
"Terima kasih sayang" Reihan mengusap rambut pirang Alexa. mencium kening nya, lalu mengecup bibir nya, setelah urusan nya selesai.
Alexa sendiri hanya bisa mengangguk, sambil menahan malu. Bagaimana bisa, kenal cuma sebentar dan malam ini dia sudah kehilangan perawan nya dengan orang asing yang kini sudah menjadi suami nya.
Reihan lalu turun dari tempat tidur. Memakai kembali celana pendek nya lalu mengangkat tubuh polos Alexa ke kamar mandi. Alexa sendiri merasa kaget dengan perlakuan Reihan.
Saat memasuki kamar mandi, Alexa langsung menutupi dada nya dengan tangan nya, ia merasa sangat malu sekali, apalagi lampu kamar mandi sangat terang sekali.
"Kenapa?" Tanya Reihan sambil tersenyum.
Alexa sendiri sudah sangat malu sekali, ia menenggelamkan wajah nya di dada Reihan.
"Geli Alexa, jangan gitu" Ucap Reihan, padahal kenyataan nya ia tak merasa geli sedikit pun.
"Udah turunin aku mas" Kesal Alexa dengan wajah merah.
"Sudah kamu pergi dulu" Usir Alexa setelah reihan menurunkan nya.
"Iya, tapi kamu jangan mandi ya Xa"
"Hemm.. iya"
Setelah membersihkan diri masing-masing dengan penuh drama, kini Alexa tidur dan Reihan memeluk nya. Alexa awalnya menolak, tapi Raihan benar-benar gak mau melepaskan nya. Akhirnya dengan terpaksa, Alexa memejamkan mata nya, memaksa nya untuk segera masuk ke ruang mimpi.
...****************...
Jam 3 pagi, Suara gedoran pintu membangunkan semua orang, kecuali sepasang pengantin baru yang baru terlelap beberapa jam yang lalu.
Bibir Fici dan Jihan manyun, dengan langkah gontai mereka berjalan menuju pintu depan.
clek, clek, clek... suara kunci yang di putar oleh Byan.
Semua orang langsung tersenyum, saat Byan sudah membuka pintu nya. Sosok laki-laki tinggi besar berdiri dengan wajah kusam, kelelahan.
"Exel," Teriak Afifah yang langsung berlari memeluk sang anak
"Mommy, Exel bau, jangan peluk-peluk"
__ADS_1
"ayo cium tangan semua orang sayang" titah Afifah.
Exel pun menuruti nya, tetapi tangan yang pertama ia cium adalah tangan Afifah.
"Sudah, besok saja bicara nya. sekarang biarkan Exel tidur" Ucap sanjaya, mencegah Istri nya yang hendak membawa Exel duduk bersama.
"Besok saja ya oma, Exel benar-benar sangat capek"
"Baiklah sayang nya oma"
"Oleh-oleh buat aku ada kan kak?" Tanya Fici
"Ada semua, besok saja ya" Exel berjalan menaiki tangga, menuju kamar nya yang berantakan setelah di pakai Fici tidur.
"Kebiasaan deh, pakai kamar orang!" Omel Exel.
...****************...
Sore hari, semua sudah bersiap hendak mengantarkan Alexa dan Reihan ke rumah kontrakan Reihan.
"Xa, gandeng dong suami mu" Ucap exel saat baru turun dari mobil.
Keisha langsung menyun, sedangkan reihan malah malu-malu.
Semua berjalan masuk ke rumah kontrakan reihan yang tak begitu besar. Karena hanya acara silaturahmi, maka rangkaian acara nya hanya berbincang-bincang saling mengenal satu sama lain.
"Ini siapa?" Tanya mama reihan.
"Ini nama nya Exel, Saudara kembar nya Alexa"
"Ohh.. Tampan sekali"
Setelah makan bersama, keluarga alexa berpamitan untuk pulang. Kini alexa berada di rumah bersama keluarga suami nya.
Alexa hanya diam saja, tak banyak bicara karena memang ini adalah yang pertama bagi Alexa.
"Abang ipar, jam segini kok tidur sih" Putra sebagai adik ipar raihan yang tidak tau diri itu menganggu tidur Reihan. Tapi reihan tak marah, dan itu membuat Putra bertanya-tanya.
__ADS_1
"Kemarin, ngomong dikit kena marah. sekarang di ganggu tidur nya malah diam saja. sudah kuduga, kalau udah di kasih jatah memang gak bakalan marah-marah"
Reihan malah tersenyum, dan itu membuat putra mendelik ngeri.
"Udah gas ya rei?"
"Hemm, begitulah" Ucap reihan malu-malu
"Ya ampun, langsung tancap gas saja. aku aja dulu dua hari baru ehem"
"Sudah diamlah, jangan banyak bicara"
"Nanti puasa dulu, kamar disini cuma dua."
"Enggak, gak boleh pisahin pengantin baru"
Putra terkekeh, kali ini ia berhasil menggoda sahabat sekaligus kakak ipar nya itu sampai dia kesal.
...****************...
Malam hari, Semua orang sudah terlelap di tempat masing-masing. Tapi tidak dengan Exel, ia merasa sangat gelisah sekali.
Dia sekarang duduk di balkon depan, dengan rokok yang ia capit di kedua jari nya. Asap terus keluar dari lubang hidung nya seiring dengan nafas nya.
Exel masih diam dengan tatapan kosong nya. Saat ini, Exel sedang memikirkan satu hal yang benar-benar sangat berpengaruh dengan hidup nya.
"Kenapa aku bisa jatuh cinta kepada mu, Sabrina"
Exel memejamkan mata nya, saat bayangan wajah Sabrina tiba-tiba terlihat di mata nya.
Setelah tau kebenaran tentang keluarga Sabrina, bukan hanya masalah Alexa, ini semua juga tentang penolakan mommy tercinta nya. Exel bukan takut di tolak juga, karena bagi Exel itu sudah resiko cinta. Tapi Exel sudah terlanjur marah kepada perlakuan keluarga Sabrina, menolak dengan karena alasan status sosial.
SEGINI DULU YA GAES..
SAMBIL MENUNGGU NOVEL INI UPDATE, JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA AUTHOR BERJUDUL TUMBLR LIGHT.
TERIMA KASIH, AUTHOR TUNGGU KALIAN DISANA YA...
__ADS_1