
Setelah pemakaman nenek eka, di rumah duka masih banyak orang.
Rencana Semua gagal, tiket hangus.. tapi itu tak terlalu penting.
10 hari kemudian, pengacara keluarga datang untuk membacakan surat wasiat yang sudah di tulis oleh nenek eka.
Semua sudah duduk di ruang keluarga, semua masih tampak sedih tapi tidak dengan Lastri. Tentu saja dia menantikan nya, berharap nama nya akan di sebut disana. pasalnya Harta Nenek eka sangatlah banyak.
Mudah-mudahan aku dapat satu saja perusahaan luar negeri, itu sudah sangat besar penghasilan nya pernah bulan nya.
pengacara sudah membuka surat wasiat nenek eka, lalu mulai membacakan nya.
...Yang bertandatangan di bawah ini....
Eka Alexander, dengan ini saya menyatakan bahwa semua harta akan diberikan kepada ketiga cucu-cucu saya.
Untuk cucu pertama saya, Byan. Akan mendapatkan semua perusahaan yang ada di Indonesia, kecuali Hotel, Villa, Resort, Resto di pulau X akan saya berikan kepada Caca.
Byan dan Caca hanya tersenyum, ia tak peduli dengan harta, mereka masih saja sedih dengan kepergian nenek nya, ya walaupun nenek nya itu menyebalkan, tapi mereka sangat menyayangi.
Untuk cucu kesayangan ku, Elramdan.
Akan mendapatkan Semua perusahaan yang berada di luar negeri.
semua masih diam, hanya sekedar mendengarkan. didalam hati Byan dan Caca tak pernah ada iri, walaupun bagian El sangat banyak, jika dihitung bisa 3x lipat bagian Byan.
Dimana namaku, kenapa belum juga disebut sih. perusahaan luar negeri jatuh ke tangan El. tapi gakpapa, rumah mewah dan villa di puncak masih banyak.
Semua Rumah dan Villa akan tetap menjadi Nama Alexander, Siapapun boleh menempati nya. sertifikat rumah akan tetap berada brangkas kamar ku. untuk kode nya hanya El yang tau, maka dari itu El harus menjaga nya.
Aku tak di sebut!
dan terakhir, untuk Sanjaya anakku tersayang. Ibu bukan tak menyayangimu karena tak memberimu bagian harta ibu dan bapak. Ibu cuma tak percaya dengan Istrimu itu. Maka dari itu, Harta ibu serahkan semua nya kepada anak-anak mu.
Bagai dijatuhkan dari gedung tinggi, Lastri hancur sehancur-hancur nya. ia tak mendapat apapun. mertua nya itu benar-benar tak menyukai nya.
Tapi ada syarat yang harus di penuhi oleh Byan, el, dan caca yaitu.
1. Byan, El dan Caca harus mengurus Sanjaya di masa tua nya. Jika sampai menelantarkan Sanjaya, maka Harta itu akan di tarik kembali, menjadi atas nama Alexander.
2. Harta akan di berikan setelah mereka sudah menikah dan punya anak.
bi sumi datang membawa minuman, namun bi sumi jatuh karena tersandung kaki Lastri, sehingga tertumpah ke baju Afifah.
"Kamu masuk saja dulu, bersihkan. nanti kamu masuk angin" titah El
"Iya mas"
"Maaf ya non" ucap bi sumi
__ADS_1
"Tidak bi, sudah jangan minta maaf"
sungguh baik sekali.
3. Jika mereka Sampai bercerai dengan Istri atau suami nya. Maka Harta juga akan di tarik kembali. Keturunan mereka juga tidak akan mendapat apapun.
Jika syarat belum terpenuhi, maka laba dari semua perusahaan akan masuk ke rekening keluarga. semua akan dapat bagian nya sendiri-sendiri seperti biasa nya.
Demikian surat wasiat ini, saya buat dengan keadaan sadar tanpa paksaan dari siapapun.
semua masih diam, tak menampakkan ekspresi apapun kecuali Lastri.
"Sudah pak?" tanya Sanjaya
"Sudah pak" jawab pengacara tersebut sambil tersenyum "Surat-surat akan saya urus dan akan saya berikan jika waktunya sudah pas pak"
"Karena semua nya belum memenuhi syarat, maka semua penghasilan dari perusahaan akan masuk ke rekening Alexander"
"Siapa disini yang memegang kartu nya?" tanya pengacara.
Semua diam, pasalnya tak ada yang diberikan kartu tersebut.
"El, apa kamu yang memegang nya?" tanya Sanjaya
"Kartu itu penting El, itu untuk gaji semua pegawai." tambah byan.
Afifah datang, lalu duduk kembali di samping El.
"Ini Istri Dokter el?" tanya pengacara sambil menunjuk afifah
"Iya Pak, ini istri saya. kenapa?"
"Dulu waktu nenek eka membuat wasiat, dia bilang kartunya akan di kasih ke cucu menantu nya"
"Ohh.. iya Pak, waktu di rumah, nenek eka memberiku kartu berwarna Hitam seperti ATM"
"Yasudah Pak, biar menantu saya yang akan mengurusnya nanti"
"Ada apa ya pa?" tanya afifah kepada Sanjaya
"Itu ATM keluarga nak, setiap bulan harus ambil uang dari ATM tersebut untuk kebutuhan sehari-hari dan gaji pegawai"
"Tapi aku tak tau PIN nya pa, terakhir nenek memberikan nya sambil bilang Bawa kartu ini. itu saja"
"Aku tau semua PIN nya" sahut El
"Yasudah, jadi biar El dan afifah yang mengaturnya Pak" ucap Byan kepada pengacara
"Ya sudah, saya permisi dulu"
__ADS_1
semua mengiyahkan nya, pengacara pun pulang. keluarga Sanjaya masih duduk diam di ruang keluarga. Mereka tak meributkan Harta, walau pembagian nya disini condong ke El, tapi Byan dan Caca tak merasa iri. Keluarga Sanjaya sudah memiliki cara masing-masing untuk mencari uang, dalam hati mereka sudah di tanami jiwa kemandirian sejak dini, jadi soal warisan itu hanyalah harta tambahan.
mereka masih merasa sedih dengan kepergian nenek eka, walau sudah 10 hari lama nya.
Tapi tidak dengan Lastri, ia sangat kesal. karena Afifah yang memegang kartu ATM nenek eka. bukan kah dia yang slama ini mengurus semua nya, tapi kenapa Afifah yang di percaya memegang nya.
"Pa, Terakhir nenek bilang, dia ingin merayakan Natal di Amsterdam, dia ingin ngajak kak El dan istrinya kesana, tapi nyatanya beberapa hari kemarin keluarga Amsterdam yang kesini" Caca menangis di pelukan Sanjaya
tak lama orang kepercayaan yang bekerja di perusahaan datang. dia membawa sebuah kertas yang tak lain rekam medis nenek eka.
El pun langsung membaca nya, karna hanya dia yang tau membaca di dunia kesehatan.
"Siapa yang antar nenek berobat?"
"Aku" jawab byan
"Aku juga pernah mengantarnya kak"
"Nenek sudah 1 bulan terakhir sakit, dia sering sesak nafas. seharusnya ia ada di rumah sakit, cuma nenek menolak nya"
"Tapi waktu itu nenek bilang gakpapa, dan dia hanya dapat vitamin saja"
"Tidak, disini jelas Kak, nenek dapat bebrapa obat, karena tekanan darah nenek juga rendah. nenek yang menyembunyikan sakitnya dari kita"
"Iya kak, waktu aku anterin nenek cek up, dokter memberikan beberapa obat, cuma kata nenek itu hanya vitamin, yang lain nya obat pusing"
"Tetap aku yang salah, seharusnya aku yang mengontrol nenek" El mengusap kasar rambutnya
"Sudahlah El, tak perlu disesali"
"Mas, nenek sudah tenang jadi jangan sedih terus. kasian nenek ikut sedih"
...****************...
Hari-Hari terus terlewati, El juga sudah kembali ke desa melaksanakan kewajiban nya menjadi seorang dokter tugas. Zakir juga sudah membuka usahanya, jika Zakir sekolah, maka bu zainab yang menjaga toko nya.
Warga desa sangat senang, karena harga di toko Zakir lebih murah. selama ini, warga desa slalu membeli pupuk, obat dll. ke pengepul dan rentenir dengan Harga tentu sangat mahal.
Bukan hanya Cash, di toko Zakir juga melayani kridit atau bayar setiap panen, dengan bunga yang sangat kecil.
sedangkan afifah kembali menjalankan aktivitasnya menjadi selebgram, netizen masih saja kepo dengan asal usul afifah, karena sampai saat ini afifah belum menjelaskan nya.
Ditambah lagi, kematian nenek eka menjadi pembicaraan dunia. bukan hanya perusahan yang mengirimkan bunga ke rumah duka, stasiun televisi juga memberikan duka cita nya lewat Iklan.
Kabar-kabar yang beredar, Harta keluarga Alexander jatuh kepada El, yang tak lain suami afifah, kini El disebut sebagai Cucu Sultan yang sederhana. itu karena El jarang sekali memamerkan kemewahan nya.
Segini dulu ya gaes ❤
jangan lupa tinggalkan jejak ❤❤❤
__ADS_1