Bumbu Cinta, 100% Halal

Bumbu Cinta, 100% Halal
Resepsi


__ADS_3

Setelah acara akad nikah, Raihan dan Alexa berganti baju dan melanjutkan acara Resepsi.


Acara ini di isi dengan mengaji bersama, dan ada juga ceramah nasihat pengantin nya.


...****************...


Kalian Skip saja di bab ini, langsung Next ya


Assalamu’alaikum, Wr., Wb.


بسم الله الرحمن الرحيم


الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله، سيدنا محمد صلى الله عليه وآله وصحبه وسلم


أما بعد


وَمِنْ آَيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ


Hadirin ma’asyirol muslimin rohimakumullah


Walaupun pada hakikatnya semua kejadian yang terjadi di dalam dunia ini adalah meruoakan qodo dan qodar allah swt.namun manusia di tuntut ikhtiardemi mengusahakan kebahagiaan dan ketenangan hidup lahir mauun batin.


...


...


 Diantara yang mendasar untuk menuju ketentraman dan kebahagiaan yaituallah swt. Sudah menciptakan manusia ini berpasang2an antara lelaki dan perempuan sebagaimana yang di firmankan oleh allah swt. Dalam surat ar-rum ayat 21:


وَمِنْ آَيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ


@:”dan diantara tanda2 kebesaran allah swt, bahwa dia mencioptakan jodoh untukmu dan dirimu (bangsamu) supaya kamu mersa tentram kepadanya dan dia mengadakan sesame kamu kasih sayang dan rahmat sesungguhnya demikian itumenjadi ayat bagi kaum yang memikirkan.”


Dari keterangan ayat tadi di atasmemberikan sebuah gambaran kepada kita semua, bahwa menyatunya dua hati manusia dari berlainan jenis dalam satu rumpun rumah tangga dapat menubuhkan ketentraman dan kebahagiaan bagi san g pelakunya, apabila memang sang pelak tersebut dapat mengemudikan perahu rumah tangga nya menuru ajaran dan tuntunan syari’at agama islam.


Maka dari suatu perkawinan bukanlah satu tujuan yang hanya menuruti tuntunan dan hsyrat syahwat belaka, melainkan suatu ketentuan allah swt yang mempunyai tuuan tertentu diantara tujuan perkawinan yang diharapkan dandi ajrkan menurut islam adalah:


1.      Menjaga diri dari perbuatan maksyiat karena yakin bkalau seseorang berumah tangga dapat menyalurkan hasyrat hatinya langsung kepada sang istri yang sudah syah untuk di pergaulinya, sebagaimana yang telah di firmankan oleh allah swt:


@:”perempuanmu adalah sawah ladangmu untuk itu datangilah sawah ladangmu sekehendak dan sesuka hatimu.”


2.      Untuk menjaga turunan dan memprbanyak turunan.


3.      Untuk menambah kwalitas dan nilai ibadah di hadapan allah swt karena ada sebuah hadits rasul yang menyatakan “shalat 2 rakaat seseorang yang berumah tangga lebih besar pahalanya di bandingkan shalat 2 rakaat orang yang masih bujangan.”


Tiga dari tujuan dari pondok perkawinan di ats pernah di sabdakan baginda nabi yang berbunyi :


روى البخارى و مسلم رحمهما الله تعالى بسندهما إلى عبد الله بن مسعود رضى الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: "يا معشر الشباب, من استطاع منكم الباءة فليتزوج, فإنه أغض للبصر, و أحصن للفرج


@:”wahai golongan pemuda barang siapa diantara kamu semua sudah mampu untuk kawin, maka kawinlah, tetapi kalau belum puasalah karena sesungguhnya perbuatan itu dapat manunudukan terhadap penglihatan dan dan menjaga parji.”


Hadirin ma’syirol muslimin rohimakumullah


Dalam rangka mendapatkan pasangan hidup, manisia tetap harus berusahasulu agar mendapatkan pasangan yang ideal, selaras dengan ketentuan allah dan rosulnya. Lelaki boleh memilih calon istrinya dan begitu pula perempuanboleh memilih calon suaminya.


Rosulullah saw sudah menentukan ketentuandalamcara memilih pasamgan hidup yang di terangkan dalam sebuah untaian hadits:


Teks hadits : “Tunkahul mar’atu liarba’in, li maliha wa li jamaliha wa li hasabiha wa li diniha, fadzfar bi dzatil akhir taribat yadaka”


@:”dinikahi perempuan karena 4 perkara yaitu hartanya, kecantikannya, turunannya dan agamanya tapi utamakanlah agamanya.”


Karena yakilah manusia yang terdidik dengan ajaran agama ia menjadi seorang pribadi muslim yang solih dan solihat, dan rumah tangga yang di dukung oleh wanita yang slihat adalah harapan dantujuan setiap orang.


Kehidupan rumah tangga adakah bagaikan  2 orang manusia yang sedang menggayun bahteradi tengah samudra nan luas menuju pantai nan jauh di sana yaitu pantai mardolitan. Apabila salah seorang diantara mereka berbeda2 haluan dalam menjalankan bahtera tersebut, namun kmungkinan yang bakal terjadi bahgtra hancurdi tangah samudra dan terkena oleh amukan gelombang lautan yang tearamat ganas, tetapi apabila ia seia, sekata, seidiologi, sehidup semati, sepahit semanis, sepenanggungan, maka apapun cobaan tejadi, mereka senatiasa akan terusberusaha untuk mencapai satu tujuan yang sangat di idam-idamkan yaitu satu kahidupan yang penuh dengan mawadah warohmah (cinta dan kasih sayang).


Disinilah perlunya seorang memilih pasangan hidup yang betul2 mengerti hak-haknya baik itu hak seorang istri maupun hak seorang suami, semua itu akan terwujud pada diri seorang manusia yang mempunyai sifat2 yang solih dan solihat.


Ma’asyirul muslimin rohimakumullah


Rosulullah saw melalui goresan sebuah haditsnya menggambarkan tentang sebuah keluarga yang mampu mendapatkan kebahagiaan ddunia dan akhirat karena mempunyai 4 faktor yang tertanam pada diri manusia tersebut


@:”4 masalah apa manusia di beri 4 perkara tersebut, maka orang tersebut di beri kebaikan dunia dan akhirat.”


Dari 4 perkara tersebut diatas:


1.      Artinya manusia di berikan lidah oleh allah swt yang selamanya tak pernah lepas dari ingat kepada allah swt yang isinya dzikir terbagi 2:


a.       Mengucapkan kalimah2 allah seperti tasbih, tahmid, takbir, dan membaca al-quran.


b.      Mengucapkan kaliah 2 yang tak pernah lepas dari syriat islam.


2.      Artinya manusia yang di beri hati oleh allah swt yang selamanya selalu akan segala nikmat yang di berikan oleh allah swt kepadanya.


3.      Artinya manusia selau sobar terhadap cobaaan yang menimpa dirinya.


4.      Artinya apabila di berikan seorang istri yang solihat yang tak pernah lacut terhadap suaminya karena takut dirnya celaka dan tak pernah lacut terhadap harta suaminya.


Dari keterangan tadi di ataskita dapat mengambil sebuak ‘itibar bahwa seorang istri yang solihat adalah salah satu factor penyebab sebuah rumpun keluarga yang bahagia sehingga dengan di damping seorang istri yang solihah sang suami dapat mengucapkan sebuah untaian katamutiara yang cukup indah dari bibirnya (baiti jannay) rumahku adalah surgaku.


Adapun ciri2 wania  solihat yang si gambarkan oleh allah swt adalah:


@:”yang di sebuut wanita solihat adalah wanita yang taat dan patuh terhadap suaminya dan menjaga dirinya ketika suaminya tidak ada di rumah.”


Adapun ciri2 yang solihat di jelaskan


Hadirin rohimakumullah


Dapat kita bayangkan jikalau mempunyai istri yang solihat ketika sang suami tercinta dengan roman dan mimic muka yang berseri-seri manis sang istri menyambut suaminya dan ketika sang suami bercerita tentang usahanya hari itu yang tidak seberapa untung lantas sang istri solihat berucap dengan suara yan eramat lembut.


“romantika bang, bukanlah kehidupanini bagaikan rofa pedati yang tidak selamanya berada di atas tapi suatu saat adakalanya kita berada di bawah rugi nsehari wajar saja bang.” Allahuakhbar dari istri tercinta begitu menyejukan hatinya ucapan itu persis bak titisan embun di pagi hari yang dapat menghilangkan rasa haus da dahaga.”


Maka kana da sebuah keluarga yang dinamakan broken home (keluarga rusak) yang mengakibatkan sang suami tak betah di rumah jikalau sebuah keluarga terbentuk oleh seorang wanita solehah, namun begitu jauh para ulama mengatakan bahwa seorang waanita solihah itu kalqurobilabyad seperti burung gagak putih yang keberadaannya sangat begitu langka.


Hadirin ma’asyirolmuslimin rphimakumullah


Kesimpulan yang bias kita abil dari pmbicaraan kita tadi adalah “wanita yang solihah adalah merupakan factor penyebab terbentuknya sebuah keluarga yang sakinah.”


Untuk itu saya berpesan! Berhati-hatilah memilih pasangan hidup.


Barang kali ini saja yang dapat saya sampaikan, mohon maaf atas segala kekurangannya.


Wassalamu’alaikum, Wr., Wb.


Bismillahirohmanirohim


وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَابُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ


Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.


وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ


Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapkanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun[1]. Bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (QS. Luqman : 14).


وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلى أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ


Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, Maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, Maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS. Luqman : 15)


يَابُنَيَّ إِنَّهَا إِنْ تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ فَتَكُنْ فِي صَخْرَةٍ أَوْ فِي السَّمَوَاتِ أَوْ فِي الْأَرْضِ يَأْتِ بِهَا اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ


(Luqman berkata): “Hai anakku, Sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus[2] lagi Maha mengetahui. (QS. Luqman : 16)


يَابُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ


Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu Termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). (QS. Luqman : 17)


lalu di lanjutkan surah Al-Mu'minun


وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ


Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. (QS. Luqman )


Lalu di lanjutkan surah Al mukminun


وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ مِنْ سُلٰلَةٍ مِّنْ طِيْنٍ ۚ


Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah.


ثُمَّ جَعَلْنٰهُ نُطْفَةً فِيْ قَرَارٍ مَّكِيْنٍ ۖ


Kemudian Kami menjadikannya air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).


Lalu surah Yusuf


الۤرٰ ۗ تِلْكَ اٰيٰتُ الْكِتٰبِ الْمُبِيْنِۗ


alif lām rā, tilka āyātul-kitābil mubīnAlif Lam Ra.


Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al-Qur'an) yang jelas.


اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ قُرْاٰنًا عَرَبِيًّا لَّعَلَّكُمْ تَعْقِلُوْنَ


innā anzalnāhu qur`ānan 'arabiyyal la'allakum ta'qilụn


Sesungguhnya Kami menurunkannya sebagai Qur'an berbahasa Arab, agar kamu mengerti.


نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ اَحْسَنَ الْقَصَصِ بِمَآ اَوْحَيْنَآ اِلَيْكَ هٰذَا الْقُرْاٰنَۖ وَاِنْ كُنْتَ مِنْ قَبْلِهٖ لَمِنَ الْغٰفِلِيْنَ


naḥnu naquṣṣu 'alaika aḥsanal-qaṣaṣi bimā auḥainā ilaika hāżal-qur`āna wa ing kunta ming qablihī laminal-gāfilīnKami


menceritakan kepadamu (Muhammad) kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al-Qur'an ini kepadamu, dan sesungguhnya engkau sebelum itu termasuk orang yang tidak mengetahui.


اِذْ قَالَ يُوْسُفُ لِاَبِيْهِ يٰٓاَبَتِ اِنِّيْ رَاَيْتُ اَحَدَ عَشَرَ كَوْكَبًا وَّالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ رَاَيْتُهُمْ لِيْ سٰجِدِيْنَ


iż qāla yụsufu li`abīhi yā abati innī ra`aitu aḥada 'asyara kaukabaw wasy-syamsa wal-qamara ra`aituhum lī sājidīn


(ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya, “Wahai ayahku! Sungguh, aku (bermimpi) melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku.”


قَالَ يٰبُنَيَّ لَا تَقْصُصْ رُءْيَاكَ عَلٰٓى اِخْوَتِكَ فَيَكِيْدُوْا لَكَ كَيْدًا ۗاِنَّ الشَّيْطٰنَ لِلْاِنْسَانِ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ


qāla yā bunayya lā taqṣuṣ ru`yāka 'alā ikhwatika fa yakīdụ laka kaidā, innasy-syaiṭāna lil-insāni 'aduwwum mubīn


Dia (ayahnya) berkata, “Wahai anakku! Janganlah engkau ceritakan mimpimu kepada saudara-saudaramu, mereka akan membuat tipu daya (untuk membinasakan)mu. Sungguh, setan itu musuh yang jelas bagi manusia.”


وَكَذٰلِكَ يَجْتَبِيْكَ رَبُّكَ وَيُعَلِّمُكَ مِنْ تَأْوِيْلِ الْاَحَادِيْثِ وَيُتِمُّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكَ وَعَلٰٓى اٰلِ يَعْقُوْبَ كَمَآ اَتَمَّهَا عَلٰٓى اَبَوَيْكَ مِنْ قَبْلُ اِبْرٰهِيْمَ وَاِسْحٰقَۗ اِنَّ رَبَّكَ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ


wa każālika yajtabīka rabbuka wa yu'allimuka min ta`wīlil-aḥādīṡi wa yutimmu ni'matahụ 'alaika wa 'alā āli ya'qụba kamā atammahā 'alā abawaika ming qablu ibrāhīma wa is-ḥāq, inna rabbaka 'alīmun ḥakīm


Dan demikianlah, Tuhan memilih engkau (untuk menjadi Nabi) dan mengajarkan kepadamu sebagian dari takwil mimpi dan menyempurnakan (nikmat-Nya) kepadamu dan kepada keluarga Yakub, sebagaimana Dia telah menyempurnakan nikmat-Nya kepada kedua orang kakekmu sebelum itu, (yaitu) Ibrahim dan Ishak. Sungguh, Tuhanmu Maha Mengetahui, Mahabijak-sana.


۞ لَقَدْ كَانَ فِيْ يُوْسُفَ وَاِخْوَتِهٖٓ اٰيٰتٌ لِّلسَّاۤىِٕلِيْنَ


laqad kāna fī yụsufa wa ikhwatihī āyātul lis-sā`ilīn


Sungguh, dalam (kisah) Yusuf dan saudara-saudaranya terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang yang bertanya.


اِذْ قَالُوْا لَيُوْسُفُ وَاَخُوْهُ اَحَبُّ اِلٰٓى اَبِيْنَا مِنَّا وَنَحْنُ عُصْبَةٌ ۗاِنَّ اَبَانَا لَفِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍۙ


iż qālụ layụsufu wa akhụhu aḥabbu ilā abīnā minnā wa naḥnu 'uṣbah, inna abānā lafī ḍalālim mubīnKetika mereka berkata,


“Sesungguhnya Yusuf dan saudaranya (Bunyamin) lebih dicintai ayah daripada kita, padahal kita adalah satu golongan (yang kuat). Sungguh, ayah kita dalam kekeliruan yang nyata.


ۨاقْتُلُوْا يُوْسُفَ اَوِ اطْرَحُوْهُ اَرْضًا يَّخْلُ لَكُمْ وَجْهُ اَبِيْكُمْ وَتَكُوْنُوْا مِنْۢ بَعْدِهٖ قَوْمًا صٰلِحِيْنَ


uqtulụ yụsufa awiṭraḥụhu arḍay yakhlu lakum waj-hu abīkum wa takụnụ mim ba'dihī qauman ṣāliḥīn


Bunuhlah Yusuf atau buanglah dia ke suatu tempat agar perhatian ayah tertumpah kepadamu, dan setelah itu kamu menjadi orang yang baik.”


قَالَ قَاۤئِلٌ مِّنْهُمْ لَا تَقْتُلُوْا يُوْسُفَ وَاَلْقُوْهُ فِيْ غَيٰبَتِ الْجُبِّ يَلْتَقِطْهُ بَعْضُ السَّيَّارَةِ اِنْ كُنْتُمْ فٰعِلِيْنَ


qāla qā`ilum min-hum lā taqtulụ yụsufa wa alqụhu fī gayābatil-jubbi yaltaqiṭ-hu ba'ḍus-sayyārati ing kuntum fā'ilīn


Seorang di antara mereka berkata, “Janganlah kamu membunuh Yusuf, tetapi masukan saja dia ke dasar sumur agar dia dipungut oleh sebagian musafir, jika kamu hendak berbuat.”


قَالُوْا يٰٓاَبَانَا مَالَكَ لَا تَأْمَنَّ۫ا عَلٰى يُوْسُفَ وَاِنَّا لَهٗ لَنَاصِحُوْنَ


qālụ yā abānā mā laka lā ta`mannā 'alā yụsufa wa innā lahụ lanāṣiḥụn


Mereka berkata, “Wahai ayah kami! Mengapa engkau tidak mempercayai kami terhadap Yusuf, padahal sesungguhnya kami semua menginginkan kebaikan baginya.


اَرْسِلْهُ مَعَنَا غَدًا يَّرْتَعْ وَيَلْعَبْ وَاِنَّا لَهٗ لَحٰفِظُوْنَ


arsil-hu ma'anā gaday yarta' wa yal'ab wa innā lahụ laḥāfiẓụn


Biarkanlah dia pergi bersama kami besok pagi, agar dia bersenang-senang dan bermain-main, dan kami pasti menjaganya.”


قَالَ اِنِّيْ لَيَحْزُنُنِيْٓ اَنْ تَذْهَبُوْا بِهٖ وَاَخَافُ اَنْ يَّأْكُلَهُ الذِّئْبُ وَاَنْتُمْ عَنْهُ غٰفِلُوْنَ


qāla innī layaḥzununī an taż-habụ bihī wa akhāfu ay ya`kulahuż-żi`bu wa antum 'an-hu gāfilụn


Dia (Yakub) berkata, “Sesungguhnya kepergian kamu bersama dia (Yusuf) sangat menyedihkanku dan aku khawatir dia dimakan serigala, sedang kamu lengah darinya.”


قَالُوْا لَىِٕنْ اَكَلَهُ الذِّئْبُ وَنَحْنُ عُصْبَةٌ اِنَّآ اِذًا لَّخٰسِرُوْنَ


qālụ la`in akalahuż-żi`bu wa naḥnu 'uṣbatun innā iżal lakhāsirụnSesungguhnya mereka berkata,


Jika dia dimakan serigala, padahal kami golongan (yang kuat), kalau demikian tentu kami orang-orang yang rugi.”


فَلَمَّا ذَهَبُوْا بِهٖ وَاَجْمَعُوْٓا اَنْ يَّجْعَلُوْهُ فِيْ غَيٰبَتِ الْجُبِّۚ وَاَوْحَيْنَآ اِلَيْهِ لَتُنَبِّئَنَّهُمْ بِاَمْرِهِمْ هٰذَا وَهُمْ لَا يَشْعُرُوْنَ


fa lammā żahabụ bihī wa ajma'ū ay yaj'alụhu fī gayābatil-jubb, wa auḥainā ilaihi latunabbi`annahum bi`amrihim hāżā wa hum lā yasy'urụn


Maka ketika mereka membawanya dan sepakat memasukkan ke dasar sumur, Kami wahyukan kepadanya, “Engkau kelak pasti akan menceritakan perbuatan ini kepada mereka, sedang mereka tidak menyadari.”


وَجَاۤءُوْٓ اَبَاهُمْ عِشَاۤءً يَّبْكُوْنَۗ


wa jā`ū abāhum 'isyā`ay yabkụn


Kemudian mereka datang kepada ayah mereka pada petang hari sambil menangis.


lalu di lanjut membaca surah maryam


كٓهٰيٰعٓصٓ ۚ١


1. Kaaf Haa Yaa 'Aiin Saad.


ذِكْرُ رَحْمَةِ رَبِّكَ عَبْدَهٗ زَكَرِيَّا ۚ٢



(Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhanmu kepada hamba-Nya, Zakaria,



إِذْ نَادٰى رَبَّهٗ نِدَآءً خَفِيًّا ٣



(yaitu) ketika dia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut.



قَالَ رَبِّ إِنِّيْ وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّيْ وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَّلَمْ أَكُنْ بِدُعَآئِكَ رَبِّ شَقِيًّا ٤



Dia (Zakaria) berkata, "Ya Tuhanku, sungguh tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku.


__ADS_1


وَإِنِّيْ خِفْتُ الْمَوَالِيَ مِنْ وَّرَآئِيْ وَكَانَتِ امْرَأَتِيْ عَاقِرًا فَهَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ وَلِيًّا   ۙ٥



Dan sungguh, aku khawatir terhadap kerabatku sepeninggalku, padahal istriku seorang yang mandul, maka anugerahilah aku seorang anak dari sisi-Mu,



يَرِّثُنِيْ وَيَرِثُ مِنْ اٰلِ يَعْقُوْبَ وَاجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيًّا ٦



yang akan mewarisi aku dan mewarisi dari keluarga Yakub; dan jadikanlah dia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai."



يٰزَكَرِيَّآ إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلٰمٍ اسْمُهٗ يَحْيٰىۙ لَمْ نَجْعَلْ لَّهٗ مِنْ قَبْلُ سَمِيًّا ٧



(Allah berfirman), "Wahai Zakaria! Kami memberi kabar gembira kepadamu dengan seorang anak laki laki namanya Yahya, yang Kami belum pernah memberikan nama seperti itu sebelumnya."



قَالَ رَبِّ أَنّٰى يَكُوْنُ لِيْ غُلٰمٌ وَّكَانَتِ امْرَأَتِيْ عَاقِرًا وَّقَدْ بَلَغْتُ مِنَ الْكِبَرِ عِتِيًّا  



Dia (Zakaria) berkara, "Ya Tuhanku, bagaimana aku akan mempunyai anak, padahal istriku seorang yang mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai usia sangat tua?"



قَالَ كَذٰلِكَ قَالَ رَبُّكَ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٌ وَّقَدْ خَلَقْتُكَ مِنْ قَبْلُ وَلَمْ تَكُ شَيْئًا ٩



(Allah berfirman), "Demikianlah." Tuhanku berfirman, "Hal itu mudah bagi-Ku; sungguh telah Aku ciptakan sebelum itu, padahal (pada waktu itu) engkau belum berwujud sama sekali."



قَالَ رَبِّ اجْعَلْ لِّيْٓ اٰيَةًۗ قَالَ اٰيَتُكَ أَلَّا تُكَلِّمَ النَّاسَ ثَلٰثَ لَيَالٍ سَوِيًّا ١٠



Dia (Zakaria) berkata, "Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda." (Allah berfirman), "Tandamu ialah engkau tidak dapat bercakap cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal engkau sehat."



فَخَرَجَ عَلٰى قَوْمِهٖ مِنَ الْمِحْرَابِ فَأَوْحٰٓى إِلَيْهِمْ أَنْ سَبِّحُوْا بُكْرَةً وَّعَشِيًّا ١١



Maka dia keluar dari mihrab menuju kaumnya, lalu dia memberi isyarat kepada mereka; bertasbihlah kamu pada waktu pagi dan petang.



يٰيَحْيٰى خُذِ الْكِتٰبَ بِقُوَّةٍۗ وَاٰتَيْنٰهُ الْحُكْمَ صَبِيًّا ۙ١٢



"Wahai Yahya! Ambillah (pelajarilah)*  Kitab (Taurat) itu dengan sungguh sungguh." Dan Kami berikan hikmah kepadanya (Yahya)* selagi dia masih kanak kanak,



وَّحَنَانًا مِّنْ لَّدُنَّا وَزَكٰةًۗ وَكَانَ تَقِيًّا ۙ١٣



dan (Kami jadikan) rasa kasih sayang (kepada sesama) dari Kami dan bersih (dari dosa). Dan dia pun seorang yang bertakwa,



وَّبَرًّا بِوَالِدَيْهِ وَلَمْ يَكُنْ جَبَّارًا عَصِيًّا ١٤



dan sangat berbakti kepada orang tuanya, dan dia bukan orang yang sombong (bukan pula) orang yang durhaka.



وَسَلٰمٌ عَلَيْهِ يَوْمَ وُلِدَ وَيَوْمَ يَمُوْتُ وَيَوْمَ يُبْعَثُ حَيًّا ؑ١٥



Dan kesejahteraan bagi dirinya pada hari lahirnya, pada hari wafatnya, dan pada hari dia dibangkitkan hidup kembali



Dan yang terakhir surah Ar-Rahman


اَلرَّحْمٰنُۙ


ar-raḥmān


(Allah) Yang Maha Pengasih,


عَلَّمَ الْقُرْاٰنَۗ


'allamal-qur`ān


Yang telah mengajarkan Al-Qur'an.


خَلَقَ الْاِنْسَانَۙ


khalaqal-insān


Dia menciptakan manusia,


عَلَّمَهُ الْبَيَانَ


'allamahul-bayān


mengajarnya pandai berbicara.


اَلشَّمْسُ وَالْقَمَرُ بِحُسْبَانٍۙ


asy-syamsu wal-qamaru biḥusbān


Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan,


وَّالنَّجْمُ وَالشَّجَرُ يَسْجُدَانِ


wan-najmu wasy-syajaru yasjudān


dan tetumbuhan dan pepohonan, keduanya tunduk (kepada-Nya).


وَالسَّمَاۤءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ الْمِيْزَانَۙ


was-samā`a rafa'ahā wa waḍa'al-mīzān


Dan langit telah ditinggikan-Nya dan Dia ciptakan keseimbangan,


اَلَّا تَطْغَوْا فِى الْمِيْزَانِ


allā taṭgau fil-mīzān


agar kamu jangan merusak keseimbangan itu,


وَاَقِيْمُوا الْوَزْنَ بِالْقِسْطِ وَلَا تُخْسِرُوا الْمِيْزَانَ


dan tegakkanlah keseimbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi keseimbangan itu.


وَالْاَرْضَ وَضَعَهَا لِلْاَنَامِۙ


wal-arḍa waḍa'ahā lil-anām


Dan bumi telah dibentangkan-Nya untuk makhluk(-Nya),


فِيْهَا فَاكِهَةٌ وَّالنَّخْلُ ذَاتُ الْاَكْمَامِۖ


fīhā fākihatuw wan-nakhlu żātul-akmām


di dalamnya ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang,


وَالْحَبُّ ذُو الْعَصْفِ وَالرَّيْحَانُۚ


wal-ḥabbu żul-'aṣfi war-raiḥān


dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya.


فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ


fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān


Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?


خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ كَالْفَخَّارِ


khalaqal-insāna min ṣalṣāling kal-fakhkhār


Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar,


وَخَلَقَ الْجَاۤنَّ مِنْ مَّارِجٍ مِّنْ نَّارٍۚ


wa khalaqal-jānna mim mārijim min nār


dan Dia menciptakan jin dari nyala api tanpa asap.


فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ


fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān


Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?


رَبُّ الْمَشْرِقَيْنِ وَرَبُّ الْمَغْرِبَيْنِۚ


rabbul-masyriqaini wa rabbul-magribaīn


Tuhan (yang memelihara) dua timur dan Tuhan (yang memelihara) dua barat.


فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ


fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān


Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?


مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيٰنِۙ


marajal-baḥraini yaltaqiyān


Dia membiarkan dua laut mengalir yang (kemudian) keduanya bertemu,


بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لَّا يَبْغِيٰنِۚ


bainahumā barzakhul lā yabgiyān


di antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.


فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ


fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān


Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?


يَخْرُجُ مِنْهُمَا اللُّؤْلُؤُ وَالْمَرْجَانُۚ


yakhruju min-humal-lu`lu`u wal-marjān


Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.


فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ


fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān


Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?


وَلَهُ الْجَوَارِ الْمُنْشَاٰتُ فِى الْبَحْرِ كَالْاَعْلَامِۚ


wa lahul-jawāril-munsya`ātu fil-baḥri kal-a'lām


Milik-Nyalah kapal-kapal yang berlayar di lautan bagaikan gunung-gunung.


فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ


fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān


Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?


كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍۖ


kullu man 'alaihā fān


Semua yang ada di bumi itu akan binasa,


وَّيَبْقٰى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلٰلِ وَالْاِكْرَامِۚ


wa yabqā waj-hu rabbika żul-jalāli wal-ikrām


tetapi wajah Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal.


فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ


fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān


Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?


يَسْـَٔلُهٗ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِيْ شَأْنٍۚ


yas`aluhụ man fis-samāwāti wal-arḍ, kulla yaumin huwa fī sya`n


Apa yang di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan.


فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ


fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān


Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?


سَنَفْرُغُ لَكُمْ اَيُّهَ الثَّقَلٰنِۚ


sanafrugu lakum ayyuhaṡ-ṡaqalān


Kami akan memberi perhatian sepenuhnya kepadamu wahai (golongan) manusia dan jin!


فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ


fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

__ADS_1


Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?


يٰمَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْاِنْسِ اِنِ اسْتَطَعْتُمْ اَنْ تَنْفُذُوْا مِنْ اَقْطَارِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ فَانْفُذُوْاۗ لَا تَنْفُذُوْنَ اِلَّا بِسُلْطٰنٍۚ


yā ma'syaral-jinni wal-insi inistaṭa'tum an tanfużụ min aqṭāris-samāwāti wal-arḍi fanfużụ, lā tanfużụna illā bisulṭān


Wahai golongan jin dan manusia! Jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka tembuslah. Kamu tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan kekuatan (dari Allah).


فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ


fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān


Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?


يُرْسَلُ عَلَيْكُمَا شُوَاظٌ مِّنْ نَّارٍۙ وَّنُحَاسٌ فَلَا تَنْتَصِرَانِۚ


yursalu 'alaikumā syuwāẓum min nāriw wa nuḥāsun fa lā tantaṣirān


Kepada kamu (jin dan manusia), akan dikirim nyala api dan cairan tembaga (panas) sehingga kamu tidak dapat menyelamatkan diri (darinya).


فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ


fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān


Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?


فَاِذَا انْشَقَّتِ السَّمَاۤءُ فَكَانَتْ وَرْدَةً كَالدِّهَانِۚ


fa iżansyaqqatis-samā`u fa kānat wardatang kad-dihān


Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilauan) minyak.


فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ


fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān


Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?


فَيَوْمَئِذٍ لَّا يُسْـَٔلُ عَنْ ذَنْۢبِهٖٓ اِنْسٌ وَّلَا جَاۤنٌّۚ


fa yauma`iżil lā yus`alu 'an żambihī insuw wa lā jānn


Maka pada hari itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya.


فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ


fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān


Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?


يُعْرَفُ الْمُجْرِمُوْنَ بِسِيْمٰهُمْ فَيُؤْخَذُ بِالنَّوَاصِيْ وَالْاَقْدَامِۚ


yu'raful-mujrimụna bisīmāhum fa yu`khażu bin-nawāṣī wal-aqdām


Orang-orang yang berdosa itu diketahui dengan tanda-tandanya, lalu direnggut ubun-ubun dan kakinya.


فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ


fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān


Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?


هٰذِهٖ جَهَنَّمُ الَّتِيْ يُكَذِّبُ بِهَا الْمُجْرِمُوْنَۘ


hāżihī jahannamullatī yukażżibu bihal-mujrimụn


Inilah neraka Jahanam yang didustakan oleh orang-orang yang berdosa.


يَطُوْفُوْنَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ حَمِيْمٍ اٰنٍۚ


yaṭụfụna bainahā wa baina ḥamīmin ān


Mereka berkeliling di sana dan di antara air yang mendidih.


فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ


fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān


Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?


وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهٖ جَنَّتٰنِۚ


wa liman khāfa maqāma rabbihī jannatān


Dan bagi siapa yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga.


فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۙ


fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān


Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?


ذَوَاتَآ اَفْنَانٍۚ


żawātā afnān


kedua surga itu mempunyai aneka pepohonan dan buah-buahan.


فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ


fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān


Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?


فِيْهِمَا عَيْنٰنِ تَجْرِيٰنِۚ


fīhimā 'aināni tajriyān


Di dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang memancar.


فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ


fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān


Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?


فِيْهِمَا مِنْ كُلِّ فَاكِهَةٍ زَوْجٰنِۚ


fīhimā ming kulli fākihatin zaujān


Di dalam kedua surga itu terdapat aneka buah-buahan yang berpasang-pasangan.


فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ


fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān


Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?


مُتَّكِـِٕيْنَ عَلٰى فُرُشٍۢ بَطَاۤىِٕنُهَا مِنْ اِسْتَبْرَقٍۗ وَجَنَا الْجَنَّتَيْنِ دَانٍۚ


muttaki`īna 'alā furusyim baṭā`inuhā min istabraq, wa janal-jannataini dān


Mereka bersandar di atas permadani yang bagian dalamnya dari sutera tebal. Dan buah-buahan di kedua surga itu dapat (dipetik) dari dekat.


فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ


fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān


Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?


فِيْهِنَّ قٰصِرٰتُ الطَّرْفِۙ لَمْ يَطْمِثْهُنَّ اِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَاۤنٌّۚ


fīhinna qāṣirātuṭ-ṭarfi lam yaṭmiṡ-hunna insung qablahum wa lā jānn


Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang membatasi pandangan, yang tidak pernah disentuh oleh manusia maupun jin sebelumnya.


فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ


fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān


Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?


كَاَنَّهُنَّ الْيَاقُوْتُ وَالْمَرْجَانُۚ


ka`annahunnal-yāqụtu wal-marjān


Seakan-akan mereka itu permata yakut dan marjan.


فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ


fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān


Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?


هَلْ جَزَاۤءُ الْاِحْسَانِ اِلَّا الْاِحْسَانُۚ


hal jazā`ul-iḥsāni illal-iḥsān


Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan (pula).


فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ


fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān


Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?


وَمِنْ دُوْنِهِمَا جَنَّتٰنِۚ


wa min dụnihimā jannatān


Dan selain dari dua surga itu ada dua surga lagi.


فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۙ


fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān


Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan,


مُدْهَاۤمَّتٰنِۚ


mud-hāmmatān


kedua surga itu (kelihatan) hijau tua warnanya.


فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ


fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān


Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?


فِيْهِمَا عَيْنٰنِ نَضَّاخَتٰنِۚ


fīhimā 'aināni naḍḍākhatān


Di dalam keduanya (surga itu) ada dua buah mata air yang memancar.


فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ


fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān


Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?


فِيْهِمَا فَاكِهَةٌ وَّنَخْلٌ وَّرُمَّانٌۚ


fīhimā fākihatuw wa nakhluw wa rummān


Di dalam kedua surga itu ada buah-buahan, kurma dan delima.


فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ


fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān


Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?


فِيْهِنَّ خَيْرٰتٌ حِسَانٌۚ


fīhinna khairātun ḥisān


Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik dan jelita.


فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ


fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān


Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?


حُوْرٌ مَّقْصُوْرٰتٌ فِى الْخِيَامِۚ


ḥụrum maqṣụrātun fil-khiyām


Bidadari-bidadari yang dipelihara di dalam kemah-kemah.


فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ


fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān


Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?


لَمْ يَطْمِثْهُنَّ اِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَاۤنٌّۚ


lam yaṭmiṡ-hunna insung qablahum wa lā jānn


Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia maupun oleh jin sebelumnya.


فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ


fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān


Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?


مُتَّكِـِٕيْنَ عَلٰى رَفْرَفٍ خُضْرٍ وَّعَبْقَرِيٍّ حِسَانٍۚ


muttaki`īna 'alā rafrafin khuḍriw wa 'abqariyyin ḥisān


Mereka bersandar pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah.


فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ


fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān


Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?


تَبٰرَكَ اسْمُ رَبِّكَ ذِى الْجَلٰلِ وَالْاِكْرَامِ


tabārakasmu rabbika żil-jalāli wal-ikrām


Mahasuci nama Tuhanmu Pemilik Keagungan dan Kemuliaan.

__ADS_1


__ADS_2