
"Selamat Bu guru Alexa" Ucap Exel melalu sambungan telepon vidio call.
"Makasih kak, hadiah dong" jawab Alexa sambil nyengir.
Exel memutar bola mata nya malas "Minta apa?"
"Ikhlas gak nihh" Alexa terkekeh
"Sebutkan saja, minta apa, cepat! sebelum aku berubah pikiran"
"Ehhh... iya, aku minta tas dan sepatu untuk mengajar"
"Astaga, kenapa gak beli sendiri saja disana. Kau mau ngajar atau mau fashion harus beli disini"
Bibir Alexa langsung manyun "Yasudah gak usah" Alexa marah, lalu memberikan handphone nya kepada afifah.
"Kau ini, suka sekali menggoda adikmu"
"Kan bener mommy, tas sama sepatu buat mengajar aja harus beli disini" omel Exel.
"Sudahlah, ini opa mau bicara"
"Hallo Exel sayang" Sapa Sanjaya, setelah memposisikan layar HP di depan wajah nya.
"Hai opa, bagaimana kabar opa?"
"Opa sehat sayang, kamu semangat ya. Satu tahun lagi tidak lah lama"
"Iya opa, do'ain Exel ya"
Sanjaya mengangguk, dan tersenyum
"Dimana oma?"
"Oma kamu masih foto bersama, tuh lihat rempong" Sanjaya memposisikan kamera HP kepada aktifitas kaum hawa yang heboh sana sini
"Baiklah, opa. Exel mau meeting dulu. nanti di sambung lagi"
"Di sana sekarang kan malam nak? kau mau meeting?"
"Tidak opa, hmm maksud Exel itu, Exel mau berangkat ke wangshiton, besok pagi sekali ada meeting"
"Ohh... yasudah, semoga sukses sayang"
"Terima kasih opa"
Exel pun melambaikan tangan nya, lalu memencet tombol merah di layar ponsel nya.
__ADS_1
Ia bisa bernafas lega, setelah mematikan sambungan telepon nya.
"Sudah sayang?" Michella ternyata berada di sana juga
"Sudah" Exel tersenyum kepada michella, dan senyuman itu membuat Exel semakin tampan "Kamu dengarkan apa yang di minta adikku?"
"Iya sayang, aku denger kok. Jadi biar besok aku yang pilihkan ya"
Exel mengangguk "Yasudah, aku pulang dulu ya. Besok siang kita ketemu langsung di Mall"
"Oke sayang"
Exel mencium pipi kanan dan pipi kiri Michella, lalu memeluk nya sebentar, sebelum ia benar-benar pergi dari apartemant Michella.
...****************...
Keesokan hari nya, El sekeluarga pulang ke desa lagi. setelah kemarin menghadiri acara wisuda Alexa. Karena Bella juga sudah diterima kerja menjadi guru honorer di desa, Hari ini ia juga membawa semua barang-barang nya.
Setelah berpamitan kepada sanjaya dan yang lain nya. Mereka semua masuk mobil. Jangan tanyakan hubungan Lastri dan afifah. Mereka msih saja sama, lebih tepat nya, Lastri masih belum menerima afifah. Saat ini, posisi afifah sama seperti posisi Lastri yang sama sekali tidak disukai oleh mendiang nenek eka. Ya, seperti sebuah karma, afifah yang menjadi cucu menantu kesayangan nenek eka, sama sekali tidak di Terima oleh Lastri. Entah mengapa Lastri sangat membenci Afifah.
"Nak bella, untuk sementara kamu bisa tinggal di rumah dulu"
"Tidak tante. Bella udah dapat rumah kok, dekat sama puskesmas"
"Rumah pak Ali itu ya? kamu jadi tinggal di sana?"
"tapi kan belum di bersihkan. biar kamu malam ini tidur sama Alexa, besok kan hari minggu, kamu bersihkan biar bisa pindah"
"Iya tante" Bella tersenyum kepada Afifah.
El yang duduk di kursi depan, terlihat diam saja, memejamkan mata nya sambil melipat tangan nya. Entah tidur atau sedang memikirkan sesuatu. Begitu juga Alexa, ia sangat lelah sekali, dan alhasil selama perjalanan pulang Alexa tidur.
"Bella, gimana paman kamu?"
"Paman baik tante. Minggu depan, paman mau pindah ke kalimantan bersama keluarga"
"Lalu kamu?"
"Paman sebenarnya memaksa Bella untuk ikut dengan nya. Namun, Bella tak mau tante. Mau cari kehidupan sendiri, yang terpenting tidak putus silaturahmi"
"Kamu mandiri sekali sih, tante suka sama kemandirian kamu seperti ini"
"Makasih tante" Bella tersenyum, seolah-olah ia sangat bangga sekali dan senang dengan pujian yang afifah lontarkan.
sesampai nya di rumah, mereka langsung mandi, makan lalu istirahat. El juga langsung tertidur. Semua sangat lelah, akibat drama ban bocor dan menunggu ber jam-jam. Seharus nya mereka tiba di desa jam 5 sore, tetapi molor sampai jam 9 malam.
"Bella, kamu udah tidur ya?"
__ADS_1
"belum xa? kenapa?"
"Gakpapa sih, yasudah tidur saja"
Alexa langsung memejamkan mata nya setelah membaca doa. Sedangkan Bella masih terjaga. Ia masih sibuk memandangi foto Exel yang menggantung di sudut kamar Alexa.
Betapa sangat tampan nya kamu Exel. Indo ke bule-bule an gitu. Tapi aku yakin kamu di sana punya pacar kan? kamu terlihat begitu sempurna, tapi aku tak sesempurna itu untuk bisa dekat dengan mu.
Seperti nya, Bella menyukai Exel. Walau ia hanya mengenal Exel dari cerita Alexa yang sangat dramatis. Alexa slalu memuja saudara kembar nya itu, apalagi Bella tau nyata bagaimana Exel yang sering mengirimkan hadiah untuk Alexa. Di mata Bella saat ini, Exel adalah cowok perhatian, penyayang dan sangat baik sekali dan poin penting nya yaitu, Bella tau benar, bahwa Exel sangatlah cerdas.
...****************...
Suara Adzan subuh membangunkan semua orang. Seperti biasanya, mereka melakukan sholat subuh berjamaah, setelah itu para wanita sibuk di dapur untuk memasak.
Bella yang sudah biasa dengan aktifitas serupa, membuat Afifah semakin senang. Bagi Afifah, Bella bisa menyesuaikan diri nya.
"Papa mau ke pabrik mommy, nanti makan siang nya antar ke sana ya"
"Tumben pa?" tanya Afifah sambil menyajikan makanan
"Ada perlu sama zakir"
"Mas" Panggil Afifah, ia juga duduk di dekat El.
"Ada apa? kok tiba-tiba lesu gitu, padahal beberapa detik yang lalu masih semangat"
"Dua hari lagi, Bulan puasa pa. Bujuk Exel biar pulang. Sejak dia pergi, dia gak pernah lebaran disini"
"Kan mommy tau, sejak dulu. Waktu lebaran slalu bersamaan dengan Ujian. Lagian di sana cuti lebaran nya gak sepanjang disini"
"Aku ingin sekali mas, ayolah" Afifah memohon sambil memegang tangan El.
"Oke nanti aku telepon Jho, mau tau jadwal sekolah Exel. kalau dia libur, aku akan paksa dia pulang"
"Maksih ya mas" Afifah kembali tersenyum bahagia.
"Jangan berharap banyak, aku gak mau kamu kecewa nanti" Terus El
Afifah diam, kini wajah nya kembali memelas.
...****************...
Alhamdullah, bisa update lagi.
Author akan up dikit2 ya, karena mengejar judul.
Jangan lupa tinggalkan jejak, Terima kasih sudah setia mendukung karya author.
__ADS_1