
ceklek.. pintu terbuka
bibir nenek eka pun tersenyum, ia langsung Keluar Dan menutup lagi pintu nya.
Anak zaman sekarang, sampai lupa ngunci pintu hehehe...
"Nek, mana el?" byan muncul dari belakang, sedikit mengagetkan nenek eka
"sstt... el masih tidur. mungkin capek heheh"
byan memandang curiga nenek nya itu "Nenek ngintipin el ya" tebak byan
"Nenek gak sengaja tau, salah siapa pintu nya gak di kunci" ucap nenek eka
"Nenek lihat mereka lagi apa hayooo" byan mendesak nenek eka
"Cuma lihat pelukan saja. gak lihat yang macam-macam" nenek eka mulai malangkahkan kaki untuk segera turun ke bawah
"Bohong, nenek pasti lihat yang lain" tanya byan sambil menuntun nenek eka turun tangga
"enggak byan, cuma lihat pelukan. kamu jangan bilang siapa-siapa ya."
"nenek kenapa gak ketuk pintu? main masuk saja"
"Tetap bukan salah nenek, salah el ngapain gak di kunci pintu nya"
byan pun tertawa, ia merasa nenek nya ikut malu. padahal seharus nya el dan afifah yang malu wkwkw....
disisi lain, afifah mulai membuka mata nya perlahan. namun tubuh nya tidak bisa bergerak. ada sesuatu yang menimpa perut dan kaki nya. afifah masih diam, mengumpulkan kembali nyawa nya yang baru saja berterbangan di alam mimpi.
__ADS_1
Awalnya afifah kaget melihat sekeliling nya, terlebih seseorang yang tengah memeluk nya bagai guling. bahkan kepala el tepat berada di atas perut afifah.
Berat sekali...
"Mas ram.... " afifah memanggil el dengan lembut, namun tetap tak ada jawaban dari el.
"Mas Ramdan, bangun mas" suara afifah sedikit keras
el pun membuka mata nya, el langsung terperanjak saat menyadari ia tidur di perut afifah.
"Maaf" hanya itu yang el katakan, lalu dengan cepat ia masuk ke kamar mandi.
Minta maaf, tapi seperti itu. memang sejak dulu dia gak pernah sopan. pikiran afifah kembali ke zaman waktu pertama kali dia bertemu dengan el.
sedangkan di kamar mandi, el terus memgutuki kebodohan nya, bisa-bisa nya ia tidur di perut afifah. berbeda dengan afifah, mungkin karena afifah sudah menerima El dengan ikhlas lahir batin, jadi dia tak begitu mempermasalahkan nya. bagi nya hanya ingin mencari ridho Allah dan pahala, ya walaupun afifah tau pernikahan nya akan berakhir seperti apa.
kini Keluarga Sanjaya sudah berada di Ruangan VIP Restoran Terenak dan termahal di kota. Pemilik restoran tau, Nyonya Alexander yaitu Nenek eka. karena itulah, hari ini pelayanan serba terbaik.
Setelah acara makan malam, mereka semua bercengkrama, afifah mengobrol dengan Mira, yang kebetulan Lastri ajak. di luar dugaan Lastri, ternyata mira menerima afifah, padahal ia pikir mira akan risih dengan gadis kampungan seperti afifah.
"Kamu ajarin aku pokok nya. mas byan suka sama masakan mu" ucap mira bersemangat
"Iya mbak, nanti aku ajarin" jawab afifah
"Kalian berdua cucu menantu nenek yang cantik. pokok nya nenek mau kalian terus hidup rukun ya" ucap nenek eka sambil mengelus kepala mira dan afifah
disisi lain, byan terlihat bisik-bisik kepada el.
"Ini apa kak?" tanya El, sambil melihat plastik berisi sebuah bubuk bewarna coklat yang baru saja Byan berikan
__ADS_1
"Ini obat kuat el" jawab byan "Aku gak mau ya kamu kalah sama perempuan. pokok nya istri-istri kita harus ampun sama kita kalau di ranjang"
Bukan byan, tetapi malah el yang malu dengan ucapan byan.
"Kakak apaan sih, gak usah pakai gini. obat kuat gak baik buat kesehatan. kita gak tau dosis nya" jawab el dengan sedikit malu
"eehh... coba sekali saja. nanti aku buatin deh" byan masih terus memaksa El
"Gak usah kak, itu untuk kakak saja"
"Pokok nya nanti aku akan buatkan. jadi nanti kamu minum ya" pemaksaan yang sungguh sangat memaksa
El diam, ia masih berpikir bagaimana cara nya agar byan tak memaksa nya untuk meminum obat itu.
"Gak usah kak, lagian afifah sudah ampun-ampun kok" ucap El
byan tersenyum, dan El merasa lega, karena ia meraja jawaban nya membuat byan tak memaksa nya lagi.
"Yasudah, tapi aku pesan satu hal sama kamu"
Apa? itu arti tatapan El kepada byan
"Jangan lupa kunci pintu nya, untung tadi nenek lihat pas kalian tidur pelukan. kalau pas mantap-mantap an kan jadi nya malu" goda byan di akhiri dengan ketawa jahat
sedangkan El diam seribu bahasa, ia terus mengedipkan mata nya. wajah nya langsung berubah merah bagai saos tomat. baru saja ia lupa kejadian tadi, ini malah teringat kembali. terlebih byan dan nenek eka tau.
Segini dulu ya gaes..
Jangan Lupa tinggalkan JEJAK 😊😊
__ADS_1