
Keluarga el menyambut kedatangan rombongan keluarga Sabrina dengan sangat baik. Mereka langsung masuk ke dalam rumah, dengan tempat duduk di pisah laki-laki dan perempuan. Begitu pun pengantin baru ini, sementara di pisah dulu duduk nya, hehehe..
Setelah semua duduk, tak perlu menunggu lama. Acara di mulai dengan sambutan yang di berikan oleh Byan. Byan memang pandai berbicara, sehingga di waktu dan acara apapun tetap bisa memposisikan nya.
Seth sambutan yang di berikan Byan, sekarang giliran dari pihak keluarga Sabrina. Kini Kakak kandung Sabrina sedang berbicara, kakak kandung Sabrina juga sangat tampan, kalem dan mempunyai pandangan yang teduh. Tidak seperti Exel yang pandangan nya mesum mulu.
Dalam acara ini, adam sengaja tidak ikut. Walau re ishan sudah bersikap bisa-bisa saja kepada Adam. Tapi tidak dengan Alexa. Walau Alexa sudah bahgia dengan re ishan, tapi ia tak mau berhubungan lagi dengan adam. Itu sudah keputusan akhirnya, tidak bisa di ganggu gugat, titik!. itulah mengapa adam memutuskan tidak ikut, karena tak mau kehadiran nya merusak suasana bahagia Alexa.
"Baiklah, sekarang kita ke acara inti saja. Ayo Exel dan Sabrina. Layani semua orang"
Exel memang orang lokal, tapi dia sejak kecil sudah di Ekspor ke luar negeri. Jadi dia tak tau apapun tentang adat budaya negeri nya. Jadi ia sedikit bingung saat zakir menyuruh mereka melayani semua orang.
"Melayani apa ini paman?" Tanya Exel, seharus nya ia diam saja, tidak usah kebanyakan tanya.
"Hari ini, kamu dan Sabrina akan berjualan Nasi" jawab Byan, padahal Exel tanya kepada zakir
"What??? Gak mau" Tolak exel langsung, yang membuat semua orang tertawa.
"Mas, maksud nya. Semua akan mengantri untuk makan, dan kita yang akan ambil kan nasi dan lauk nya. Nasi yang kita siapkan, akan di ganti dengan hadiah atau uang"
Exel mengerti sudah, tapi ia merasa ini acara sangat tidak penting sekali. Jika saja ia menikah dengan Sabrina di luar negeri, mungkin hari ini dia masih di dalam selimut berdua. Ah, otak Exel memeng sedikit geser. Bisa-bisa nya ia memikirkan hal itu-itu saja.
"Ini gak ada guna nya, mommy"
Afifah yang sidang geregetan sama anak nya itu pun langsung menghampiri Exel. Ia men jewer nya lalau berkata dengan gemas "Udah, nurut saja napa sih"
Semua orang kembali tertawa, Exel ini memang sangat menyebalkan sekali. Bisa-bisa nya dia menolak di depan banyak orang. Bahkan saat ini dia berjalan menuju ke meja makan dengan menggerutu kesal.
Satu persatu semua nya mengantri, memberikan titah kepada kedua pengantin ini untuk mengambilkan semua orang sayur, lauk dan nasi yang mereka pilih. Mereka juga banyak mendapatkan amplop dan beberapa kado.
"Layani aku dengan baik, aku membawa amplop sangat tebal sekali"
"Cih" Umpat Exel "Uangku sendiri sudah sangat banyak! aku tak tergiur" Sombong nya. "Sudah, paman pakai lauk tempe saja" Exel memberikan piring kepada Byan.
"Mas, Exel " Sabrina sungguh heran, kepada Exel suka sekali bicara kasar kepada Byan. Mungkin Sabrina tidak tau bahwa ini adalah hal yang biasa.
"Maafin mas Exel ya, paman. Sini biar Sabrina yang ambilkan" Sabrina mengambil piring dari tangan Exel, lalu Byan memberikan titah sambil melirik Exel dan bibir nya tersenyum mengejek, penuh kemenangan.
satu jam kemudian, keluarga Sabrina kembali pulang. Kini hanya tinggal keluarga besar afifah dan sanjaya saja.
"Bibi semakin lama semakin cantik saja" Puji Exel kepada istri Zakir "Kok mau nikah sama paman zakir yang udah tua"
__ADS_1
Mulut Exel memang gak mau diam, sejak tadi ia terus membully orang.
"Kau juga udah tua, nikah sama anak-anak" Byan tidak Terima
"Kau predator anak, nanti akan ku laporkan sama kak seto" Sambung Zakir.
Exel kesal, kenapa dia malah di serang sih. itu karena Exel salah bicara, ia tetap saja bicara sembarangan tanpa di pikir dahulu. Namun, yang nama nya Exel. Dia tetap tidak mau kalah.
"Kalau aku mending, tampan dan gagah. Kalau paman"
"Siapa yang bilang kau tampan dan gagah?"
"Sabrina" Jawab Exel cepat
"Oma juga slalu merasa bahwa opa tetap tampan dan terlihat muda" Celah Lastri
"Oma kok gak belain Exel sih"
"Hahahaha... " Semua orang tertawa, akhirnya exel kalah juga.
Setelah acara keloran, semua orang pergi ke kamar masing-masing untuk istirahat siang. Sedangkan Exel saat ini berada di ruang kerja bersama Byan dan Zakir. Tentu mereka saat ini sedang membahas bisnis. Karena nampak jelas mereka sangat serius sekali, gak seperti biasanya, bertengkar.
Sedangkan Sabrina, saat ini sedang berada di kamar. Ia langsung berganti baju dan tidur, mumpung Exel lagi sibuk, Pikir Sabrina.
"Kenapa gak di tidurkan di sini" Tanya byan
"Dia gak bisa tidur kalau di sini, sering nangis kalau di sini"
Zakir pun beranjak meninggalkan keponakan dan kakak ipar nya tersebut setelah mengucapkan salam. Hanya sisa Exel dan Byan.
"Besok paman pulang kan?"
"Bukan besok, tapi lusa. Besok paman masih mau jalan-jalan dan foto-foto di sawah sama Jihan"
"Kenapa gak ingat umur sih, paman"
"Kamu sewot amat sih"
Tuh kan, mulai bertengkar, emang siapa sih yang memancing perdebatan.
"Yasudah, lusa exel ikut kembali ke kota. Soal nya mau ke prancis"
__ADS_1
"Jangan alasan deh"
"Emang, ya. Gak bisa bohong ke paman"
Sebenar nya Byan tidak tau kalau Exel berbohong, ia hanya memancing saja dan sekarang baru bisa di mengerti oleh Byan, saat wajah Exel berubah menjadi gelisah.
"Exel mau menghabiskan waktu bersama Sabrina, paman. Maklum lah pengantin baru. Rencana nya seminggu gitu di hotel, setelah itu aku langsung ke prancis"
"Kenapa gak sekalian saja bulan madu ke prancis, kenapa harus di hotel dulu?" Sudah Byan tebak bahwa ini masalah Sabrina, tapi sungguh Byan saat ini bingung dengan pikiran Exel.
"Ih, paman. Kalau langsung ke prancis lama banget. Perjalanan nya, belum lagi ngilangin capek dan pasti nanti Sabrina minta jalan-jalan. Sedangkan aku masih ingin manatap-mantapan"
"Astagaaa," Byan menepuk jidat nya, ternyata dia gelisah dengan kegiatan manatap-mantapan.
"Emang belum di hajar ya, xel"
"Sudah, cuma kan di sini kebanyakan acara. Jadi bisa nya cuma satu ronde, kalau lebih udah pasti Sabrina gak bisa jalan"
"Maka nya jangan kasar main nya, kamu nya aja yang gak bisa main"
"Pasti paman lupa rasanya perawan, mana bisa di tahan kalau udah melayang terbang di udara"
"Paman dulu gak gitu, paman lembut memperlakukan istri. Biar sama-sama nikmatin. Kamu mah gak jago bikin wanita mendesah"
"Sok tau, paman nya saja sejago itu, apalagi keponakan nya ini. Sudahlah, aku mau istirahat. Pengantin baru mau manatap-mantapan"
"Gilaa" Olok Byan kepada Exel. Exel sendiri tidak memperdulikan nya, ia terus berjalan. Pembahasan ini benar-benar membuat nya tegang. Tapi saat ia melangkah masuk ke dalam kamar, wajah polos Sabrina yang sedang tidur membuat tubuh nya Melamas. Ia tak mungkin tega membangunkan Sabrina saat tidur dengan nyenyak seperti ini.
...****************...
Malam hari, setelah makan malam dan berbincang sebentar. Kini mereka semua langsung pergi ke kamar masing-masing. Hawa dingin masuk ke tulang-tulang mereka semua, entah mengapa malam ini sangat dingin sekali.
Hawa seperti ini membuat semua orang kedinginan, tapi tidak dengan pengantin baru ini yang sudah lima belas menit berolahraga. Tubuh mereka sama-sama berkeringat, hawa dingin gak menyentuh mereka apalagi suara desahan dan decitan ranjang solah menyatu bagai melodi yang indah.
Di sisi lain, Byan tak tau diri nya malah pergi ke lantai dua. Di lantai dua ada beberapa kamar, cuma hanya Exel yang menepati kamar di lantai dua. Byan berjalan hendak mengajak Exel untuk minum kopi, ia terus berjalan mendekat ke arah pintu kamar Exel. dannn... pada akhir nya.
"Masssshhh, peelaaaan" Rengek Sabrina dengan manja
"Uh, Uh, Uh, aaaaahhhh" suara desahan Exel terdengar sampai luar, sehingga Byan yang berdiri di pintu mendengar nya.
"Emang Exel itu rakus, ternyata benar dia main kasar. Astagaaaa" Omel byan
__ADS_1
Byan langsung pergi dari sana saat mendengar suara peperangan di dalam kamar Exel. Ia sungguh tak menyangka kalau Exel benar-benar sangat kasar saat main.