
Sudah satu minggu lama nya hatiku tak tenang, aku slalu menatap layar telepon ku berharap ada pesan ataupun telepon dari mas Exel. Bahkan benda pipih berwarna hitam ini slalu aku bawa kemanapun, sungguh aku ingin sekali berbicara kepada nya saat ini.
Aku sudah menelpon nya dan mengirimkan pesan, dan seperti biasanya tidak ada respon apapun dari mas Exel. Menunggu pesan dari mas Exel bukanlah hal yang baru bagiku. Aku sudah terbiasa dengan mas Exel yang datang lalu menghilang begitu saja. Aku yakin, bahwa mas Exel sangat sibuk sekali dengan pekerjaan.
Namun saat ini situasi nya berbeda, aku mendengar kabar bahwa tiga petak sawah akan akan di jadikan rumah tahfidz tersebut menjadi milik keluarga mas Exel. Aku pusing sekali memikirkan nya, sehingga berdampak kepada hafalan ku, aku tak bisa menghafalnya walau satu ayat.
"Abi dari mana?" Tanya ku saat abi baru saja datang dari depan.
"Dari rumah paman, sayang." Abi ku duduk di sampingku "Kamu kenapa Sabrina? Abi perhatikan kamu seperti nya gelisah"
Sudah ku duga, abi pasti mengetahui perubahan sikapku. Tidak ada yang lebih baik mengenalku kecuali Abi ku.
"Tidak abi, Sabrina sebenarnya pengen makan... " Sabrina menggantung kalimat nya, dia tak pandai berbohong, dan jadilah seperti ini akhirnya.
"Pengen makan apa sayang? Bilang sama abi"
"Tidak jadi deh" Sabrina tersenyum kaku "Oh iya, abi habis ngapain di rumah paman?"
Abi langsung mengubah expresi nya saat aku menanyai pertanyaan tersebut. ah, bodoh nya aku. Abi pasti curiga sekarang.
"Iniloh, mas Adam mu. Sumbangan dari donatur belum cukup untuk membayar sawah pak sarmin"
"Sudah di beli ya sawah nya, bi?"
"Belum, untuk jaga-jaga saja. Kata nya Exel sudah ada di sini sejak kemarin"
deg deg deg
Sudah ada di desa, tapi kenapa gak telepon. Biasanya kalau sudah ada di desa, Exel slalu mengirimkan pesan atau menelpon nya.
"Kasian mas Adam mu, baru saja memulai nya saja cobaan nya. kalaupun bisa membeli sawah tersebut, uang untuk membangun nya tidak ada"
Sabrina diam.
__ADS_1
"Yasudah, abi mau siap-siap dulu"
"Abi mau kemana?" Tanyaku dengan sangat kepo sekali.
"Sebentar lagi kan Ashar sayang. Ayo kamu mandi juga, gak biasanya juga kamu belum ganti seragam"
"Hehehe... lagi mager, bi"
Aku pun masuk ke dalam kamar. Ku peluk boneka kelinci yang halus dan empuk tersebut.
"Aku kangen sekali mas, emmm" Sabrina semakin memeluk erat boneka kelinci tersebut. Sampai suara Adzan membuat Sabrina melepaskan pelukan nya.
...****************...
Setelah sholat Asar, aku merasa perutku sangat sakit sekali. Mungkin ini tanda-tanda aku mau menstruasi. Akupun langsung pamit kepada bibi dan umi ku untuk pulang, mereka yang sudah menghafalnya pun mengizinkan ku tanpa bertanya.
Aku melepaskan mukena berwarna putih yang aku pakai untuk sholat setelah masuk ke kamar ku. Boneka kelinci itu benar-benar sangat lucu sekali, sehingga aku tergoda ingin menciumi dan memeluknya.
Saat baru saja aku meletakan tubuh ku di atas kasur, tiba-tiba suara handphone ku berbunyi. Tanda pesan masuk.
Rabbit
Mataku langsung melotot, aku juga langsung beranjak duduk saat ku baca ada satu pesan dari Mas Exel.
Sabrina, aku minta kamu kirimkan foto KTP kamu ya.
Aku bingung dengan permintaan nya, kenapa juga minta foto KTP ku.
Cekling
Percayakan sama aku, aku bukan orang yang memanfaatkan KTP kamu untuk pinjaman online.
Aku tertawa membaca nya, dia slalu bicara sembarang. Kenapa dia berpikir sampai ke pinjaman online segala.
__ADS_1
Tanpa basa-basi pun aku mengirimkan nya, entah buat apa, aku hanya percaya kepadanya.
Mas Exel ada di desa ya?
Aku terus memandangi layar ponsel ku, sudah lima belas menit, tapi mas Exel tak kunjung membalasnya. Hingga Adzan Isya berkumandang, dengan perasaan sedikit tak tenang aku meletakan HP ku dulu, dan menunaikan sholat Isya.
Sebelum aku sholat, aku beristighfar sampai hati ku tenang. Aku tak mau, urusan dunia terbawa saat aku sedang menghadap kepada Tuhan ku.
Setelah sholat, aku berdzikir dan berdoa. setelah itu aku langsung berbaring di atas kasur sambil menggenggam HP ku, ku pandangi layar tersebut sambil ku buka tutup instagram, whatsapp, dan Facebook ku. Tak lama, Mas Exel membalas pesan ku. Dengan cepat aku langsung membuka nya.
Iya, kalau gak besok mungkin lusa ku akan menemui mu.
Aku tersenyum bahagia membaca nya, bahkan aku sampai loncat-loncat, hehehe.. Begini kah indah nya jatuh cinta pikirku. Indah nya rasa belum halal ini karena aku tau bahwa setan juga ada di antara ku. Sebelum nya aku tak pernah merasakan begini dalam nya rasa cinta ini. Sejak boneka kelinci itu menemani tidur ku, Mas Exel terus berada di dalam pikiran ku.
Ketemu di mana mas?
Sudah dua jam aku menunggu balasan dari nya, tapi nyatanya tidak ada balasan apapun. Dia menghilang lagi sampai aku ketiduran sambil memegang HP ku. Bahkan aku tidur dengan memakai mukena ku.
Dalam tidur ku, aku merasa ada seseorang yang tengah mengambil HP dari tangan ku. Aku segera membuka mataku, mengambil kembali HP tersebut.
"Sabrina sayang"
Suara abi membuatku langsung deg deg an, untung saja aku terbangun, kalau tidak bisa-bisa abi membaca pesan ku dengan mas Exel.
"Maaf, abi. Sabrina pikir ada perampok"
"Kamu ini, ada-ada saja" Abi duduk di tepi ranjang ku. Aku tau bahwa beliau slalu masuk ke kamar ku sebelum beliau tidur.
"Kamu lanjut tidur ya, sayang. Lusa kan udah mulai ujian" Abi mengelus kepalaku. Sungguh aku merasa mendapatkan begitu banyak cinta dan kasih sayang dari nya.
"Iya, bi" aku tersenyum lalu mengambil boneka kelinci ku untuk ku peluk.
"Ayo lepas dulu mukena nya"
__ADS_1
Aku pun melepaskan mukena ku, melipatnya dan menyimpan nya di atas kemari susun dekat meja belajar. setelah itu berbaring kembali ke atas ranjang. Abi pun seperti biasa mencium kepala ku, lalu ia menaikan selimut sampai ke dada ku, dan pergi keluar dari kamar ku.
Aku melihat di ponsel ku tidak ada pesan dari mas Exel. Sehingga aku pun memutuskan untuk melanjutkan tidur ku. aku yakin mas Exel tidak akan membalas nya, mungkin ia sibuk berkumpul dengan keluarga nya.