
Perlahan el membuka mata nya, ia melihat disamping nya udah tidak ada lagi sang istri. namun suara di kamar mandi membuat el tau, jika afifah berada di dalam sana.
El mendekat ke arah pintu kamar mandi, ternyata pintu nya sedikit terbuka. El pun langsung masuk dan melihat istri nya sedang berendam di dalam bathup.
"Huh, sakit sekali. ini merah-merah nya juga banyak banget lagi" omel afifah sambil memegang kaca berbentuk bulat, melihat leher dan dada nya dari pantulan kaca yang ia pegang.
El pun yang berniat mau menegur sang istri, ia wurung kan. ia masih ingin mendengar omelan sang istri. karena 6 bulan bersama, El tak pernah mendengar afifah mengomel.
"Apa dia gak sadar diri! ukuran nya benar-benar besar!"
"Dasar maniak! dia benar-benar seperti orang kesetanan, walaupun dia melakukan nya pelan tapi tetap saja sakit!"
El tidak marah, tapi ia benar-benar sangat gemas dengan istrinya itu.
Rasanya ingin sekali aku menggigit bibir nya!!
"Seharusnya dia sebagai seorang dokter tau hal ini, ini sangatlah sakit. tapi dia? dia tak melepaskanku! issh.. mana kalau di pegang sakit sekali. untung aku masih bisa jalan"
"Ini kapan hilang nya sih, setiap aku melihat ini, aku langsung teringat kejadian itu"
afifah terus memperhatikan satu-persatu tanda merah yang sangat banyak di leher dan dada nya dari pantulan kaca.
Lalu, tanpa sengaja afifah menangkap wajah tampan suami nya yang sedang tersenyum di kaca yang ia pegang.
"Masss" panik dan langsung menoleh.
El yang dari tadi sudah sangat gemas dengan istrinya itu langsung menghampiri dan jongkok di samping afifah.
afifah menelan ludah nya dengan susah payah, bagai maling ketangkap basah, ia benar-benar takut. dan jantung nya langsung berdetak kencang.
Sejenak El memandangi afifah, lalu ia dengan sangat kasar mengelumat dan menggigit bibir afifah.
tak lama El melepaskan ciuman nya, menatap kembali mata afifah dengan tatap sayu.
"Mas, aku mandi dulu"
El langsung masuk ke dalam bathup, menyerang bibir dan leher afifah, hingga pada akhirnya berakhir dengan... aaahh.. sudah jangan dibahas.
Walau El dengan kasar menciumi afifah, tetap ia tak pernah bersikap kasar dalam menggauli afifah. dalam hati nya El tak tega apalagi afifah mengaduh sakit. tapi walaupun seperti itu, El tetap saja melakukan nya.
Dasar laki-laki!!
...****************...
Pagi ini, el dan afifah sudah bersiap menuju kota zurich, el mengajak afifah pergi kesana untuk berburu oleh-oleh dan tentu nya Shopping.
Di pusat toko coklat, el memborong banyak sekali macam-macam coklat. afifah hanya mengekor di belakang el.
"Mas banyak banget, bisa-bisa mencret kita" ucap afifah sambil memandangi keranjang yang di teteng oleh el
"Swiss itu terkenal dengan coklat nya. jadi untuk oleh-oleh semua orang. Pak lek kamu nanti juga dikasih" ucap el lembut sekali
__ADS_1
setelah berbelanja coklat, el masuk kedalam mobil dan berkata kepada pak sopir untuk membawa mereka ke pusat perbelanjaan.
"Mas, kamu bisa bahasa apa saja sih" kepo!
"Bahasa Inggris, Indonesia, jerman, sama prancis"
"Masyaallah..." afifah kagum, yang di kagumi juga merasa senang.
"Mau belajar?"
"Enggak mas, bahasa Indonesia saja sudah cukup hehehe" cengengesan!
setelah sampai di sebuah Mall, el membawa afifah ke sebuah toko yang menjual barang-barang branded merk terkenal, afifah tau itu. namun ia memilih diam, dan mengikuti langkah kaki el. oh iya, mereka bergandengan tangan lo gaes hehehe..
"Pilihlah semua yang kamu mau, tas, sepatu, baju, assesoris, pokoknya yang kamu suka langsung ambil. aku mau kesana, cari jas" setelah itu el meninggalkan afifah disana.
tak lama, el sudah membawa 2 setel jas dengan warna yang berbeda. begitu juga afifah, ia sudah membawa satu pasang sepatu flat dan 1 tas selempang.
"sudah mas, ini saja"
el memandangi dua barang di tas plastik yang afifah tenteng "itu saja?" el menaikan satu alis nya
"iya mas, disini mahal-mahal"
"Kamu gak usah pikirin harga! ambil baju sekalian"
Afifah tak tau jika suaminya itu banyak uang.
Dia tak suka dibelanjakan barang-barang mahal ini! berbeda dengan rania, yang tak mau memakai produk lokal, mau nya import dan branded!
Sederhana ini, istriku!!
cup
el langsung mengecup bibir afifah, karena sangat gemas.
"Mas, ini tempat umum!" afifah lalu memperhatikan sekitar
"Ini bukan Indonesia fah, kamu berjalan telanjang disini, gak akan ada yang vidio in kamu. gak seperti warga +62"
Yaa ampun, el nyindirnya pedes banget. author juga merasa kesindir ini.
"Aku lapar mas, kita makan saja yuk"
"Yasudah, ayo. sini aku bayar dulu"
setelah membayar, el dan afifah keluar menuju ke restoran cepat saji. el benar-benar tak mau melepaskan gandengan tangan nya.
setelah makan, mereka kembali jalan-jalan ke beberapa tempat. seperti taman, bangunan-bangunan megah, sambil menikmati kuliner jalanan disana.
Malam hari, setelah menyempatkan sholat isya' di sebuah masjid. El dan afifah kembali ke hotel. karena besok mereka sudah kembali ke tanah air.
__ADS_1
El sibuk dengan ponsel nya, sedangkan afifah sibuk mem packing barang-barang nya. jika mereka berangkat dengan dua koper. sekarang berubah menjadi 3 koper dan satu kardus.
"Fah, sini" panggil El, afifah pun melihat sang suami berdiri di jendela kaca. ia pun menghampiri El.
"Lihatlah, pemandangan nya indah sekali" El menarik afifah, lalu ia peluk afifah dari belakang.
Jantung afifah berdetak dengan kencang, ia benar-benar tidak mengerti dengan semua perlakuan El.
Lalu tak lama, El membawa afifah mundur dua langkah, lalu El duduk di sebuah kursi dan menarik afifah sehingga afifah duduk di pangkuan nya.
"Mas, aku berat" afifah hendak bangkit. namun El mencegah nya.
"duduklah, kita nikmati pemandangan indah di depan kita" lirih El, suaranya berubah, bagi author suara El berubah menjadi sexi.
afifah benar-benar tak nyaman dengan posisi seperti ini. namun El sangat senang dan menikmati setiap detik kebersamaan mereka.
"Mas, ayo tidur. aku ngantuk. besok kita kan pulang"
"Sebentar lagi" jawab El, bukan nya menurut El malah memeluk afifah dengan erat.
Kenapa sih mas ramdan ini, lihatlah aneh sekali!!
"Mas, kak byan gak jadi kesini ya?"
"Enggak, mereka memilih ke Belanda" jawab El, ia melepaskan pelukan nya lalu memandang mata afifah "Kamu mau kesana juga?"
Afifah langsung memalingkan muka, ia benar-benar tau tatapan El itu.
"Enggak mas" afifah langsung berdiri dari pangkuan El "Aku ngantuk tidur dulu ya" afifah langsung pergi meninggalkan El, ia langsung masuk kedalam selimut.
El tersenyum, memandangi tubuh mungil afifah yang sudah tenggelam di bawah selimut.
Lucu sekali dia!!
El pun membuka akun instagram nya, lalu ia mengupload foto afifah yang sedang mengiris pizza sambil manyun. El tadi memotret nya tanpa sepengetahuan afifah.
My Wife❤ itulah caption yang El tambahkan di postingan nya.
bukan hanya rania, kini Rani juga ikut kesal melihat postingan El itu. mereka berdua tidak suka dengan hubungan El dan afifah, mereka berharap bahkan setiap hari berdoa agar El dan afifah berpisah.
kini El memandangi wajah polos afifah yang sudah tertidur. El ingin sekali mengecup bibir afifah, namun ia tak seberani itu. El takut menganggu sang permaisuri tidur.
Cantik! kamu sangat cantik sekali fah. walau tanpa make up gini!!
...****************...
Segini dulu ya gaes, author mendadak meriang. apalagi cuacanya dingin banget.
untuk novel ketika kehormatanku di pertanyakan, **masih belum bisa update secepat nya ya.
Jangan lupa tinggalkan jejak.. ❤❤❤**
__ADS_1