Bumbu Cinta, 100% Halal

Bumbu Cinta, 100% Halal
Operasi Caesar


__ADS_3

ting


ting


ting


suara bel rumah El berbunyi, ana langsung sedikit berlari membukakan pintu.


"Tuan, di luar ada pemuda nama nya zakir" ucap ani setelah beberapa saat kembali


"Langsung suruh masuk ke ruang tengah, mereka adik dan mertua ku" ucap El


"Ohh.. iya mas, aku lupa. padahal udah janjian. heheh"


"Kamu selesaikan dulu makan mu fah" suara bu zainab terdengar.


"Ibu.. " afifah menoleh, dan tersenyum saat melihat wanita tua yang sudah sering sakit itu.


"Ayo ibu, zakir ikut makan" ajak El


"Kami sudah makan pak, biar kami tunggu disini saja" ucap zakir sambil menuntun ibu nya duduk di sofa.


El segera menyelesaikan makan nya, ia penasaran, ada keperluan apa mereka sampai datang kesini"


"Ana, kamu tunggu disini. vitamin istriku jangan sampai kelewat" ucap El setelah mengelap bibir nya dengan tisu


"Iya Pak" anak menunduk, tanda hormat nya kepada El.


"Kamu habiskan, aku temuin mereka dulu"


"Hemmm" jawab afifah singkat tanpa melihat El.


El berjalan menghampiri bu zainab dan zakir. memulai pembicaraan ringan, sambil menunggu afifah selesai makan.


"Nak, apa afifah sudah bicarakan masalah tasyakuran 7 bulanan perut nya?"


"Sudah bu, cuma belum serius. kenapa ya?"


"Afifah sudah kelewat hari sebenarnya El, tapi gakpapa, kita adakan waktu umur kandungan afifah masuk 8 bulan saja"


"Ohh.. El nurut saja bu, gimana baik nya"


"Pak, ada yang mau aku bicarakan pribadi"


bu zainab dan El merasa bingung.


"Ngomongin disini saja napa!" kesal afifah yang baru saja duduk di samping El


"Ini benar-benar pribadi mbak, masalah pria, wanita gak boleh dengar heheh"


"Yasudah ayo" El berdiri membawa zakir ke teras, ana pun mengikuti langkah mereka untuk menyajikan kopi nya.


"Gimana kata mas ramdan bu?" tanya Afifah


"Katanya iya, nurut saja"


"Dia gak marah?"


"Enggak, makanya kamu jangan teledor. lain kali diingat-ingat!!" omel bu zainab

__ADS_1


"Iya bu, iyaaa"


Tak lama, zakir dan El datang. mereka menikmati Pizza yang baru saja dibuat oleh bi lela, sambil menikmati acara Talk Show di televisi.


...****************...


Pagi ini, El sudah berada di puskesmas siap-siap melakukan operasi.


Namun, kali ini operasi nya gagal.. pasien koma dan terancam nyawa nya.


"Penyakit pasien sudah kronis, sudah kita duga sebelum nya, bahwa operasi ini gagal"


Suara tangisan langsung memecah lorong puskesmas.


"Mohon bersabar, pasien masih koma. semoga nyawa nya bisa tertolong"


"Terima kasih pak El, setidaknya sudah berusaha untuk kami" salah satu keluarga pasien berbicara.


El pun berpamitan, setelah itu ia melangkah kan kaki nya cepat agar segera mandi. namun saat hendak masuk, Suara kehebohan di luar membuat langkah kaki El terhenti.


"Ada kecelakaan dok, katanya korban nya ibu hamil"


Jantung El langsung ingin loncat dari tempat nya, ia takut itu istri nya.


"Pasien harus segera di operasi pak, kalau tidak nyawa kedua nya akan terancam"


El menerobos dokter yang baru saja menangangi pasien kecelakaan tersebut, hati nya lega, saat El melihat bukan wajah wanita yang sangat ia cintai.


"Tapi aku belum pernah melakukan operasi Caesar. itu diluar kemampuan ku"


"Saya memang tidak pernah melakukan nya pak, cuma nanti saya bantu" ucap bu nanik selaku dokter kandungan.


"Saya mohon pak, bantu saya. Apapun nanti saya akan menerima nya. Saya yakin bapak sudah berusaha" ucap seorang laki-laki setengah tua


"Saya mohon pak, selamatkan cucu dan anak saya. Saya yakin Pak Dokter El pasti bisa"


El sungguh merasa tak tega melihat permohonan keluarga pasien itu.


"Baiklah, cepat siapkan semua nya"


didalam ruangan operasi, bu nanik menyuntikan obat bius kepada pasien. lima belas menit kemudian, obat bius langsung bereaksi dan langsung dilakukan pembedahan perut.


El melakukan nya dengan hati-hati. ia takut, Padahal El slalu rileks ketika melakukan operasi, tapi tidak untuk saat ini.


"Berhasil pak!" ucap bu nanik.


El langsung memasukan tangan nya perlahan, meraih sebuah raga yang saat ini ingin hidup bersama keluarga nya.


Oeeeeekkkk... oooeeekkk...


Suara tangisan bayi itu, membuat semua orang di sana lega. Air mata El menetes saat melihat bayi yang berada di tangan nya. sedangkan bu nanik masih menggunting tali pusar dan mengeluarkan Ari-ari atau Plasenta nya.


"Biarkan saya yang jahit bu. bu nanik bisa menangangi bayi kecil ini"


El masih memperbaiki keadaan seorang ibu yang baru saja mempertaruhkan hidup nya. Keadaan nya semakin lemah, sehingga El harus cepat dan si ibu juga mendapatkan penanganan.


"Begitu sulit nya melahirkan, begitu sakitnya jika dirasa" gunam El.


setelah selesai, Keluarga pasien tak henti-henti nya berterima kasih kepada El. Bahkan bayi laki-laki yang baru saja menghirup udara di dunia itu, Di beri nama langsung oleh El. Nama nya adalah Ghifari. Iya! nama tengah El ia berikan kepada bayi tersebut.

__ADS_1


"Terima kasih pak dokter El, kami sangat senang pak dokter El, sudi memenuhi permintaan kami"


"Iya Pak, Saya juga merasa terhormat kalau seperti ini"


"Ohh iya, jangan lupa berterima kasih kepada bu nanik, beliau yang menuntun saya tadi"


"Iya Pak, sudah.. tadi saya sudah menyampaikan beribu Terima kasih kepada bu nanik"


Setelah mandi, El memutuskan untuk pulang. ia ingin sekali memeluk dan menciumi purut afifah. Rasa ingin segera bisa menggendong nya tiba-tiba muncul begitu saja di dalam pikiran El.


"Kamu kenapa aneh sekali sih mas" Afifah mengomel karena El terus bertingkah aneh


"Kalian adalah segala nya bagiku" El menciumi perut afifah.


"Kamu kenapa sih mas!" mulai kesal


El pun menceritakan kejadian tadi siang di puskesmas.


"Aku ingin segera menggendong nya, memeluk nya dan menciumi nya"


Afifah terharu mendengar nya.


"Aku ingin sekali melihat wajah nya, walau sekedar lewat gelombang suara fah"


"Maksud nya?"


"USG yuk besok, aku ingin melihat nya, sungguh"


"Gak mau!!!!" afifah langsung mendorong dan menyingkirkan tangan El yang memeluk perut nya.


"Pokok nya aku gak mau. sudah aku mau tidur, jangan ganggu!!!"


Kenapa sih, afifah tak mau di ajak USG? apa ada yang ia takutkan. apa sih fah, aku jadi khawatir sekali.


...****************...


Persiapan 7 bulanan afifah sudah hampir selesai. Undangan sudah di sebarkan. Dekorasi nya juga nanti malam akan mulai di pasang. Di rumah bu zainab juga sudah mulai memasak untuk acara besok. Acara dilakukan di rumah El, cuma memasaknya tetap di rumah bu zainab.


El masih kekeh merayu afifah agar mau USG, namun jawaban afifah tidaklah berubah, ia tetap menolak nya.


"Tidak ada yang perlu di khawatirkan pak, terakhir aku memeriksa afifah semua nya baik-baik saja."


"Tapi kenapa dia gak mau USG sekarang?"


"Mungkin ada alasan sendiri pak, Ibu hamil memang sulit ditebak pak. Pelan-pelan saja, siapa tau lama-lama dia mau. Sabar"


El masih khawatir, walaupun bu nanik bilang bahwa kandungan afifah baik-baik saja. Entah mengapa ia merasa bahwa afifah menyembunyikan sesuatu dari nya.


Apa dia sudah tau jenis kelamin nya, dan ia tak mengizinkan aku tau hal itu juga. tapi kemarin ia belanja sangat banyak, itupun untuk bayi laki-laki dan perempuan. Sebenarnya ada apa sih, aku sangat khawatir sekali..


Malam ini, Tukang dekor datang bersamaan dengan keluarga sanjaya. Sebenarnya sanjaya enggan untuk datang, bukan karena apa. Sanjaya hanya menghindari lastri agar tak merusak suasana. Maksud hati sanjaya tak mau hadir di acara tersebut supaya lastri juga tak hadir. Namun undangan Langsung dari bu zainab membuat sanjaya tak bisa menolak nya.


"Papa ingatkan! mama jangan buat ulah!!"


"Papa ini, emang mama anak kecil apa yang akan pecahim gelas atau piring"


"Dan satu lagi ma, jangan ganggu afifah. El tidak suka itu. Hubungan El dan kamu baru saja baik. Jangan di rusak lagi"


perkataan sanjaya tersebut, berhasil membuat Lastri diam membisu. Benar juga yang dikatakan oleh suami nya tersebut. Hubungan nya dengan El baru saja membaik. Jika ia merusak pesta ini, maka jelas El akan marah lagi kepada nya.

__ADS_1


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK


__ADS_2