
Kenapa nama mu di ganti dengan Afrin? dan kapan kamu jadi janda? dan kenapa cerita nya jadi seperti ini?" Exel berjongkok di depan Sabrina sambil memegang tangan Sabrina
"Ayo jawab, kalau tidak ku makan habis saat ini juga"
"Pertanyaan mas Exel banyak sekali, Afrin bingung mau jawab yang mana"
Exel tiba-tiba langsung mencium Sabrina dengan cukup kasar.
"Nama mu Sabrina, aku gak mau nama Afrin."
"Tapi... "
Exel langsung mendorong tubuh Sabrina, lalu ia langsung menindih nya.
"Harus nurut, gak boleh bantah"
Sabrina menatap Exel, jantung nya berdetak kencang. Ia merasa takut dengan Exel
"Hahaha.. mas hanya bercanda sayang. Maaf" Exel bangkit dari atas tubuh Sabrina
"Bangunlah, ayo ceritakan semua nya dari awal" Exel menarik Sabrina agar duduk, dan setelah Sabrina duduk, Exel langsung meletakan kepala nya di pangkuan Sabrina.
"Mas Exel gak punya malu" Exel yang agresif tapi Sabrina yang menahan malu
"Mas lima tahun menahan semua ini, jadi mas sungguh tak bisa menahan nya lagi. Walau kita sudah sangat lama sekali tidak berhubungan, tapi mas tetap merasa dekat dengan mu seperti dulu" Jawab Exel
__ADS_1
Sabrina hanya diam saja, ia menatap Exel yang berada di pangkuan nya.
"Ayo ceritakan, mas gak sabar. Sihir apa ini, kok bisa semua orang berubah"
FALSHBACK ON
Kini Sabrina duduk di tepi ranjang nya, salma juga duduk di samping nya sambil terus memperhatikan Sabrina yang terus saja menangis.
"Apa kamu tidak mau dan terpaksa, sabrina?"
Sabrina tidak bicara, sudah setengah jam dia terus menangis tanpa berkata.
"Katakan kepadaku, jika ada laki-laki yang kamu cintai"
Bukan nya menjawab, Sabrina malah terus menangis
"Apa Gus Salman, juga punya wanita lain?"
"Iya, aku berjanji akan menikahinya. Tapi abi memaksaku untuk taaruf dengan mu, jika kamu menolak ku mungkin hari ini aku akan menikah dengan nya"
"Baiklah, aku juga ingin menikah dengan laki-laki yang aku cintai. Walaupun dia masih jauh dariku"
"Kamu jangan menangis lagi, Sabrina. Tidurlah, aku makan tidur di bawah"
"Tidak, tidurlah di atas. Lagi pula tak akan terjadi apapun"
__ADS_1
Salman mengangguk, malam ini Sabrina membagi kasur nya dengan Salman. Tidak ada yang terjadi malam ini, mereka hanya tidur pulas melepas semua lelah.
FLASHBACK OFF
"Lalu apa yang terjadi selanjutnya?" Tanya Exel saat Sabrina menghentikan cerita nya
"Ya kami datang ke abiku, kami bilang bahwa kami mempunyai seseorang di hati kami"
"Abi mu menerima begitu saja?" Exel bangkit, duduk sambil menatap Sabrina, tak percaya
"Abi menerima nya, tapi paman dan keluarga Gus Salman masih merundingkan masalah ini" Jawab Sabrina yang masih malu menatap Exel.
"Lalu, kenapa bisa kita ini tiba-tiba menikah?"
"Aku juga tak tau, mas" Jawab Sabrina sambil tersenyum "Kemarin lusa, abi membawa ku ke kota. Lalu kemarin malam bilang bahwa aku akan menikah dengan mu"
"Cihhh, kau juga di jebak ternyata"
"Apa mas Exel tidak bahagia?" Tanya Sabrina
"Tidak, sayang" Exel langsung menghampiri Sabrina lagi "Ini adalah hayalan mas yang sempat mas pikir tak akan pernah terjadi" Suara Exel berubah menjadi lembut dan lirih, ia terus mendekat ke arah Sabrina sehingga Sabrina langsung memejamkan mata nya.
"Sayang" Panggil Exel "Buka mata mu" Titah nya dengan suara bisik-bisik
Sabrina membuka mata nya, ia langsung menatap mata biru milik Exel. Sangat indah sekali.
__ADS_1
"Hiks.. hiks hiks" Sabrina tiba-tiba menangis sambil memeluk Exel.