
Setelah makan siang, byan kembali ke rumah mira karena sejak kemarin dia gak pulang, sedangkan sanjaya kembali ke kantornya.
El dan afifah tidak pulang, El malah membawa afifah ke sebuah salon Spa.
"Mbak, spa, mandi susu, pokoknya paket lengkap" ucap El kepada salah satu pegawai salon
"Paket Pengantin pak?" tanya balik sang pegawai
"Boleh mbak"
"Mas, mau ngapain?" afifah mencubit lengan El, yang tanpa menawari nya terlebih dulu.
"Udah ikut sana, aku ke Mall depan situ dulu"
"Ihh.. jangan tinggalin aku disini," afifah menggandeng tangan El, seperti anak kecil yang takut di tinggal sendirian
"Ternyata kamu manja juga ya" El tersenyum lucu melihat tingkah laku istrinya itu "percayalah, aku gak akan pernah ninggalin kamu sayang" sambung El dengan sangat lembut.
"Mari Nyonya ikut saya" salah satu pegawai menegur pasangan yang romantis ini. afifah pun melepaskan gandengan tangan nya, lalu melangkahkan kaki nya mengikuti pegawai salon tersebut.
sedangkan El, berjalan keluar. menyebrang jalan raya menuju ke sebuah Mall yang cukup besar.
El langsung naik ke lantai 4, masuk ke sebuah outlet brand ternama.
"Bisa dibantu pak?" sapa pegawai disana.
"Pakaian wanita" jawab El cuek.
pegawai tersebut mengarahkan El ke sebuah sudut ruangan sebelah kanan, disana sudah berjajar banyak sekali baju-baju wanita.
El melihat satu-persatu baju disana, ia merasa bingung sekali, afifah itu berjilbab mana mungkin mau memakai pakaian yang rata-rata terbuka dan ketat seperti ini.
Aku salah masuk!
Akhirnya El hanya mengambil flat shoes, namun saat hendak membawanya ke kasir, El melihat sebuah patung memakai pakaian yang bisa membuat nya senang jika di pakai oleh afifah.
"Mbak, bungkus juga yang ini" El menunjuk patung didepan nya.
pegawai itu pun mengangguk, lalu mengambilkan model yang sama seperti di patung dari gantungan.
setelah membayar nya, El pun melangkahkan kaki nya ke sebuah outlet busana muslim. setelah sekian lama mencari yang cocok, El pun membayar nya dan kembali ke salon tempat afifah perawatan.
sangking lama nya disana, el sampai ketiduran di sofa tunggu.
2Jam kemudian, afifah baru saja selesai dengan perawatan terakhir nya, yaitu mandi susu. setelah spa, meni pedy, crembath dan pakai lulur. pegawai salon memberikan afifah sebuah paper bag yang el berikan tadi.
"Itu dari Suami anda nyonya" pegawai tersebut memberitahu, karena jelas dari tatapan afifah kebingungan
afifah pun tersenyum dan mengangguk, setelah itu masuk ke sebuah ruangan untuk berganti baju.
"Bagus juga" afifah berputar setelah memakai longdress berwarna dusty pink.
setelah selesai, afifah keluar, ia melihat sang suami tidur si sofa.
"Mas, bangun" afifah menggoyangkan tubuh el perlahan, dan el pun mulai membuka mata nya.
saat melihat sang istri, bibir el tersenyum.
Cantik!
"Sudah selesai sayang?" tanya el
"Sudah mas, ayo pulang aku lapar" rengek afifah sambil memegangi purut rata nya.
el sejenak melihat sebuah jam yang melingkar di pergelangan tangan nya "Kita makan di luar saja ya"
afifah dengan cepat mengangguk.
Di dalam mobil, tangan afifah berada di tuas persneling, tangan el berada di atas tangan afifah.
"Aku kangen banget sama kamu" entah sudah berapa kali el mengatakan itu, sedangkan afifah hanya ter senyum malu-malu
kini mereka berdua sudah duduk di sebuah kursi, dengan suasana romantis, mereka menunggu pesanan datang. malam ini mereka benar-benar makan malam romantis. di tambah lagi alunan lagu, yang el request.
Seventeen - Menemukan mu.
Separuh langkahku saat ini
Berjalan tanpa terhenti
Hidupku bagaikan keringnya dunia
Tandus tak ada cinta
Hatiku mencari cinta ini
Sampai kutemukan yang sejati
Walau sampai letih 'ku 'kan mencarinya
Seorang yang kucinta
O-o-oh ...
Kini 'ku menemukanmu
__ADS_1
Di ujung waktu 'ku patah hati
Lelah hati menunggu
Cinta yang selamatkan hidupku
Kini 'ku telah bersamamu
Berjanji 'tuk sehidup semati
Sampai akhir sang waktu
Kita bersama 'tuk selamanya
Oh, oh, oh, o-o-oh ...
Kini 'ku menemukanmu
Di ujung waktu 'ku patah hati
Lelah hati menunggu
Cinta yang selamatkan hidupku
Kini 'ku telah bersamamu
Berjanji 'tuk sehidup semati
Sampai akhir sang waktu
Kita bersama 'tuk selamanya
Sampai akhir sang waktu
Kita bersama 'tuk selamanya
El menyuapi afifah, begitu pun sebalik nya. mereka saling menggoda, bercanda dan tertawa lepas.
setelah menghabiskan makanan nya, el dan afifah pulang ke rumah. disana mereka sudah di sambut oleh semua keluarga kecuali sanjaya, tidak ada.
"El" lastri langsung memeluk anak nya itu, namun tatapan tidak suka tetap mengarah ke wanita yang berada di samping El.
afifah tetap sopan, ia mencium tangan lastri dan endang bergantian.
"El dan afifah capek ma, kita juga udah makan malam. jadi kita mau istirahat, jangan di ganggu!!" El langsung menarik tangan afifah, membawanya ke lantai dua, ia tak mau jika endang dan lastri membawa afifah, dengan berdalih ngobrol bersama.
"Ya begitulah El, dia menjauhkan istrinya dari kita. dia tau kalau kita tidak menyukai gadis kampungan itu" seru lastri, kesal.
"Kita harus lepasin El dari dia, aku punya kenalan dukun. jadi besok kita kesana" ajak endang.
di dalam kamar El, kini afifah sedang duduk di pangkuan El.
"Cium lagi dong" manja El kepada afifah.
"Kan tadi udah mas, udah 2 kali" jawab afifah sambil Menaik-turunkan alis nya.
"Satu lagi, di bibir"
"Gak mau, kamu bau" ledek afifah..
"Yasudah kalau kamu gak mau, biar aku saja...."
El langsung melahap bibir kecil itu dengan gemas.
ciuman itu tak berlangsung lama, karena El juga cepat-cepat ingin mandi, badan nya lengket.
setelah mandi, El memberikan sebuah paperbag kepada afifah. afifah yang mendapat hadiah, langsung senang bukan main.
"Pakailah, itu baju tidur" ucap El sambil tersenyum
"Hmm.. okey, aku sekalian gosok gigi dan cuci muka" gunam afifah.
afifah pun masuk ke kamar mandi, mencuci muka nya dan gosok gigi. setelah itu ia membuka paperbag dari El dan mengeluarkan sebuah kotak.
"Ini mahal sekali" afifah melihat sebuah barcode di sudut kotak, disana juga ada nominal harga nya.
Jika tadi afifah senang, kini badan afifah langsung mendelik ngeri melihat baju yang ia pegang sekarang.
Baju tidur macam apa ini! memakai ini sama saja telanjang. lihatlah, ini celana dalam nya, kenapa bentuk nya segitiga seperti ini, hihhhh...
Afifah pun keluar, dengan memakai handuk kimono, El yang mendengar pintu terbuka langsung semangat, namun mata El kecewa.
"Kok gak dipakai?" tanya El sambil berdiri, menghampiri afifah
"Ihh.. mas, pakaian itu terbuka. sama saja telanjang, aku malu" afifah menunduk, membayangkan nya saja wajah nya merah.
"Kan pakai nya di dalam kamar saja fah, lagian hanya ada aku saja disini" ucap El
afifah diam, ia masih enggan memakai nya.
"Menyenangkan hati suami pahala lo, lagian kalau gak di pakai sama saja gak menghargai pemberian suami" rayu El.
Benar juga, tapi....
"Tapi matiin ya lampu nya?" pinta afifah.
__ADS_1
"ihh.. nanti aku gak kelihatan dong. udah sana gakpapa" El mendorong perlahan afifah menuju kamar mandi
dengan manyun afifah pun memakai nya di kamar mandi. setelah memakai nya, wajah afifah sangat merah, ia benar-benar malu saat melihat pantulan tubuh nya di kaca.
tok
tok
tok
"Fah, kamu ngapain?" El diluar sudah gelisah, gelisah menunggu afifah yang tak kunjung keluar.
"sebentar mas"
afifah sangat gugup, ia sangat malu sekali. dengan langkah kaki sedikit gemetar, afifah keluar.
El yang duduk di tepi ranjang pun terus memandangi afifah dengan intens.
El berdiri dan membawa afifah duduk di tepi ranjang.
"Cantik banget sih istriku" ucap El sambil memegang dagu afifah.
"Ayo tidur, aku capek" ajak afifah yang langsung naik ke atas kasur, menutupi tubuh nya dengan selimut.
El pun tersenyum licik, dia malah menarik selimut dan membuangnya begitu saja.
"Mas dingin" afifah menyilangkan tangan nya di dada nya.
"Gak akan? kita kan pernah berkeringat bersama di tengah-tengah badai salju, apalagi disini hanya AC"
Afifah langsung diam, mereka saling memandang.
El membuka nya dengan sebuah ciuman lembut, lalu ciuman itu turun semakin ke bawah. El semakin bersemangat tatkala afifah terus mendesah.
Gini saja, sudah basah!!
Malam panjang baru dimulai, tubuh mereka kembali berkeringat, ditambah suara decakan hebat, desahan afifah dan geraman El yang terus bercampur jadi satu.
Tanpa mereka berdua ketahui, ada sepasang kuping yang mendengar nya, bahkan mata nya juga berusaha untuk melihat yang terjadi didalam.
Rani!
Rani duduk di Balkon tepat depan kamar El, ia kesal, hati nya sakit mendengar suara syahdu dari kamar El.
Tampan, mapan, perkasa! kau tak pantas bersanding dengan nya afifah, akulah yang pantas. aku akan merebutnya darimu!!
Rani mengusap kasar air mata nya, namun saat ia hendak pergi, Tiba-tiba lastri dan endang datang. mereka berdua kaget karena Ada Rani disana.
"Ngapain kamu?" tanya lastri, penuh selidik
"Ehh.. gak ngapa-ngapain tante"
namun mereka langsung diam, saat kuping mereka mendengar sesuatu.
*Uhhh... Masssshhhhhhh aaaaahhhh...
Enak sayang? emmm emmmhhhh..
Sudah hentikan mas... issshhhhh...
Sebentar lagi sayang...
Aaahhhhhh*...... teriak afifah
Uhhhh... uhhh.. uhhhhh..... aaaaaaaiiiissshhhh...
Hening.
ketiga wanita itu masih diam terpatung...
*Enak banget, kamu enak banget!!.
Jangan berdiri, kita selesaikan lagi beberapa ronde lagi*...
kuping lastri rasanya panas, ia langsung pergi dari sana diikuti oleh endang dan Rani.
"Enggak, pokok nya aku gak mau! aku gak mau dia mengandung anak El! pewaris 70% harta Alexander. aku gak mau!!" lastri mundar-mandir kebingungan di ruang tengah.
Aku gak akan biarin itu juga, harta itu juga harus jatuh ke tangan ku, ke tangan Rani dan anaknya.
"Tante, buat El jadi milikku. biarkan aku yang menjadi ibu dari anak El. Rani janji tante boleh ambil berapapun harta itu. Rani cuma mau jadi istri El"
"Kamu jangan khawatir, aku akan mencari cara!"
"Kita besok pagi pergi ke dukun, kita buat afifah gak hamil, biar El menikah lagi" ucap endang
"Benar, jika kita pisahkan mereka, itu tidak mungkin! jadi kita buat El terpaksa menikah lagi," lastri memegangi kepala nya yang terasa berat dan sangat pusing itu.
sedangkan di kamar El, afifah sudah tertidur lelap di atas tubuh El. Mereka masih menyatu.
Aku akan mencintaimu, semoga malam ini ada pembuahan. maafkan aku, aku memang egois, membiarkan mu tidur dengan posisi tak nyaman dan lengket, kotor seperti ini.
El memeluk nya, lalu ia ikut memejamkan mata nya, ikut masuk kedalam mimpi.
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK
__ADS_1