
Setelah membereskan semua nya, afifah pun masuk ke kamar nya. jantung nya berdetak kencang, ia gugup dan takut menghadapi el.
setelah pintu di buka, afifah melihat el sibuk dengan HP nya. mengetahui afifah masuk kamar, el juga merasa salah tingkah dan gugup. suasana pun menjadi canggung.
"Mas Ram" panggil afifah
"Hemm, kalau gak cukup biar aku saja yang tidur di bawah"
"ehhh.. jangan" afifah menghentikan el yang sudah menurunkan satu kaki nya "Masih cukup kok buat dua orang. badanku kan kecil" ucap afifah
"Hmm.. baiklah, tidurlah dulu. aku masih ngecek Beberapa laporan"
tanpa menjawab, afifah pun merangkak naik ke tempat tidur, di rebahkan tubuh ramping nya di atas kasur spon empuk milik nya.
"Fah" panggil el tanpa melihat afifah
"Iya mas"
"Hari minggu kita ke kota, karena hari senin resepsi kita di kota. jadi besok kita langsung pulang saja ke rumah ku."
"Laa.. memang seperti itu mas. besok acara keloran, keluarga ku akan kesana mengantar kita. nanti disana aku akan membagikan makanan tradisional ke tetangga dekat rumah mas. emang papa mas gak cerita?"
"Lupa aku, sudahlah tidurlah. aku masih pusing ada laporan bermasalah"
"Iya mas"
__ADS_1
afifah pun mencoba memejamkan mata nya, namun tidak bisa, ia tak bisa menembus alam mimpi nya, namun afifah tetap tenang dan tidak bergerak membelakangi el. setelah cukup lama, el rasa afifah sudah tidur. ia pun ikut membaringkan tubuhnya di samping afifah. karena el seorang dokter, ia lebih memilih tidur miring ke kiri, kebetulan hadap ke afifah. el memandangi punggung kecil melok afifah, el tidak bisa melihat rambut afifah karena afifah tak melepaskan jilbab nya. perlahan el mulai menutup mata nya, namun el juga tidak bisa masuk kedalam mimpi nya. afifah pun berbalik, ia menyangka bahwa el sudah tidur.
Dia benar-benar tampan, pantesan saja banyak yang menyukai nya. Lihatlah dia punya bulu mata lentik hahaha... bibir sedikit tebal namun merona merah, kulitnya juga putih mulus. benar-benar sempurna. namun, entah aku beruntung atau tidak menikah dengan nya. Tapi aku tak mau mempusingkan nya, dia adalah suamiku, aku akan tetap menganggapnya suamiku, melayani nya dan menuruti nya. apapun yang akan terjadi nanti, biar lah terjadi nanti.
afifah pun memajamkan mata nya, tak lama kemudian ia sudah berhasil masuk kedalam mimpi nya. el pun membuka mata nya saat di rasa hembusan nafas afifah sudah teratur. el tau bahwa afifah tadi memandangi nya. sekarang gantian, el yang memandangi afifah.
Cantik, mulus, putih, walau hidung gak mancung banget sih, tapi bibir tipis.. dia benar-benar cantik kalau di lihat dari dekat. Kata-kaya kak Byan kemarin malam memang benar, sedikit sentuhan modern, afifah jauh lebih cantik dari rania.
****
Suara Ketukan pintu, membuat bi sumi berlari membuka pintu. bi sumi sedikit mengomel, pasalnya baru saja jam 5 pagi, sudah ada saja yang datang.
setelah di buka, ternyata dua seorang laki-laki yaitu hanan dan zakir membawa banyak sekali makanan matang.
"Ohh.. ini nasi untuk acara nanti ya pak?" tanya bi sumi
"Ayo pak bawa ke sini" titah bi si sumi sambil mengangkat sebuah keranjang. zakir dan hanan pun membawa keranjang yang lebih besar
"yasudah bu, kami permisi. assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
hanan dan zakir pun berlalu.
disisi lain, El baru saja membuka mata nya saat suara iqomah berkumandang di masjid. El sempat kaget karena saat membuka mata nya, ia melihat bukan langit-langit kamar nya yang indah, namun hanya asbes putih biasa. namun El langsung teringat, bahwa kemarin ia sudah menikah, dan ini adalah kamar istri nya. El bangun dan duduk di tepi kasur, ia mengumpulkan kembali 1000 nyawa nya yang baru saja terbang di dunia mimpi.
__ADS_1
Ceklek (Pintu terbuka)
"Mas Ram.... " suara afifah terhenti saat melihat suami nya sudah duduk di tepi ranjang
"Hmmm.. ada apa" suara Khas bangun tidur El membuat afifah merinding.
Semakin tampan saja kalau bangun tidur gini.
"Aku udah siapin air hangat mas, ayo ini handuk nya" afifah memberikan sebuah handuk bewarna kuning kepada El
"hmmm" jawab El sambil mengambil. handuk di tangan afifah.
El berjalan keluar kamar, karena kamar mandi terletak di bagian belakang. disana sudah ada bu zainab dan afifah yang sedang membersihkan dapur setelah aktifitas memasak nya.
***
Di rumah El, nenek eka sudah duduk di ruang tamu sambil memandangi masakan yang sudah tertata rapi di sana. sedangkan Byan dan caca berada di depan menunggu El datang.
sedangkan lastri duduk bersama sanjaya di teras, lastri sungguh belum bisa menerima pernikahan el, ia hanya khawatir dengan teman-teman nya, pada intinya hanya gengsi nya saja.
Segini dulu ya, author sudah sempetin sedikit dulu.
InsyaAllah besok author lanjut lagi
Terima kasih atas dukungan nya.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak