
Kini, Keluarga El sudah berada di dalam mobil. Mereka sedang melakukan perjalanan menuju ke kota.
Terlihat, Exell tidur di bangku penumpang, dengan handset menempel kuping nya.
"Alexa" Panggil El
"Hmmm... iya pa" Jawab Alexa sedikit malas, karena ia masih kesal dengan El dan juga Afifah.
"Papa mau tanya, Alexa mau kuliah jurusan apa?"
Seketika mata Alexa langsung berbinar bahagia, ia langsung membenarkan posisi duduk nya agar terlihat lebih tegap.
"Alexa pengen jadi guru saja pa, di kampung kita kan gak ada guru bahasa Inggris. Alexa mau kembangin itu saja"
"Baiklah, nanti setelah mengantar kak Exel ke bandara. Alexa biar sama Om Byan cari kampus"
"Beneran pa?"
"Iya, tapi papa mau pastikan dulu. Sekolah di kampung kita mau menerima kamu apa enggak. Kalau enggak di Terima, kamu gak usah kuliah"
Mendengar hal itu, Alexa kembali lemah.
Itu cuma alasan papa saja. dia benar-benar jago kalau mensiasati orang.
bibir Alexa kembali manyun, ia langsung memjamkan mata nya, lebih baik tidur saja, pikir nya.
Di sebuah bandara, Keluarga sanjaya sudah menunggu kedatangan Exel. Begitu El sampai, Lastri langsung berlari mengapjri Exel. Dia memeluk, menciumi pipi Exel.
"Oma, jangan gitu, malu aaa" Ucap Exel yang risih dengan perlakuan Lastri
"kenapa langsung pergi sih sayang. Kenapa gak nginep di rumah oma dulu"
"Udah mepet oma, lagian di sana banyak yang harus di persiapkan"
"Sukses selalu xel" Ucap Byan sambil memeluk nya.
__ADS_1
"Mana Vici dan Jihan om?"
"Mereka hari ini ujian, jadi gak bisa kesini antar kamu"
"Yasudah, salam sayang buat Vici dan Jihan ya om"
"Pasti"
"Opa" Exel memeluk Sanjaya
"Jaga diri baik-baik ya xel, semoga sukses slalu"
"Iya opa" Exel melepaskan pelukan nya, lalu mengusap air mata sanjaya yang baru saja menetes.
"Jangan menangis opa, opa bisa kesana sama oma"
"apa kamu gak sedih jauh dari keluarga nak?"
Exel tersenyum "di sana juga keluarga Exel opa. Sejak kecil uncle jho slalu melatih kemandirian Exel. jadi Exel tinggal sendiri itu sudah biasa"
"Tidak pa, Uncle jho udah jelaskan, jadi Exel tak pernah menganggap semua ini pemaksaan"
"Mommy" El langsung melepaskan pelukan nya dan berhambur memeluk afifah yang sudah menangis "Mommy jangan nangis gini, sudah 10 tahun mommy bisa, ini cuma tinggal 4 tahun saja mom"
"Iya nak, cuma mommy masih rindu sama kamu"
"Udah ya mom, jangan nangis"
"Pokok nya pesan mommy cuma satu. Jaga diri kamu baik-baik ya sayang, jangan nakal disana"
Exel tersenyum "Mommy jangan khawatir ya" Exel memeluk Afifah lagi.
Setelah drama, akhir nya kini Exel masuk bandara. Yang lain nya juga langsung kembali ke rumah Sanjaya. Walau masih tak rela, kini Afifah sudah tak menangis lagi. Ia tak mau terus sedih.
Aku harus kuat, aku harus doakan anak ku biar semua nya sukses.
__ADS_1
Karena El tak mengambil cuti, setelah istirahat, makan siang di rumah Sanjaya. El langsung pm berpamitan pulang.
"Jangan khawatir Alexa, om akan daftar kan kamu di Universitas terbaik di sini"
"Tapi kata Papa nunggu konfirmasi dari sekolah"
Byan tersenyum "Papa mu itu masih saja sama, suka menggoda anak gadis nya"
"Maksud om byan?"
"Setelah lulus nanti, kamu akan langsung di Terima di Sekolah SMK sayang. Malah om di suruh cari lagi guru bahasa Inggris"
"Alhamdulillah, makasih ya om. jadi Alexa akan tinggal disini dong" Suara Alexa yang tadi nya semangat, namun di akhir kalimat nya langsung merwndah, seperti sedih
"Iya sayang, kenapa?"
"Gakpapa kok om" Alexa tersenyum seperti menyembunyikan sesuatu.
"Yasudah, kamu tidur saja sebentar. 2 jam lagi kamu pulang kan?"
"Iya om, tapi Alexa mau ke opa saja. Alexa kangen opa"
"Yasudah sana"
Alexa pergi meninggalkan Byan di ruang keluarga. Ia menghampiri Sanjaya yang sedang sibuk merawat tanaman bonsai. Itu adalah hobby baru Sanjaya sejak pensiun, hanya sekedar mengisi waktu saja.
...****************...
Segini dulu ya guys..
Jangan lupa tinggalkan jejak.
Terima kasih sudah mau mendukung karya author..
salam sayang dari author untuk kalian semua..
__ADS_1