Bumbu Cinta, 100% Halal

Bumbu Cinta, 100% Halal
Alasan!!


__ADS_3

Mata sanjaya memerah, otot-otot nya juga mengeras. Seperti nya sanjaya sangat marah.


"Dimana lastri bi?" tanya sanjaya


"Tadi Pagi bilang nya mau antar nyonya endang dan anak nya pulang tuan dan nyonya lastri belum pulang"


sanjaya masuk dan membersihkan diri, Byan juga datang kesana bersama istri nya, sanjaya juga sudah menceritakan semua nya kepada Byan.


Byan sendiri sangat marah.


...****************...


Disisi lain, Keadaan afifah semakin memburuk, sepertinya.


El sudah mondar-mandir sangat khawatir.


"Ya beginilah Efek obat nya pak. Pak El tau sendiri kan bagaimana reaksi nya. bapak juga tau kandungan obat tersebut"


"Iya bu, saya hanya takut tubuh nya tak kuat"


"InsyaAllah kuat pak, infus kan terus masuk sebagai tambahan tenaga"


"Ya sudah bu, biar saya yang tungguin. nanti kalau ada apa-apa saya panggil bu nanik lagi"


setelah bu nanik pergi, El mengelus puncak kepala afifah, sambil terus menyemangati afifah.


Jelas terlihat dari ekpresi, bahwa El sangat khawatir.


"Sakit gak sayang?"


"Enggak mas, cuma lemes saja"


El kembali membuka kain yang menutupi bagian bawah tubuh afifah. Tidak ada gumpalan-gumpalan darah, hanya seperti darah haid saja.


"Kalau sakit langsung bilang ya sayang"


afifah mengangguk, sedangkan El tak henti-henti nya menciumi kening afifah.


Afifah dan El sengaja, tidak mengizinkan Bu zainab untuk tinggal di puskesmas, afifah takut ibunya itu khawatir, pasti akan menangis terus. untung saja pernikahan Hilda bisa dibuat alasan, agar bu zainab tidak menemani afifah di puskesmas.


Di luar ruangan El, semua sedang bergosip. tentu bu nanik memberitahukan bagaimana perlakuan El kepada afifah.


"Bucin juga ya pak El, ku kira dia dingin juga ke afifah heheh"


"Ya seenggak nya dia sosok suami yang menakutkan sama kayak sehari-hari gitu... eehh ternyata"


"Beruntung ya afifah dapat pak El"


"Kebayang gak tuh, dimanjaain pak El di ranjang wkwkw"


"Pak El kan kebule-bule an, agresif enggak ya. hahaha"


"Dasar ya kalian, makanya cepet nikah biar gak halu terus wkwkwk"


Mereka semua mengobrol sambil membawa pikiran mereka masing-masing tentang El dan Afifah.


...****************...


Jam 7 malam, lastri baru saja pulang. sanjaya menyeret lastri dan langsung men-intrograsi lastri seperti maling.


"Gak usah ngeles deh ma, Bukti sudah ada yang dukun itu juga sudah mengatakan nya!!!"


lastri memandang sanjaya dengan tatapan tajam.


"Iya pa! Iya" laa, lastri malah marah

__ADS_1


"Mama emang gak suka sama afifah. Mama gak mau punya cucu dari Afifah. El adalah kebanggaan keluarga Alexander.. mama ingin El dapat wanita yang setara, atau seenggaknya berpendidikan. Bukan malah sama Anak kampungan miskin itu"


Sanjaya berbalik dan langsung menampar Lastri.


"Kamu lupa siapa dirimu? Ibuku juga tidak menginginkan mu sebagai menantunya. Tapi lihat, dia tak pernah memisahkan kita dan menyayangi semua anak-anak kita"


Lastri langsung diam, begitu juga byan yang mendengar semua nya dibalik tembok, byan juga tak menyangka papa nya berbicara seperti itu, namun tak bisa disalahkan sepenuhnya, mama nya sendiri sudah sangat keterlaluan.


"Afifah gadis baik-baik, walau miskin! dia punya moral yang tinggi, istri nurut setia dan tak banyak nuntut"


"Jadi sekarang kamu menyesal pa?"


"Ya, aku menyesal!!! selama ini aku mempertahankan semua nya demi Anak-anak!!"


"Walau Byan bukan anakku, Tapi lihatlah aku menerima nya, bahkan ibuku juga memberikan dia warisan, ibuku menyayanginya walau dia tau dia bukan keturunan keluarga Alexander"


tubuh Byan langsung bergetar mendengar nya.


"Papa?" Byan langsung memanggil papa nya.


"Byan?" seketika badan sanjaya melemah, melihat sosok laki-laki tampan yang berdiri di depan nya sambil menangis.


"Byan, jangan salah paham. papa akan jelaskan Byan"


"Pa, Byan anak nya siapa?"


"Byan, mama akan jelaskan. ayo duduk dulu nak" titah Lastri.


"Dulu mama dan papa baru menikah, kami LDR an. 6 bulan kemudian mama kamu memberitahu bahwa dia hamil. padahal papa sudah satu tahun tak pulang."


"Papa kaget, dia adalah mantan pacar mama kamu di kampung. papa pun memilih untuk melepaskan mama, dan papa menghampiri ayah kamu dan dia mau tanggung jawab."


"Saat papa hendak mengurus surat cerai, mama kamu menelpon, memberi kabar bahwa ayah kamu meninggal karena bertengkar dengan sesama teman pemabuk nya"


"Papa yang masih sangat menyayangi mama mu, akhirnya memilih untuk mencabut berkas perceraian di pengadilan agama"


"entah apa yang membuat mama mu sejahat ini. Atau mungkin memang aslinya seperti ini. jadi dia takut bahwa afifah sama seperti nya".


Byan masih diam, ia menangis.


Mungkin sifat Byan yang suka bermain perempuan, dan mabuk-mabukan adalah turunan dari ayah kandung nya.


"Byan, kamu tetaplah anak Papa" sanjaya memeluk Byan "Selamanya menjadi anak papa, jangan ada jarak diantara kita, kamu tetaplah anak papa, anak tertua sanjaya"


"Terima kasih atas semua nya pa, walau bukan anak kandung papa, papa memberikan semuanya kepada Byan. mendukung semua cita-cita Byan"


"Iya nak, kamu anak yang sangat baik, dan penurut. walau El mendapat banyak sekali harta, tapi kamu tak pernah sedikitpun iri"


"iri bukanlah sifatku pa, Byan sendiri lebih suka menghabur-hamburkan uang hasil keringat Byan sendiri, rasanya lebih nikmat heheh" inilah yang membuat sanjaya sangat menyayangi Byan. bukan hanya menjadi anak yang baik, dia juga tak pernah berlarut-larut dalam kesedihan, sejak kecil.


"Papa minta kamu jangan ceritakan kepada el dan adikmu caca ya byan."


"Tapi mereka berhak tau pa"


"Papa mohon"


byan mengangguk dan menangis, ia sangat terharu sekali dengan semua perlakuan sanjaya.


"Terima kasih sekali lagi pa"


...****************...


"Sudah hampir 10 jam tapi belum juga bereaksi bu"


"Jika 24 jam belum juga bereaksi, terpaksa harus di kuret pak"

__ADS_1


El menghela nafas berat, ia sungguh tak tega jika afifah harus di kuret. ia menghampiri afifah lalu mensejajarkan wajah nya.


"Kamu pengen makan apa sayang? kamu harus makan lagi, biar bertenaga" suara lembut El benar-benar membuat wanita setua bu nanik baper.


"Enggak mas, aku capek kayak gini terus. mending kuret saja."


di depan bu nanik, El menciumi pipi afifah "Kuret itu sakit sayang, Aku gak tega"


"Dari pada aku seperti ini terus mas ramdan, tersiksa.. tubuhnya tak bertenaga"


Apa pak El gak menganggapku ada ya.


Bu nanik memandangi kedua insan yang sedang bermesraan di depan nya itu tanpa malu.


namun saat ia memandangi afifah dengan intens, ia melihat sesuatu, yang membuatnya panik.


"Pak, tubuh nya mulai berkeringat"


El yang sedang mengelus tangan afifah pun langsung terjangkat kaget.


"Tubuh berkeringat tanda-tanda akan bereaksi nya obat pak"


"Mas ram, Panas" suara afifah lemas


"Bu, kok Badan nya langsung panas?" tegas El.


"Iya pak, jika ada baju tipis sebaiknya pakai baju tipis. atau lepas semua nya, pakai kain ini saja sementara untuk menutupi tubuh nya. takut merambat ke yang lain"


tanpa menjawab, El mengambil kemeja berwarna biru milik nya di laci meja nya. lalu membuka semua baju afifah serta bra afifah. Dengan sangat telaten El mengganti baju afifah.


Gak hanya berwajah cantik, tubuhnya juga sangat indah sekali.


"Bu, tolong kunci pintu nya. saya gak mau ada yang masuk dan melihat afifah seperti ini"


"Iya pak"


Astaga pak El, segitunya banget takut orang melihat tubuh afifah.


"Sebentar saya periksa"


"tunggu" cegah El saat bu nanik hendak membuka kain yang menutupi bagian bawah tubuh afifah "Kenapa dibuka?"


"Saya mau lihat darah nya pak"


"Biar saya yang lihat"


Ini pak El gimana sih, aku ini ibu-ibu bukan bapak-bapak. lagian kalau kondisi seperti ini sudah biasa di alami setiap wanita.


mungkin nanti jika afifah melahirkan, Pak El yang akan membantu, segitu nya banget!!


"Masih darah biasa"


"Warna nya gimana pak?" tanya bu nanik


El pun mencolek darah afifah di underpad.


"Masih normal pak, jika warna nya merah terang, kita harus segera lakukan Kuret"


"Aaahhh... mas... Hiks hiks hiks" teriak afifah..


Bersambung....


Maaf ya gaes, author bisanya update malam.


kalau pagi repot banget.

__ADS_1


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK


__ADS_2