
Kini afifah sudah memasukkan semua barang-barang nya ke mobil el, sudah jam 12 siang, eperti yang dikatakan el, satu jam lagi el akan datang dan mereka langsung kembali ke desa.
"Sayang" panggil seseorang diseberang sana
"Aku udah siap-siap mas, udah masak juga buat bekal. jadi kalau selesai langsung pulang saja"
"Maaf, aku gak bisa pulang"
Afifah diam
"Aku harus disini, aku harus rawat orang yang terpapar virus. Lusa aku juga harus pergi ke luar Kota."
"Baru saja aku di suntik obat, dan satu jam lagi aku harus istirahat total buat nambah imun tubuh"
"Sayang" panggil el saat afifah hanya diam saja.
"tapi aku gak mau disini mas"
"Iya, nanti supir pribadi papa akan antarkan kamu ke desa ya"
"yasudah, aku pamit dulu. Assalamualaikum"
Afifah langsung matikan telepon nya sepihak. ia benar-benar kesal dengan El. Tak biasanya afifah seperti ini, sebelum-sebelum nya afifah adalah wanita yang sangat pengertian dengan pekerjaan el. entah kenapa sekarang seperti ini.
Setelah beroamitan kepada semua orang, afifah kembali ke desa. Didalam perjalanan, afifah hanya diam menatap keluar jendela.
Sedangkan El, ia sebisa mungkin melupakan afifah sejenak. Jika ia stres, maka akan mempengaruhi kondisi tubuhnya, itu sangat bahaya dan tak baik.
...****************...
"Kenapa pulang nak?"
"Mas Ramdan lagi tugas bu, biar afifah tinggal disini saja dulu. biar nanti sesekali afifah kesana"
"Hmm iya, ibu juga khawatir jika kamu sendirian disana"
Hari-Hari terus dilalui afifah. sudah dua minggu, namun El tak memberikan kabar. Bukanya khawatir afifah malah semakin marah dan kesal.
El sendiri sangat sibuk dengan tugas nya, Setelah bekerja seharian, jam 4 sore El langsung tidur untuk menjaga imunitas tubuh.
Keluarga Sanjaya juga sangat khawatir, cuma info terupdate dari teman Sanjaya yang juga bertugas di tempat El, sedikit mengurangi rasa kecemasan mereka.
Untuk pertama kalinya, El baru mendapatkan Libur. setengah hari ia pakai untuk istirahat, dan sore hari setelah sholat ashar ia mencoba menghubungi afifah.
nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif atau berada diluar jangkauan, cobalah beberapa saat lagi.
Suara operator membuat El lemas, sudah 4 jam Pesan Whatsapp nya masih centang satu.
Zakir! iya Zakir.
📞 Assalamualaikum pak
__ADS_1
📞 waalaikumsalam
📞 Ada apa ya pak?
📞 Mbak mu kemana kir?"
📞Mbak tidur pak, sudah tiga hari demam. cuma sekarang udah mendingan
El langsung merasa bersalah. Ia disini sibuk mengurusi banyak orang, mengobati banyak orang. Namun istrinya sendiri tak ia urus
"Jangan khawatir pak, mbak afifah udah gak papa. kemarin saja muntah-muntah"
"Yasudah, bilang sama mbak kamu ya suruh aktifin HP nya. aku daritadi menghubungi nya. tapi gak bisa"
"Iya Pak, nanti kalau udah bangun aku bilangin"
setelah mengakhiri sambungan telepon, El semakin kepikiran afifah.
Aku meninggalkan nya dalam kondisi kita lagi marahan. aku tau dia masih marah, dia masih kesal. sudah dua minggu juga aku tak kasih kabar siapapun, pasti dia semakin marah kepadaku.
Setelah mendapatkan pesan dari Zakir, pagi hari afifah mengaktifakan kembali HP nya.
mata afifah terbelalak saat melihat 78 panggilan tak terjawab dan sederet pesan dari El.
*Sayang,
sayang
sayang
Afifah hanya membacanya, tanpa berniat membalasnya. ia sangat kesal dan benci kepada El.
Huek
huek
huek
Kenapa aku jadi mual begini sih, kalau lagi mikirin mas Ramdan.
"kamu periksa saja fah"
"enggak buk, mungkin karena afifah belum makan bu"
"Yasudah, kamu makan dulu. gimana kabar suamimu"
"Mas ramdan baik-baik saja bu, ibu doakan saja ya"
huek
huek
__ADS_1
huek
Tuh kan, jangan kan memikirkan nya. menyebut nama nya saja aku langsung mual.
...****************...
Sudah 2 bulan lama nya afifah terus menghindari El. ia benar-benar benci sekali dengan El.
"Gimana bu, aku sakit apa?"
"Coba kamu periksa ke bu nanik, siapa tau kamu Hamil"
Tunggu, aku kapan terakhir haid.
"Kapan terakhir haid fah?"
"setelah kuret, 3 minggu kemudian aku haid bu. laku gak haid lagi"
"Aku USG saja, biar jelas"
Afifah pun tegang, ia dag dig dug menunggu hasil nya.
"Sudah 12 minggu fa, kok kamu bisa gak tau sih"
"Ya emang gak kepikiran bu"
"Pak El pasti bahagia fah, tapi kamu harus jaga baik-baik ya. biar gak kejadian lagi"
"Iya bu, tapi jangan kasih tau siapapun ya. aku ingin kasih kejutan saat dia pulang"
"Hmm.. oke deh, siap"
Afifah bahagia sekali, ia langsung mengabarkan kepada ibu dan Zakir.
Dengan semangat afifah hendak menelpon El, namun bayangan itu kembali muncul di pikiran nya.
Aku benci kamu mas, aku sangat benci.
Aku bukan yang pertama, tapi kamulah yang pertama menyentuhku!!
Hiks hiks hiks..
Laaaa... afifah malah menangis...
Di keadaan seperti ini, apalagi hamil muda dan sebelum nya ada masalah juga.
Afifah yang sangat sensitif sekali terkadang hal-hal kecil membuatnya menangis. bukan hanya itu, afifah juga sering marah, hanya karena Zakir sangat lama membelikan nya roti.
Sebelum nya itu bukan lah sifat afifah, sekarang Zakir dan bu zainab merasa bahwa afifah telah berubah. namun mereka memaklumi nya.
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK!!!!
__ADS_1