Bumbu Cinta, 100% Halal

Bumbu Cinta, 100% Halal
Ketahuan


__ADS_3

Kini afifah sudah bersiap dengan outfit terbaru, sambil meneteng kotak berisi pizza yang sudah ia potong. ia langsung masuk ke mobil El yang dikendarai oleh andi. mobil itu langsung melaju menuju ke puskesmas tempat El bekerja.


sesampainya disana, El ternyata masih melakukan operasi, afifah pun menunggu di dalam ruangan El, karena El melarang afifah mengobrol terlalu banyak dengan orang-orang disana.


setelah satu jam lama nya, El masuk ke ruangan nya. ia melihat yang istri yang duduk di sofa sambil memainkan HP nya.


"Ayo mas, keburu dingin" afifah langsung mengajak El makan pizza.


"Aku mandi dulu, kamu belum siapin aku air hangat ya" tegas El


"Belum mas, aku gak tau kalau kamu mau mandi"


"Apa andi gak bilang? kalau setiap kali selesai melakukan operasi, aku langsung mandi?"


"Enggak, jadi salah andi dong bukan salah ku" afifah sewot


El merasa gemas, setiap kali afifah mengalahkan nya dalam berdebat, El maju mendekat ke arah afifah lalu El langsung menyerang afifah dengan ciuman paksa.


"Mulai berani ya" El menarik afifah dan memangku nya


"ihh... mas, aku masih datang bulan!" afifah kesal karena kini El melepas jilbab yang afifah pakai


"Kamu mesum banget sih, emang siapa yang mau memasukimu"


Wajah afifah langsung merah, ia benar-benar malu. bisa-bisa nya otak nya mengarah ke situ.


"Aku hanya ingin melihat leher mu saja" El mulai menelusuri leher afifah.


"Ini sudah mulai pudar, sebentar aku perjelas lagi" El menunjuk sesuatu tanda di leher afifah yang sudah mulai menghilang


"Cukup mas, jangan!!" afifah mendorong kepala El


namun sayang, El tak bisa dihentikan. bahkan ia membuat tanda baru lagi.


"Sudah" El tersenyum penuh kemenangan. afifah sendiri langsung tertunduk, tetap saja ia merasa malu, walau sudah sering bahkan setiap hari El melakukan nya.


"Aku mandi dulu, kami diam disini jangan ke mana-mana"


afifah mengangguk, sambil menggunakan jilbab nya kembali.


Emang aku anak kecil, jangan ke mana-mana! leher jadi sakit semua karena nya!!


setelah menyelesaikan mandi nya, El duduk memakan pizza bersama afifah. jika dulu mereka makan bersama dengan suasana hening, sekarang El makan pizza dari tangan afifah.


"Ayo ikut" El menggandeng tangan afifah membawanya ke suatu ruangan.


"Ngapain kesini mas?" afifah tentu tau, itu ruang KIA


"Pak sudah saya siapkan, mau saya bantu?" ucap seorang bidan yang seperti nya baru.


"Tidak, aku akan periksa sendiri!"


bidan itu keluar, El juga memgunci pintu nya.


"Tidurlah disana" titah El sambil menunjuk ke ranjang


"Mas aku datang bulan, mau diapain?" afifah ketakutan


"aku tak akan memperkosa mu! sudah tidur sana" El sedikit kesal dengan afifah.


setelah itu El duduk di sebuah kursi tepat di samping ranjang, setelah menuangkan Gel di perut sampai di atas ****** afifah, El mengarahkan sebuah benda seperti bolpoin besar disana.


Walau El bukan dokter kandungan, ia mengerti semua ini, walaupun tak banyak. sebelum nya El juga sudah membaca beberapa buku dan bertanya kepada ahlinya.


El merasa semua nya normal, beberapa waktu lalu ia juga sudah periksa bahwa ia normal.


El pun mencetak semua hasil nya, ia akan bertanya kepada teman nya di kota yang bergelar SPOG.


"Mas, buat apa sebanyak itu?" tanya afifah melihat 5 lembar foto


"Akan ku tanyakan kepada temanku, kenapa sampai sekarang kenapa kamu belum hamil juga"


"Mas, tapi kita kan melakukan nya masih 3 bulan. sabar dong"


"Ayo pulang, kak byan pasti sebentar lagi datang"


El mengalihkan pembicaraan, ia tak mau berdebat dengan afifah.


...****************...


Kini El, afifah, byan dan mira sudah duduk menyantap makanan yang sudah afifah siapkan.


"Fah, kemana sayur nya?" tanya El karena hanya ada ayam goreng, sambal terasi, ikan asin dan kemangi.


"Habis mas, kan tadi pagi seharusnya waktunya kepasar, kita malah kesiangan"


"Kamu sih El, jangan dihajar sampai malam terus. lagian ni ya kalian kan tinggal berdua, jam 7 udah mulai itu gpp, gak akan ada yang ganggu." celoteh byan


"Enggak kak, mas ramdan kemarin main catur sama warga" elak afifah


"Sudah sudah sudah. nanti El ikut menyangkal, mas byan jawab lagi. akhirnya kita gak makan-makan" lerai mira


semua tersenyum


"Yasudah ayo makan.. Bismillahirohmanirokhim"


...****************...


Pagi-pagi sekali, El dan afifah sudah bangun. El mau tak mau harus mengantar afifah ke pasar. sesuai dengan larangan nya, jadi dia harus bertanggung jawab mengantarkan afifah kemanapun.


byan dan mira yang baru bangun, langsung kebingungan. pasalnya jam 6 El dan afifah tidak ada di rumah.


"Yaudah dek, buatin aku roti panggang ya. entah kemana pergi nya si El" byan pun membawa cangkir kopi nya ke teras.


baru saja duduk, byan melihat El dan afifah berboncengan.


"Dari mana saja, pagi-pagi gini!" tanya byan


"nganterin dia ke pasar kak" jawab El sambil memarkirkan motor nya


"Kamu berubah El, udah bangun pagi. biasanya kamu kan yang paling siang bangun nya" tutur byan sambil menyeruput kopi nya


El tidak menjawab nya, ia memilih duduk di samping byan dan mengambil gelas kopi lalu menyeruput nya juga.


"Nanti sore aku pulang El, tadi dapat telepon penting harus ke Bandung besok"


"Hmm.. gagal dong rencana kita" ucap El, sedikit kecewa


"Ya gimana lagi El, lain kali saja." pasrah byan.


entah apa yang sedang direncanakan kakak beradik ini.

__ADS_1


Didapur, afifah dan mira sedang memasak bersama. menu makan siang hari ini adalah Cah kangkung, gurame bakar dan udang goreng.


Makanan favorit sejuta umat, seafood.


"Wahh fah, harum banget gurame bakar nya" hidung mira terus mengendus-endus di asap gurame.


"Aku udah kasih tau bumbu nya kak, nanti kakak bisa coba di rumah" ucap afifah sambil membalik gurame di atas teplon bakar.


ternyata bukan hanya mira, El dan byan yang sudah mencium bau masakan afifah langsung masuk karena perutnya memberontak ingin segera Memakan habis makanan yang mengeluarkan aroma harum.


"Dek, cepat sajikan" ucap byan yang sudah duduk di meja makan bersama El.


"Jangan bantu saja, sekalian belajar nanti disana di praktekin" tutur byan menyindir sang istri


"Iya mas, ini udah mira catat" mira menjulurkan lidahnya ke arah suami nya itu.


"Sudah selesai" ucap afifah sedikit keras. El dan byan langsung senyum lebar.


mereka berempat memulai makan siang nya dengan sangat lahap sekali.


Byan menghabiskan satu ekor gurame, begitu juga dengan mira. entah mereka doyan atau lapar sangat sulit dibedakan.


sedangkan El dan afifah, memakan bersama satu ekor gurame bakar. El sangat senang sekali, bisa berbagi ikan gurame bersama afifah. namun tidak dengan afifah, ia merasa biasa-biasa saja.


"Kak, ini nitip ya. nanti ada yang ambil ini ke rumah"


"Apa ini?" byan membolak-balik amplop coklat yang baru saja El berikan kepadanya


"Masalah kerjaan, walaupun kakak membuka nya gak akan tau. hanya dokter yang bisa baca" goda El sambil menyikut lengan kakak nya.


"Sombong sekali, oke deh aku bawa ya" byan pun memasukkan amplop tersebut kedalam koper nya.


Jam 3 sore, mira dan byan sudah bersiap hendak kembali ke kota, walau rencana awal nya mereka akan berlibur di rumah El selama seminggu.


"udah aku tulis semua nya kak" ucap afifah sambil berjalan keluar menuju depan


"Bumbu yang tadi udah di masukkan kan?" tanya mira


"Sudah, aku masukin ke plastik semua. nanti setelah sampai langung masukin kulkas ya kak"


"Oke siap, aku pulang ya, see you" mira masuk mobil sambil melambaikan tangan


"El, kakak pulang ya" pamit byan juga yang sudah duduk di belakang kemudi


"iya kak, Hati-hati ya"


"oke sip, pergi dulu ya"


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


...****************...


2 bulan kemudian, el lagi-lagi kecewa, karena afifah datang bulan lagi, ia pun belum mendapatkan telepon dari teman nya, untuk hasil USG afifah, karena teman El sedang sangat sibuk, baru saja di pindah tugaskan ke desa plosok.


"Aku akan kabari kalau ada sinyal El, sabar ya"


El pun tak bisa memaksa, jika tau seperti itu ia akan meminta bantuan yang lain. namun semua sudah terlanjur. Ya sudahlah! begitu pikir El.


Setiap malam, el sangat gelisah. karena biasanya ia sebelum tidur, selalu menuntaskan gairah didalam tubuh nya.


"Fah, aku bikinin susu hangat sama kentang goreng"


"Kamu tidur saja dulu, aku masih ngecek kerjaan" ucap El saat afifah menyajikan semangkok kecil kentang goreng dan segelas susu.


afifah pun mengangguk, namun langkah nya terhenti saat El memanggil nya. ia pun berbalik dan menatap El.


"Sini duduk sebentar" El menepuk paha nya, ia meminta afifah duduk di pangkuan nya.


afifah pun menghampiri El, berdisi di samping kanan El.


"Cepat duduk sini" El mendongak menatap afifah dengan tatapan teduh sambil menepuk paha nya.


Kenapa dia suka sekali memangku ku sih, dasar dokter cabul!!


Karena afifah diam, El pun menarik tangan nya. sehingga afifah terjatuh di pangkuan El.


"Ada apa sih mas, katanya suruh tidur"


bukan nya menjawab, El memegang tengkuk afifah lalu menyelamat bibir afifah dengan sangat lembut.


Afifah sudah mulai menikmati setiap sentuhan El, afifah hanya memejamkan matanya, apalagi tangan El sudah ke mana-mana.


"Mas" panggil afifah saat El melepaskan ciuman nya, namun El tak menghiraukan nya, ia kembali melahap bibir afifah.


El mengangkat tubuh afifah, hingga kini afifah duduk dipangkuan El sambil menghadap El.


El menatap sejenak afifah dengan mata sayu, sedangkan tangan nya sudah mengangkat kaos afifah ke atas.


"Mas... Aaahhhhh" belum selesai bicara, afifah berteriak karena El dengan keras menggigit penting afifah.


"Sakit mas, issshhh pelan-pelan" keluh afifah


El pun tersenyum, namun ia tak menghentikan aktifitas nya.


tubuh afifah terasa panas, ia teruserayu El agar berhenti, namun sia-sia, apalagi dibawah sana afifah sudah merasakan milik El yang sudah mengeras.


setelah sekian lama bermain di dada afifah, El pun menurunkan kembali kaos afifah, lalu tersenyum penuh arti kepada afifah.


"Yasudah, kamu tidur ya." ucap El lembut sekali


afifah mengangguk, malu.


namun saat hendak berdiri El mencegah nya.


"Ihh.. kata nya suruh tidur" kesal afifah


El. tersenyum, lalu ia menunjuk pipi kanan nya.


"Hah? apa?" afifah bingung.


"Aku sudah sering banget cium kamu, tapi kamu gak pernah cium aku"


ini dokter kenapa lagi! kenapa minta aneh-aneh gini sih...


"Sekarang cium aku. disini.. disini.. disini" El menunjuk kedua pipi nya dan terakhir bibir.


"Gak ah" wajah afifah langsung merah


"Yasudah, jangan tidur sebelum kamu cium aku" El tersenyum licik sambil terus memeluk pinggang afifah. sehingga tubuh afifah menempel dengan tubuh el.

__ADS_1


afifah tidak nyaman, apalagi yang dibawah sana sudah keras, afifah bisa merasakan nya.


"Oke oke, tapi lepasin dulu mas. aku gak bisa nafas"


El pun merenggangkan pelukan nya.


dengan cepat afifah mencium kedua pipi El, lalu mengecup bibir El. setelah itu ia langsung berlari naik ke lantai dua.


Dasar dokter mesum. semakin lama dia mesum sekali!!!


Lihat, dia semalu itu. wajahnya merah sekali, ingin rasanya aku menghabisi nya!!


...****************...


Setelah mengantar makan siang El, afifah pamit untuk pulang ke rumah nya. karena ada acara yasinan rutinan kampung yang bertempat di rumah nya.


El pun mengizinkan, dengan syarat tak boleh pulang ke rumah sebelum El menjemputnya. afifah pun menuruti nya, daripada ia tidak bisa jalan lagi pikirnya.


setelah menghabiskan makanan nya, El hendak menemui beberapa pasien, gaya blusukan dan menyapa semua orang inilah yang membuat El di senangi semua orang.


namun saat hendak keluar, HP El berbunyi. ia pun berbalik dan mengambil HP nya yang tak sengaja tertinggal di meja.


Dr. Icha SPOG


Telepon yang El tunggu-tunggu dari bulan kemarin.


📞 Siang Dokter El


📞Siang Dokter Icha, bagaimana kabar anda?


📞 Sehat dok, maaf ya baru bisa telepon


📞iya gakpapa, jadi gimana ini?


📞yasudah langsung saya jelaskan ya, soalnya waktu nya cuma sedikit


📞Oke, siap


El pun duduk di sofa, sambil menyilangkan kaki nya.


📞Jadi gini dok, apa sebelum nya istri anda mengonsumsi pil KB?


📞Tidak dokter Icha, kenapa ya?


📞Jadi gini dok, kandungan istri anda sedikit kering atau tidak subur. jika itu memang bawaan dari tubuh nya makan sel telur istri anda sangat sedikit. tapi sel telur disana banyak, cuma kandungan nya saja yang kering. itu hanya bisa di sebab kan oleh KB.


Apa afifah selama ini mengonsumsi Pil KB tanpa sepengetahuan ku!


📞Istri saya Menstruasi lancar kok dokter Icha, mana mungkin KB


📞Pil KB akan tetap membuat menstruasi lancar dok. Jika benar mengonsumsi pil KB, saya akan resep kan obat penyubur kandungan. aku kirim ke whatsapp ya dok.


📞Yang terbaik ada gak dokter Icha?


📞Ada dok, tapi beli nya di Singapore. anda bisa nitip ke yuanita. karena dia sekarang ada disana.


📞Oke dokter Icha Terima kasih ya.


📞Sama-sama dokter El, selamat siang


📞 iya selamat siang.


tut.. tut... tut.. tut..


El langsung menghubungi dokter yuanita, untuk pesan obat penyubur kandungan.


El berpikir sejenak, apa benar afifah se nekat itu?


Jika aku tanya kepada nya langsung, bisa saja dia berbohong lagi.


El yang di kelumuti penasaran! memutuskan untuk pulang.


Jika benar dia konsumsi KB, aku tak akan mengampuni nya!!


kini El sudah mengacak semua isi lemari afifah, baju-baju afifah El keluarkan semua nya, namun ia tak menemukan apapun disana.


El tersenyum, ternyata afifah tak seberani itu.


El pun duduk di meja rias, ia kembali membuka laci meja rias, disana hanya ada kotak perhiasan afifah.


El awalnya tak ingin membuka nya, namun pada akhirnya El membuka satu persatu kotak tersebut dan menemukan 2 kaplet Pil KB yang masih utuh dan 1 kaplet yang sudah berkurang isinya.


El langsung menggebrak meja rias, ia sangat marah sekali. merasa tertipu, dibohongi, terkhianati, dan hatinya sangat sakit.


Apa dia tak mau mengandung anakku.


Apa dia tak mencintaiku.


Apa dia tak ingin bersamaku.


Hati El benar-benar hancur, airmata nya menetes begitu saja.


El sangat kesal, frustasi, ia mengacak-acak rambutnya dengan kasar.


Aku tak akan melepasmu!!!


dengan langkah kaki cepat, El turun kebawah.


"Bi sugiati, cepat bersihkan kamar ku, setelah selesai bi sugiati bisa pulang."


"Iya Pak" ucap bi sugiati.


bi sugiati yang melihat kamar El berantakan pun langsung berpikir macam-macam.


"Fah, suami mu ada di kamar mu. cepat layani dia dulu" ucap bu zainab kepada sang anak yang sedang ikut memasak bersama tetangga.


afifah pun terheran, pasalnya ini baru jam 3 sore.


"Mas kok udah pulang?" afifah tersenyum


sungguh senyuman itu membuat El tak berdaya.


"Aku mau tidur, jam berapa acara nya?"


"di mulai jam 4 mas, nanti habis maghrib kita pulang"


"Setelah acara langsung pulang. aku tidur dulu" jawab El dengan tegas.


afifah sendiri merasa biasa-biasa saja, karena sudah biasa El seperti itu.


Dasar dokter aneh, kadang lembut kadang jahat kayak ibu tiri wkwkwkw...

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak ya...


__ADS_2