
Afifah hanya bisa diam, tak banyak bicara seperti sebelum nya. Suasana Makan malam sedikit canggung saat Lastri slalu saja memprotes banyak hal.
Setelah makan malam, byan, mira dan caca memilih untuk langsung istirahat di kamar. Hanya tersisa afifah, El dan Sanjaya yang duduk di ruang keluarga.
"Jangan males-males kalau hamil, banyak gerak biar nanti lahiran nya lancar!!"
"Jangan kebanyakan makan, biar gak tambah gemuk"
Entah itu sebuah nasehat atau apa, yang sebenarnya Lastri tak benar-benar ingin memberi tau afifah. Apalagi nada nya jelas terdengar tajam.
El mengelus tangan afifah, tersenyum agar afifah tak terlalu mengambil hati ucapan mama nya tersebut.
"Karena ada virus, gak usah adain acara 7 bulanan mewah-mewah"
setelah itu lastri meninggalkan ruang keluarga.
"Kamu istirahat dulu ya sayang, sebentar lagi aku nyusul"
Afifah hanya mengangguk, malam ini suasana hatinya Tak baik, sudah dirusak oleh lastri.
"Sepertinya, besok papa pulang saja el. papa takut mama kamu ngerusak hari-hari afifah. Ibu hamil itu harus senang. kalau stres bisa bahaya"
"Papa benar, tapi nanti bagaimana kalau mama menolak"
"Besok siang, semua akan kembali ke kota. dengan begitu mama kamu akan ikut pulang juga"
Setelah berbincang sejenak, El berpamitan untuk menyusul afifah. Sanjaya masih berada di ruang keluarga, menikmati acara berita terkini dan terupdate yang sedang di siar kan. tak lama byan juga ikut bergabung bersama sanjaya.
"Kenapa keluar? temani mira byan!"
"Mira udah tidur kok paa"
"Hmm.."
suasana hening.
"Paa, besok kita pulang saja ya. sepertinya mama merusak suasana ceria rumah ini"
"Iya, tadi papa juga sudah bicarakan sama El, fix besok siang kita pulang"
Itulah yang membuat sanjaya begitu menyayangi Byan, walau bukan anak kandung nya. Byan begitu dewasa, sejak kecil mempu mengayomi kedua adik nya.
Byan tak pernah merasa iri, atau marah saat El mendapatkan yang lebih dari nya. Itu karena didikan Nenek eka dan Kakek Alexander. Mereka mendidik Byan dan El dengan sangat baik.
Tidak dengan caca, caca terkadang sedikit menyebalkan seperti lastri. namun sebenarnya caca itu adalah gadis polos, ia mudah terpengaruh oleh omongan lastri.
di dalam kamar, afifah mengeluh bahwa punggung nya sakit, El pun bernafas kasar, terpaksa ia menunda nya lagi.
Gagal lagi!!!
"Kamu jangan dengerin omongan mama ya sayang" ucap El sambil mengelus punggung afifah
"kalau dulu iya mas, cuma sekarang susah banget. pasti langsung sakit dihatiku"
"Sabar ya sayang, besok siang mama pulang kok"
"Kamu mengusir nya?" afifah berbalik menatap El
"Tidak, papa takut kamu stres dengan omongan mama, maka dari itu papa putuskan untuk pulang besok"
afifah merasa lega, keluarga suaminya itu sangat pengertian sekali. walaupun ia mempunyai ibu mertua yang tak pernah menyukai nya.
"Kamu gak kangen sama aku?" tanya El
"Kangen banget mas, kamu kangen gak sama aku?"
"Kangen banget fah"
"Yasudah sini, aku peluk" afifah memposisikan dirinya agar El bisa memeluk nya.
"peluk saja ini?"
"Iya dong"
"Aku kangen lo fah, udah berbulan-bulan ini" El menunjuk sesuatu dengan ekor mata nya. Afifah tentu tau maksud El.
"Tapi aku takut mas"
"aku janji pelan-pelan fah, aku juga tau, gak akan ngawur"
Afifah pun menangguk, tanpa disuruh ia memposisikan tubuh nya.
"Perut kamu besar banget fah" El menciumi perut afifah sambil membuka baju afifah.
"pelan-pelan ya mas, aku takut. Apa nanti gak sakit?"
"enggak akan!"
El tau kalau afifah takut, ia mulai menciumi bibir dan leher afifah, meluapkan semua rasa rindu nya dengan perlakuan lembut. El harus benar-benar mengendalikan dirinya, agar tidak menyakiti afifah.
"Mas, pelan!"
"Sakit ya fah?"
"Enggak, cuma aku takut saja"
"Gak akan fah, kamu diam ya, biar cepat selesai"
El melanjutkan kembali pekerjaan ya yang tertunda, tubuh afifah ikut terhentak bersama hentakan El.
"Aaahhhh" terikan panjang El, menandakan bahwa ia benar-benar sudah mencapai kenikmatan nya.
El kembali mengatur nafas nya, tak lama kemudian, nafas El kembali normal, ia melihat istrinya bermain hp di samping nya.
"Kamu kok keliatan nya biasa saja sih fah?"
__ADS_1
"kenapa memang mas?" tanya afifah heran
"Kamu belum keluar ya?"
"Ihh.. bukan seperti itu mas, entah mengapa aku gak bisa ngerasain sentuhan mu"
El heran, apakan ini karena afifah hamil, pikir El.
Tak biasanya afifah seperti ini, sebelum nya ia slalu mendesah saat El menghujani afifah dengan sentuhan yang menggairahkan.
"Ya sudah, ayo tidur" El tak mau memusingkan hal itu. bagi El yang terpenting ia sedikit terpuaskan, walau sebenarnya masih ingin mencumbu afifah.
...****************...
Pagi hari, El terbangun karena suara tangisan afifah.
"Mas, lihatlah ada darah"
Rasa kantuk El langsung hilang, ketika ia melihat darah di sprei.
El pun langsung menelpon bu nanik.
📞Apa bapak melakukan hubungan suami istri?
📞Hmmm... iya bu
El terlihat ragu menjawab nya
📞Jadi begini pak, ****** itu tajam. Usahakan kalau memang berhubungan, jangan keluarkan di dalam. Bapak buang saja.
📞Ohh.. seperti itu ya bu, baiklah Terima kasih
📞Selama darah itu tak mengalir lagi, InsyaAllah baik-baik saja pak
El dan afifah mendengarnya sangat lega sakali.
Yasudah ayo mandi, lalu turun. kita udah terlambat sarapan.
"Siang ini kita kembali ke kota ya, papa ada urusan!"
"Laa kok buru-buru sih pa" protes caca
"pokoknya jam 11 kita pulang"
Kenapa tiba-tiba pulang? aku baru saja membuat afifah stres, bisa gagal rencana ku ini!!!
lastri benar-benar sudah hilang akal, bisa-bisa nya dia berpikir seperti itu. entah rencana jahat apa yang sudah disiapkan oleh lastri, namun hukuman dari sanjaya rupa nya belum membuat lastri kapok juga.
Di dapur, afifah dan bi lela sibuk memasak untuk bekal makanan yang akan dibawa perjalanan oleh keluarga sanjaya pulang.
"Mas, kenapa pulang si? aku masih ingin disini"
"Kasian afifah mira, kalau mama terusan ada disini bisa-bisa afifah stres karena omongan cabe mama"
"yasudah biarin aja mama sama papa yang pulang"
Mira akhirnya pun mengalah, ia juga tak tega saat mendengar kalimat menohok mertua nya tersebut. padahal lastri slama ini slalu manis kepada mira.
"Hati-hati ya pa, ma, kak"
"Iya El, jangan lupa kabari kalau afifah sudah lahiran ya"
"Oke, do'ain supaya lancar ya"
"Kalian ini, baru saja 7 bulan" omel lastri
"Yasudah papa pulang ya El, assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
Semua melambaikan tangan kepada El dan afifah, kecuali lastri.
setelah mobil sanjaya dan Byan sudah tak terlihat. Afifah dan El masuk kembali kedalam rumah.
"Besok aku mulai bekerja fah. Ingat ya, kamu gak usah masak, mau minum bisa minta ke ana, pokok nya kamu gak boleh capek-capek. kalau nanti sampai ketahuan, aku akan menghukum ana dan bi lela"
"Kok mereka sih yang dihukum"
"tentu, karena mereka yang bertanggung jawab. Aku sudah bilang ke bi lela dan ana, agar melarang kamu beraktifitas."
"Tapi kan aku harus gerak juga mas"
"Mas kan udah bilang, kamu fokus sama senam hamil nya, yoga, makan-makanan bergizi dan minum vitamin saja, nanti ana yang akan atur vitamin kamu. Kalau sampai ada yang kelewat, ana aku hukum"
"Kamu kejam banget mas" afifah mencubit lengan El dengan gemas, El mengaduh walaupun cubitan afifah tak keras.
"Berani cubit-cubit ya"
Di balik tembok, ana melihat majikan nya itu sedang bergurau di sofa. Dalam hatinya ada kecemburuan, mungkin nasib jomblo kali ya wkwkwkw...
Tapi sepertinya kecemburuan ana berbeda.
...****************...
Pagi ini, El sudah berangkat ke puskesmas. Afifah sendiri setelah sarapan memilih untuk menyiram tanaman sambil menunggu paketan datang.
Gak sabar pengen lihat baju-baju nya.
Afifah mengelus perut besar nya itu.
saat lagi asik-asik nya mengobrol sendiri dengan anak nya. HP afifah berbunyi.
📞 Oke, nanti malam kamu kesini ya, biar kita bicarain sama mas ramdan
📞waalaikumsalam.
__ADS_1
setelah menutup telepon nya, afifah pun masuk kedalam rumah, entah mengapa ia sangat mengantuk sekali.
"Ana, kalau ada paketan, kamu langsung Terima ya. masukan kedalam rumah. jangan dibuka" ucap afifah
"Iya nyonya"
"Satu lagi, kalau ada yang cari aku, bilang lagi istirahat. jangan ganggu in aku tidur. kalau ada yang cari Mas ramdan, bilang kerja"
"Iya nyonya"
setelah itu, afifah naik ke lantai dua, melalui tangga yang terasa sangat berat bagi afifah.
Saat jam makan siang, El pulang untuk makan siang. ia melihat bertumpuk-tumpul kardus besar di ruang tamu.
"Ana, kemana Istri saya?" tanya El saat melihat ana
"Nyonya lagi tidur tuan, jadi bilang gak boleh di ganggu. jadi saya takut mau bangunin"
"Yasudah, katakan kepada bi lela untuk siapin makan siang"
"Siap tuan"
Saat El membuka pintu kamar nya, ia melihat sosok perempuan dengan perut besar sedang tidur sangat pulas memeluk guling, ada rasa tak tega, namun El harus tetap membangunkan nya.
"Sayang, udah siang, ayo makan dulu" El mengelus rambut afifah.
"Mas, aku ngantuk sekali"
"Tapi kamu harus makan siang dulu sayang"
Setelah merayu nya, afifah pun turun ke lantai bawah sambil manyun.
"Aku suapin ya? ini enak lo" El merayu afifah agar ikut makan
Afifah mengangguk, entah mengapa afifah sangat manja sekali seperti ini, wkwkwk..
"Mas, kamu nanti pulang jam berapa?"
"Jam 4 sampai jam 5 sayang, kenapa?"
"Aku gak sabar buka paket nya mas"
"Kamu buka saja dulu ya, gakpapa"
"Beneran?"
El mengangguk.
"Kamu makan saja, biar aku makan sendiri"
El benar-benar tak habis pikir. begitu labilnya pikiran afifah itu. begitu cepat nya berubah. sesaat manja, sesaat marah. benar-benar aneh, pikir El.
Karena jam makan siang El habis merayu afifah tadi, setelah makan siang, el langsung kembali ke puskesmas.
Sedangkan afifah langsung membuka isi paket nya.
"MasyaAllah, lucu banget sih" afifah memeluk sebuah baju dan sepatu.
"Gimana bi lela, ana? Bagus gak?"
"Bagus banget nyonya, pasti mahal" ucap bi lela
Ya, benar ini semua sangat mahal. ini semua berlebihan, seharusnya aku tak boros seperti ini.
"Walau mahal, tuan gak akan mempermasalahkan nya, kan untuk anak nya"
"Aku bahkan lupa, kemarin asal belanja saja, tak memperhatikan harga"
"Bagi nyonya dan tuan. Belanja seperti ini gak akan menghabiskan duit nyonya"
"Sssttt" Bi lela menepuk pelan kaki ana, agar berhenti bicara.
"Ana, besok kamu cuci semua ini pakai deterjen khusus ini" Afifah menyerahkan bertumpuk-tumpul kain, mulai dari bedong, baju, kaos kaki, dll kepada ana.
"Kalau sudah selesai dan wangi, masukan kedalam kantong sini"
"Iya nyonya"
"Bi, nanti sore minta bi sugiati masukin semua barang-barang ini ke kamar belakang dulu ya. biar nanti mas ramdan yang akan membereskan nya"
"Siap nyonya, oh iya, nanti mau dimasaki apa?"
"Aku pengen yang pedes bi, tempe sama ikan billa goreng saja. lalu sambal pedas gitu saja. tambahin sayur kukus buat mas ramdan ya"
"siap nyonya"
"Kalau ada yang habis langsung bilang ya bi, nanti kita belanja"
...****************...
"Bi lela, kok menu nya lalapan?"
"Aku yang minta mas" jawab afifah sebelum bi lela menjawab nya.
"Kamu kan lagi hamil, kenapa makan yang pedas fah?"
"Sesekali mas"
"Oke"
El. terpaksa harus mengalah lagi.
ting
ting
__ADS_1
ting
suara bel rumah El berbunyi, ana langsung sedikit berlari membukakan pintu.