Bumbu Cinta, 100% Halal

Bumbu Cinta, 100% Halal
Berbahagia


__ADS_3

El dan Afifah Kembali ke desa dengan tenang, damai, bahagia tanpa ada gangguan sedikit pun.


sejak saat itu, el dan afifah hanya ke kota ketika ia hendak pergi ke Amerika saja. Axel juga sudah mulai terbiasa dengan suasana yang ada di sana.


Tahun-tahun berlalu dengan cepat, keluarga afifah dan el bahagia, walau masalah yang sama masing sering menghampiri mereka.


Alexa hidup di desa dengan baik. Zakir dan Afifah mengajar Alexa Mengaji dan sholat, El hanya bisa mengajari anak perempuan nya itu bahasa Asing, itupun tidak setiap waktu, karena El sibuk dengan profesi dokter dan perusahaan nya.


Dua hari lagi, Caca akan menikah. dan hari ini Exel akan kembali ke Indonesia untuk pertama kalinya setelah 10 tahun.


Caca menikah di umur 30 tahun. Ia terlalu asik kuliah dan mengurus bisnis nya. Hingga lupa bahwa dirinya sudah matang menjadi ibu rumah tangga.


Jika sanjaya tidak memaksanya, tentu caca tidak akan mau menikah. Pacar saja tidak punya, dan untung nya caca mau di jodohkan dengan Polisi yang sudah berpangkat sebagai seorang perwira.


di bandara, supir keluarga sanjaya sudah berdiri bersama orang-orang di depan pintu kedatangan, sambil memegang tulisan Exel - Amerika.


Lalu beberapa menit kemudian, dari pintu tersebut muncul lah seorang remaja tampan dengan memakai baju cesual. remaja tersebut menghampiri supir keluarga sanjaya sambil berkata "Saya Exel pak"


Setelah itu, mereka berdua masuk ke mobil.


hampir dua jam, mobil tersebut baru saja memasuki rumah mewah milik keluarga sanjaya. Di depan pintu, afifah, el, byan, dan yang lain nya sudah berdiri menyambut nya .


Mobil berhenti tepat di depan puntu masuk rumah keluarga sanjaya. Lalu tak lama, pintu mobil terbuka dan keluarlah remaja sangat tampan sekali tersenyum kepada semua orang disana.


"Exel" Afifah langsung berlari memeluk anak nya yang sangat ia rindukan.


"Mommy" Exel sepertinya juga merindukan afifah juga.

__ADS_1


El dan yang lain mendekat, mereka memeluk Exel secara bergantian.


"Apa kabar sayang"


"Baik oma"


"Assalamualaikum kak Exel" ucap Alexa, selaku saudara kembar nya


"Waalaikumsalam my sister Alexa, you so cantik, benar-benar cantik sekali"


"Kak Exel juga sangat tampan, lebih tampan dari foto nya" mereka saling memeluk, setelah sekian lama banyak bertukar kabar melalui panggilan vidio call


"Ayo masuk dulu, Exel pasti sangat cepek sekali" Ucap Sanjaya


"Opa, Exel sangat rindu sekali dengan opa" Exel memeluk erat tubuh sajaya, lalu ia melihat sosok laki-laki yang nyaris sama dengan saudara kembar nya.


"Kau sudah besar sekali nak, sudah hampir mempunyai tubuh seperti papa"


Exel tersenyum "Exel kesini bukan hanya menghadiri acara pernikahan tante caca, tetapi Exel mempunyai beberapa pertanyaan buat pengusaha sukses seperti papa dan Om byan"


Byan mendekat lalu mencubit lengan keponakan nya itu "Oke, om juga pengen sekali melihat, sudah se pintar apa keponakan bule om ini"


"kemana tante caca? Exel sudah menyiapkan hadiah buat nya"


mereka semua masuk, sanjaya menyuruh Exel untuk istirahat terlebih dahulu, sedangkan yang lain melanjutkan persiapan untuk acara pengajian besok dan resepsi lusa.


"Hai adikku, you have boyfriend or spesial man?"

__ADS_1


"Tidak kak, di islam tidak di perbolehkan pacaran"


"Come on sister, apa Papa yang melarang mu, atau Mommy?"


"Kakakku yang tampan, jangan bawa tradisi luar ke sini ya, jika gak mau di cubiti oleh mommy" Alexa meninggalkan saudara kembar nya itu di ruang makan. sedangkan Exel tersenyum melihat kejutekan Alexa.


"Papa benar, dia benar-benar sangat jutek sekali, hahahaha... lucu banget dia"


Afifah yang sejak tadi berdiri di dapur. tak sengaja mendengar percakapan anak kembar nya itu. Saat ini, afifah merasa sangat khawatir. Ke khawatiran afifah sejak lama kini sudah terjadi. Exel akan terbawa arus pergaulan Amerika. Walau bisa di katakan Exel tak di bebaskan oleh jhonatan, tetapi tetap saja Amerika dan indonesia sangat berbeda.


"Apa dia bisa mengaji"


"Apa dia juga bisa sholat"


"Apa Exel benar-benar tidak musrik?"


Afifah menangis, sungguh wanita ini merasa gagal menjadi ibu, walau dugaan nya belum benar.


...****************...


Alhamdulillah update lagi


Terima kasih sudah mendukung


jangan lupa tinggalkan jejak.


selamat malam, selamat beristirahat.

__ADS_1


__ADS_2