.


"Saya Adam kak" Adam tersenyum


"Ohh.. Adam" Exel menjabat tangan adam "ayo duduklah" Titah Exel.


"Pintar sekali adik ku jika cari pacar"


Demi apapun adam sangat malu dengan perkataan Exel yang terus terang.


"Kamu umur berapa?" Exel memang bar-bar sekali, ngapain juga sih tanya umur segala, ohh yaa ampun...


"Saya 30 tahun kak"


_Astagaa Alexa. Kamu kok suka sama om, om sih_


Di Amerika, kebanyakan laki-laki dan perempuan mencari pasangan yang seumuran atau hanya selisih 2-3 tahun saja. Namun, akan kah Exel juga seperti itu, atau malah menjadi bumerang bagi nya. Menjadi om om yang suka sama bocah.


"Seharusnya aku panggil kamu kakak, aku sama Alexa se umuran, umur 23"


"Gak papa, kan kak Exel kakak nya Alexa"


Exel tersenyum, benar juga batin nya. Harus di latih dari sekarang, panggil kakak ke calon ipar, pikirnya.


"Kerja apa kamu? Guru juga kah?" pertanyaan nya sensitif sekali, semoga saja Adam tidak tersinggung.


"Iya kak, saya guru juga. Cuma ngajar di pesantren"

__ADS_1


"Ohhh.. " Exel mangangguk-angguk "Serius sama adikku?" pertanyaan Exel, singkat padat dan jelas, tanpa ada embel-embel basa-basi nya.


"In syaa Allah kak" kali ini Adam merasa berhadapan dengan Wali nya Alexa, bukan calon ipar nya.


"Lamar dia se cepat nya. Kalian kan sudah hampir lima tahun kan? Aku tau kalian sedang menjalani hubungan yang tak jelas. Jika tidak segera di serius kan, maka lepas kan adik ku. Aku tak mau dia sakit hati, aku tak akan menerima itu"


"In syaa Allah, saya sedang mengumpulkan modal buat melamar Alexa kak. Karna aku bukan lah dari orang kaya seperti keluarga Alexa"


"Tanpa mengurangi rasa hormat, tanpa merenggut harga diri mu sebagai laki-laki. Aku akan biayain semua yang kamu butuhkan untuk melamar adik ku, jadi kamu cukup siapkan diri dan bawa keluarga mu ke rumah"


Adam diam, ia mantap laki-laki yang jauh lebih mudah dari nya itu, namun terlihat sekali dia sangat berwibawa dan dewasa.


"Aku mohon jangan salah paham" Exel merasa tak enak, saat Adam diam saja, jujur saja dia hanya ingin membantu. "Aku hanya takut Alexa sakit hati, aku tak mau itu terjadi, aku tak mau dia terluka. Aku akan pastikan dia bahagia, di atas kebahagiaan ku"


"Terima kasih kak, sudah mendukung hubungan ku dengan Alexa" Ucap adam tertunduk


"kebahagiaan adik ku, adalah hal yang utama bagiku. Lebih utama daripada kebahagiaan ku sendiri."


Adam merasa beruntung memiliki calon kakak ipar seperti Exel, seperti nya ia harus benar-benar harus melangkah ke jajang lebih serius, apalagi umur nya sudah 30 tahun.


"Aku tunggu kabar baik nya brother" Exel menepuk bahu adam


"iya kak, doakan yang terbaik"


Exel pun tersenyum, lalu beranjak dari duduk nya "aku tinggal sebentar ya"


Exel lun melangkahkan kaki nya masuk ke dalam rumah, Alexa yang sejak tadi mengintip dari jauh langsung menghadang langkah kaki Exel.


"kakak ngomong apa saja sama mas adam?"


"tanya dia sendiri, sudah minggir. aku mau makan dulu" Alexa masih diam mematung, saat tubuh kekar Exel melewati nya begitu saja.


"Ohh iya xa" Exel yang sudah berjalan beberapa langkah, berbalik kembali. Alexa pun jadi takut "dia tampan sih, ku akui itu. tapi dia udah om om xa, kamu gak bisa ya cari yang seumuran gitu" ledek Exel,


"Kakak!!!" Alexa kesal sekali hendak memukul Exel yang menyebalkan itu, namun Exel sudah lari duluan. Alexa langsung mengejar nya.


"jangan lari-lari Alexa" cegah Afifah "disini banyak orang"


"Kak Exel, mommy" Alexa mengadu ke mommy nya.


"sudah, nanti mommy yang pukul dia. Kamu udah makan belum?"


"udah mommy"


"Kalau sudah, kamu kedepan ya. Bagikan suvernir buat orang-orang disana"

__ADS_1


"Hmm.. iya mommy"


Alexa pun berjalan lunglai, ke luar. Di sana masih ada Adam yang duduk bersama Zakir. entah apa yang mereka bicarakan, namun seperti nya sangat asik dan sesekali mereka tertawa bersama.


Saat Alexa berjalan di hadapan mereka, Adam dan Alexa saling melirik, dan lagi-lagi Zakir mengetauhi nya. Tetapi Zakir diam, ia tak menegur nya.


...****************...


Tinggg...


Ponsel Exel berbunyi, ia segera mengambil dan melihat siapa yang mengirim pesan kepada nya.


Mata nya langsung berbinar, saat ia membaca Satu pesan dari kelinci ku.


✉Udah sholat Dhuhur kak?


✉Emang udah dhuhur ya?


✉Sudah, ayo sholat dulu


✉oke, bentar lagi ya. Vidio call yuk kelinci, kakak kangen


Sabrina di seberang sana langsung ngeri saat membaca pesan Exel. Ini terlalu mesum untuk sekelas Sabrina.


✉aku masih sekolah mas, ini mau masuk kelas. nanti lagi ya, jangan lupa sholat. Assalamualaikum


✉iya kelinci ku, semangat belajar ya. waalaikumsalam


Sabrina memeluk ponsel nya. Jujur saja, Sabrina sejak dulu menyukai Exel. bukti nya ia terus memakai gelang yang di berikan oleh Exel dulu.


Namun, Sabrina tau bagaimana keluarga nya. Ia yakin, keluarga nya tak akan suka jika ia dekat dengan Exel. apalagi jika di lihat dari penampilan nya, Exel kurang Agamis.


Aku akan berusaha menjadi kan mu lebih baik kak. Aku tak mau, jika suatu saat nanti kamu akan melamar ku, abi tak akan menolak mu.


Aku yakin, kamu juga suka kepada ku, aku tau itu dari pandangan mata mu. Kau masih bersikap penyayang, sama seperti dulu. bukti nya, jika memang kamu tak suka dengan ku, tak mungkin kamu masih menyimpan foto itu.


Awalnya Sabrina takut, Exel lupa dengan nya. Kabar kedatangan Exel ke kampung yang sempat menjadi viral beberapa hari kemarin, membuat Sabrina gelisah. Tentu sudah bertahun-tahun lama nya Sabrina menunggu saat-saat ini.


Sabrina berdoa, jika saja dia dan Exel berjodoh. Maka buatlah Exel mencari nya, dan sekarang semua nya sudah terbukti. Exel terus mengejar nya, bahkan Sabrina sampai kualahan menghadapi sikap Exel yang terus memaksa kehendak nya.


...****************...


jangan lupa tinggalkan jejak.


hari ini author CREZY up.

__ADS_1


Terima kasih sudah mendukung author..


__ADS_2