
Sudah dua hari Sabrina ada di apartemen dan Exel juga hari ini akan menyelesaikan semua pekerjaan nya. Karena tau akan pulang, Sabrina mulai mempacking barang-barang yang akan ia bawa pulang ke Indonesia.
Sabrina memasukan baju, sepatu dan beberapa pernak-pernik lucu dan antik yang ia beli setiap berbelanja ke mall.
"Yaa, habis pula" Gunam Sabrina saat lakban nya tiba-tiba habis.
"Sudah jam dua, aku akan turun untuk membeli lakban. Kardus nya juga kurang ini" Sabrina memperhatikan beberapa barang yang belum ia masukan kedalam kardus. Tak terasa barang nya begitu sangat banyak sekali.
Sabrina pun berganti pakaian, lalu ia turun ke bawah karena mau pergi ke swalayan yang ada di depan gedung apartemen nya.
Brak.. Brak Brak
Sabrina di tubruk oleh sebuah mobil yang melaju dengan ugal ugalan.
"Sabrinaaaa" Exel yang baru saja sampai di depan apartemen langsung berlari. Awal nya ia tak menyangka bahwa itu adalah istri nya tapi saat ia menghampiri nya ia melihat Sabrina sudah tergelerak di atas aspal.
...***************...
Exel sangat khawatir sekali dengan keadaan Sabrina, sudah dua jam Sabrina tak kunjung sadar. Sungguh hari Exel sangat cemas sekali, jantung nya tak bisa berdetak dengan normal, hati nya tak tenang sejak tadi.
"Mas Exel"
Exel yang baru saja terlelap langsung bangun, saat temgan yang ia genggam bergerak dan ada suara yang begitu ia tunggu sejak tadi.
"Sayang" Exel langsung mencium kening Sabrina.
"Mas, aku ada di mana?"
"tadi kamu di tabrak, sayang. Untung saja dokter bilang kamu tidak apa-apa. Hanya robek di kepala saja sedikit."
"Selamat malam, pak Exel"
Seseorang berpakaian rapi seperti seorang polisi datang.
"Saya sudah menangkap nya pak, dari hasil CCTV yang ada di persimpangan jalan"
"Lalu, apa sudah di periksa?"
"Sudah, pak. Ternyata dia adalah orang suruhan nona Michella. Kami sudah menangkap nya"
__ADS_1
"Aku ingin di hukum seberat-berat nya, pak"
"Apa dia sebelum nya ada masalah dengan anda?"
"Ada, pak. Dendam pribadi"
"Dendam apa?"
Flashback on.
Dua tahun yang lalu, Exel sedang melakukan rapat bersama banyak pengusaha besar termasuk di sana ada michella dan ayah nya.
Exel menawarkan beberapa kerja sama kepada perusahaan-perusahaan tersebut. Semua pengusaha itu berebut ingin mendapatkan kerja sama nya, karena proyek Exel ini menjanjikan untuk lima puluh tahun ke depan. Bukan hanya produk nya saja, pemerintah dari beberapa negara sudah mendaftarkan nama nya untuk membeli produk milik Exel tersebut.
Setelah mempelajari semua proposal yang mereka ajukan, Exel sudah memutuskan kepada siapa saja ia melakukan kerja sama setelah melakukan pertimbangan yang begitu sangat detail sekali.
Perusahaan Exel terkenal sangat rahasia, data perusahaan Exel tidak bisa di retas, untuk itulah hari ini semua pengusaha ini berkumpul untuk menunggu hasil keputusan Exel.
Setelah mengumumkan, Exel membagi semua produk nya satu per satu di setiap perusahaan. Tujuan Exel hanya ingin mwmpererat dan Exel ingin suatu saat usaha ini menjadi lebih besar lagi mengalahkan cina.
"Itu pikiran yang sangat bagus sekali, pak" Puji salah satu pengusaha.
Semua nampak setuju, walau hanya di kasih satu produk oleh Exel. Hanya perusahaan Wilson saja yang keberatan dengan keputusan Exel.
"Perusahaan ku yang paling besar dan terpercaya, kenapa saya mendapatkan produk kecil?" Ucap Leonal, yang tak lain ayah michella
"Karena itulah, pak Leonal. Produk kecil itu saya kasih kepada Anda. Karena dari sekian produk, hanya produk itu yang akan laku keras. Karena termasuk kebutuhan sehari-hari"
"Aku rasa anda mempunyai maksud lain kepada kami, pak Exel" Michella langsung bicara "Kenapa anda tidak profesional sekali, aku rasa anda menghubungkan nya dengan masalah pribadi"
Exel mengkerut kan dahi nya, lalu detik berikut nya ia di buat geram karena semua orang langsung berbisik, membicarakan Exel.
"Maaf nona Michella, kita memang kenal sebelum nya. Tapi, dalam dunia pekerjaan ini kita bukan lah siapa-siapa. Tidak juga teman"
Michella bertepuk tangan "Hebat sekali anda, pak. Setelah semua yang sudah anda lakukan saat ini kepada saya"
"Maaf nona michella, keputusan saya sudah final. Jika anda tidak mau menerima produk yang saya berikan, maka saya akan kasih ke perusahaan lain"
"Kasih saja, aku yakin tidak ada yang mampu. Karena bahan baku produk tersebut di pegang oleh perusahaan ku"
__ADS_1
"Baiklah, saya akan mengelola produk tersebut sendiri. dan saya akan menghapus nama perusahaan anda dari list kerjasama ini"
"Ayo, pa. Kita pergi dari sini. Kita tak perlu memohon dan tunduk kepada siapapun" Michella mengambil tas nya dan mulai melangkah keluar, namun saat ia tepat di hadapan Exel, langkah kaki nya berhenti lalu menatap Exel tajam. "Aku yakin, kau yang akan datang kepada ku dan memohon bertekuk lutut di kaki ku"
Exel tak bergeming, namun saat michella membuka pintu ruangan hendak keluar Exel memanggil nya.
"Nona Michella, tunggu"
Michella tersenyum jahat, lalu ia berbalik dengan wajah sombong nya.
"Saya cuma mau bilang, bahwa saya tidak takut dengan ancaman anda, nona."
Wajah michella langsung berubah kesal.
"Ancaman pertama nona beberapa hari yang lalu saja tidak saja dengar, apalagi sekarang. Nona salah jika mau menyogok saya dengan ancaman basi anda. Anak yang nona kandung adalah anak nona dengan Ronal winston suami dari Herlina winston. Karena keluarga winston sudah menolak anda, anda datang kepada saya dengan menuduh saya adalah ayah nya. Untuk itu kalau nona tidak menyudahi drama ini, saya akan melaporkan anda dengan penyemaran nama baik"
Semua orang mendengar dengan jelas apa yang di katakan oleh Exel. Michella langsung malu, apalagi papa nya. Exel mengatakan hal yang memalukan ini di depan semua pengusaha besar. Mereka yang ada di ruangan langsung menatap Michella dengan tatapan tidak suka.
Memang di luar negeri **** itu bebas, bahkan hamil di luar nikah sudah biasa. Tapi jika ada wanita yang hamil dengan suami orang atau pelakor tetap saja tidak di benarkan.
Setelah kejadian itu, michella malu sekali. Ia depresi sampai ia keguguran. Dan karena itulah michella meminta karina memberikan obat yang bisa merusak rahim Sabrina.
Flashback off.
"Besok pengacara saya akan ke kantor polisi, berkas dan beberapa rekam medis akan di antar kan ke sana untuk urusan administrasi"
"Baiklah, saya permisi dulu. Selamat malam"
Setelah polisi tersebut itu pergi, Exel menghampiri Sabrina kembali yang masih tergeletak lemah di atas ranjang.
"Siapa tadi, mas? kenapa ada polisi?"
"Kan kamu kecelakaan, ya wajar saja kalau ada polisi"
"siapa Michella, mas?"
BERSAMBUNG..
__ADS_1