
El sudah memegang pisau di tangan nya, tangan nya bergetar. Saat pisau itu ia goreskan di perut afifah, ia menangis seolah-olah ia merasakan perutnya yang tergores, Sakit sekali!
Bu nanik berada di samping El, memberikan arah kepada El, Bu nanik tau, kalau El sebenarnya sudah bisa melakukan nya. tapi melihat keadaan El, ia harus menuntun nya.
"Sudah terlihat pak, sekarang tinggal gores yang ini. ini yang terakhir" ucap bu nanik
El pun menggores nya dan kini ia melihat kantong bening yang membungkus anak nya. sudah bisa dilihat kaki dan tangan si bayi dari saya.
"pecahkan ketuban nya pak" titah bu nanik saat El hanya diam memandangi kaki dan tangan kecil itu.
El pun menjapit nya, sehingga kantong tersebut pecah. Cairan ketuban muncrat begitu saja, lalu dengan segera bu nanik mengambil alih, mengangkat kedua bayi tersebut karena El menangis.
Tangisan mereka membuat tubuh El langsung tegap, ia ingin sekali menggendong nya. namun bu nanik melarang nya.
"Karena mereka lahir prematur pak, mereka harus segera di bersihkan dan langsung masuk inkubator pak"
"Baik cepat lakukan!!!"
El kembali tersadar. ia segera membersihkan perut istrinya. lalu menjahit nya satu persatu agar darah tidak terus keluar.
"Salamat pak El, bayi bapak sehat mereka kuat dan kabar nya bapak mendapatkan bayi twins berjenis kelamin laki-laki dan perempuan"
El tak bisa membendung perasaan bahagia itu. ia langsung memeluk dan menciumi seluruh wajah afifah, didepan bu nanik. Lagi-lagi bu nanik menyaksikan nya.
Terima kasih yaa Allah, dibalik duka ada suka.
Terima kasih untuk semua nya.
setelah satu jam kemudian, afifah di pindahkan ke ruang rawat khusus. Pagi ini beberapa pekerja direpotkan menyiapkan kamar khusus untuk afifah dan baby twins El.
El juga datang ke ruangan bayi, tempat anak kembar nya itu berbaring di sebuah kotak khusu bernama inkubator.
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar
Asyhadu allaa illaaha illallaah
Asyhadu allaa illaaha illallaah
Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah
Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah
Hayya 'alashshalaah
Hayya 'alashshalaah
Hayya 'alalfalaah
Hayya 'alalfalaah
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar
Laa ilaaha illallaah
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar
Asyhadu allaa illaaha illallaah
Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah
Hayya ‘alashshalaah
Hayya ‘alalfalaah
Qad qaamatish-shalaah, Qad qaamatish-shalaah
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar
Laa ilaaha illallaah
setelah mengumandangkan adzan dan iqomah di telinga sang anak, El lalu meneteskan air mata nya. ia teringat dengan suasana duka di rumah mertua nya, afifah yang belum sadar bahkan El belum mengabari keluarga nya.
El menyiapkan air panas nya sendiri, karena andi masih riweh dengan beberapa perintah El. Setelah itu, El berganti pakaian, lalu menghampiri afifah.
__ADS_1
Dipandangi nya wajah pucat yang berbaring disana. sudah 2 jam berlalu, sisa 2 jam lagi pengaruh obat bius nya.
El benar-benar tak tega melihat sang istri yang terbaring disana. air mata nya kembali menetes.
Ia kembali teringat saat-saat berbulan madu, saat ini
keadaan memaksa nya untuk menggauli afifah, hingga tubuh nya menjadi candu untuk nya.
Cinta hadir entah kapan tepat nya, namun saat ini yang jelas ia sangat mencintai dan menyayangi afifah. Ia takut sekali kehilangan afifah.
Tak mau larut dalam kesedihan, El membuka HP nya dan mengirimkan sebuah foto baby twins nya kepada Byan, sanjaya, caca dan Lastri.
Alhamdulillah, El junior sudah lahir.
Setelah mendapat pesan itu, Sanjaya langsung melakukan sambungan vidio call. kebetulan semua orang ada di rumah.
📱 Selamat El
Teriak semua orang
📱Terima kasih, tapi El minta doa kan afifah supaya cepat pulih
📱Kenapa afifah?
Tanya sanjaya khawatir
📱Jadi ibu afifah meninggal,
📱Innalillahi, lalu bagaimana?
📱lalu afifah yang mendengar itu kaget pa. Detak jantung bayi lemah. Mau tak mau harus di operasi caesar pa, alhamdulillah bayi sehat selamat, dan langsung dapat cewek sama cowok
📱Alhamdulillah, papa doakan semua nya sehat.
📱Siapa nama nya el? lucu banget
📱Masih belum tau kak, nunggu afifah saja. takut nya dia udah siapin namanya
📱Uhhh.. kak el so sweet banget sih
Sanjaya, byan, mira dan caca heboh menanyai el, namun tidak dengan lastri. ia malah cuek masih tidak suka.
📱Papa juga bingung mau kasih kado apa buat cucu papa
📱Tak perlu apapun pa, kak, yang penting doakan afifah. kalau bisa kalian kesini ya. sekalian ke rumah afifah, kan lagi duka
📱Iya el, kalau kesana pasti. mungkin nanti malam saja berangkat nya. Bawa supir
📱Oke el tunggu ya, nanti el suruh bi lela siapin makan malam yang banyak
Setelah bercanda sebentar, menghibur el yang sedih, sanjaya mematikan telepon nya untuk mempersiapkan kepergian nya ke desa.
El membaringkan kepalanya di dekat afifah, tak lama ia juga tertidur di sana sambil memegang tangan afifah.
El terbangun, saat tangan yang ia genggam bergerak. El langsung bangun dan melihat sangat istri yang mulai membuka matanya.
"Sayang" ucap El sambil mengusap kepala afifah
"Mas ramdan" Afifah hendak bangun namun ia langsung berteriak "Sakit sekali mas" afifah meraba perutnya yang terasa ngilu "Mana anak ku mas, kenapa perut ku rata" afifah panik
"Tenang sayang, tenanglah" El menenangkan afifah sambil menciumi kening afifah
"Kamu sudah melahirkan fah, anak kita sehat. karena lahir prematur, jadi harus masuk ke ruang inkubator"
Afifah bernafas lega, namun tak lama mata nya terbelalak, sepertinya ia teringat sesuatu.
"Mas, ibu hiks hiks hiks" afifah menangis histeris
"Fah kamu jangan banyak gerak!"
Afifah terus histeris, akhirnya El menyuntikan obat penenang agar afifah diam.
"Jika banyak gerak, jahitan yang belum kering akan sobek sayang, kamu nanti tambah sakit" tutur El dengan lembut.
"Ibu sudah di kebumikan fah. kamu tenang ya"
__ADS_1
Afifah terus menangis, ia tak bisa melihat ibu nya untuk terakhir kali nya. itu adalah penyesalan yang sangat dalam.
Sore hari, zakir dan pak lek nya datang untuk memastikan kabar afifah. Afifah dan zakir langsung berpelukan, Sama-sama menangis.
"Jangan menangis mbak, cukup doakan ibu saja. tak ada guna nya menangis" ucap zakir
"aku tak ada di sana kir, hiks hiks hiks"
"Fah, sekarang kamu pikirkan diri kamu sendiri dulu, jika kamu seperti ini, kamu gak akan pulih. kasihan anakmu, dia juga butuh asi"
Sejenak afifah diam, ia teringat dengan anak nya.
"Mas, aku pengen ketemu anak ku. Anak ku laki-laki atau perempuan"
tak lama, andi datang membawa box bayi.
"Kembar" ucap pak lek dan zakir
Afifah tersenyum, memandang El "Cowok sama cewek ya mas" tutur afifah setelah tau kain bedong yang di pakai anak nya.
"Iya fah, kamu udah tau kan kalau anak kita kembar"
Afifah mengangguk "Maaf mas, bukan gak mau kasih tau. cuma aku pengen kasih suprise saja"
El tersenyum lalu mencium kening afifah "Gakpapa sayang, yang penting kalian semua sehat"
"Ya sudah, kamu pulang dulu ya El, fah" ucap pak lek
"Di rumah akan ada acara tahlil. jadi kami. harus bersiap juga" sambung zakir.
"Kir, apa kamu punya uang?"
"Punya mbak, kan zakir jualan"
"Mas, beri zakir uang untuk tahlil ibu" tutur afifah
El tersenyum dan mengangguk "Tentu saja" El merogoh saku celana nya lalu mengeluarkan semua uang yang ada di dompet nya, dan langsung memberikan nya kepada zakir "Besok aku kasih sisa nya. Kasih yang terbaik untuk ibu. jangan sampai ada makanan tak enak, atau kurang baik. semua nya harus serba enak ya kir. besok andi aku akan suruh antarkan uang nya"
"Tidak mas, zakir bisa"
"Terimalah zakir" ucap afifah
"zakir, terimalah. bukan kah El ingin membantu mu. dan ibumu juga ibu nya. Afifah juga anak ibu kan"
"Sudah, belanjakan semua nya, pastikan yang terbaik"
Slama ini, bu zainab tak pernah mau dikasih uang atau sekedar dibelanjakan. Jadi untuk biaya nya El ingin menanggung nya. lagian selama ini ia tak pernah membrikan apapun untuk ibu afifah.
Setelah zakir dan pak lek nya pulang, bayi twins afifah di letakan di samping kiri dan kanan afifah.
"Mas, mau dikasih nama siapa?"
"Kamu belum siapin nama nya?" tanya El
Afifah menggeleng
"Yasudah, bagaimana kalau Axel sama Alexa"
"Axel, Alexa" afifah berpikir
"Nama nya hampir sama sama kakek alexander"
"Oke, axel dan Alexa sayang nya Mama"
"Sayang nya papa juga"
El mencium pipi merah anak nya itu bergantian, lalu terakhir ia mengecup bibir afifah.
"Ayo, anak kita harus di inkubator lagi fah. gak boleh terlalu lama di luar" ucap El
dengan hati-hati El mengangkat tubuh kecil tersebut, walau masih kaku tapi El berhasil meletakan baby twins nya ke dalam box lagi.
**Alhamdulillah, bisa update lagi.
Jangan lupa tinggalkan jejak ya.
__ADS_1
Kalian bisa follow akun instagram author @ismaniyah._
Terima kasih atas dukungan nya ❤❤**