Bumbu Cinta, 100% Halal

Bumbu Cinta, 100% Halal
Cantik!


__ADS_3

Disisi lain, bu sugiati sedang berbelanja ke toko pak Haji, seperti biasa. malam hari apalagi jam jam setelah sholat maghrib, toko pak Haji ramai di buru ibu-ibu.


bu sugiati pun tak melewatkan kesempatan untuk menyebarkan apa yang ia tau, toko pak Haji pun menjadi sangat heboh sekali.


"Benarkah?"


"gak pantas sekali, dia kan perempuan. ngapain ke rumah dokter El"


"dasar kegatelan saja. ku rasa dulu ustadz amir yang di goda"


"iya, dia mengandalkan wajah cantiknya"


"huss.. ibu-ibu ini bisa nya cuma berfikiran negatif saja" sambar pak haji


"ihh.. pak Haji ikut saja. kan memang kenyataan nya seperti itu pak"


dasar wanita, merasa dia paling benar!


"biarkan saja, dokter El kan orang kota. kalau di kota seperti itu sudah biasa. yang penting kan mereka sebentar lagi menikah"


"pak Haji kok tau, mereka benar-benar akan menikah?"


"iya bu ibu, tunggu saja undangan nya"


"ihh.. padahal ya bu ibu, bu bidan ngarepin dokter El jadi menantu nya."


"issshh... anak bu bidan kan jelek, mana mau dokter El"


"iya, cantikan afifah ke mana-mana."


gak ada ujung nya mau urusan ghiba, terus berlanjut dan merayap ke mana-mana.


***


kini El, prima, santi, ghea dan andi duduk di rumah pak RT untuk membuat laporan. mereka akan menginap 1 malam karena baru akan kembali ke kota besok sore.


pak rt sebenar nya sangat berat mengizinkan, karena mereka bukanlah sepasang suami istri. namun saat membaca kartu keanggotaan Prima. pak rt langsung mengizinkan nya. prima sengaja menggunakan nya, bukan karena untuk mengancam, namun untuk mempermudah, dan mempercepat. ia tau benar bahwa pak rt seperti nya orang nya matre. andi juga sudah menjelaskan, kalau seenggak nya harus menyogok pak rt dengan beberapa kilo gula atau beras.


afifah sendiri sedang memanaskan makanan untuk makan malam. ia sendirian karena bi sugiati sudah pulang.


aku kok jadi gak enak gini ya, aku merasa semua ini salah, dan akan menjadi sebuah masalah lagi.


afifah menyiapkan hidangan makan malam dengan menu Lalapan. ayam, tempe dan tahu goreng, sambal yang begitu sangat menggoda, kubis dan terong kukus, di tambah irisan mentimun.


sesuai dengan perintah El, setelah dari rumah pak rt mereka akan langsung makan malam. setelah itu baru duduk santai bersama.


cukup lama afifah menunggu, namun mereka semua belum juga datang. karena adzan isya' juga sudah berkumandang. akhirnya afifah memutuskan untuk sholat terlebih dahulu di masjid.


"Lo fah? mana pak dokter?" tanya bapak-bapak

__ADS_1


"Mas ram.. ehh, maksud afifah pak El masih ke rumah pak rt" jawab afifah


"Ihh.. sudah panggil mas, kapan ini acara nikah nya" goda bapak-bapak tersebut


"bapak tau dari mana?"


"dari pak dokter sendiri, di kebun juga banyak yang tau. pacar nya lebih segalanya dari juragan adi."


"bapak bisa saja" entah mengapa afifah malu-malu


"Kamu sangat cocok fah, memang Allah adil. orang baik pasti bertemu yang baik"


afifah memandang bapak-bapak tersebut, dengan seksama.


ternyata masih ada orang yang tak termakan gosip murahan itu. kecuali ibu-ibu yang suka ngomongin orang seenak nya.


***


"enak sekali, sambel nya mantul banget" ucap santi sambil berdesis karena kepedesan.


"Aku yakin, kalian kalau sudah nikah. El akan gemuk kayak Pak vicko hahahah"


"enak saja kau samain sama guru gendut itu" El tak Terima


afifah mulai nyaman dekat dengan prima dan santi. suasana menjadi sangat menyenangkan. tapi tidak untuk ghea, ia merasa sangat menyesal ikut dengan santi dan prima.


selesai makan malam, ghea berpamitan ke kamar karena ada beberapa kerjaan mendadak. sedangkan santi dan afifah berada di dapur mencuci piring dan membersihkan dapur.


"4 bulan lagi, barengan nanti sama kak byan" jawab el sambil sibuk memencet remote televisi


"lusa kamu bawa dia ke kota?" tanya prima lagi


"iya rencana nya. tapi belum izin sih" el masih sibuk memlih chanel televisi


"kamu gak takut di grebek wartawan. bisa bahaya lo kalau Rania tau"


"itu juga aku takutkan." kini el membalikkan tubuh nya hingga menghadap sahabatnya itu "aku tau bagaimana rania. beberapa teman ku di datangi oleh rania, dia minta nomor ku. untung semua nya gak ada yang kasih karena semua orang tau bagaimana ceritaku dengan nya"


"sabar deh, aku akan melindungi mu dari si uler rania." prima hendak mengambil cangkir kopi nya yang terletak di atas meja, namun tiba-tiba ia mengurung kan nya "ehh...tapi ngomong-ngomong acara pernikahan mu tertutup kan el?"


"enggak, mama dan mertua kak byan undang wartawan" nada el sedikit kesal


"apa nanti gak menjadi kesenjangan sosial ya el kalau di barengin?" prima sedikit ragu mengatakan nya


"entahlah.. aku juga masih membujuk nenek. do'ain saja berhasil" el menyeruput kopi yang tadi di buatkan oleh santi "aku pengen nya nikah tertutup. aku gak suka terlalu di umbar di media. tapi tau kan mama gimana"


mereka berdua menghela nafas dalam-dalam secara bersamaan.


disisi lain, santi dan afifah terus bercerita kesana kemari. santi menceritakan kedekatan prima dengan el dan kaka nya byan. santi yang sangat gampang beradaptasi, kini mereka berdua langsung akrap, tak ada lagi kecanggungan.

__ADS_1


afifah sendiri yang dasar nya ramah, ceria dan sopan. dengan cepat bisa mengimbangi pendekatan santi.


"Tapi aku heran, gimana sih ceritanya kalian bisa dekat. jujur ya, el itu susah sekali lo jatuh cinta"


deg.. deg.. deg.. deg.. afifah merasa bingung hendak menjawab apa.


"Fah" panggil el


"Iya mas" dengan cepat afifah mengambil kesempatan untuk kabur dan menghindar dari pertanyaan santi "ayo mbak, kedepan. pasti mereka nungguin kita"


"hmm ayooo"


mereka berempat mengobrol kesana-kemari, sehingga makin dekat lah mereka. kini terlihat santi sedang mengajari afifah memakai make up, tentu itu ide dari prima. prima tau, besok afifah akan di bawa ke kota. jadi biar tidak terlihat kampungan, walaupun afifah sudah cantik dari sono nya. di poles sedikit goresan kuas menambah kecantikan nya.


"Kamu pinter banget fah, jarang lo sekali di ajari langsung bisa" puji santi


"aku dulu pernah belajar mbak, tapi ibu slalu ngelarang aku buat dandan gini. kecuali kalau ke kondangan atau apa gitu" jawab afifah


"cantik lo kamu fah, benar-benar cantik" puji santi lagi.


setelah membersihkan make up di wajah nya. afifah berpamitan untuk pulang karena sudah malam. el pun mengantarkan nya karena andi tadi sudah pulang setelah dari rumah pak rt.


setelah sampai di rumah afifah, bu zainab dan zakir keluar, karena mereka dengar suara salam.


setelah meminta maaf karena sudah mengantar afifah jam 9 malam. el pun langsung berpamitan pulang.bahkan el tidak masuk kedalam rumah afifah. meski bu zainab meminta nya.


karena sudah malam, mereka langsung masuk dan istirahat, karena lelah.


____


pagi hari jam setengah 6. penjual sayur keliling sudah memarkirkan motor nya, bersamaan dengan bu zainab keluar rumah, afifah juga ikut keluar. bukan untuk ikut berbelanja, namun afifah pergi ke rumah dokter el untuk menyiapkan sarapan.


"bu, mau kemana afifah pagi-pagi seperti ini"


"mau ke rumah dokter el" jawab bu zainab apa adanya


"kok pagi-pagi sih bu."


"kenapa gak di larang bu, gak pantas gadis ke rumah orang bujang"


"hehe.. jadi gini ibu-ibu, dokter el kedatangan teman nya dari kota. jadi afifah di suruh masakin sejak kemarin"


"ohh.. pantesan kemarin aku lihat afifah pulang malam di antar dokter el"


bu zainab hanya tersenyum. mereka semua membicarakan afifah, namun tak berani bertanya atau sekedar menyinggung kabar pernikahan afifah dan el.


**ya begitulah ibu-ibu, kalian juga seperti itu kan?


*Jangan lupa tinggalkan jejak.

__ADS_1


tekan tombol ❤ agar dapat notif jika sudah update.


Terima kasih***...


__ADS_2