
El mengayuh sepeda nya dengan santai menuju rumah nya. ia melewati jalan tembusan, karena itu akses terdekat. jika melewati jalan utama harus berputar melewati jalan besar.
namun di tengah-tengah perjalanan, ia melihat afifah bersama seorang laki-laki. awalnya El kira itu adalah ustadz amir, namun saat semakin dekat ternyata itu bukan lah ustadz amir. El pun awalnya cuek, namun saat semakin dekat El melihat jelas wajah afifah seperti ketakutan. tanpa di sangka, afifah langsung berlari menghampiri El.
"Pak, tolong aku" lirih afifah
"ada apa ini?" ucap tanya El dengan sangat ramah, memandang laki-laki tersebut.
"Kamu jangan ikut campur. kamu juga bukan orang asli sini. jadi jangan macam-macam" jawab laki-laki itu dengan begitu tengil nya
"yasudah, ayo pulang fa. aku akan mengantarmu" El pun menuntun sepeda nya.
"aku bilang jangan ikut campur" bentak laki-laki itu sambil menarik tangan afifah kasar
"Mas Adi" teriak afifah.
El pun mendekat dan langsung menghempas tangan Adi, sehingga genggaman Adi di pergelangan tangan afifah terlepas. mata Adi pun melotot dan merah.
El langsung menarik afifah "dia calon istriku! jadi jangan macam-macam"
afifah terdiam
"Kau" adi menuding wajah El
"Apa kamu gak malu? setelah di tolak masih saja gangguin dia?" El pun langsung menarik afifah dengan tangan kiri nya. sedangkan tangan kanan nya menggandeng sepeda nya.
Adi langsung diam di tempat "Jadi benar rumor mereka pacaran?" lirih adi "Aaaahhh... Berensek!" teriak adi sambil mengancak-acak rambutnya.
setelah cukup jauh, afifah pun pamit kepada El untuk pulang sendirian. dan El pun hanya mengangguk.
"Gak tau Terima kasih" batin El
karena El cuek, ia pun langsung masuk dan makan bubur yang tadi ia beli di pasar. sementara afifah, walau sudah 30 menit berlalu, jantung nya masih saja berdetak kencang. bukan karena di hadang oleh Adi, namun karena El dengan berani nya mengatakan kalau dia adalah pacar nya.
sore hari, andi berada di rumah afifah. ia terlihat meneteng sebuah rantang. setelah itu, andi membawa nya ke rumah El.
"Pak, ini dari afifah. katanya Terima kasih sudah menolong nya tadi" ucap andi kepada El setelah masuk ke rumah El
El terdiam, memandang sebuah rantang putih dengan motif bunga-bunga tersebut. "yasudah, bilang ke afifah Terima kasih"
__ADS_1
"iya Pak, emang bener ya tadi dia di hadang sama Juragan Adi?"
"iya. pasti kamu habis bergosip ya" tebak El
"enggak tadi afifah cerita"
"hmm... " karena El sangat cuek ia tak menanggapi dan tak memikirkan lagi masalah tadi.
___
afifah terlihat berbaring memeluk sebuah guling. ia masih memikirkan kejadian tadi. namun sebuah senyuman terukir di bibir nya.
"kenapa dokter El bilang aku calon istrinya. apa jangan-jangan dia suka beneran kepadaku?" wajah afifah langsung merah ia merasa sangat malu sendiri. hingga perlahan-lahan ia mulai terbawa ke arus mimpi.
pagi hari, afifah tengah berada di kebun milik pak lek nya. seperti biasa, afifah menggunakan baju tertutup agar matahari tidak membakar kulit putih nya.
karena hanya menyemprot tanaman cabe saja. jam 10 siang afifah sudah kembali ke rumah nya. satu jam lebih cepat dari biasanya.
"bu.. kok banyak banget?" tanya afifah setelah melihat porsi makanan yang di masak oleh ibu nya lebih banyak dari biasanya.
"sebentar lagi jam makan siang, tadi ibu ketemu andi. ibu sampaikan kalau nanti ibu anterin makanan buat dokter El. tanda Terima kasih sudah nolongin kamu"
"gakpapa"
"yasudah, afifah mandi dulu"
"hemmm" jawab bu zainab
setelah membersihkan badan, afifah sibuk memilih pakaian. ia ingin tampil cantik, sama seperti waktu saat afifah hendak bertemu ustadz amir. ya mungkin kejadian kemarin membuat afifah GR. meski afifah sudah menyingkirkan nya. tetap saja perasaan tidak bisa di bohongi kan.
Cacing di perut El sudah berunjuk rasa di dalam. El melangkahkan kaki nya untuk kembali keruangan pribadi nya. namun saat hendak belok, ia melihat afifah duduk dengan memangku sebuah rantang, dan rantang itu milik El.
"ngapain kamu kesini?" tanya El stelah berdiri di depan afifah.
afifah yang sedang fokus dengan HP nya pun kaget dengan kedatangan El "pak?" afifah pun berdiri "hmm.. ini pak, saya mau mengembalikan rantang bapak. sama aku bawain makan siang dari ibuku"
"ayo ikut ke ruangan ku" El berbalik, afifah pun mengekor di belakang El.
karena jam makan siang, hampir semua orang berada di meja pribadi masing-masing. semua orang menjadi bertanya-tanya kenapa afifah ada di sana dan berjalan mengikuti El.
__ADS_1
di dalam ruangan, El langsung makan makanan itu, karena ia sangat lapar. afifah pun yang melihat nya bengong. kalau orang ganteng, mau seperti apapun tetap saja ganteng. batin afifah.
setelah selesai makan, El nampak kaget karena disana ada afifah. sangking laparnya, ia sampai lupa bahwa ada afifah disana.
"fah.. " panggil El
"iya pak?" jawab afifah
"Terima kasih, sampaikan salam ku kepada ibu mu"
"iya pak" suasana pun menjadi canggung "yasudah pak, saya permisi. mau pulang" afifah berdiri
"hemm.." jawab El sambil mengangguk
namun saat hendak membuka pintu. tiba-tiba andi masuk sehingga afifah terbentur oleh pintu dan terjatuh.
El pun langsung berdiri dan membantu afifah bangun. "andi, Berhati-hatilah" ucap El setelah afifah sudah duduk di sofa
"maaf ya fah, aku benar-benar gak tau"
"iya gakpapa"
"kening mu merah, nanti malam itu akan nyeri." ucap El "sebentar aku beri obat"
setelah itu, afifah pulang. dan di puskesmas menjadi sedikit heboh. tentu saja karena afifah datang kesana membawa makanan.
dan seperti biasanya, bagai asap yang terkena angin. berita tersebut langsung menyebar kemana-mana dalam waktu 24jam.
"Sialan... mereka benar-benar pacaran" umpat Adi sambil menggubrak meja
disisi lain, adapula yang bersedih, yaitu ustadz amir. ia pun menanyakan nya kepada ayu. namun ayu membantah dan mengatakan bahwa itu hanyalah gosip belaka.
ustadz amir pun menjadi bingung, ia ingin sekali melamar afifah, namun hanya sekedar bicara dengan keluarga nya ia tak seberani itu. apalagi setelah kejadian kemarin. mau tak mau ustadz amir pun datang menemui afifah kembali. ustadz amir memberanikan diri pergi ke kebun tempat afifah berkerja. namun sayang nya afifah tak ada di sana karena ikut pak lek nya ke balai desa untuk mengurus beberapa surat nikahan Hilda.
lalu bagaimana dengan El? tentu saja ia juga mendengar nya dari andi. tetapi El hanya diam, ia tak bisa berkata apapun. jika ia membantahnya otomatis Adi akan mendengar nya dan akan kembali menganggu afifah. atau Adi merasa bahwa El dan afifah tak jadi menikah. dan itu menjadi kabar yang menggemparkan kembali. imbas nya afifah lagi-lagi tercoreng nama nya.
*seharusnya aku tak mengatakan dia calon istriku. baiklah El, kau sudah masuk ke kandang singa.
___
__ADS_1
**jangan lupa tinggalkan jejak ☺☺☺***