Bumbu Cinta, 100% Halal

Bumbu Cinta, 100% Halal
Cinta


__ADS_3

Sore ini el sudah membawa koper kecil yang akan ia bawa ke kota, sebelum berangkat el mampir dulu ke rumah afifah sekalian makan, hehehe..


setelah makan, el menghampiri afifah yang berada di kamar. kata bu zainab, afifah tidak keluar kamar lagi.


"Fah, aku berangkat dulu ya. besok jam 7 malam, jangan lupa lihat aku di stasiun TV X ya"


afifah mengangguk.


"Ya sudah, aku berangkat ya"


cup


El mencium puncak kepala afifah, sedangkan afifah sendiri tak bergeming, ia tetap duduk di tepi ranjang.


Ia baru bangun ketika mendengar mesin mobil el hidup, ia mengintip dari balik cendela, sampai mobil sport yang menjadi pusat perhatian semua orang itu menjauh dan tak terlihat lagi.


Kamu gak ajak aku mas, kamu pergi gitu saja. kamu pasti malu kan mau bawa aku. hiks hiks hiks...


Astaga... kenapa makin rumit sih. siapa yang salah coba kalau sudah begini!


...****************...


Badan afifah menjadi demam, entah apa yang sedang afifah pikirkan sekarang.


"Fah, kamu makan dulu. kamu pucet gitu" bi zainab datang membawa sepiring nasi goreng dan air putih.


"Sebenarnya kamu kenapa sih fah sama suami mu itu? kalau masalah nya sepele, kamu jangan berlebihan seperti ini dong. kasihan el"


"Iya bu"


hanya itu jawaban afifah, setelah itu ia mengambil piring yang dibawa bu zainab dan mulai memakan nasi goreng.


afifah menghabiskan satu piring nasi goreng yang porsi nya lumayan banyak.


Setelah makan, afifah mengambil HP nya dan membuka sosial media milik nya, sudah hampir 2 bulan ini ia tak aktif disana, pekerjaan juga ia stop sementara.


Afifah membuka profil el, ia melihat postingan el yang terakhir, yaitu foto nya yang manyun sambil mengiris pizza.


Foto jelek ku dia posting, benar-benar ya mas ramdan ini! buka aib istri!!


Namun kekesalan afifah itu terhenti, saat ia melihat caption yang el tambah kan.


My Wife❤


Tanggal ini, sepertinya kita belum pulang dari swiss. astaga, apa mas ramdan benar-benar sudah menganggapku istri? apa aku saja yang gak peka dan terlalu mengkhawatirkan diriku sendiri?


Tapi tunggu dulu!


Aku tak mau terburu-buru, selama dia belum mengatakan cinta, aku tak mau mempercayai nya, walaupun hatiku berkata harus menerima nya, tapi sungguh aku tak ingin terluka.


...****************...


Pagi ini, el bangun sangat siang, jam 9 pagi. setelah mandi, el pun turun kebawah, ia melihat bi sumi sedang menyajikan Spagetti untuk el.


"Bi, spagetti siapa itu?" tanya El kepada bi sumi


"Spagetti buat Mas El, tadi bibi waktu mau bangunin mas El, ternyata udah mandi, jadi bibi buatin spagetti"


"Hmm.. makasih ya bi" El tersenyum kepada bi sumi, setelah itu duduk di meja makan.


El pun menikmati spagetti itu, tak lama lastri datang dengan sangat heboh nya.


"El sayang" memeluk El dari samping, lalu menciumi pipi El


"Aduh, mama udah dong"


Kini El langsung kenyang, karena mama nya itu sudah merusak kenikmatan spagetti nya.


"El, istrimu mana? udah siang gini belum bangun?"


"dia gak ikut ma" jawab El malas


"Kamu bertengkar ya sama dia?"


"Kenapa dia?"


"Kalau dia keterlaluan, udah tinggalin saja"


El menghela nafas kasar, mama nya itu benar-benar merusak mood pagi nya.


"Tidak ma, El baik-baik saja kok. sudah ya, El mau ke kantor nya kak byan dulu ya"


El langsung pergi setelah mencium tangan lastri.

__ADS_1


Bisa gila aku disini, apalagi ada tante endang dan rani


El pun mengendarai mobil milik nya dulu,ia langsung pergi kesana sendirian.


sebelum sampai di kantor byan, El baru menyadari bahwa ada mobil yang mengikuti nya.


"Rania?" El melihat plat nomor mobil putih di belakang nya dari spion.


"Aku masuk ke Kantor papa saja dulu" gunam El lalu memutar balik haluan.


setelah masuk ke kantor papa nya, El pun turun dan langsung menuju ke ruangan sanjaya.


ternyata sanjaya masih rapat, dan terpaksa El harus menunggu nya.


El pun membuka HP nya, hanya ada notif dari grup saja. tak ada chat dari seseorang yang kini ia rindukan.


Aku harus telepon andi, agar mengawasi afifah. bagaimana nanti kalau ustadz itu datang ke rumah afifah atau mereka ketemuan diam-diam.


dengan cepat El pun langsung menelpon andi, andi yang tau itu langsung siaga dan menerima panggilan dari El.


.....


"Astaghfirullah pak, gak mungkin afifah begitu"


Astaga, cemburu nya berlebihan dan tak wajar sekali!


"Oke Pak siap, siap"


"Ku kira, hari ini aku bisa rebahan seharian, ternyata hari ini aku jadi Mata-mata dadakan" omel andi sambil beranjak dari posisi ternyaman nya di kasur.


Sudah 2 jam rania menunggu El, namun El tak kunjung keluar dari kantor polisi tempat sanjaya dinas.


aku akan tetap menunggumu El, hari ini aku akan menjelaskan semua nya kepadamu.


Jam 4 sore, rania melihat mobil El keluar dari sana. ia pun langsung mengikuti mobil tersebut. ditengah perjalanan, rania menyalip dan langsung memotong jalan di depan mobil milik El tersebut.


Rania dengan Percaya diri nya turun.


lalu sosok laki-laki berbadan tegap juga turun dari mobil yang di hadang oleh rania.


"Siapa kamu? berani nya menghalau jalan saya?"


Rania terkejut, melihat sosok yang bukan El.


"Kamu Rania Harahap kan?" Pemuda itu melihat rania dengan tatapan tidak suka


"Ohh.. aku tau, pasti kamu kira aku ini Elramdan, anak Komandan saya, mantan pacar kamu kan" jelas sekali dari nada nya pemuda itu meledek Rania


"Cihhh..."


"Sebaiknya anda singkirkan mobil anda dari hadapan saya, atau saya bikin viral?"


Rania mengeram, ia juga mengepalkan tangan nya karena sangat kesal dengan pemuda di hadapan nya itu.


Dengan wajah ketus nya rania pergi dari sana. didalam mobil ia terus mengumpat karena ia merasa tertipu.


Kau Jahat el, aku akan dapatkan kamu kembali. aku yang bodoh!! seharusnya aku sadar jika kamu yang terbaik, dari segi perasaan dan terlebih sekarang kamu sangat tajir dapat warisan dari nenekmu!!


Disisi lain, El sudah berada di studio salah satu stasiun TV, ia ditemani oleh kakak tercinta nya yaitu Byan, yang sekarang sudah duduk di kursi VIP penonton. Sedangkan di rumah besar sanjaya, semua sudah duduk di ruang keluarga menunggu Tayangan LIVE exlusif El.


"Pak El, kurang 5 menit lagi ya" ucap kru yang baru saja datang menghampiri el


"Iya mas, sudah siap kok"


Setalah MC membuka acara, El pun masuk ke atas panggung. dia terlihat sangat tampan dengan memakai Celana Hitam, kemeja Navy dan Jas Kebanggan nya, yaitu Jas dokter berwarna putih.


Di Rumah Sanjaya


"Ganteng nya anakku paa" heboh lastri


"Persis ya maa, kayak papa dulu" jawab sanjaya tak mau kalah


"Ih.. lebih gantengan El pa, papa dulu item. kalau El kan putih bersih"


Endang, Rani dan yang lain terkekeh mendengar nya.


Disisi lain, afifah juga tengah menikmati acara televisi yang sama, sendirian. Bu zainab dan Zakir sedang berkunjung ke rumah Paman Hanan karena beberapa hari lagi ada acara pernikahan Hilda.


Kau sangat tampan sekali mas, pantesan saja banyak wanita yang menginginkan mu. bahkan rata-rata yang berkomentar di setiap postingan mu pasti cewek.


afifah mendengarkan baik-baik mulai dari pertanyaan seputar sekolah El di luar negeri, Perjuangan nya menempuh pendidikan yang tak mudah, sampai motifasi dari El, semua bikin afifah kagum.


"Baiklah Pak El, Sekarang seputar Pasangan hidup"

__ADS_1


semua penonton di studio yang rata-rata mahasiswa bersiul.


"Lihatlah pak El, semua nya bersemangat sekali" goda sang pembawa acara.


"Baiklah, Bonus Hari ini untuk MC boleh memberikan saya 3 pertanyaan, dan penonton juga boleh, tapi 2 saja ya heheh" ucap El sambil tersenyum


"Waahh.. baik banget ya pak dokter satu ini"


"Oke pertanyaan pertama, ceritakan secara singkat mengenai pertemuan anda dengan sang istri"


El berpikir keras dengan pertanyaan ini, ia merasa sangat menyesal sudah memberikan 5 pertanyaan.


Jika tidak karena afifah merajuk kepadaku, tak akan kubiarkan semua orang tau tentang ini.


di seberang sana, byan sudah cengengesan, dan itu membuat El kesal kepada kakak nya.


Mati kau El!!! kau memberi kesempatan kepada netizen? hahaha.... pusing kan kau!!!


"Hmmm... jadi pertemuan kita sebenarnya gimana ya jelasin nya" El sungguh bingung mengucapkan nya


Ini lebih sulit daripada persentasi sidang skripsi.


"Aku pertama kali ketemu istri ku itu ya di puskesmas. dia dulu jualan Nasi bersama ibunya disana, karena disana susah cari makanan jadi, maka dari itu, aku slalu pesan kepadanya untuk makan ku sehari-hari"


"Ohh... jadi ini ceritanya dari masalah perut?" goda MC


"Hmm.. ya begitulah" El menunduk, di iyain aja, begitulah pikir El.


"Jadi gosip ya kalau yang dibilang ngerebut gitu?" tanya sang MC


entah mengapa Acara ini seperti beralih ke acara gosip, wmwkwkw


"Tidak benar!" jawab El tegas dan penuh keyakinan


"Oke deh, pertanyaan kedua. setelah menikah apa sikap istri yang tidak pak El sukai"


Haduh, makin sulit ini. kalau afifah lihat bisa-bisa dia makin marah sama aku.


"Gak ada sih, dia benar-benar Istri Perfect pokok nya. Nurut, pinter masak, sederhana, tak banyak gaya, intinya istri idaman, heheheh"


"Waah... beruntung nya ya pak, punya istri yang seperti itu"


"Oke pertanyaan terakhir, kenapa istri anda sekarang tak ikut? bertengkar kah?"


"Ohh.. tidak, dia sekarang lagi tak enak badan, jadi aku gak mau maksain dia untuk ikut" jawab El berbohong.


"Hmm.. semoga cepat sembuh ya Nyonya El. Mungkin ada yang ingin di sampaikan pak kepada istrinya?" tanya MC


El mengangguk "Sayang, jangan lupa makan malam dan minum vitamin ya, Your My Everything, Aku cinta sama kamu, sangat sangat mencintai mu. I Miss You sayang"


Jantung afifah terasa sesak, tangisan langsung pecah, tatapan mata El benar-benar terlihat jelas, bahwa itu ungkapan tulus dari dalam hati nya.


Afifah menangis, ia merasa bersalah telah mengabaikan El seminggu ini.


Maafkan aku mas, hiks hiks hiks...


Dirumah sanjaya, Rani, endang dan Lastri sangat kesal dengan pernyataan yang baru saja El katakan. meraka masih tidak menyukai afifah, bahkan mereka bertiga menuduh afifah mempelet El.


penonton di studio saling mengacungkan tangan, saat MC mempersilahkan El untuk memilih penonton yang beruntung bertanya langsung, mereka berharap dapat bertanya langsung mengenai istri El.


secara acak, El pun menunjuk salah satu mahasiswa yang memakai almamater berwarna biru.


"Hmm.. pak dokter, pernah tidak istri anda marah ketika bapak mendapat tugas dadakan, dan harus meninggalkan nya, misal di jam-jam malam begitu?"


"Tidak, dia tidak pernah marah dan menuntut ku harus begini dan begitu. dia wanita penuh pengertian, baik dan nurut."


Penonton kembali riuh, saat El sudah menjawab satu pertanyaan dari mereka. lalu El menunjuk mahasiswi berambut merah yang duduk tak jauh dari byan.


"Apa bapak tak takut, jika istri bapak itu, Maaf Matre pak? siapa sih yang gak kenal sama dokter El, dokter tampan dan terkenal cucu sultan?"


El tersenyum "Tidak, saya percaya dia bukan wanita seperti itu. dia tetap sederhana, sesederhana dulu sebelum menikah. bahkan baju, sepatu, semua saya yang belikan. bahkan saat kita berbulan madu kemarin, saya suruh dia belanja di Outlet Brand terkenal, dia hanya mengambil dua barang dan harga nya di bawah 50juta. bahkan perhiasan, berlian semua dia simpan, hanya di pakai jika ada acara saja, itupun saya yang menyuruh nya"


semua tepuk tangan, malam ini El berhasil menggambarkan afifah seorang istri Sultan yang sederhana, Wanita idaman semua pria.


afifah pun dirumah semakin merasa bersalah. ia langsung berlari ke kamar.


Maaf mas, aku sudah berprasangka dan tak mempercayai mu. Aku sudah mendiamkan mu.


Maaf..


I miss you too, cepat pulang ya mas, aku menunggu mu...


Itulah pesan yang di kirimkan oleh afifah kepada El.

__ADS_1


__ADS_2