Bumbu Cinta, 100% Halal

Bumbu Cinta, 100% Halal
Tradisi


__ADS_3

"Nanti adalah Malam panjang buat kita"


Kata-kata itu terus terniang di telinga afifah, ia tidak bisa tidur, matanya tak mau terpejam. sedangkan el, el sudah terlelap sejak tadi setelah mandi.


Adzan Asar pun berkumandang, dengan segera afifah berdiri mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat Asar. setelah itu Afifah membaca Al-Quran dari HP nya.


Suara afifah membuat tidur El terusik, perlahan el membuka mata nya. meluruskan otot-otot tubuh nya lalu diam sejenak, memandangi langit-langit kamar, sambil mendengarkan Baik-baik suara lembut afifah mengaji.


"Kamu sholat apa itu?" tanya el dengan suara serak khas bangun tidur


"Shodakallahuladzim" afifah mencium Al-Quran nya lalu ia menutup nya "Aku sholat Ashar mas"


el melihat ke arah Jam dinding "Cepat bersiaplah, kita akan turun Untuk makan" el menurunkan kedua kaki nya "Kamu bersiaplah, Dandan yang rapi. ada acara keluarga besar dari kakek untuk kita"


"hmm.. iya mas" jawab afifah. ia bingung mau apa, sedangkan di hotel tak ada apapun, kecuali baju yang di bellikan oleh el tadi. jadi mau tak mau, afifah p[un langsung memakainya.


el berdiam di dalam kamar mandi, sepertinya el sedang memikirkan sesuatu, entah apa itu, hanya el dan tuhan yang tau. setelah seselai mandi, el keluar dengan handuk yang melingkar di pinggang nya. afifah yang mengetahui itu langsung mamlingkan pandangan nya.


"mas, aku pakai baju ini ya?" tanya afifah


"KIta makan dulu, nanti jam 5 kita berangkat ke kota sebelah."


"emang ada acara apalagi sih mas?"


"keluarga kakek adalah non muslim dan bukan orang indonesia. sejak dulu ada tradisi After Married. jadi kamu ikut saja. yang nurut sama aku" tutur el


setelah berganti pakaian, el dan afifah pun turun ke lantai 3 untuk makan. setelah itu. el dan afifah menuju ke bandara.


"ke kota sebalah naik pesawat ya mas?" tanya afifah saat mobil sport el memasuki wilayah bandara.


"Iya, kalau naik mobil bisa 5 Jam, belum lagi macet nya" jawab el dengan suara biasa


afifah pun diam, ia tak lagi bertanya kepada el. ia hanya diam dan mengikuti el. saat hendak memasuki gedung bandara, segerombolan wartawan tiba-tiba menggerubungi el. afifah keget, ia langsung memeluk tangan el.


jadi ini alasan nya, tadi nyuruh aku pakai topi dan kacamata seperti nya. ku kira pengen samaan.


"Mas el? apa mau langsung pergi bulan madu?"


"lalu kenapa tadi keluarga besar mas el juga ikut?


"mas, wawancara sebentar saja"


"apa mbak rania tidak di undang mas?"


"apa mas el tidak tau kalau tadi mbak rania datang ke tempat resepsi?"


"Mbak, gimana perasaan mbak setelah nikah?"


"Mbak ceritain sedikit dong kisah kalian"


el berhenti, afifah terus menunduk "Maaf teman-teman, saya sedang teburu-buru. nanti saya kan live di instagram untuk menjawab pertanyaan kalian. terima kasih" el langsung memegang tangan afifah, lalu menariknya. membawa afifah keluar dari kerumuanan wartawan.

__ADS_1


tenyata Sanjaya dan yang lain nya sudah menunggu el, setelah kedatangan el, mereka langsung masuk ke Jet pribadi milik Nenek eka. 1 jam mereka sudah sampai di kota X, setelah keluar dari bandara, mereka langsung menuju ke Hotel Milik keluarga Alex.


semua langsung bersiap, afifah kini tengah bersiap menggunakan Dres Maroon dengan Jilbab Coklat, sedangkan el memakai celana hitam dan kaos berkerah.


"Kak, aku deg deg an deh" ucap el kepada byan


"Ngapain deg deg an. biasa saja" jawab byan


mereka pun masuk ke sebuah ruangan besar dan mewah. disana sudah ada beberapa orang bule. caca dan sanjaya akrab sekali dengan mereka.


El memperkenalkan Afifah kepada semua sepupu papa nya.


"Mas, apa akan ada pesta minuman?" tanya afifah kepada el yang duduk di sebelah nya


"Iya, itu tradisi nya. kamu gak usah minum, gak baik untuk kesehatan" jawab el


"Kamu juga jangan minum ya mas, itu haram di agama kita" tutur afifah menatap el


"iya, aku tau. sudahlah jangan bawel" el menatap afifah "sekarang kamu nimbrung disana." el menunjukan segerombolan wanita dengan skor mata nya


"aku takut mas, kan gak kenal apalagi mama... " ucapan afifah terpotong "Disana Ada nenek. Yang lain suka kok sama kamu, jangan hiraukan mama"


tak ada pilihan lain, afifah pun ikut duduk disana bersama keluarga el. Benar kata El, sepupu el, tante El dan yang lain menerima el dengan baik.


"Kak afifah, gimana sih cara nya luluhin hati nya kak el" tanya exel sepupu el.


"Iya kak, kak El kan cuek banget. jarang ngomong kalau gak perlu. becanda juga jarang, walaupun murah senyum" sambung sepupu El yang lain


afifah tersenyum, ia bingung harus menjawab apa "Gimana ya, sebenarnya sih aku juga bingung.. Tiba-tiba aja gitu ... " ucapan afifah terpotong oleh Paman El, yang sedang memukul gelas pakai sendok Agar perhatian semua orang teralihkan.


"Perhatian semua, Saya Jhony Anak dari mendiang Mateo, yang tak adik dari mendiang Paman Alexander, mengucapkan selamat untuk pernikahan El dan Afifah. Sesuai tradisi Keluarga Ricard, kita akan merayakan kemesraan ini. Saya tau, jika disini ada perbedaan agama. maka dari itu, Saya sudah menyiapkan soda dan juice bagi yang tidak minum. Tapi seperti biasa, acara akan berakhir tengah malam.. selamat menikmati"


"yeaaahhhh.... " jawab semua orang.


Acara pun di mulai, kini para wanita memainkan Sebuah permainan Ular tangga, siapapun yang menang akan mendapatkan uang yang sudah disiapkan sebelum nya. bertahap mulai 1 jt hingga 10 juta.


sedangkan para laki-laki, memainkan permainan kartu dengan uang, seperti Judi. namun bagi mereka itu adalah hal senang-senang, para tetua akan menyediakan uang, itung-itung untuk hadiah, bukan hanya si pengantin, namun juga yang lain nya.


Jam 11 malam acara selesai, El dan afifah berhasil mendapat kan sejumlah uang, kini mereka memasuki sebuah Tradisi yang ke dua. Tradisi ini sudah di lakukan sejak Kakek buyut El, atau orang tua dari kakek nya El.


dalam sejarah keluarga Alexander, semua menikah karena perjodohan, Kecuali Sanjaya dan El. maka dari itu tradisi "Penyatuan" di lakukan. dimana Mempelai Pria harus Menggauli Mempelai wanita. Dan mempelai wanita tidak boleh menolak. jika mereka tak melakukan nya, maka sebagai konsekuensi nya, mereka akan di kurung sampai Wanita hamil, setelah itu mempelai pria harus mencari uang sendiri tanpa fasilitas apapun sampai anak lahir.


dari situlah, keluarga ini tidak mengenal perceraian. Walaupun beberapa dari mereka tidak saling mencintai, namun pada akhirnya pernikahan mereka baik-baik saja, cinta pun datang dan menciptakan keluarga bahagia.


"Mas kenapa kita masuk ke sini" tanya afifah saat memasuki Kamar kecil, hanya ada satu buah ranjang besar dan kamar mandi berukuran 1x1 meter.


"diamlah.. " jawab El, El lalu menarik afifah agar duduk di sebelah nya. "ini adalah malam Penyatuan, di keluarga kami ada acara bodoh seperti ini" kesal El, afifah masih diam tak mengerti. dengan suara pelan, El menjelaskan semua nya kepada afifah. jantung afifah berdetak sangat cepat begitu tau arah kejadian selanjutnya.


Apa hari ini aku akan menyerahkan semua nya kepadanya? aku kok menjadi takut sih. ya Allah, bagaimana ini, bukan nya aku tak siap, namun....


jantung afifah semakin berdetak dengan sangat kencang, mungkin El juga tau itu.

__ADS_1


"Tapi kamun tenang saja, aku sudah siapkan semua nya. jadi kita tak perlu melakukan nya"


deg.... afifah kaget.


"Kamu diam saja, tidur juga boleh.. aku keluar sebentar"


El melangkah kan kaki nya keluar, disana semua keluarga nya sudah mulai berkumpul tepat di depan kamar El.


"Kok keluar sih el?" tanya paman El


"Uncle? Hmm.. El masih ambil air putih" elak El, padahal ia tadi ingin melihat situasi di luar.


"Yasudah, cepat ya.. kita juga mau istirahat hehehe" goda yang lain nya.


setelah kembali membawa segelas air, El sudah melihat semua keluarga nya duduk di depan kamar el tanpa suara, mereka hanya tersenyum penuh arti kepada El.


El pun membalas senyuman mereka, sejenak ia memandang nenek nya, nenek eka tersenyum sangat bahagia, Sama seperti Byan yang tersenyum penuh dengan ejekan.


"Lama sekali El ini heheh" ucap paman El sambil terkekeh


"Biasa Pengantin baru, mungkin masih malu-malu" jawab Sanjaya, sambil tertawa kecil.


"Mas Ramdan" suara afifah terdengar


"Itu sudah mulai. ssttt" ucap byan


"Manja juga ya byan" celetuk nenek eka sambil menahan tawa nya


"Uhhhmmmmm.... Mass" Suara afifah kembali terdengar


"Sayang.. " kini suara El terdengar sangat manja, berbeda dari biasanya.


suara decitan ranjang mulai terdengar..


"Ehhhh.... "


"Hmmm... "


"Aaaahhhhsss"


"Yasudah, ayo kita semua kembali. biarkan mereka meneruskan nya"


"iyaaa... " akhirnya semua nya kembali ke kamar masing-masing, mereka beristirahat, karena besok mereka sudah kembali ke negara mereka masing-masing. byan dan Sanjaya juga lusa mulai bekerja, El juga bersiap kembali ke desa.


Segini dulu ya gaes 🤭


Episode selanjutnya akan segera author Up 😅


Author udah Nulis kok, tinggal update 😅


Sabar yaaa....

__ADS_1


__ADS_2