Bumbu Cinta, 100% Halal

Bumbu Cinta, 100% Halal
SABRINA 4


__ADS_3

Aku masih menatap paperbag yang ada tulisan sebuah merk terkenal pemberian mas Exel. Aku penasaran sekali isi dengan isi nya. Tapi aku tak berani membuka nya, suasana di rumah ku saat ini sedang tegang karena Mas Exel. Aku bahkan tak berani keluar kamar, dan untung saja aku lagi halangan.


Cek lek..


Pintu kamar ku terbuka, ku lihat Abi berdiri di balik pintu tersebut. Beliau tidak tersenyum kepadaku, hanya muka datar yang beliau tunjukan, dan itu berhasil membuatku langsung takut, jantung berdetak kencang.


"Sabrina kok gak tidur? ini sudah malam" Tanya nya sambil melangkah masuk


"Sabrina tidak bisa tidur, bi"


Abi duduk di pinggir kasur ku. Memandangiku dengan seksama lalu bertanya "Apa hadiah dari Exel?"


"Sabrina gak tau, bi. Belum di buka" Aku semakin takut di buat nya.


"Apa kamu mau menyimpan dan memakai pemberian Exel?" Abi menatap ku dengan tajam, membuatku sangat takut sekali. Apa beliau marah kepadaku saat ini


"Jika abi mengizinkan, maka Sabrina akan menyimpan dan memakai nya. Namun jika abi tidak berkenan, biar nanti aku kembalikan saja"


"Pakailah, jika kamu suka dengan barang tersebut. Jika kamu merasa barang itu tak cocok, maka simpanlah"

__ADS_1


Aku langsung memeluk Abi ku, beliau benar-benar sosok Ayah terbaik di dunia. Ketakutan ku langsung hilang, saat beliau mengelus kepalaku.


"Sabrina sayang, abi"


"Abi juga sayang sama kamu. Yasudah kamu tidur ya"


"Iya bi" Jawab ku sambil ku lepaskan pelukan ku. "Apa paman dan umi marah kepada ku?"


"Tidak" Abi tersenyum kepadaku "Siapapun yang mau memarahimu, harus melewati abi dulu" sambung nya sambil tersenyum


"Abi, apa abi percaya sama Sabrina?"


"Iya, bi. Sudah mulai ada bimbel"


"Memang kapan kamu lulus?"


"Baru saja naik kelas tiga, bi. Kurang lebih eman bulan lagi"


"Baiklah, ayo tidur lah"

__ADS_1


Abi langsung beranjak pergi dari kamar ku. Jujur saja aku merasa bahwa abi sedikit marah kepadaku. bukan hanya abi, seperti nya yang lain juga marah kepadaku gara-gara masalah Mas Exel.


Aku pun memilih untuk langsung membuka paperbag dari Mas Exel. Aku terkejut saat melihat ada dua kotak berwarna hitam. Tutup kotak tersebut juga terdapat logo yang sama dengan paperbag tersebut. Ku kira, hanya paperbag nya saja.


Ku buka perlahan kotak tersebut dan saat terbuka aku langsung melotot. Flatshoes hitam simple cocok di pakai untuk sekolah.


"Bagus sekali," Aku langsung meletakan sepasang flatshoes tersebut di lantai, dan langsung ku pakai "MasyaAllah, pas di kaki ku"


Aku sungguh bahagia sekali, sepatu ini sangat bagus sekali. Ini pasti sangat mahal sekali. Ini benar-benar original merk terkenal, ada juga beberapa kertas bertuliskan bahasa Inggris seperti sebuah sertifikat seolah-olah menunjukan bahwa ini benar-benar Asli.


Kotak satu nya ku buka lagi, dan itu ternyata sebuah sepatu sandal yang sangat mewah sekali.


"MasyaAllah" Aku langsung mencoba nya, dan pas di kaki ku. aku yakin ini semua sangat mahal sekali.


Setelah itu, ku buka paperbag yang lebih kecil. di sana hanya ada satu kotak saja. langsung saja ku buka dan ternyata sebuah tas ransel.


"Ini simple sekali, tak terlalu mencolok. Cocok buat sekolah juga. Pantesan tadi mas Exel mengatakan untukku sekolah"


Aku memeluk tas tersebut, betapa bahagia nya aku saat ini. Tapi, Tiba-tiba aku teringat sesuatu. Di rumah ku suasana nya masih tegang. Malam ini aku memang selamat dari umi, bibi dan yang lain nya. Tapi aku tak menjamin nya besok pagi.

__ADS_1


__ADS_2