
Sesampai nya di kota, Exel langsung istirahat. Badan nya terasa remuk sekali. Bi siti, yang sudah puluhan taun kerja dengan keluarga sanjaya pun membersihkan tas Exel. ia mengeluarkan baju-baju kotor yang Exel bawa dari kampung.
"Apa ini?" Bi siti melihat sebuah kotak bersampul batik di tas Exel. "Aku taruh sini saja, nanti mas Exel nyariin" Bi siti meletakan kotak tersebut di sebuah meja bekas meja belajar Exel.
Karena hari ini, hari sabtu. Tidak ada yang membangunkan Exel, apalagi semua orang tau bahwa Exel baru saja melakukan perjalanan jauh dari kampung ke kota dengan jarak lima jam lebih.
Exel baru saja bangun jam 1 siang, itupun ia tak langsung mandi. Dia masih bermalas-malasan di teras lantai dua sambil merokok.
"Kak Exel, di panggil oma" Teriak jihan
"Bilang sama oma, kak Exel mandi dulu"
"Okey" Jihan langsung meninggalkan Exel yang masih duduk di tempat nya.
Setelah mandi dan berganti pakaian santai, Exel turun menemui Lastri yang duduk di sofa ruang keluarga.
Disana sudah ada Kalina, Exel sungguh malas sekali meladeni Kalina yang slalu saja bersikap berlebihan kepada nya.
"Apa kabar, Exel" Kalina dan Exel cipika cipiki
"Baik, ada apa, Kalina?"
"Ihhsss, kalina kan lagi main, Xel. Sudah ayo temani Kalina disini, oma mau terapi sama Opa"
Exel membating tubuh nya di sofa dekat Kalina. Kalian sangat senang sekali Exel menemani nya. Berbeda dengan Exel yang benar-benar risih dengan kehadiran Kalina, apalagi Kalina terus mengajak nya bicara dan membuat insta story.
Dddddrrrtttt
Ponsel Exel begetar, saat ia lihat layar ponsel nya. Ada nomor tidak di kenal menelpon nya. Sebelum nya Exel tidak pernah menjawab nomor yang tidak ia kenal, tetapi demi menghindari Kalina, Exel pun mengangkat nya.
📞 Hallo, Brooo
📞 Maaf, ini siapa?
📞 Exel, aku Jerry. Teman mu di MBA
📞 Jerry? tapi ini nomor Indonesia
📞 Yaps, aku sekarang ada di Indonesia bersama Nicolas, Bamboo dan lain nya
📞 Benarkah? kapan kalian datang?
📞 Sudah tiga harian, nanti malam kita nongkrong ya. Alamat nya akan aku kabari
📞 Okey, aku tunggu.
Walau lokasi belum di berikan, Exel langsung bersiap-siap dengan memakai pakaian cesual. Yang sebenar nya adalah, Exel ingin menghindari Kalina yang tak kunjung pulang dari rumah nya.
"Maaf ya, Kalina. Teman ku dari USE datang ke sini. Jadi aku mau menemui mereka"
__ADS_1
"Bolehkah aku iku?" Tanya Kalina tidak tau diri
"Hmm.. lain kali saja. Aku akan menghabiskan waktu bersama mereka. Kemungkinan aku tidak akan pulang"
"Tidak papa, Exel. Nanti aku bisa pulang sendiri jika sudah malam"
Sungguh pemaksa!
"Jangan Kalina, semua nya laki-laki. Aku tak enak hati jika mengajak perempuan bersamaku"
Kalina malu sekali, karena Exel terus menolak nya. Pada akhirnya Kalina ikut pergi dari kediaman keluarga sanjaya. Tak lupa, sebelum Exel pergi, ia berpamitan kepada Oma dan opa nya.
"Tidak pulang?"
"Gak janji, opa. Tapi jangan menungguku. Taulah bagaimana teman-teman ku?"
"Baiklah, yang penting jangan mendekati Narkoba!"
"Siap, komandan" Exel hormat kepada Sanjaya "Exel pergi dulu ya oma, opa. Bye"
...****************...
Exel sudah duduk bersama di sebuah sofa berbentuk melingkar. Mereka saat ini berada di sebuah diskotik yang cukup ternama di kota tersebut. Sudah satu jam, mereka mengobrol. Tak lupa suguhan Bir memenuhi meja mereka.
"Xel, sebenarnya ada lagi yang datang ke sini"
"Sebentar lagi, mereka akan datang. Santai lah"
Exel tak terlalu memikirkan nya, mereka santai sambil terus mengobrol. Hingga tak lama, sekitar tiga puluh menit kemudian. Wanita cantik dan sexy ang berjumlah tiga orang datang. Kedatangan mereka langsung di sambut dengan bahagia. Tapi Exel masih diam, ia menatap wanita cantik yang pernah ada di dalam hati nya.
"Michella?"
"Yes, Exel"
Michella memeluk Exel, lalu mencium kedua pipi Exel. Ah, itu sudah biasa di kalangan mereka. Walau sudah lama Exel tak berhubungan dengan Michella, wanita itu tetap bersikap baik seolah-olah dia tak pernah di campakan oleh Exel. Andai saja wanita Indonesia juga seperti itu, kemungkinan tidak ada lagi masalah ribut karena mantan.
"Sudah sangat lama kita tidak bertemu"
"Ah, iya." Exel kaku menjawab nya, merasa tak enak hati saja.
"Come on, Exel. Lupakan yang sudah terjadi. Mari kita besenang-senang disini"
"Tapi, Michella" Exel memegang tangan michella "Maafin aku, aku tak bermaksud menyakitimu" Nyatanya darah Kearifan Indonesia masih ada di dalam diri Exel.
"Sudah, jangan di bahas. Aku tak mempermasalahkan nya" Michella tersenyum kepada Exel, dan akhirnya mereka berpesata malam ini.
Tringgg
Mereka mengangkat gelas nya ke atas, lalu saling menabrakan dengan pelan. Suara tawa, bercerita bahkan mereka menggelengkan kepala nya bersama mengikuti dentuman musik yang di mainkan oleh DJ.
__ADS_1
"One Night Stand" Ucap Michella di telinga Exel "Aku sangat merindukan mu, Xel"
Tanpa menjawab, Exel langsung merengkuh pinggang michella. Membawa nya ke tempat yang seharusnya. Setelah check in dengan nama Michella. Mereka pun langsung menuju ke kamar yang sudah berikan oleh pelayan hotel.
Baru saja pintu tertutup, Michella dengan ganas nya mencium bibir Exel dengan rakus lalu menidurkan nya di kasur.
"Selow, Michella. Kita baru di mulai" Ucap Exel.
Mereka terus melakukan pemanasan, Exel juga berusaha untuk menikmati semua nya. Badan Michella sudah bugil, tapi pakaian Exel masih sangat lengkap menutupi tubuh nya.
Sudah sangat lama mereka melakukan pemanasan, tapi Exel masih saja tidak melakukan permainan inti nya.
"Come On, Exel" Racau Michella.
SIALL!!!!.
Kringggg
Kringgg
Kringgg
Exel langsung bangkit dari tubuh michella, lalu merogoh saku celana nya.
"Iya paman?"
📞 Apa kau tidak pulang? kalau tidak aku akan menyuruh security mengunci nya
"Tidak, aku akan pulang sekarang"
Exel langsung mematikan sambungan telepon nya, sedangkan Michella sudah duduk di tepi ranjang sambil menatap Exel.
"Maaf, michella. Aku harus pulang sekarang"
"Tapi, Exel"
"Next time saja. Lagian kau masih lama kan di sini. bye michella"
Exel langsung keluar dari kamar tersebut. Di dalam mobil, ia terus mengutuki diri nya sendiri dengan kata-kata kotor.
Sesampai nya di rumah, Exel langsung masuk kamar. Penghuni lain nya sudah tidur karena semua lampu utama sudah di matikan, hanya lampu kuning saja yang menerangi rumah besar milik sanjaya.
Setelah Sampai di kamar, Exel menatap tubuh bagian tengah nya. Ia sangat khawatir dan gelisah sekali, saat senjata masa depan nya itu tak bereaksi apapun di depan Michella.
Gak mungkin hanya karena onani sekali, barang ku tidak bisa lagi berdiri. Tidak mungkin!
Kenapa aku tidak berselera melihat Michella yang sangat sexy dan cantik itu. Sedangkan kemarin masih bisa berdiri, hanya karena melihat senyum dan suara Sabrina.
SIAL, SIAL, SIAL!!!
__ADS_1