
Sudah dua minggu El tak ada kabar, Afifah sebenarnya ingin sekali menghubungi Byan, namun nyalinya tak seberani itu.
Afifah stress, memikirkan suami nya yang hilang bagai di telan bumi. Bahkan kejadian ini membuat kesehatan afifah terganggu.
"Kamu jangan banyak pikiran fah, lihatlah detak jantung bayimu juga lambat. Air ketuban juga kurang fa, banyak minum air putih, Berat badan Janin juga tetap, tidak bertambah. ini gak baik fah"
afifah menghela nafas "iya bu, akan saya coba"
"Aku yakin pak el akan sembuh dan akan kembali kesini lagi"
"Do'ain ya bu"
"Slalu fah"
afifah pun kembali di antar oleh andi, sesuai titah El dua bulan yang lalu, andi harus stay di rumah afifah dari pagi sampai sore.
"Kasian afifah, udah hamil ditinggal tugas suami. dan sekarang suami nya terpapar virus"
"Iya, kebayang kangen nya sama suami, apalagi sebelumnya pak el nempel terus ke afifah"
"Kasian ya afifah, muka nya kusam gitu."
"Iya, gak cantik seperti biasanya. kulit nya juga menghitam"
Setelah dari puskesmas, afifah mampir ke rumah el untuk sekedar mengobati rasa rindu nya.
"Aku mau tidur sebentar disini, kamu tunggu di luar ya. lagian Bi sugiati sebentar lagi akan datang"
"Siap fah"
andi langsung duduk di sofa empuk milik el. mengambil HP nya dan mulai bermain Game.
sedangkan afifah perlahan melangkahkan kaki nya naik ke anak tangga hingga kini ia sudah berada di depan kamar nya.
__ADS_1
Ceklek, setelah menekan handle pintu afifah perlahan mendorong pintu kamar nya. ia melihat kamar yang dulu ia tinggali bersama el, kamar itu tetap rapi dan bersih seperti biasanya.
Ia duduk di tepi ranjang, memandangi ranjang tersebut dimana ia dan el sudah cukup menghabiskan waktu bersama.
Bayang-bayang waktu pertama menikah juga teringat kembali. Sedih, menangis, senang, tertawa, kesal, jengkel semua nya sudah pernah ia rasakan. Dan hari ini Afifah merasa begitu sangat merindukan suami nya. padahal Sudah hampir 4 bulan tak bertemu, afifah baru merasakan rindu itu.
Perlahan afifah merebahkan diri di atas ranjang, memeluk guling yang dulu menjadi pemisah tidur nya di awal pernikahan nya. Hingga sampai cinta itu datang, membuat fungsi guling itu berubah.
Air mata afifah menetes kembali, saat melihat sebuah foto yang terpajang di sisi kanan ranjang. Foto saat mereka baru berbulan madu. Lalu di sisi kiri Ranjang foto besar pernikahan mereka dengan senyuman palsu.
Pulanglah mas, lihat perutku. Ini anakmu mas, dia ingin kamu mengelus nya, mencium nya dan memeluk nya. hiks hiks hiks..
Sangking lama nya afifah menangis, ia sampai ketiduran disana.
...****************...
Keluarga sanjaya sangat bingung sekali. Sanjaya juga menelpon beberapa teman El, tapi nyatanya sebagian dari mereka sudah kembali ke rumah nya. dan sebagian lagi bertugas kembali.
"Iya mas, aku telepon juga gak aktif"
"Aku mau nyusulin, tapi jalan kota di tutup fah, gak bisa ke mana-mana"
"Apa gak ada teman atau dokter lain kak yang bisa dihubungi"
"Sudah fah, sebagian dari mereka udah pulang, sebagian lagi sibuk tugas. El kan cuma reaktif fah, jadi di isolasi nya beda tempat"
"Kak.." afifah terlihat ragu "Aku hamil"
Byan kaget, El tidak pulang hampir 4 bulan, tapi afifah memberikan berita hamil.
"Aku sudah hamil 6 bulan kak, mau masuk 7 bulan"
Entah mengapa Byan di sebarang sana merasa lega.
__ADS_1
"Kok kamu gak bilang sih fah? terus kamu disana sama siapa saja"
"Sebenarnya aku pengen buat kejutan ketika mas ramdan pulang kak, apalagi seminggu lagi Mas ramdan ulang tahun"
Pria Bar-bar seperti Byan seketika menangis mendengarkan nya.
"sabar ya fah"
"Kakak sampaikan berita baik ini kepada papa dan yang lain ya, dan sampaikan juga maaf afifah karena baru saja memberitahukan semua ini"
"Iya fah, kamu jaga diri baik-baik ya."
Setelah mematikan sambungan telepon, Byan langsung memberitahukan kepada Sanjaya dan yang lain nya.
Tentu saja lastri juga mendengarnya.
Gak mungkin..
enggak
enggak
Gak mungkin dia mengandung anak El.
Aku gak mau, aku gak mau cucu dari rahim anak kampungan itu.
Aku gak mau harta El jatuh kepada istri dan anak nya.
Aku gak mau itu semua terjadi.
Ini semua gara-gara virus! andai saja virus ini segera lenyap, mungkin kini mereka udah cerai.
Astaga, semua juga ingin kaleee virus ini segera hilang dan musnah 🤭.
__ADS_1