Bumbu Cinta, 100% Halal

Bumbu Cinta, 100% Halal
Kembali


__ADS_3

Hari ini, Sabrina dan exel sudah berada di dalam pesawat. Beberapa hari yang lalu, Exel mencabut semua tuntutan nya kepada michella. Padahal sidang pertama sudah di jatuhkan, Michella terancam hukuman seumur hidup karena mencelakakan ibu hamil. Tapi dengan kebesaran hati Sabrina, ia memilih untuk memaafkan dan berakhir dengan damai di atas hitam dan putih.


Exel memberikan syarat kepada Michella. Ia tak boleh datang ke Indonesia, mengganggu hidup nya. dan jika michella mencelakakan keluarga Exel, maka ia siap di hukum dengan seberat-berat nya.


Itulah syarat yang di berikan oleh Exel kepada michella. Keluarga michella pun berterima kasih dan meminta maaf dengan sangat tulus sekali. Bagi keluarga winston kesempatan yang di berikan oleh Exel dan Sabrina ini sangatlah berarti.


"Kita jadi menetap di desa kan, mas?"


"Iya, nanti kita bangun rumah di sana"


"Tidak, mas. Aku ingin kita tinggal di rumah ku saja dulu"


"Baiklah, mas ngikut kamu saja. Tapi suatu saat pasti kita akan pindah ke rumah kita sendiri"


"Iya sabrina tau,mas"


Exel meraih tangan sabrina, lalu ia menciumi punggung tangan nya. Ia menatap sabrina dengan tatapan sangat dalam. Istri kecil nya sudah sangat menderita sekali karena michella. Pasca keguguran itu, Exel menjadi takut sekali, takut bahwa sabrina tidak bisa hamil. Rasa takut itu terus menghantui Exel, michella benar-benar sangat kejam.


...****************...


Setelah hampir satu hari berada di perjalanan, kini Exel dan sabrina sudah ada di rumah besar milik sanjaya. Sanjaya semakin tua, bahkan sekarang sanjaya tidak bisa berjalan, begitu juga dengan lastri.


"Opa kangen sama kamu" Ucap sanjaya yang menyambut Exel di depan pintu rumah.


"Exel juga kangen banget sama, opa"


Mereka berpelukan, sejenak melepas rindu karena lama tak berjumpa.


"Exel akan di sini beberapa hari. Nanti Exel akan menemani Opa terapi sama olaraga pagi"


"Iya Exel sayang, sebenar nya opa ingin menghabiskan sisa waktu opa bersamamu"

__ADS_1


"Opa jangan bicara tentang itu lagi, Exel tidak suka"


Sanjaya tersenyum.


"Sabrina" Panggil sanjaya sambil menatap Sabrina


"Opa" Sabrina mencium punggung tangan sanjaya sambil tersenyum.


"Kamu istirahat ya, besok pagi kita olahraga di taman belakang bersama"


"Siap opa, oma dimana?" Tanya sabrina


"Oma tidur, tadi habis terapi"


"Yasudah, sekarang opa juga Exel antar ke kamar, ya. Kita istirahat, ini sudah malam"


Exel mendorong kursi roda sanjaya ke kamar sanjaya.


"Mas, aku kangen banget sama kamu" Ucap sabrina sambil memeluk Exel.


"Kok kengen, sudah satu bulan pasca kecelakaan kita slalu bersama-sama bagai kan bayangan" Exel membalas pelukan sabrina, ia juga menciumi puncak kepala sabrina.


"Tapi sabrina kangen banget"


Exel mengerti maksud sabrina, sabrina sebenar nya meminta lebih dari sekedar pelukan. Sudah satu bulan lebih mereka tak melakukan nya, Exel juga sebenar nya menahan nya, bahkan malam ini Exel memilih untuk menahan nya. Besok ia berencana membawa Sabrina ke rumah sakit untuk periksa, walau setelah kejadian keguguran itu, dokter sudah mengatakan bahwa sabrina sudah pulih, namun jika dalam enam bulan tak kunjung hamil, sabrina harus di bawa ke dokter untuk melakukan program hamil.


"Masssshhh" Sabrina memanggil Exel dengan nada manja


Dan pada akhirnya, pertahanan Exel runtuh saat sabrina terus saja memeluk nya dan berbicara dengan nada manja.


Kini, tanpa di suruh pun Exel langsung memegang ubun-ubun sabrina lalu membaca doa yang sudah ia hafal.

__ADS_1


"Aaaahhhh, masssshhh" Desah Sabtina saat bibir Exel menjelajahi tubuh Sabtina.


"Kita langsung saja sayang, mas udah gak tahan"


Exel langsung melepas semua baju nya, tanpa mengatakan apapun lagi Exel memasukkan junior nya.


"Pelan, mas" Sabrina meringis saat tubuh nya di sentak oleh Exel.


"Mau cepet atau pelan?" Tawar Exel dengan nada sensual penuh gairah.


"Pelan, mas. Kita lepaskan dulu rasa ini"


Exel tidak menjawab nya, tapi ia langsung mengelumat bibir sabrina dengan penuh gairah. Ciuman terus berlangsung, kini sabrina juga sudah mulai bisa membalas ciuman Exel.


"Nikmat, sayanghhh?" Tanya Exel sambil menatap sabrina.


Sabrina mengangguk, ia menggigit bibir bawah nya lalu ia memeluk Exel dengan erat.


"Masssshhh, akuhhhhh"


Exel tau bahwa sabrina sudah ada di puncak nya, Exel pun memperdalam junior nya, ia juga menciumi leher sabrina agar sabrina memperoleh pucak kenikmatan yang tiada tara.


"Aaaaahhh" Tubuh sabrina seketika langsung lemas.


"Kini giliran mas, sayang" Ucap Exel sambil tersenyum licik. "Kamu suka yang pelan kan? kalau mas suka yang cepat. Kamu siap?"


Sabrina tidak menjawab dan belum sempat menjawab, tapi Exel sudah menghajar nya dengan kekuatan penuh.


Sabrina hanya bisa meremas sprei saat permainan Exel di luar kendali. ini memang sering terjadi ketika Exel hendak mencapai puncak nya. Rasa nya sedikit ngilu tapi sabrina membiarkan nya.


"Aaaahhhhh.... sayang.. sssssttt. "

__ADS_1


Exel menyentak sabrina, menumpahkan benih-benih jabang bayi ke dalam rahim sabrina. Malam ini cukup sampai di sini. Merek lelah habis perjalanan dan setelah membersihkan diri mereka berdua tidur dengan berpelukan seperti biasanya.


__ADS_2