
Sudah hampir satu tahun berlalu, kini Exel berada di Swiss untuk mengembangkan perusahaan nya. Exel benar-benar berubah total. Di waktu luang nya seperti sekarang, Exel menghabiskan waktu nya untuk berolahraga di gym. Dan sekarang tubuh nya berotot dan perut nya kotak-kotak. Persetan, ini semakin membuat Exel di gilai banyak wanita.
Om Exel, ayo pulang. Ghani mau ulang tahun.
Pesan singkat dari Alexa dengan di tambah I foto Ghani membuat Exel kesal. Tak terasa satu tahun berlalu dan keponakan nya itu akan ulang tahun yang pertama. Tidak mungkin bagi nya tidak datang.
Seperti biasanya, Exel tidak pernah membalas pesan Alexa, walau Alexa slalu saja mengirimkan foto-foto lucu anak nya.
Ia bingung sekali saat ini, tak mungkin dia pulang sekarang. Luka nya belum kering sepenuh nya, tak mungkin ia pulang. Desa mengingatkan nya dengan banyak sekali kejadian.
*Alexa, aku akan merayakan ulang tahun Ghani di rumah nya opa. Ajak semua nya pergi ke kota dan aku akan merayakan dengan sangat meriah.
Tapi Opa dan Oma sudah ada di sini, kak. Bahkan semua nya sudah siap, termasuk dekorasi*.
"Shhit" Exel sangat kesal setelah membaca pesan dari Alexa.
Kringggg
Handphone nya berbunyi, dan itu adalah panggilan dari byan.
"Apalagi ini, pasti memaksaku untuk pulang" Omel nya
__ADS_1
"Hallo, paman"
"Pulanglah, Exel. ini sudah sangat lama sekali" Seru byan di balik telepon
"Exel gak janji, paman" Exel merasa sedih mengatakan nya, wajah Ghani terus ada di mata nya.
.....
...****************...
Exel merasa ragu, walau ia sudah berada di pesawat sejak semalam. Kini ia sedang menatap awan biru yang sangat indah melalui jendela pesawat. Sejenak Exel melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan nya, tinggal beberapa jam lagi ia akan sampai di Jakarta.
Saat keluar dari airport, Exel di kejutkan byan yang sudah berdiri di dekat mobil nya. Dia tersenyum kepada Exel sambil melambaikan tangan nya.
"Kemarin sekertaris mu bilang kepadaku"
"Astaga" Exel langsung menyeret kopernya dan memasukkan nya ke dalam mobil byan.
Di dalam perjalanan, Byan terus berceloteh. Tapi Exel sangat pusing mendengar nya. Ia saat ini benar-benar belum siap untuk pulang, sekarang luka lama nya kembali tergores. Padahal rencana awal nya, Exel akan pulang ke Indonesia setelah tiga tahun.
"Kita langsung ke desa" Ucap byan membuat Exel kaget
__ADS_1
"Gak pulang dulu, paman"
"Acara nya besok pagi jam sembilan. Bahkan semua orang sudah ada di sana"
"Katanya lusa"
"Di percepat, karena sekalian tasyakuran Reihan di angkat jadi kepala puskesmas"
Tidak bisa menghindar lagi, Exel benar-benar akan pergi ke desa dimana dia dilahirkan. Ah, belum juga memasuki desa, luka lama nya kembali terbuka.
Di tengah perjalanan, Exel dan Byan mampir ke sebuah restoran untuk makan siang. Di hadapan Exel sudah ada soto daging yang sangat menggugah selera nya. Sudah sangat lama sekali dia tidak makan makanan khas Indonesia. Tapi saat satu sendok nasi beserta kuah nya masuk kedalam mulut nya, rasanya tidak enak sekali. Ah, padahal byan dari tadi sudah memuji makanan itu sangat enak sekali.
Tidak ada masalah dengan lidah Exel, hanya saja hati nya yang bermasalah. Sehingga indera nya tidak bisa bekerja dengan baik.
Setelah makan dan melanjutkan perjalanan nya, Kini mereka sudah memasuki area desa. Seketika Exel teringat kejadian dulu-dulu. Dulu, Exel slalu senang saat memasuki desa. Ia akan melepas rindu bertemu dengan pujaan hati nya, walaupun hanya memandangi nya saja, tidak berbuat apapun.
"Paman, rasanya aku belum bisa move on dari nya. Hati ku sangat sakit sekali. Apalagi nanti kalau bertemu dengan nya dengan perut nya yang besar"
"Hayalan mu buruk sekali, seharus nya kau tak memikirkan itu"
Exel tak berbicara lagi, ia memandangi jalanan dari jendelan pintu mobil. Mata nya tidak bisa di alihkan, saat mobil yang ia tumpangi melewati depan rumah Sabrina.
__ADS_1
"Orang nya pasti ada di dalam, gak mungkin di luar. Jadi percuma saja di pandangi"
Sakit, sungguh sakit sekali rasa nya.