
Sudah lima tahun lama nya exel tak pernah menginjak kan kaki nya di Indonesia. Setelah menghadiri ulang tahun keponakan nya yang ke satu tahun, exel menemukan luka yang membuat sakit hati nya yang belum kering menjadi terluka.
Flashback On
Exel berjalan terburu-buru berjalan menuju ke ruangan El. Pagi ini ia harus mendapatkan tanda tangan El untuk persetujuan pembukaan perusahaan baru di Prancis.
Setelah selesai, exel langsung pulang karena ia akan segera mengadakan rapat online dengan beberapa karyawan penting yang menghandle perusahaan nya di Swiss.
Namun saat exel hendak memasuki mobil, mata nya tiba-tiba menangkap dua wanita sedang berjalan. Exel mengenali Salah satu dari wanita tersebut.
Iya, dia adalah Sabrina. Mereka sedang berjalan menuju ke sebuah ruangan paling depan, di atas nya ada tulisan KIA.
"Eh, Sus" Exel menghentikan seorang perawat yang berjalan di depan nya.
"Iya, mas?"
"Kalau orang masuk ke ruangan itu" Exel menunjuk sebuah ruangan yang baru saja Sabrina masuki. "Kira-kira dia sakit apa ya?"
Perawat tersebut malah tersenyum "Hanya anak balita dan ibu hamil yang masuk ke sana, mas"
Bodoh, bodoh, bodoh.. Seharusnya Exel tak mengurusi nya. kalau sudah seperti ini, maka tambah satu lagi luka di hati nya.
"Dia hamil?"
__ADS_1
Rasanya Exel ingin sekali berteriak.
FLASHBACK OFF
Kini Exel terkenal di mana-mana. Menjadi Milyader muda pertama di Indonesia tentulah sebuah kebanggaan. Apalagi saat ini Exel baru saja berhasil menembus pasar cina. Perjuangan Exel selama lima tahun akhirnya tak sia-sia.
Namun sayang sekali, milyader ini mempunyai segalanya bahkan ia bisa membeli apapun dengan gampang. Tapi dia tak punya cinta, hati Exel seolah mati rasa. Bukan hanya hati, bahkan Mata nya saja slalu menilai semua wanita sangat jelek, murahan, norak dan masih banyak kenyataan jelek lain nya.
Entah standard cantik seperti apa yang Exel tentukan, bahkan artis-artis juga berusaha mendekati Exel namun hasil nya sia-sia. Exel tak tertarik, meliriknya saja tidak.
Berita kesuksesan Exel di dengar semua orang, termasuk kampung nya. El merasa bangga dengan Exel, walau dia sering membuat ulah, tapi dia tetap memberikan contoh yang baik bagi adik nya.
Ah, persetan! kebaikan Exel saja yang terekpose di publik. Tidak dengan keburukan nya, syukur alhamdulillah Allah masih menutupi aib-aib exel.
"Cihh, aku akan bungkam mulut media" Kesal Exel melihat artikel yang membahas tentang nya.
"Semakin kau bungkam, semua orang akan merasa bahwa itu benar." Ucap jhonatan "Ah, apa kau benar-benar Gay"
"Paman jangan sembarangan, aku normal"
"Kalau seperti itu, sebaiknya kamu segera menikah. Aku takut ini mempengaruhi reputasi mu"
Percuma saja berbicara dengan Jhonatan, hanya byan saja yang mengetahui masalah kenapa Exel masih belum bisa menerima wanita.
__ADS_1
"Apa sih susahnya menikah" Omel byan di balik telepon.
"Paman sangat tau masalah ku, mana bisa aku menikah. Bisa-bisa istriku nanti menertawai ku"
"Apa sampai sekarang milikmu kikuk?"
"Iya paman" Teriak Exel dengan kesal "Kalau udah melihat foto nya, dia tidak bisa tidur kalau belum di tuntaskan"
"Bahaya, Bahaya sekali"
"Cihhh, itu saja yang paman katakan sejak lima tahun yang lalu"
"Pulanglah, nanti aku kasih solusi nya. Opa dan Oma mu saat ini sedang sakit-sakitan. Bahkan opa sering memanggil nama mu"
"Jangan mulai, paman. Paman sangat tau kenapa aku tidak bisa pulang"
"Yasudah, berhentilah mengeluh"
"Egois sekali!"
"Kau juga egois! bahkan kau lebih egois"
BERSAMBUNG
__ADS_1